Fix Referat Hipoglikemia

download Fix Referat Hipoglikemia

of 33

  • date post

    02-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    241
  • download

    2

Embed Size (px)

description

referat anak batam lain nya

Transcript of Fix Referat Hipoglikemia

REFERATHIPOGLIKEMI NEONATORUM

Oleh:Nurul Azizah030.08.186

Dosen Pembimbing:dr. Indrayanti, Sp.A

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAKRUMAH SAKIT OTORITA BATAMPERIODE 30 September 2013 7 Desember 2013FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

LEMBAR PENGESAHAN

Referat dengan judul HIPOGLIKEMIA NEONATORUM telah diterima dan disetujui oleh pembimbing, sebagai syarat untuk menyelesaikan kepaniteraan klinik Ilmu Kesehatan Anak di RS Otorita Batamperiode 30 September 2013 7 Desember 2013

Batam, Oktober 2013

(dr. Indrayanti, SpA)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. wb.Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan sehingga pada akhirnya kami dapat menyelesaikan referat ini dengan sebaik-baiknya.Referat ini disusun untuk melengkapi tugas di kepanitraan klinik Ilmu Kesehatan Anak di RS Otorita Batam.Dalam kesempatan ini, kami ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada dr. Indrayanti, SpA selaku pembimbing referat kami di Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Otorita Batam yang telah memberikan bimbingan dan kesempatan dalam penyusunan referat ini.Kami sadari betul bahwa referat ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan makalah yang kami buat ini. Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga referat ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan khususnya bagi mahasiswa kedokteran.Terima kasih.Wassalamualaikum wr. wb.Batam, Oktober 2013

Penyusun,Nurul Azizah

DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................2

KATA PENGANTAR ....................................................................................3

DAFTAR ISI ...................................................................................................4

BAB I. PENDAHULUAN ..............................................................................5

1.1. Latar Belakang ................................................................................5

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................7

II.1. Definisi dan Klasifikasi .......................

II.1.1. Definisi .7

II.1.2. Klasifikasi .9

II.2. Epidemiologi ...11

II.3. Morbiditas dan Mortalitas ...13

II.4. Etiologi ....................................................................................14

II.5. Patofisiologi 18

II.6. Manifestasi Klinis ...22

II.7. Penegakan Diagnosis ..22

II.7.1. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik ...23

II.7.2. Pemeriksaan Laboratorium ..24

II.7.3. Pencitraan .25

II.8. Penatalaksanaan ..25

II.9. Prognosis .....27

BAB III. KESIMPULAN ......................................................29

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................30

BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar BelakangHipoglikemia ialah suatu penurunan abnormal kadar glukosa darah1. Kadar glukosa darah yang normal terjadi karena adanya keseimbangan antara penyediaan glukosa dalam darah dengan pemakaiannya oleh tubuh. Bila terjadi gangguan pada keseimbangan ini, maka dapat terjadi penurunan kadar glukosa darah (hipoglikemia) atau sebaliknya peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia)2. Glukosa merupakan sumber utama energi untuk menjalankan fungsi organ sebagaimana mestinya. Walaupun semua organ tubuh menggunakan glukosa, otak manusia menggunakannya hampir secara eksklusif sebagai substrat untuk metabolisme energi. Oleh karena penyimpanan glikogen otak terbatas, pengiriman glukosa yang adekuat ke otak merupakan fungsi fisiologis tubuh yang esensial. Sekitar 90 % dari glukosa darah total dikonsumsi oleh otak. Meskipun bahan bakar lain seperti asam laktat dan badan keton dapat digunakan sebagai substrat untuk memproduksi energi, akan tetapi respon yang masih imatur dari neonatus membuat penggunaan dari molekul-molekul tersebut tidak memungkinkan. Dengan demikian, neonatus sangat rentan terhadap kondisi-kondisi yang mengganggu pemeliharaan homeostasis glukosa selama masa transisi dari intrauterin ke kehidupan mandiri di luar rahim3. Hipoglikemia erat kaitannya dengan kelompok usia tertentu dan tahap perkembangannya. Berbagai sindrom hipoglikemik ada kecenderungan terdapat pada umur-umur khusus1. Hipoglikemia merupakan salah satu gangguan metabolik yang sering terjadi pada bayi dan anak1,4,5. Dalam perbandingannya, hipoglikemia lebih sering terjadi pada neonatus daripada anak yang lebih besar2. Meskipun hipoglikemia merupakan gangguan yang paling sering terjadi, namun belum ada definisi yang diterima secara universal untuk gangguan ini1,4,5. Kerancuan timbul berdasarkan fakta bahwa rentang normal glukosa darah pada setiap neonatus berbeda dan bergantung pada beberapa faktor yaitu berat badan lahir, usia gestasi, body stores, riwayat makan, dan juga ada tidaknya penyakit lain5.Hipoglikemia telah dihubungkan dengan outcome perkembangan neurologis yang buruk5. Terdapat bukti bahwa hipoksemia dan iskemia yang diakibatkan hipoglikemia, menyebabkan kerusakan otak yang mungkin mengganggu perkembangan neurologis secara permanen2. Ketika kadar glukosa darah rendah, sel-sel dalam tubuh terutama otak, tidak menerima cukup glukosa dan akibatnya tidak dapat menghasilkan cukup energi untuk metabolisme. Sel-sel otak dan saraf dapat rusak dan menyebabkan palsi serebral, retardasi mental, dan lain-lain6. Hipoglikemia pada manifestasi klinisnya yang ekstrim selain dapat mengarah pada terjadinya sekuele yang permanen juga dapat menyebabkan kematian7. Penyebab hipoglikemia seringkali sangat kompleks4. Hipoglikemia terjadi pada beberapa macam kondisi neonatus antara lain prematuritas, retardasi pertumbuhan, dan diabetes gestasional5. Hipoglikemia dapat berdiri sendiri atau disertai oleh kelainan endokrin misalnya diabetes melitus1. Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi akut yang paling sering terjadi pada diabetes tipe I7. Penyebab hipoglikemia pada neonatus sedikit berbeda daripada bayi dan anak-anak. Hiperinsulinisme atau persistent hyperinsulinemic hypoglycemia of infancy (PHHI), adalah penyebab tersering dari hipoglikemia pada 3 bulan pertama kehidupan (ini biasa terjadi pada bayi dengan ibu yang menderita diabetes). Penyebab lainnya mencakup sepsis, syok, inborn error of metabolism, defisiensi hormon, puasa, kelaparan,dan lain-lain8.Oleh karena hipoglikemia mungkin saja asimptomatik, pemeriksaan yang rutin terhadap kondisi ini pada situasi yang berisiko tinggi direkomendasikan5. Penilaian yang teliti terhadap catatan glukosa darah akan membantu prognosis untuk kejadian hipoglikemia setidaknya sekitar 50 persen7.Pemberian ASI dengan supervisi dapat saja menjadi salah satu pilihan terapi pada hipoglikemia yang asimptomatik. Akan tetapi, hipoglikemia simptomatik harus selalu diterapi dengan preparat dextrose parenteral5. Pada neonatus, prognosis tergantung dari berat, lama, adanya gejala-gejala klinik dan kelainan patologik yang menyertainya, demikian pula etiologi, diagnosis dini dan pengobatan yang adekuat6. Dalam referat ini dibicarakan mengenai masalah hipoglikemia pada bayi, beberapa penyebabnya, evaluasi dan pengobatannya, serta prognosis sesuai dengan morbiditas dan mortalitasnya sehingga dapat memberikan sumbangan pada pendekatan klinis untuk penatalaksanaan hipoglikemia pada bayi.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

II.1. Definisi dan KlasifikasiII.1.1. DefinisiHipoglikemia adalah suatu sindrom klinik dengan penyebab yang sangat luas, sebagai akibat rendahnya kadar glukosa plasma yang akhirnya menyebabkan neuroglikopenia. Definisi hipoglikemia pada neonatus masih tidak ada kesesuaian, baik dalam buku teks maupun dalam jurnal, sehingga definisinya dibuat dari berbagai sudut pandang4. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hipoglikemia adalah kondisi bayi dengan kadar glukosa darah kurang dari 45 mg/dl (2,6 mmol) yang dapat memberi gejala (simtomatis) atau tidak memberi gejala (asimtomatis).Secara statistik, disebut nilai rendah bila di bawah 2 SD dari rerata populasi sehat. Dengan pendekatan ini ternyata banyak kendala bila diterapkan untuk menentukan hipoglikemia. Pertama, hasil tergantung pada asal sampel darah, dan metode pemeriksaan. Kedua, jadwal menyusui dini sangat berpengaruh pada kadar gula darah. Ketiga, 72 persen bayi baru lahir mempunyai satu atau lebih faktor risiko terjadi hipoglikemia. Keempat, tidak memungkinkan untuk dilakukan penelitian longitudinal dalam menentukan rentang normal kadar gula darah karena alasan etika4.Pendekatan berdasarkan manifestasi klinis sering menimbulkan interpretasi yang salah karena banyak manifestasi klinis yang sama dengan problem neonatus yang lain. Pendekatan berdasarkan epidemiologi dapat juga menyebabkan kesalahan interpretasi karena hipoglikemia menggambarkan kelainan biologis yang dapat terjadi dalam rentang ringan sampai berat serta data yang diambil hanya dalam kelompok kecil. Sedangkan pendekatan berdasarkan keluaran neurologik sangat terbatas karena kurangnya kasus kontrol, pemeriksaan patologi, dan kasus hipoglikemia asimptomatik yang diamati4.Cornblath dan Reisner (1965) pertama kali yang mempublikasikan kadar gula darah pada bayi normal, mereka mendapatkan 95% bayi cukup bulan lebih dari 30 mg/dL dan 98,4% bayi prematur lebih dari 20 mg/dL. Mereka mendefinisikan hipoglikemia untuk bayi cukup bulan bila kadar gula darahnya kurang dari 30 mg/dL dalam 48 jam pertama dan 40-50 mg/dL setelah usia 48 jam setelah lahir. Bayi kecil masa kehamilan tidak termasuk dalam kelompok ini. Untuk bayi berat badan lahir rendah, didefinisikan hipoglikemia bila kadar gula darah < 20 mg/dL. Penelitian lain menunjukkan bahwa kecuali pada jam pertama kehidupan, bai