Hipoglikemia DM Refleksi

Click here to load reader

  • date post

    21-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    79
  • download

    13

Embed Size (px)

description

hipoglikemi

Transcript of Hipoglikemia DM Refleksi

REFLEKSI KASUSHIPOGLIKEMIA PADA DIABETES MELLITUS

Disusun oleh:Bachtiar Arif N.H20090310153

Pembimbing : dr. Rastri Mahardhika P, Sp.PD

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAMPROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTERFAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTARSUD SALATIGA2015

HALAMAN PENGESAHAN

Telah disetujui dan dan disahkan, presentasi dengan judul :Hipoglikemia Pada Diabetes Melitus

Disusun oleh :Bachtiar Arif N.H20090310153

Telah dipresentasikanHari/ Tanggal : Selasa /10 Februari 2015

Disahkan oleh :Dosen Pembimbing,

dr. Rastri Mahardhika P, Sp.PD

DAFTAR ISI

REFLEKSI KASUSiHALAMAN PENGESAHANiiDAFTAR ISIiiiKASUS1A.IDENTITAS PASIEN1B.PERJALANAN PENYAKIT1C.PEMERIKSAAN FISIK1D.PEMERIKSAAN PENUNJANG2E.Diagnosis2F.Terapi2G.Masalah yang dikaji2BAB II31.Definisi32.Klasifikasi Hipoglikemia33.Penyebab Hipoglikemia64.Mekanisme Fisiologis75.Keluhan dan Gejala hipoglikemia86.Tatalaksana Hipoglikemia97.Komplikasi118.OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL12KESIMPULAN18DAFTAR PUSTAKA....21

KASUSA. IDENTITAS PASIENNama : Ny. S MUsia : 61 tahunAgama : IslamStatus : MenikahPekerjaan : SwastaAlamat : Kantor Dekopinda, Sidorejo. SalatigaTanggal Masuk RS : 03 Februari 2015Tanggal Keluar RS : 09 Februari 2015B. PERJALANAN PENYAKIT

RPS : Pasien datang dengan keadaan badan terasa lemas, gemetaran, mual, muntah dan pusing. Ssebelumnya pasien mengkonsumsi obat rutin untuk diabetes (gluotika dan glimepirid). RPD : Pasien telah menderita diabetes selama 8 bulan.RPK : Tidak ada anggota keluarga yang mengalami penyakit serupa.C. PEMERIKSAAN FISIKKU: CM, LemasTD:130/80 mmHgHR:76x/menitRR:18x/menitT:36,5OCMata:Conjunctiva anemis (-/-), Sklera ikterik (-/-)Leher:Perbesaran limfonodi (-), trachea deviasi (-), JVP R+1Thorax:simetris, ketinggalan gerak (-)Pulmo:vesikuler (+/+), ronkhi (-/-), wheezing (-/-)Cor:S1S2 reguler (+), Bising (-)Abdomen:Perut datar, tympani, nyeri tekan (-), peristaltic usus (+) Normal, perbesaran hepar (-), perbesaran lien (-)Ekstremitas:Akral hagat (+), CRT < 2 detik, edema (-)D. PEMERIKSAAN PENUNJANGAL:6,04 x 103 /LAE:3,82 x 103 /LHb:11,5 g/dlHT:33,7 g/dlGDS:20 mg/dlUreum:22 mg/dlCreatinin:1,0 mg/dlSGOT:54 u/eSGPT:19 u/eE. Diagnosis Hipoglikemia Diabetes Mellitus Insufisiensi heparF. Terapi Infus D10% 20 tpm Inj. Ranitin 2x1 amp Inj. Ondansetron 3x1 amp Ulsafat syr 3x1 sdm Betahistine 3x1 Donperidon 3 x 1G. Masalah yang dikaji1. Termasuk dalam klasifikasi hipoglikemia apakah pada pasien tersebut?2. Penyebab hipoglikemi pada pasien tersebut?3. Mekanisme fisiologis hipoglikemi pada pasien tersebut?4. Penatalaksanaan pada kasus diabetes dengan hipoglikemia?5. Komplikasi yang mungkin terjadi?

BAB IIPENGKAJIAN MASALAHHIPOLIKEMIA1. Definisi

Hipoglikemia merupakan suatu keadaan dimana kadar glukosa darah dibawah nilai normal.Pada individu normal, sesudah puasa semalam kadar glukosa darah jarang lebih rendah dari 4 mmol/L, tetapi kadar kurang dari 50 mg% (2,8 mmol/L) pernah dilaporkan dijumpai sesudah puasa yang berlangsung lebih lama.Hipoglikemia spontan yang patologis mungkin terjadi pada tumor yang mensekresi insulin atau insulin-like growth factor (IGF). Dalam hal ini diagnosis hipoglikemia ditegakkan bila kadar glukosa darah < 50 mg% (2,8 mmol/L) atau bahkan < 40 mg% (2,2 mmol/L). Walaupun demikian berbagai studi fisiologis menunjukkan bahwa gangguan fungsi otak sudah dapat terjadi pada kadar glukosa darah 55 mg% (3 mmol/L). Lebih lanjut diketahui bahwa kadar glukosa darah 55 mg% (3 mmol/L) yang terjadi berulang kali dapat merusak mekanisme proteksi endogen terhadap hipoglikemia yang lebih berat.Respon regulasi non- pancreas terhadap hipoglikemia dimulai pada kadar glukosa darah 63-65 mg% (3,5-3,6 mmol/L). Oleh sebab itu, dalam konteks terapi diabetes, diagnosis hipoglikemia ditegakkan bila kadar glukosa plasma 63 mg% (3,5 mmol/L).Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada diabetes melitus, terutama karena terapi insulin.

2. Klasifikasi Hipoglikemia

1. Berdasarkan durasi timbulnya : Hipoglikemia akut Penurunan cepat glukosa plasma sampai kadar rendah. Hipoglikemia kronis Penurunan relatif lambat glukosa plasma di sebabkan turunnya produksi glukosa hati sebagai respon terhadap hiperinsulinemia Pada diabetes, hipoglikemia juga sering didefinisikan sesuai dengan gambaran klinisnya. Hipoglikemia akut menunjukkan gejala dan Triad Whipple. Triad tersebut meliputi : a. Keluhan yang menunjukkan adanya kadar glukosa darah plasma yang rendah.b. Kadar glukosa darah yang rendah (< 3mmol/L hipoglikemia pada diabetes).c. Hilangnya secara cepat, keluhan-keluhan sesudah kelainan biokimiawi dikoreksi.Akan tetapi, pasien diabetes dapat kehilangan kemampuan untuk menunjukkan atau mendeteksi keluhan dini hipoglikemia. Dengan menambah kriteria klinis pada pasien diabetes yang mendapat terapi, hipoglikemia akut dibagi menjadi hipoglikemia ringan, sedang, dan berat.

Klasifikasi Klinis Hipoglikemia Akut

RinganSimptomatik, dapat diatasi sendiri, tidak ada gangguan aktivitas sehari- hari yang nyata

SedangSimptomatik, dapat diatasi sendiri, menimbulkan gangguan aktivitas sehari- hari yang nyata

BeratSering (tidak selalu) tidak simptomatik, karena gangguan kognitif pasien tidak mampu mengatasi sendiri.1. Membutuhkan pihak ketiga tetapi tidak memerlukan terapi parenteral.2. Membutuhkan terapi parenteral (glucagon intramuscular atau glukosa intravena)3. Disertai dengan koma atau kejang.

Mekanisme hipoglikemia akut terjadi pelepasan insulin yang berlebihan oleh pancreas yang dikarenakan dosis insulin atau obat lainnya yang terlalu tinggi yang diberikan kepada penderita diabetes untuk menurunkan kadar glukosa darahnya. Atau dikarenakan terdapat kelainan pada kelenjar hipofisa atau kelenjar adrenal. Kelainan pada penyimpanan karbohidrat atau pembentukan gukosa dihati.2. Hipoglikemia puasa simtomatik dengan hiperinsulinemiaa. Reaksi insulinPasien diabetes yang mendapat insulin merupakan kelompok terbesar dari populasi pasien dengan hipoglikemia simtomatik. Hilangnya respon glukagon terhadap hipoglikemia pada penderita diabetes mempersulit masalah, demikian pula ketidakpekaan akan gejala-gejala hipoglikemia pada pasien-pasien tua, pasien-pasien neuropati, dan pasien-pasien dengan episode hipoglikemia berulang yang telah beradaptasi dengan kadar glukosa darah yang rendah tanpa memicu alarm sistem otonom.b. Asupan makanan yang tidak memadaiKuantitas makanan yang kurang atau lupa makan merupakan salah satu penyebab hipoglikemia tersering pada pasien diabetes yang mendapat insulin.c. Aktivitas fisikPada orang yang non-diabetes peningkatan ambilan glukosa oleh otot rangka dikompensasi oleh peningkatan produksi glukosa oelh hati. Mekanisme ini terutama diperantarai oleh suatu penurunan kadar insulin sirkulasi akibat pelepasa katekolamin pada latihan fisik yang menghambat sekresi sel . Mekanisme tersebut tidak terjadi pada orang yang diabetes yang mendapat insulin, dimana depot subkutan terus menerus menghasilkan insulin terlebih lagi dibercepat dengan lokasi injeksi berdekatan dengan kelompok otot yang beraktivitas.d. Gangguan kontraregulasi glukosa pada diabetesKebanyakan pasien diabetes tergantung insulin mengalami kehilangan respons glukagon terhadap hipoglikemia. Jadi mereka hanya mengandalkan respons otonom adnergenik untuk dapat pulih dari hipoglikemia da khususnya untuk mengenali gejala-gejala peringatan hipoglikemia yang mengancam sebagai sinyal untuk menelan glukosa atau jus buah.3. Overdosis sulfonilureaTiap sulfonilurea dapat menyebabkan hipoglikemia. Klorpopamid dengan waktu paruh yang panjang (35 jam) adalah penyebab tersering golongan ini. Pasien-pasien tua terutama mereka yang dengan gangguan fungsi ginjal dan hati khususnya rentan terhadap hipoglikemia yang diinduksi sulfonilurea Bila pasien juga mendapat obat-obatan seperti warfarin, fenilbutazon, atau beberapa sulfonamida, maka efek hipoglikemik dari sulfonilurea dapat nyata memanjang.4. Pemakaian insulin atau sulfonilurea secara sembunyi-sembunyiBiasanya terjadi pada orang yang gangguan psikiatris.5. Hipoglikemia autoimunHipoglikemia autoimun itu terjadi akibat tingginya antibodi yang mampu bereaksi dengan insulin endogen yang menyebabkan hipoglikemia 6. Hipoglikemia induksi pentamidinSemakin sering pemakaian atau penggunaan pentamidin untuk pengobatan infeksi pneumocystic carinii pada pasien-pasien AIDS, makin sering timbul laporan kasus hipoglikemia induksi pentamidin. Penyebab hipoglikemia akut tampaknya adalah efek litik obat pada sel-sel , yang menimbulkan hiperinsulinemia akut pada sekitar 10-20% pasien yang mendapat obat. Pada Pasien ini termasuk dalam klasifikasi hipoglikemia puasa simtomatik dengan hiperinsulinemia yang akut serta derajatnya berat karena pasien sangat lemas, sehinga pasien tidak mampu mengatasi sendiri dan membutuhkan terapi parenteral karena rasa mual, dan muntah pada pasien yang terus menerus.3. Penyebab HipoglikemiaPada pasien diabetes, hipoglikemia timbul akibat peningkatan kadar insulin yang kurang tepat, baik sesudah penyuntikan insulin subkutan atau karena obat yang meningkatkan sekresi insulin seperti sulfonylurea.

Faktor Predisposisi atau Presipitasi kejadian Hipoglikemia

1. Kadar insulin yang berlebihan Dosis berlebihan : kesalahan dokter, farmasi, pasien; ketidaksesuaian dengan kebutuhan pasien atau gaya hidup; deliberate overdose (factitious hipoglikemia) Peningkatan bioavailibilitas insulin, absorbsi yang lebih cepat (aktivitas jasmani,gagal ginjal (clearance insulin berkurang)2. Peningkatan sensitivitas insulin Defisiensi hormone counter-regulatory : penyakit Addison; hipopituitarisme Penurunan berat badan Latihan jasmani, post partum, variasi siklus menstruasi.3. Asupan karbohidrat berkurang Makan tertunda atau lupa, porsi makan kurang Diet slimming, anorexia nervos Muntah, gastroparesis Menyusui4. Lain lainAbs