Difusi Inovasi_bab4

download Difusi Inovasi_bab4

of 23

  • date post

    07-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Difusi Inovasi_bab4

  • 8/4/2019 Difusi Inovasi_bab4

    1/23

    Diffusion of InnovationsRogers, Everrett M. (1983) New York: Free Press. (3rd ed.)

    Bab 4Pengembangan Inovasi

    Diterjemah oleh Abdillah Hanafi

  • 8/4/2019 Difusi Inovasi_bab4

    2/23

    BAB 4PENGEMBANGAN INOVASI

    Ben Adhem memungut sebuah batu di tepi jalan. Pada batuini tertulis kata-kata Baliklah dan baca. Dia

    memungutnya dan melihat baliknya. Di situ tertulis

    mengapa mecari pengetahuan lebih banyak lagi, padahal

    anda tidak menaruh perhatian lagi pada apa yang telah anda

    ketahui ?

    I. Shah (1968)CARAVAN OF DREAM

    Getaran-getaran pokok yang membentuk dan menjaga mesin

    kapitalis tetap bergerak datang dari barang-barang

    konsumen baru, cara-cara produksi baru atau transportasi

    baru, pasar-pasar baru, bentuk-bentuk organisasi baru yang

    diciptakan oleh perusahaan kapitalis.

    Joseph A. schumpter (1950)CAPITALISM, SOCIALISM AND DEMOCRACY

    BAB INI MEMBAHAS KEMUNCULAN INOVASI, dan bagaimana sumber inovasimempengaruhi penyebaran dan konsekuensinya. Telah kami kemukakan bahwa kajian difusimasa lampau dimulai pada ekor sebelah kiri kurva difusi. Dalam pandangan yang lebih luastentang proses pengembangan inovasi, difusi tidak lain hanyalah satu fase dari seluruh urutanpemunculan suatu inovasi sejak dari keputusan untuk meneliti suatu masalah sampai dengan

    timbulnya akibat (konsekuensi) satu inovasi.Penyelidikan difusi di masa lalu telah terlalu melupakan fakta bahwa sebagian

    besar aktivitas dan keputusan yang relevan biasanya terjadi jauh sebelum proses difusi,merupakan proses panjang yang bermula dari mengetahui masalah, mengambil keputusanuntuk melakukan penelitian-pengembangan yang membawa pada kerja penelitian,menemukan (invensi) inovasi dan kemudian pengembangan dan pengkomersialannya.Kemudian berlanjut pada keputusan bahwa inovasi itu harus disebarkan, pengalihan(transfer) inovasi itu kepada lembaga difusi, dan pengkomunikasiannya kepada khalayakcalon pengguna, dan barulah terjadi pengadopsian pertama.

    Seluruh rangkaian kegiatan dan keputusan pradifusi tentuya merupakan bagianpenting proses pengembangan inovasi, di mana fase difusi adalah salah satu komponennya.Pentingnya apa yang terjadi sebelum dimulainya penyebaran inovasi (terutama peristiwa-

    peristiwa yang mempengaruhi sifat difusi sesudahnya) hampir diabaikan sama sekali padapenelitian difusi masa lalu, kelemahan serius dalam penyelidikan yang lalu ini harus diatasi.

    Pada bab ini kami akan membahas beberapa penelitian yang telah dilakukanmengenai aspek-aspek pra-difusi dari proses pengembangan teknologi. Sayangnya, hanyasedikit penyelidikan tentang fase-fase awal dalam proses pengembangan teknologi itu.Akibatnya, pegangan kami mengenai topik-topik dalam bahasan ini tentunya lebih tentatifdibanding dengan bahasan pada bab-bab berikutnya.

    Pengembangan Inovasi 2

  • 8/4/2019 Difusi Inovasi_bab4

    3/23

    PROSES PENGEMBANGAN INOVASI

    Kami mendefinisikan inovasi sebagai suatu gagasan, tindakan atau barang yangdianggap baru oleh seseorang atau unit adopsi lainnya. Proses pengembangan inovasi itu

    terdiri dari semua keputusan, kegiatan dan dampak-dampaknya yang terjadi mulai dari pengenalan suatu kebutuhan atau masalah, kemudian penelitian, pengembangan, dankomersialisasi suatu inovasi, kemudian penyebaran dan pengadopsian inovasi olehpengguna, sampai pada konsekuensi-konsekuensinya. Sekarang kita membahas satu per satulangkah-langkah pokok proses pengembangan inovasi.

    1. Mengenal Masalah atau Kebutuhan

    Salah satu cara memulai proses pengembangan inovasi adalah dengan mengenalisuatu masalah atau kebutuhan, yang merangsang kegiatan-kegiatan penelitian danpengembangan yang dirancang untuk menciptakan suatu inovasi dalam rangka memecahkanmasalah atau memenuhi kebutuhan itu (Gambar 4-1). Dalam kasus-kasus tertentu, seorang

    ilmuwan mungkin melihat suatu masalah di masa mendatang dan melakukan penelitianuntuk menemukan pemecahannya. Suatu contoh adalah ilmuwan pertanian UniversitasCalifornia di Davis yang melihat/meramalkan kekurangan tenaga kerja yang sangat berartibagai para petani tomat California ketika berakhirnya program bracero, dan memprakarsaisuatu program penelitian-pengembangan untuk membiakkan jenis tomat yang keras dandapat dipetik dengan mesin (kami uraikan kasus ini pada uraian berikutnya).

    Pada kasus lain, suatu masalah/kebutuhan bisa muncul menjadi prioritas utamapada agenda masalah-masalah sosial suatu sistem melalui suatu proses politik, seperti diulas pada Bab 3 dalam kasus keselamatan otomobil. Penelitian dan pengembangan untukmengembangkan kendaraan dan jalan raya yang lebih aman telah dilakukan dandikumpulkan selama beberapa tahun, tetapi hasilnya tidak dilaksanakan sampai pertengahantahun 1960an ketika serangkaian dengar pendapat yang dipublikasikan besar-besaran dan

    bukunya Ralph Nader (1965) Unsafe at any speed, mengundang perhatian nasionalterhadap tingginya tingkat kecelakaan di jalan raya. Masalah sosial keselamatan mobilmuncul menjadi prioritas nasional karena tingginya tingkat kecelakaan pada awal tahuan1960an, ketika kematian mencapai 50.000. Tetapi interpretasi mengenai kecenderungankecelakaan yang berbahaya ini sebagian besar merupakan kegiatan politik.

    Difusi Inovasi 3

    Fase 1KEBUTUHA

    N -

    Fase 2PENELITIAN(DASAR &

    Fase 3PENGEMBANGAN

    Fase 4KOMERSIALISASI

    Fase 5DIFUSI &ADOPSI

    Fase 6KONSEKUENSI

    Lingkup Kaji-Lacak yang biasa dilakukandi masa lalu,

    Lingkup KajianDifusi di masalalu,

    Mis. Coleman

    Ruang Lingkup Kajian Yang Diperlukan

  • 8/4/2019 Difusi Inovasi_bab4

    4/23

    Gambar 4-1 Enam fase utama dalam proses pengembangan inovasi menunjukkan keterbatasanlingkup kaji-lacak dan kajian di masa lalu. Perlu diingat bahwa 6 fase ini dibuat agak sembarangansehingga tidak selalu terjadi seperti yang tampak dalam gambar itu, dan mungkin pada inovasi-inovasi tertentu beberapa fase terloncati.

    Havelock (1972) melakukan sigi (survei) mengenai (1) ratusan peneliti yang mengkhususkan pada keselamatan mobil dan (2) ratusan pengambil kebijakan yang merupakan anggotaorganisasi keselamatan jalan raya nasional yang paling ulung. Para pengambil keputusanumumnya bertukar pandangan konvensional tentang masalah keselamatan lalu lintas: bahwaitu tanggung jawab mur-mur di balik roda (suatu pandangan menyalahkan orang). Di lain pihak, kebanyakan masyarakat peneliti menolak pandangan kuno menengai masalahkeselamatan ini dan merasa bahwa pemecahannya harus datang dari perancangan kembalikendaraan dan jalan-jalan raya (pandangan menyalahkan sistem). Jaringan para penelitikeselamatan, terutama yang bekerja di Universitas, dipimpin oleh para kader tokoh penelitianyang oleh teman sesama peneliti mereka dipandang telah melakukan penelitian yang sangatpenting dalam bidangnya. Para pemuka pendapat ini juga punya kontak yangsangat erat

    dengan para pengambil keputusan, yang cenderungmenjadi petugas pemerintah ataueksekutif pada perusahaan-perusahaan swasta seperti perusahaan asuransi. Hasilnya, persepsikuno tentang masalah keselamatan lalu lintas sebagai tanggung jawab mur di balik rodamenyerah pada pandangan yang menyalahkan sistem.

    2. Penelitian Dasar dan Penelitian Terapan

    Kebanyakan inovasi yang telah diselidiki dalam penelitian-penelitian difusi adalahinovasi teknologis dan karena itu istilah teknologi sering digunakan sebagai sinoniminovasi. Apakah teknologi itu? Seperti kami kemukakan pada Bab 1, teknologi adalah suaturancangan tindakan instrumental untuk mengurangi ketidakpastian berkait dengan sebabakibat usaha pencapaian suatu hasil yang diinginkan. Teknologi biasanya mempunyaikomponen keras dan komponen lunak. Definisi kami mencakup beberapa kebutuhan atau

    masalah. Alat itu punya (1) aspek material (hardware: perlengkapan, produk, dsb) dan (2)aspek lunak (software) yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan, prosedur dan/atauprinsip-prinsip yang dasar adalah informasi alat itu. Hampir setiap teknologi memiliki aspeksoftware, walaupun aspek-aspek ini tidak mudah dilihat seperti aspek hardwarenya.Beberapa teknologi yang hampir sepenuhnya bersifat software; contohnya gagasan HenryFord tentang majelis-lini pabrik, atau konsep manajemen Jepang tentang daur kendali-mutu(quality control circles). Ini lebih merupakan teknologi sosial.

    Pengembangan Inovasi 4

  • 8/4/2019 Difusi Inovasi_bab4

    5/23

    Seperti diuraikan sebelumnya, kebanyakan inovasi teknologis dicipta melaluikegiatan-kegiatan penelitian ilmiah, walaupun sering pula merupakan hasil dari saling pengaruh antara metode ilmiah dengan pelaksanaan praktis. Dasar pengetahuan suatuteknologi biasanya diangkat dari penelitian dasar, yang diartikan sebagai penelitian murniuntuk kemajuan ilmu pengetahuan, yang tidak punya tujuan khusus penerapan pengetahuan

    ini pada masalah-masalah praktis. Sebaliknya penelitian terapan terdiri dari penyelidikan- penyelidikan ilmiah yang dimaksudkan untuk memecahkan masalah-masalah praktis.Pengetahuan ilmiah dijadikan praktis dalam rangka merancang suatu inovasi yang kanmemecahkan suatu masalah atau kebutuhan yang tampak. Para penelitian terapan adalahpengguna utama penelitian dasar.

    Jadi suatu invensi1 bisa dihasilkan dari urutan (1) penelitian dasar, kemudiandiikuti dengan (2) penelitian terapan, yang membawa pada (3) pengembangan. Salah satuukuran keberhasilan penelitian adalah apakah ia membawa pada perolehan hak paten atautidak, sehingga pemerintah federal secara resmi melindungi haqk penemu itu selama 70tahun. Ketentuan paten diperkenalkan dalam perundang-undangan AS oleh pendiri negara inidalam rangka memberi motivasi kapitalistik untuk suatu penemuan (invensi). Suatu patenmelindungi hak seseorang penemu selama suatu periode di mana ide baru dikomersialkan

    (ya