Hipoglikemia Pada Neonatus

of 11 /11
Hipoglikemia pada Neonatus Task Reading Kelompok 6

description

Hipoglikemia Pada Neonatus

Transcript of Hipoglikemia Pada Neonatus

Page 1: Hipoglikemia Pada Neonatus

Hipoglikemia pada NeonatusTask Reading Kelompok 6

Page 2: Hipoglikemia Pada Neonatus

Definisi Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah

(glukosa) secara abnormal rendah.

Istilah hepoglikemia digunakan bila kadar gula darah bayi

secara bermakna dibawah kadar rata-rata. Dikatakan hepoglikemia

bila kadar glukosa darah kurang dari 30 mg/dl pada semua neonatus

tanpa menilai masa gestasi atau ada tidaknya gejala hepoglikemia.

Umumnya hepoglikemia terjadi pada neonatus umur 1 – 2 jam.

Page 3: Hipoglikemia Pada Neonatus

Epidemiologi

Keseluruhan insidensi diestimasikan sebanya 5 kejadian

dari tiap 1000 kelahiran hidup. Jumlah ini dapat lebih tinggi

pada populasi dengan risiko tinggi.

Sebagai contoh, 8% neonatus BMK umumnya berasal dari

ibu diabetik (IDM) dan 15% bayi preterm dan bayi IUGR

dilaporkan mengalami hipoglikemia; insidensi pada seluruh

populasi risiko tinggi diperkirakan sebesar 30%.

Page 4: Hipoglikemia Pada Neonatus

Etiologi

• Hyperinsulinemic Hypoglicemia.

• Penyimpanan glikogen yang terbatas.

• Peningkatan penggunaan glukosa.

• Penurunan glikogenolisis, gluokoneogenesis, atau

penggunaan substrat alternatif

• Penurunan penyimpanan glikogen.

Page 5: Hipoglikemia Pada Neonatus

Patofisiologi BBLR Ibu dg DM

Glukosa ke janin î Insulin pd janin î Transfer glukosa berhenti

Bayi lahir

Insulin pada bayi masih î

HIPOGLIKEMIACadangan glukosa masih rendah

Page 6: Hipoglikemia Pada Neonatus

Tanda & gejala

• Pola pernapasan abnormal, seperti takipnea, apnea, atau distress napas.

• Tanda-tanda kardiovaskuler, seperti takikardia atau bradikardia,

• Manifestasi neurologis seperti, letargis, kemampuan mengisap yang lemah, instabilitas suhu tubuh, dan kejang.

Page 7: Hipoglikemia Pada Neonatus

Diagnosis

1) Anamnesa: riwayat bayi beresiko hipoglikemia

2) Pemeriksaan Fisik: Pucat, diaphoresis, tekanan darah,

frekuensi denyut jantung, penurunan kesadaran, deficit

neurologik fokal transient.

3) Pemeriksaan Penunjang: Kadar glukosa darah (GD), tes

fungsi ginjal, tes fungsi hati, C- peptide

Page 8: Hipoglikemia Pada Neonatus

Pencegahan

• Menghindari faktor resiko yang dapat dicegah, contohnya hipotermia

• Pemberian ASI merupakan tindakan preventif tunggal paling penting

• Jika bayi tidak mungkin menyusui, mulailah pemberian minum dengan menggunakan sonde dalam waktu 1-3 jam setelah lahir

• Neonatus yang berisiko tinggi harus dipantau nilai glukosanya

• Jika ini gagal, terapi intravena dengan glukosa 10% harus dimulai dan kadar glukosa dipantau.

Page 9: Hipoglikemia Pada Neonatus

Penatalaksanaan

• mintalah kepada ibu untuk menyusui anaknya

• Bolus glukosa 10% 2 ml/kg pelan-pelan dengan kecepatan 1 ml/menit

• Pasang jalur IV D10 sesuai kebutuhan (kebutuhan infus glukosa 6 -8 mg/kg/menit).

• Periksa glukosa darah pada : 1 jam setelah bolus dan tiap 3 jam

• Bila kadar glukosa masih < 25 mg/dl, dengan atau tanpa gejala, ulangi seperti diatas

Page 10: Hipoglikemia Pada Neonatus

Prognosis

• Prognosis untuk hidup baik.

• Prognosis untuk fungsi intelektual yang normal harus

ditentukan dengan hati-hati, karena hipoglikemia yang lama

dan berat dapat disertai dengan gangguan neurologis

Page 11: Hipoglikemia Pada Neonatus

Sekian terimaksih……