Isi Makalah Fix

download Isi Makalah Fix

of 19

  • date post

    01-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    75
  • download

    31

Embed Size (px)

description

makalah jamur

Transcript of Isi Makalah Fix

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangJamur (fungi) banyak kita temukan di lingkungan sekitar kita. Jamur tumbuh subur terutama di musim hujan karena jamur menyukai habitat yang lembap. Akan tetapi, jamur juga dapat ditemukan hamper di semua tempat dimana ada materi organik. Jika lingkungan di sekitarnya mengering, jamur akan menjalani tahapan istirahat atau menghasilkan spora. Cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang jamur disebut mikologi. Peran jamur dapat berperan menguntungkan dan merugikan organisme lain,salah satunya adalah manusia. Jamur pangan dapat dibedakan atas mikrobia yang bersifat menguntungkan, dimana dapat membantu proses pengolahan (misalnya : yang dipergunakan untuk proses fermentasi pangan) dan mikrobia yang bersifat merugikan, yaitu yang dapat merusak bahan pangan atau yang dapat menimbulkan penyakit (bersifat patogen). Mikrobia yang bersifat menguntungkan perlu diketahui sifat-sifat spesifiknya sehingga dapat dikembangkan menjadi mikrobia yang bersifat lebih potensial untuk produksi pangan. Demikian juga untuk jenis mikrobia yang bersifat perusak atau patogen, perlu diketahui sifat-sifatnya sehingga dapat dicegah atau dihambat pertumbuhannya atau dapat dibunuh sel dan sporanya. Selain dalam bahan pangan jamur dapat berperan dalam bidang yang lain, salah satunya adalah bidang kesehatan, jamur yang menguntungkan dapat digunakan sebagai obat atau antibiotik dan jamur yang merugikan dapat menyebabkan penyakit bagi manusia dan organisme lain.Dalam makalah ini akan dibahas jamur-jamur perusak bahan makanan dan jamur-jamur yang menyebababkan penyakit baik itu pada manusia maupun organisme lain.B. Rumusan Masalah1. Apa itu Jamur.?2. Bagaimanakah Ciri-ciri jamur perusak bahan makanan dan penyebab penyakit.?3. Apakah jenis jamur-jamur perusak bahan makanan.?4. Apakah jenis jamur-jamur penyebab penyakit.?5. Bagaimanakah cara mengatasi jamur yang mengandung racun.?

C. Tujuan 1. Untuk mengetahui apa itu jamur2. Untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri jamur yang beracun dan menyebabkan penyakit3. Untuk mengetahui jenis-jenis jamur perusak bahan makanan4. Untuk mengetahui jenis-jenis jamur penyebab penyakit5. Untuk memahami bagaimana cara menghindari jamur yang mengandung racunD. Manfaat1. Sebagai bahan informasi untuk pembaca mengenai jamur perusak bahan makanan dan jamur penyebab penyakit

BAB IIPEMBAHASAN2.1. PENGERTIAN JAMURJamur merupakan makhluk hidup yang sudah mempunyai membran inti (eukariot), tetapi tidak dapat membuat makanan sendiri karena tidak mengandung klorofil. Jamur memperoleh makanan dari lingkungan di sekitarnya. Jamur ada yang bersel satu, tetapi umumnya bersel banyak. Struktur tubuh jamur bersel banyak terdiri atas miselium dan spora. Jamur bersel banyak (multiseluler) terdiri atas benang-benang halus yan disebut hifa. Pada jamur tempe dan jamur oncom, hifa-hifa ini terlihat seperti kapas. Miselium merupakan kumpulan beberapa filamen (hifa). Hifa jamur ada yang bersekat dan tiap sekat mengandung satu sel, tetapi ada juga yang tidak bersekat dengan banyak inti sel. Berdasarkan cara memperoleh makanannya, jamur dibedakan menjadi jamur saprofit dan jamur parasit. Jamur saprofit banyak ditemukan di atas tanah, kayu lapuk, dan bangkai hewan, misalnya, jamur kuping, jamur merang, dan jamur kayu. Sementara itu, jamur parasit dapat ditemukan menempel pada kulit manusia, misalnya, jamur panu.

2.2. CIRI-CIRI JAMUR BERACUN/PENYEBAB PENYAKIT.

a. Jenis jamur beracun pada umumnya mempunyai warna yang mencolok: merah-darah, hitam-legam, biru-tua, ataupun warna-warna lainnya. Walaupun ada pula jenis jamur beracun yang mempunyai warna terang (kuning muda) atau putih, dan jamur yang dapat dimakan berwarna gelap, misal coklat-tua.b. Jenis jamur beracun dapat menghasilkan bau yang menusuk hidung, seperti bau telur busuk ataupun bau ammoniak.c. Jenis jamur beracun mempunyai cincin atau cawan. Walaupun ada yang sebaliknya, seperti jamur-merang mempunyai cawan dan jamur kompos mempunyai cincin, tetapi tidak beracun.d. Jenis jamur beracun umumnya tumbuh pada tempat yang kotor: tempat pembuangan sampah, kotoran kandang, dan sebagainya. Walaupun untuk penanaman dan pemeliharaan jamur kompos justru dipakai kotoran kandang/kotoran kuda.e. Kalau jenis jamur beracun dikerat oleh pisau yang terbuat dari perak, atau dikerat oleh pisau biasa kemudian benda perak didekatkan kepada keratin tadi, maka pada benda perak terbentuk warna hitam atau biru, itu menandakan bahwa jamur tersebut beracun ( Ekowati,2015 : 10 ).

2.3.Jenis-Jenis Jamur Perusak Bahan Makanana. Penicillium expansumPenicillium expansummerupakansalah satu patogen pasca panen yang paling penting,dimana merupakan penyebab utama pembusukan pasca panen saat penyimpanan pada apel.Penyakit yang paling banyak ditemukan akibat kapang ini terdapat pada apel, yaitu kapang biru. Blue mold rotini terdapat pada berbagai macam jenis buah, termasuk apel, pir dan ceri.Infeksi yang sering terjadi adalah saat apel masih berada pada pohon, namun tersembunyi untuk waktu yang lama, dan terlihat hanya setelah penyimpanan dalam waktu yang lama, dengan kisaran suhu perkembangannya adalah -2C.PertumbuhanP. expansumdapat berlangsung pada suhu sekitar -3 sampai 35C, dengan suhu optimal sekitar 25C, dan pada aw0.82. Spora yang dihasilkan dapat menginfeksi apel pada suhu 0 C dan bergerminasi pada suhu penyimpanan 0C. Penicillium expansummerupakan penyebab kebusukan pada apel yang paling umum. Apel yang busuk olehP. expansumdapat mengkontaminasi sari buah apel dan produk apel lainnya.P. expansumdiketahui dapat memproduksi mikotoksin patulin {4-hidroksi-4Hfuro[3,2-C]-piran-2(6H)-satu}. Patulin merupakan mikotoksin yang mempunyai efek karsinogen yang membahayakan bagi kesehatan manusia.Adanya patulin padabuah atau jus apel dapat dijadikan sebagai indikator rendahnya kualitas buah tersebut ( Anonim,2014 :1 ).

b. Penicillium islandicumMerupakan salah satu jenis jamur dari kelompok Penicillium sp, jamur ini sangat merugikan manusia karena sebagai perusak pada beras sehingga beras tersebut berubah menjadi warna kuning sehingga disebut yellow rice

c. Fusarium oxyporumMenyebabkan layu fussarium pada tanaman kentang. Menurut Sastrahidayat (1990), pada medium PDA mula-mula miselium berwarna putih, semakin tua warna menjadi krem atau kuning pucat, dalam keadaan tertentu berwarna merah muda agak ungu. Miselium bersekat dan membentuk percabangan. Beberapa isolatFusariumakan membentuk pigmen biru atau merah di dalam medium (Walker, 1957; Agrios, 2005). Daur hidupFusarium oxysporummengalami fase patogenesis dan saprogenesis. Pada fase patogenesis, jamur hidup sebagai parasit pada tanaman inang. Apabila tidak ada tanaman inang, patogen hidup di dalam tanah sebagai saprofit pada sisa tanaman dan masuk fase saprogenesis, yang dapat menjadi sumber inokulum untuk menimbulkan penyakit pada tanaman lain. Penyebaran propagul dapat terjadi melalui angin, air tanah, serta tanah terinfeksi dan terbawa oleh alat pertanian dan manusia ( Winarni,2012 :12 ).

d. Aspergilus FlavusSelain menyebabkan penyakit pada manusia, jamur Aspergillus sp juga menyerang tanaman. Pertama kali dilaporkan di Turki pada tahun 1960, bahwa kacang tanah yang diimpor dari Brasil tertular berat dan menyebabkan kerugian yang besar bagi usaha tanaman kacang tanah dan toksinnya pada waktu itu diberi nama aflatoksin (Swindale 1987). Aspergillus spp. kemudian dilaporkan di banyak negara dan menjadi kendala terutama dalam kualitas biji-bijian sebagai bahan pangan dan pakan.Dari beberapa spesies Aspergillus sp, A. flavus teridentifikasi sebagai penyakit penting yang menginfeksi biji jagung. Inang utama A. flavus adalah jagung, kacang tanah, dan kapas. Penyakit ini mempunyai banyak inang alternatif, sekitar 25 jenis tanaman, khususnya padi, sorgum, dan kacang tunggak (CAB International 2001). Pakki dan Muis (2006) melaporkan bahwa A. flavus ditemukan pada fase vegetatif dan generatif tanaman, serta pascapanen jagung.Pada jagung, gejala Aspergillus spp. ditandai cendawan berwarna hitam, (spesies A. niger) dan berwarna hijau (A. flavus). Infeksi A. flavus pada daun menimbulkan gejala nekrotik, warna tidak normal, bercak melebar dan memanjang, mengikuti arah tulang daun. Bila terinfeksi berat, dan berwarna coklat kekuningan seperti terbakar. Gejala penularan pada biji dan tongkol jagung ditandai oleh kumpulan miselia yang menyelimuti biji ( Adi, 2014 : 7 ).

e. Penicillium digitatum dan italicumPenyakit lapuk hijau disebabkan oleh jamur Penicillium digitatum, sedangkan penyakit lapuk biru disebabkan oleh jamur Penicillium italicum. Penyakit ini menyerang buah jeruk, terutama buah yang sudah berair dan sudah tua. Buah yang terserang penyakit ini akan membusuk, basah, dan akhirnya seluruh bagian buah akan rusak. Timbul lapuk dan terjadi jaringan hifa (benang-benang lembut) berwarna hijau atau biru. Penyebaran penyakit sering terjadi pada saat pemetikan buah, misalnya buah terjatuh ke tanah dan terbentur benda keras sehingga mengakibatkan memar. Embun yang menempel pada dinding kulit buah jika dipegang dengan tekanan yang keras akan masuk ke pori-pori kulit buah, sehingga akibatnya buah menjadi busuk dan berbau tidak enak ( Anonim, 2011 :1 ).

2.4. Jamur-Jamur Penyebab Penyakita. Aspergillus fumigatusAspergillus fumigatusadalah jamur yang termasuk dalam kelas Ascomycetes yang mudah diisolasi dari lingkungan udara. Jamur ini dapat ditemukan di mana-mana pada tumbuh-tumbuhan yang telah membusuk.Aspergillus fumigatusmerupakan patogen manusia terpenting dan penyakit yang terjadi pada orang dengan penurunan sistem imun (imunosupresi) serta pasien dengan penyakit paru dasar. Terdapat tiga jenis patologi pada penyakit paru: alergi, kolonisasi dan invasi.Aspergillus fumigatusmemiliki tangkai-tangkai panjang (konidiofor), konidiofora berseptat atau nonseptat yang muncul dari sel kaki, pada ujung konidiofor muncul sebuah gelembung, keluar dari gelembung ini muncul sterigma, pada st