CORPORATE GOVERNANCE AND HRM PRACTICE STUDY IN …

of 22 /22
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG ISBN : 978-602-14119-2-6 65 TATA KELOLA PERUSAHAAN DAN PRAKTIK MSDM STUDI PADA SEKTOR PRODUK KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA CORPORATE GOVERNANCE AND HRM PRACTICE STUDY IN CONSUMER PRODUCT SECTOR IN INDONESIA STOCK EXCHANGE Prihatin Tiyanto Priagung Hutomo Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Semarang Email: [email protected] Abstrak Studi ini menjembatani gap antara Corporate Governance dengan praktik manajemen sumber daya manusia dan kinerja organisasi. Data dikumpulkan dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada sektor produk konsumsi dengan jumlah 10 perusahaan dan terdiri dari 35 responden. Dengan menggunakan analisis multiple regresi, hubungan antara corporate governance dan praktik manajemen sumber daya manusia dengan kinerja organisasi signifikan, hal ini membuktikan bahwa manajemen sumber daya manusia memiliki peran terhadap perusahaan. Hasil studi juga menyimpulkan bahwa peran manajemen sumber daya manusia sebagai variabel mediator yang menghubungkan antara praktik corporate governance dan kinerja perusahaan. Hasil ini juga membuktikan bahwa terdapat keterkaitan antara praktik corporate governance yang diimplementasikan pada perusahaan dengan implementasi praktik manajemen sumber daya manusia. Meskipun studi ini memunculkan pendekatan stakeholders yang mengambil pembelajaran melalui corporate governance. Walaupun terdapat kesulitan memperoleh kerjasama dan respon dari perusahaan yang terlibat, hal tersebut menyediakan bukti bahwa khususnya stakeholders dari karyawan yang terlibat sadar akan adanya persoalan corporate governance dan perusahaan dituntut untuk meningkatkan dan memelihara standar mereka. Kata Kunci: Tata Kelola Perusahaan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Kinerja Organisasi Abstract This study bridges the gap between Corporate Governance with the practice of human resource management and organizational performance. Data were collected from companies listed in Indonesia Stock Exchange on consumer product sector with 10 companies and consist of 35 respondents. By using multiple regression analysis, the relationship between corporate governance and human resource management practices with significant organizational performance, it proves that human resource management has a role to the company. Study concluded that the role of Human Resource Management as a variable mediator that connects between corporate governance practices and company performance. This result also proves that there is a correlation between corporate governance practices implemented in companies with the implementation of human resource management practices. Although this study raises the approach of stakeholders who take learning through corporate governance. Although there is difficulty in getting cooperation and response from the companies involved, it provides evidence that in particular the stakeholders of the employees involved are aware of corporate governance issues and companies are required to improve and maintain their standards. Keywords: Corporate Governance, HRM, Organizational Performance

Embed Size (px)

Transcript of CORPORATE GOVERNANCE AND HRM PRACTICE STUDY IN …

PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
ISBN : 978-602-14119-2-6 65
STUDI PADA SEKTOR PRODUK KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA
CORPORATE GOVERNANCE AND HRM PRACTICE
STUDY IN CONSUMER PRODUCT SECTOR IN INDONESIA STOCK EXCHANGE
Prihatin Tiyanto Priagung Hutomo
Email: [email protected]
Studi ini menjembatani gap antara Corporate Governance dengan praktik manajemen
sumber daya manusia dan kinerja organisasi. Data dikumpulkan dari perusahaan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada sektor produk konsumsi dengan jumlah 10 perusahaan
dan terdiri dari 35 responden. Dengan menggunakan analisis multiple regresi, hubungan
antara corporate governance dan praktik manajemen sumber daya manusia dengan kinerja
organisasi signifikan, hal ini membuktikan bahwa manajemen sumber daya manusia
memiliki peran terhadap perusahaan. Hasil studi juga menyimpulkan bahwa peran
manajemen sumber daya manusia sebagai variabel mediator yang menghubungkan antara
praktik corporate governance dan kinerja perusahaan. Hasil ini juga membuktikan bahwa
terdapat keterkaitan antara praktik corporate governance yang diimplementasikan pada
perusahaan dengan implementasi praktik manajemen sumber daya manusia. Meskipun studi
ini memunculkan pendekatan stakeholders yang mengambil pembelajaran melalui corporate
governance. Walaupun terdapat kesulitan memperoleh kerjasama dan respon dari perusahaan
yang terlibat, hal tersebut menyediakan bukti bahwa khususnya stakeholders dari karyawan
yang terlibat sadar akan adanya persoalan corporate governance dan perusahaan dituntut
untuk meningkatkan dan memelihara standar mereka.
Kata Kunci: Tata Kelola Perusahaan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Kinerja Organisasi
Abstract
This study bridges the gap between Corporate Governance with the practice of human
resource management and organizational performance. Data were collected from companies
listed in Indonesia Stock Exchange on consumer product sector with 10 companies and
consist of 35 respondents. By using multiple regression analysis, the relationship between
corporate governance and human resource management practices with significant
organizational performance, it proves that human resource management has a role to the
company. Study concluded that the role of Human Resource Management as a variable
mediator that connects between corporate governance practices and company performance.
This result also proves that there is a correlation between corporate governance practices
implemented in companies with the implementation of human resource management
practices. Although this study raises the approach of stakeholders who take learning through
corporate governance. Although there is difficulty in getting cooperation and response from
the companies involved, it provides evidence that in particular the stakeholders of the
employees involved are aware of corporate governance issues and companies are required to
improve and maintain their standards.
Keywords: Corporate Governance, HRM, Organizational Performance
66 ISBN : 978-602-14119-2-6
perekonomian global tahun 2009 – 2010
maka banyak perusahaan perlu kembali ke
fundamental ekonomi yaitu ke sektor
konsumsi. Krisis yang terjadi meng-
ingatkan perlunya praktik tata kelola
perusahaan yang bagus (good corporate
governance). Akar dari kegagalan
di Asia dan krisis ekonomi global ternyata
lebih ditekankan pada kegagalan dan tidak
kompetennya pelaksanaan praktik
sumber daya manusia di dalam corporate
governance.
bermacam-macam persoalan yang melibat-
difokuskan pada hubungan antara
corporate governance dengan HRM
(Human Resources Management). Studi
tentang hubungan antara mekanisme
governance and organizational perfor-
Research gap dalam studi tertuju
pada pengaruh praktik corporate
manusia dan bagaimana banyaknya
hubungan terhadap kinerja organisasi
pada keterhubungan antara praktik
corporate governance dan praktik
organisasi.
organisasi dapat diterima serta mening-
katkan perhatiannya setelah tata kelola
organisasi dihubungkan dengan
menggambarkan pemimpin menawarkan
menawarkan kesejahteraan untuk
holders dan menekankan penawaran
perusahaan dengan masyarakat. Supango
menyebutkan praktik sumber daya
membangun kapasitas organisasi dan
praktik ini menyediakan kebutuhan
infrastruktur agar organisasi memiliki
Pertimbangan modal manusia adalah
akan menjadi ciri yang relevan untuk
menghasilkan keunggulan bersaing yang
memastikan keberlangsungan dan ke-
pada kinerja tertinggi (Guest, 2005).
Argumen ini diperkuat oleh Lamba and
Choudary (2013) bahwa praktik sumber
daya manusia meningkatkan kemampuan
tantangan di masa yang akan datang.
Dengan demikian mendorong manusia
termotivasi dan memiliki komitmen
Indonesia yang menghubungkan antara
pengaruhnya pada kinerja organisasi.
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
ISBN : 978-602-14119-2-6 67
kemajuan perekonomian selain sektor
konsumsi agar menjadi sebuah industri
ditentukan oleh sumber daya manusianya,
karena itu dalam proses produksi
membutuhkan tenaga kerja manusia, maju
mundurnya sektor konsumsi juga tidak
terlepas dari keterampilan sumber daya
manusianya. Industri barang konsumsi
untuk menentukan pertumbuhan ekonomi
dimanapun berada pasti membutuhkan
added atau nilai tambah sehingga barang-
barang konsumsi dapat di jual kembali,
dengan demikian perusahaan dapat
memperoleh profit. Pengukuran tingkat
efektifitas, efisiensi manajemen ditunjuk-
penjualan dan pendapatan investasi,
dengan demikian dibutuhkan pengukuran
berupa besarnya rasio profitabilitas
2013). Berdasarkan data yang di dapat dari
hasil pengumpulan data sekunder; Jumlah
perusahaan minuman dan makanan banyak
yang terdaftar di bursa efek, dapat di
jadikan objek penelitian.
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI). Jumlah perusahaan makanan dan
minuman yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia pada tahun 2010 – 2014 adalah
16 perusahaan, akan tetapi hanya 10
perusahaan yang tetap bertahan dan
mempublikasikan laporan keuangannya
CEKA, DLTA, ICBP, INDF, MYOR,
PSDN, SKLT, STTP, ULTJ. Saat ini harga
bahan baku turun sehingga margin yang
didapat perusahaan lebih tinggi. saham-
saham konsumer meningkat sejalan
dengan tingkat pertumbuhan ekonomi
yang harus diimpor. jika nilai kurs rupiah
terhadap dollar AS stabil, sektor konsumer
dapat tumbuh hingga 15%. Kenaikan
indeks sektor konsumer dipengaruhi oleh
beberapa emiten yang menjadi primadona.
Emiten-emiten tersebut di antaranya PT
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
(ICBP), dan PT Tiga Pilar Sejahtera Food
Tbk. (AISA). Emiten-emiten ini
cukup baik di penutupan kuartal III tahun
lalu. ICBP naik 16% ke Rp2,4 T, AISA
naik 3,2% ke Rp 254,8 miliar (M)
Berdasarkan data tersebut dapat di lihat
current ratio untuk 10 perusahaan
minuman dan makanan yang masih aktif
melaporkan data keuangannya di bursa
saham di Indonesia. Data-data tersebut
dapat di lihat pada Tabel 2.
Perumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas dengan
demikian dalam penelitian ini maka
rumusan masalahnya adalah sebagai
manusia.
positif dihubungkan dengan kinerja
daya manusia positif dihubungkan
daya manusia secara significant
memediasi hubungan antara praktik
corporate governance dan kinerja
68 ISBN : 978-602-14119-2-6
Tabel 1. Daftar perusahaan makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia tahun
2010 – 2014
2. AISA Tiga Pilar Sejahtera food Tbk
3. ALTO Tri Banyan Tirta Tbk
4. CEKA Cahaya Kalbar Tbk
5. DAVO Davomas Abadi Tbk
6. DLTA Delta Djakarta Tbk
7. ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
8. INDF Indofood Sukses Makmur Tbk
9. MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk
10. MYOR Mayora Indah Tbk
11. PSDN Prashida Aneka Niaga Tbk
12. ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk
13. SKBM Sekar Bumi Tbk
14. SKLT Sekar Laut Tbk
15. STTP Siantar Top Tbk
16. ULTJ Ultrajaya Milk Industry and Trading
Company Tbk
Sumber : www.sahamok.com
Tabel 2. Data current ratio perusahaan sektor makanan dan minuman
tahun 2013 – 2014
2013 2014
(corporate governance) dalam sebuah
kesinambungan usaha perusahaan dalam
jangka panjang yang mengutamakan
kepentingan para pemegang saham
(shareholders) dan pemangku kepentingan
memandang perlunya penerapan tata
Corporate Governance/GCG) oleh
dan masyarakat. Tujuannya untuk
ISBN : 978-602-14119-2-6 69
yang ditetapkan oleh Komite Nasional
Kebijakan Governance (KNKG) dengan
dari GCG, yaitu: keterbukaan (trans-
parency), akuntabilitas (accountability),
pertanggungjawaban (responsibility), inde-
pilar dasar tersebut diyakini oleh Perseroan
sebagai instrumen yang dapat diandalkan
dalam mengatur segala aspek bisnis yang
dijalankan oleh Perseroan, baik oleh
Dewan Komisaris, Direksi, dan segenap
karyawan Perseroan, sehingga diharapkan
dapat menciptakan keseimbangan dalam
operasional usaha Perseroan secara
bentuk kepentingan, baik individu maupun
kelompok, baik internal maupun eksternal,
sehingga kepentingan Perseroan,
yang menyeimbangkan kebutuhan, tujuan
(Supangco, 2006). OECD (organization
for Economic Co-operation and
yang mengambil keputusan untuk
pengaruh internal dan eksternal di dalam
keputusannya yang memberikan manfaat
Vishny (1997) mendefinisikan Corporate
Governance sebagai perlindungan bagi
shareholders yang memiliki minat.
berbeda menggambarkan corporate
shareholders, karyawan, pelanggan,
bagian dari mempertemukan kebutuhan
masyarakat local dan lingkungan.
mempengaruhi cara-cara korporasi di
corporate governance adalah untuk
arah corporate governance stakeholders
Governance berhubungan dengan tugas-
perusahaan khususnya para direktur untuk
membawa keberhasilan perusahaan dan
keterhubungan mereka dengan corporate
governance kelompok stakeholders yang
dari praktik good corporate governance
mempersyaratkan direksi dari para
terancam (jeopardized) (Hashanah and
Mazlina, 2005). Akuntabilitas dan
transparansi adalah komponen dari
corporate governance yang mampu
menolong memberikan keuntungan bagi
shareholders dan meningkatkan keper-
kan bahwa corporate governance adalah
sangat kritis (Morck and Steier, 2005).
Corporate governance memperbaiki
membantu keberlanjutan bisnis agar
Corporate Governance merujuk di
dalam pembuatan banyaknya seperangkat
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
70 ISBN : 978-602-14119-2-6
peraturan untuk memaksimumkan profit
shareholders sebagaimana halnya dengan
manajemen. Corporate governance juga
mempertimbangkan bagi semua stake-
disyahkan untuk mendapatkan nilai
at. 1998).
stakeholder dengan tujuan untuk
organisasi secara maximum corporate
mengorganisasikan gabungan dan me-
kerja bersama. Lebih jauh di tambahkan
untuk corporate governance adalah vital
karena mewakili tanggung jawab
inovasi (Suzanne, C. Neil. et al. 2006).
Bermacam macam penelitian yang
dilakukan untuk menguji pengaruh
corporate governance (ownership struc-
ownership, CEO compensation and
perusahaan yang terdaftar di bursa
Hongkong tahun 1995 – 1998 untuk
menguji apakah mekanisme corporate
composition, CEO duality, multiple
directorship, ownership concentration and
mereka.
terjadi revolusi industri, kenyataannya
lalu. Pada saat karyawan berbagi tugas
yang telah dikerjakan di dalam organisasi
modern, manusia mencemaskan kondisi
di antara mereka sendiri. Sehingga saat itu
dinamakan division of labor. Tugas-tugas
dialokasikan sesuai keterampilan seperti
halnya kemampuan menemukan makanan
(Price, 2007) tetapi kontribusi untuk
mengembangkan dari sistem HRM telah
di sediakan oleh Revolusi industry pada
tahun 1800 an. Persyaratan HRM dan HR
secara luas menempatkan kembali
sumber daya manusia didefinisikan
nilai-nilai assets di samping para pekerja,
namun tidak ada deskripsi. Departemen
manusia sebagian besar me-manage
manusia. Sebagian besar organisasi
training dan menolong me-manage
organisasi membentuk kemampuan
dipertimbangkan meningkatkan pengem-
yang mungkin sudah sangat efektif di
tempatkan kembali pada tradisi
manajemen seperti manajemen personalia
(Marchington & Wilkinson, 2002). Sejak
penting untuk area manajemen, HRM
strategy telah di capai sangat besar karena
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
ISBN : 978-602-14119-2-6 71
bisnis. Meningkatnya HRM pada tahun
1980 an membawa sarjana manajerial
mengaitkan manajemen manusia dengan
tahuan dan secara khusus HRM yang
berpandangan bagaimana sistem pada
pada kinerja organisasi. Pendekatan
kinerja pada awal tahun 1990 an (Hendry
& Pettihrew, 1990). HRM di gunakan pada
konteks global yang berisi: a. praktik
khusus sumber daya manusia seperti
halnya rekruitmen, seleksi, dan penilaian;
b. kebijakan formal sumber daya manusia
yang langsung dan sebagian besar
terkendala pengembangan praktik
(overarching) sumber daya manusia,
secara khusus nilai-nilai bahwa
menginformasikan praktik dan kebijakan
definisi yang di buat. Karena definisinya
bisa bermacam macam dari peneliti yang
satu ke peneliti yang lain, tujuan HRM
dapat berubah juga sesuai dengan titik
pandang para peneliti dan praktisi. Contoh
menurut Amstrong (2006, p.8), semua
tujuan HRM memastikan bahwa organisasi
berkemampuan untuk mencapai keber-
hasilan melalui manusia. Juga
HRM bertujuan untuk mendukung
program untuk memperbaiki efektivitas
management, talent management, and
Amstrong (2006), Barutcugil (2004) juga
menyepakati tujuan dari HRM dan
Mendefinisikan tujuan dengan cara yang
serupa. Biasanya poin utama para peneliti
pada isi, bukan pada tujuan organisasi
melalui karyawan.
- Menolong karyawan mencapai
- Untuk kebanggaan karyawan terhadap
usaha-usaha yang lebih untuk
untuk mencapai tujuan organisasi.
- Untuk mempertemukan harapan karir
menciptakan dan memelihara budaya
semua departemen dan lingkungan,
berasumsi meningkatkan tanggung jawab
Untuk alasan ini para peneliti menekankan
tujuan yang berbeda atau tujuan dari
sistem HRM.
Jackson (1987) mendefinisikan praktik
bangkan, memotivasi, dan mempertahan-
kan karyawan untuk memastikan
implementasi efektif dan kehidupan
sebagai seperangkat kebijakan yang
dirancang dan diimplementasikan untuk
mencapai dari tujuan bisnis (Delery &
Doty, 1996). Seperti halnya, Minbaeva
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
72 ISBN : 978-602-14119-2-6
fasilitas pengembangan kompetensi bahwa
perusahaan khusus, menghasilkan relasi
pengetahuan manajemen untuk keung-
gulan kompetitif yang dipertahankan.
mengembangkan, memotivasi, dan mem-
pertahankan karyawan yang memastikan
organisasi.
adalah berkenaan dengan persoalan-
persoalan kepemilikan dan pengendalian
1932). Corporate Governance adalah
seperangkat persyaratan dan kondisi
kelompok stakeholders yang berbeda; dan
hal ini mempengaruhi incentives mereka
dan di sini kemauan mereka untuk bekerja
mengoperasikan dengan yang lainnya di
dalam aktivitas yang produktif. Berhak
untuk melakukan peleburan tanggung
secara signifikan memperbaiki kinerja
stakeholders di dalam proses produksi dan
sumbangan suka rela mereka dari
keterampilan, pengalaman dan komitmen
untuk mempertemukan tujuan organisasi,
memainkan peran sentral corporate
governance di dalam kemampuan
perusahaan untuk membentuk/ melakukan
(Baker, Gibbons and Murphy,1999; Black
and Lynch, 1997; Huselid, 1995;
Ichniowski, Shaw and Prennushi, 1995;
Konzelmann,2003).
kan bahwa tujuan sentral HR adalah
meningkatkan kinerja dan mengembalikan
dengan mengimplementasikan dari praktik
corporate governance. Selanjutnya per-
pengaruhi pada pengimplementasian dan
pengembangan praktik HRM. Praktik-
membedakan saat ini keterhubungan
menarik, mengembangkan dan meme-
perusahaan (Tangthong, Trimetsoontorn,
McGoldrick (2009) and Konzelmann et al.
(2006) mengidentifikasi dua arus dari
HRM, yaitu hard HRM dan soft HRM
untuk menghasilkan memperluas peng-
diperkenalkan oleh (Storey, 1987), hard
HRM difokuskan pada aspek manajemen
sumber daya dari HRM, dan soft HRM
difokuskan pada aspek HRM, meliputi
komunikasi, motivasi, engagement,
(2006) terdapat 4 variabel yang
dipertimbangkan dari soft dan hard HRM
yaitu, konsultasi karyawan dan sistem
insentif (soft HRM) dan pelatihan dan
teamwork (Hard HRM).
bahwa mereka bertugas sesuai minat para
pekerja, kerangka waktu, tipe strategi,
ukuran keuangan kinerja, menggunakan
keamanan dan memperluas koordinasi
Jacoby 2005).
dari 4 tipe corporate governance yang
menjadi basis analisis. Pada organisasi
sektor publik, pemerintah adalah
didominasi stakeholder, bergantung pada
pelanggan atau pembayaran pajak adalah
prioritas di dalam memenuhi peraturan
menyampaikan layanan dan produk
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
ISBN : 978-602-14119-2-6 73
fiscal yang dimungkinkan. Ketentuan
layanan delivery. Sebagai akibatnya HRM
dan bekerja bersama dekat dengan
manajer, karyawan, supplier dan pelang-
gan adalah kunci untuk menyampaikan
secara tujuan potensial bersaing dari
kualitas tinggi dan biaya rendah. Penulis
akan mengharapkan lebih lanjut untuk
melihat tingkat tinggi tekanan kerja dan
ekstensif menggunakan HRM kedua
dalam organisasi sektor publik.
stakeholder, yang dilanjutkan loyalitas
terhadap perusahaan adalah bergantung
pada penyampaian nilai shareholder,
biasanya jangka pendek. Komitmen
shareholder cenderung menjadikan penda-
mereka berbagi memegang lebih dari pada
hanya sekedar mengikuti organisasi,
sehingga kepentingan mereka dilepaskan
untuk konflik potensial hubungan
stakeholder karena manajer memprioritas-
risiko pemegang saham, meruntuhkan
komitmen mereka terhadap karyawan,
popularitas pengurangan jumlah tenaga
sumber daya sepertinya di pandang
sebagai biaya yang harus diminimkan
atau sumber daya yang harus di eksploitasi
lebih efektif. Kita selanjutnya berharap
bahwa HRM menjadi bias menuju praktik
hard HRM dan target penyampaian hasil
keuangan dalam jangka pendek.
Type of organization Dominant
Di dalamnya pemilik me-manage
perusahaan, pemilik manager adalah
mendominasi stakeholders dan minat
mereka menjadi prioritas. Sebelum
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
74 ISBN : 978-602-14119-2-6
bentuk lain dari organisasi sektor private,
meliputi Perseroan terbatas, firma,
kepercayaan dan charities, kerjasama,
organisasi sector private non PLC yang
lain. Sebagai akibatnya pemilik me-
manage dan sector private meng-
identifikasikan organisasi lainnya, kita
stakeholder internal untuk tujuan
seperti hubungan di antara internal
stakeholder akan lebih dekat dan lebih
bersahabat, dengan kemampuan memberi
organisasi ekonomi jangka panjang di
harapkan bergantung pada HRM
membuat menjadi efektif dengan
keberadaan dari dominasi stakeholder
maka dapat di buat hipotesis:
H1 : Praktik corporate governance positif
dan signifikan dihubungkan dengan
praktik manajemen sumber daya
Love (2003), Gompers, Ishii and Metrick
(2003) and; Beiner and Schmidt (2005),
corporate governance memainkan peran
perusahaan dan berhubungan secara
mengembangkan dan berkembangnya
menunjukkan good corporate governance
Hossain, Cahan and Adams, 2000).
Meskipun secara umum diduga
diterima bahwa corporate governance
efektif meningkatkan kinerja perusahaan,
hubungan antara corporate governance
2002, Singh and Davidson, 2003; Young,
2003). Studi yang dilakukan Mitton
(2002) berdasarkan sampel 398 perusahaan
di Korea Utara, Malaysia, Indonesia,
Philipina dan Thailand menemukan bahwa
perusahaan dengan tingkat yang berbeda-
beda di dalam variabelnya dihubungkan
terhadap corporate governance memiliki
selama krisis Asia timur tahun 1997 dan
1998. Hasil ini menyarankan bahwa
kinerja harga terbaik dihubungkan dengan
perusahaan memiliki indicator dari
(higher disclosure quality), konsentrasi
(higher outside ownership concentration),
keberagaman (diversified). Bhagat and
Black (2002) menyumbangkan ini
studinya dari corporate governance
mempengaruhi pada kinerja perusahaan.
peraturan wewenang pemerintah dan
merekomendasikan digunakannya ins-
dihubungkan dengan kinerja organi-
sasi.
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
ISBN : 978-602-14119-2-6 75
sederhana dari pernyataan teoritik di
dalam literatur HRM karena mereka
berarti bahwa hubungan antara variabel
independen dan variabel dependen adalah
populasi yang berlawanan secara umum.
Pengembangan prediksi universalistic
organisasi harus dihadirkan. Secara
langsung hubungan antara pendekatan
kontingensi mengajukan bahwa postur
pada kinerja perusahaan (Delery dan Doty,
1996; Youndt et al. 1996).
Praktik HRM berpengaruh kinerja
pengembangan karyawan dan perilaku
dan peluang dan insentif mereka yang
mereka rancang dengan cara baru yang
lebih baik dari pekerjaan kerja mereka
(Moideenkutty, Al-Lamki, & Rama
yang di sejajarkan dengan strategi bisnis
dapat memimpin kinerja perusahaan yang
lebih baik (Guthrie, 2001). Esensi ini
praktik HRM yang membuktikan efektif
sebagai sumber keunggulan organisasi.
secara langsung dihubungkan terhadap
(intangible – kepuasan karyawan dan
management pengetahuan dan strategi
managemen positif diketemukan positif
dihubungkan kinerja keuangan dari
kedua-dua-nya kepuasan pelanggan dan
karyawan. Fokus karyawan dari
dengan kepuasan karyawan. Kepuasan
karyawan juga dihubungkan dengan
karyawan positif diketemukan ber-
hubungan positif terhadap kinerja
Zubi, Al-Dmour, Al-Shurideh and
sumber daya manusia adalah positif di
hubungkan dengan kinerja organisasi.
Mereka menyimpulkan bahwa sebagian
besar pentingnya pengaruh kebijakan
organisasi adalah bahwa partisipasi
luas diimplementasikan karena sikap
karena sifat kerja tertentu yang dilihat
secara kritis, berisiko dan sistimatik.
Berdasarkan uraian di atas hipotesis
yang ada, yaitu:
manusia positif dihubungkan dengan
artikel HR menyebut corporate
mereka walaupun ahli-ahli teori HR baru-
baru ini menyebut cara-cara meng-
konsepsikan HRM dari perpektif tata
kelola (governance) (Gospel and
2007). Namun di sana terdapat sejumlah
penggunaan berusaha untuk memetakan
keluar kaitan antara governance dan HRM
(Boxall and Purcell, 2008), meliputi tulisan
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
76 ISBN : 978-602-14119-2-6
Wilkinson, 2007). Konzelmann et al.
(2006) menyatakan bahwa tujuan sentral
HR adalah meningkatkan kinerja dan
mengembalikan HRM itu sendiri adalah
mempengaruhi dengan mengimplemen-
keterhubungan antara sistem governance
and Pendleton (2003) untuk contohnya
beralasan bahwa governance dan
dihubungkan struktur insentif, manajer
untuk menyiapkan menurunkan angkatan
investor cenderung memprioritaskan
mempertimbangan kelangsungan hidup
tujuan yang penting. Kunci organisasi
kesamaan para pemegang dengan
demikian memainkan peran penting
kelas yang berbeda dari investor adalah
kemampuan menggunakan managemen
diambil (adopt). Studi-studi tempat kerja
organisasi pada sektor sekunder,
sebagian besar di kelola oleh para memilik
(Cosh and Hughes 2003) — menemukan
bahwa friendly relation’ di antara
karyawan dan manajer dan kepercayaan
pada kerjasama karyawan dan loyalty‘
adalah berarti yang mampu meng-
efisiensikan pencapaian organisasi kerja
Craig et al. (1982, 1984), untuk
contohnya menemukan bahwa sejumlah
kecil perusahaan sudah ter-spesialisasi,
kan, mengirimkan barang-barang dan
fungsi-fungsi lainnya, yang mengambil
tidak di tempatkan dengan baik untuk
melakukan pengawasan langsung secara
Dengan demikian bukti menunjukkan
efisiensi individual, para pekerja
membutuhkan untuk menerima secara
jawab, hal itu juga menunjukkan bahwa
pengawasan ketat jarang terjadi. Umumnya
perusahaan kecil cenderung berdasarkan
kuat pada kerja pada bagian dari
karyawan, sering di dukung oleh kesiapan
pemecatan atau ketidakcocokkan (Craig et
al 1982: 78–83; 1984).
Di sistem liberal manajer dituntut
menentukan untuk memecahkan minat
menuntut untuk memecahkan contract
(Burchell et al.1999). Hall and Soskice
(2001: 16), juga menyarankan bahwa
tekanan intensif dari investor bergeser
melawan keseimbangan buruh di dalam
keputusan manajerial karena melindungi
Namun perluasan shareholders menen-
perusahaan yang di daftarkan di bursa
sudah harus stabil dan aktif berhubungan
dengan investor dan pada waktu yang sama
memiliki komitmen terhadap keamanan
pengembangan modal manusia. Dengan
demikian memperluas dan cara-cara yang
mana managerial memiliki diskresi adalah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
ISBN : 978-602-14119-2-6 77
Berdasarkan uraian tersebut maka
praktik corporate governance diasumsikan
sebagai variabel independen dan
sebagai variabel dependen, dengan
sebagai berikut:.
manusia secara signifikan memediasi
antara praktik corporate governance
dari perusahaan perusahaan produk
Indonesia. Data dikumpulkan melalui
kuesioner diatur tersendiri. Survey
kuesioner dikirimkan melalui e mail ke
responden yang dikumpulkan sejumlah
perusahaan dari 10 perusahaan yang
terdaftar di bursa yang memiliki laporan
keuangan secara rutin, yaitu masing
masing untuk 2 direktur, 2 manajer, 2
supervisor, 2 kepala bagian dan 2
karyawan. Setelah di seleksi respond
terhadap survey ini memastikan kepatuhan
tergadap pendekatan stakeholders. Hanya
35 responden yang mengembalikan
walaupun demikian masih konsisten
Rescue (1975) yang menyebutkan bahwa
ukuran sampel lebih dari 30 adalah tepat
untuk penelitian. Di tambahkan bahwa
dengan alasan tersebut ukuran sampel di
analisis dengan regresi linier berganda
dilakukan dalam beberapa kali (lebih di
sukai sepuluh kali atau lebih) atau sebesar
jumlah variabel yang diteliti oleh studi ini.
Pengukuran Variabel
Sang and II (2004), meliputi CG 1 : direksi
independen, CG2 : direktur external
independence, CG3 : transparansi, CG4 :
audit.
(1996), Konzelmann et al. (2006)
pendekatan soft dan hard HRM; HRM1
kompetensi angkatan kerja dan HRM2
partisipasi karyawan M3 : imbalan
sebagai soft HRM dan HRM 5 : training
dan pengembangan, serta HRM 6 team
work dan HRM 7 Kinerja individu sebagai
hard HRM.
Kinerja Organisasi
pertumbuhan penjualan, OP3 : volume
Pengukuran kinerja organisasi secara luas
di dasarkan pada kerja Fynes, Voss dan
Burca (2005), Homburg, Krohmer and
Workman (2004) and Hooley and
Greenley (2005) yang mendukung
organisasi. Studi masa yang lalu oleh Dess
and Robinson (1984), Venkatraman and
Ramanujam (1985) and Palmatier, Rajiv
and Dhruv (2007) juga memastikan bahwa
ukuran persepsi juga menunjukkan
pengukuran kinerja keuangan. Untuk
Panayides (2010).
karyawan dari perusahaan terhadap
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
78 ISBN : 978-602-14119-2-6
dilakukan terhadap praktik corporate
kan peRsepsi responden dengan
menghargai praktik corporate governance
CG4 memiliki rata rata tertinggi (4,0857)
dengan SD = 0,91944 dan CG2
menunjukkan rata rata terendah (3,4571)
dengan SD = 0,74134.
analisis deskriptif yang dilakukan tergadap
praktik HRM. Tampaknya, HRM 3
memiliki rata rata tertinggi 2,82 dengan
SD = 0,70; dan HRM 6 dengan nilai rata
rata terendah yaitu (2,17) dengan standard
deviasi = 0,92309.
Hasil pada Tabel 6 menunjukkan bahwa
hubungan antara praktik corporate
ditunjukkan dengan Sig = 0.044. Nilai ini
menunjukkan corporate governance
menunjukkan bahwa praktik corporate
menjelaskan bahwa hubungan antara
menunjukkan adanya pengaruh negatif.
signifikan dihubungkan dengan kinerja
didapatkan cenderung positif dengan nilai
beta = 0.199.
manusia mampu memediasi terhadap
corporate governance dengan kinerja
sedangkan signifikansi Corporate Gover-
nance terhadap Organizational Perfor-
derungan nilai beta negatif.
melibatkan corporate governance dengan
mampu memediasi kinerja organisasi.
dihubungkan dengan praktik HRM
juga cenderung positif. Menurut Baron
dan Kenny (1996) persyaratan mediasi
terjadi apabila kedua hipotesis harus
signifikan dan dengan demikian dapat
dilakukan test mediasi. Berdasarkan
diterima. Berdasarkan Tabel 8 HRM
dengan OP tidak signifikan dengan nilai
sig = 0.252 walapun memiliki nilai beta
cenderung positif.
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
CG1 35 2 5 3.7714 0.84316
CG2 35 2 5 3.4571 0.74134
CG3 35 2 5 4.0857 0.91944
CG4 35 2 5 4.0857 0.91944
Valid N (listwise) 35
Sumber : data primer, diolah, 2015
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
ISBN : 978-602-14119-2-6 79
Valid N (listwise) 35
Tabel 6. Praktik Corporate Governance dan HRM Practice
Model Unstandard Coefficient
VarCG 0.557 0.266 0.343 2.097 0.044
Dependent Variable : VARHRM
Model Unstandard Coefficient
VarCG -0.367 0.172 -0.348 -2.133 0.040
Dependent Variabe : Varop.
Model Unstandard Coefficient
VarCG 0.129 0.111 0.199 1.167 0.252
Dependent Variable : Varop.
Model Unstandard Coefficient
VARHRM 0.234 0.107 0.361 2.194 0.036
VARCG -0.498 0.174 -0.472 -2.869 0.007
Dependent Variable : Varop.
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
80 ISBN : 978-602-14119-2-6
sangat berarti, bahwa pada hasil H1
terdapat keterkaitan antara praktik
corporate governance yang diimplemen-
praktik HRM yang diimplementasikan.
Bukti tersebut menyediakan bahwa
corporate governance terhadap konsep
perpective, sangat berarti, corporate
tukan kebijakan HR dan praktik HR yang
diimplementasikan. Hasil studi ini paralel
dengan alasan yang dibuat oleh
Konzelmann et al (2006) bahwa praktel
corporate governance dan kinerja
organisasi adalah bagaimanapun konsisten
corporate governance.
nya cenderung negatif. Meskipun secara
umum diterima bahwa corporate
governance efektif meningkatkan kinerja
corporate governance dan kinerja
kan (Bathala and Rao,1995; Hutchinson,
2002)
yang diperoleh cenderung positif. Hasil
positif dari H3 antara hubungan HRM dan
Kinerja organisasi menyediaan bukti
untuk perusahaan dan studi ini sesuai
dengan studi sebelumnya. Implikasi
kinerja organisational dan menyesuaikan
(2011) bahwa kebijakan HR adalah positif
dihubungkan dengan kinerja organisasi.
Praktik manajemen sumber daya
manusia secara signifikan memediasi
hubungan antara praktik corporate
mampu memediasi, walaupun hasilnya
masih terjadi karena HRM yang
sebenarnya mampu membawa tata kelola
perusahaan ke arah yang lebih bagus
namun terjadi kecenderungan terkooptasi
sehingga secara tidak langsung hasil yang
di dapat cenderung negatif.
Penemuan studi ini memunculkan
bahwa pendekatan stakeholder adalah
studi corporate governance. Meskipun
membuktikan bahwa stakeholders secara
khusus karyawan adalah menyadari
perusahaan menuntut untuk meningkatkan
dan memelihara standar mereka.
perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Selanjutnya ukuran sampel
umum tentang sektor yang dipilih dalam
studi ini. Rendahnya respon mungkin
bersifat atribut terhadap kebijakan
informasi perusahaan mereka. Dengan
mendapatkan hasil menjadi signifikan
walaupun untuk hubungan antara
memediasi. Hal yang juga menarik adalah
untuk memperbaiki kinerja organisasi agar
tidak terpengaruh atau terkooptasi dengan
praktik kebijakan pemerintah maupun
HRM yang memuaskan keterhubungan
organisasi.
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
ISBN : 978-602-14119-2-6 81
examination of quality-focused
healthcare industry, The Inter-
national Journal of Human
Resource Management, 20, 9,
Dmour, H., Alshurideh, M. &
Resource Policies on
Organizational Performance: An
Human Resource Management
mediator variable distinction in
Determinants of Board
Agency conflicts, corporate
governance and corporate
diversification - Evidence from
Modern Corporation and Private
Property, Macmillan: New York.
correlation between board
performance, Journal of
Bhagat, S. & Bolton, B. (2008). Corporate
governance and firm performance,
257–273.
Compete: The Impact of Workplace
Practices and Information
and human resource management,
2nd edition, Palgrave Macmillan:
Takeover Market, Corporate Board
Journal of Law and Economics, 30,
161-181.
(1994): Outside Directors and the
Adoption of Poison Pills, Journal
of Financial Economics, 35, 371-
390.
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
82 ISBN : 978-602-14119-2-6
Work Intensification. York:York
outside Directors Monitor
Economics, 32(2), 195-221.
Ethical stewardship – Implications
Business Ethics, 78, 153-164.
Strategic human resource
management as ethical
(2003). Corporate Governance and
Financial Economics, 12, 161-172.
Challenge. Cambridge: Cambridge
and Smaller Firms: Women’s
Employment in Segmented Labour
Department of Employment,
Wilkinson, F. (1982). Labour
of Theorizing in Strategic Human
Resource Management: Tests of
of corporate governance on
Dess, G.G. & Robinson, R.B. Jr. (1984).
Measuring organizational
objective measures: The case of the
privately-held firm and
conglomerate business unit.
The Impact of Supply chain
relationship dynamics on
Resource Development. New York:
Contemporary Developments in
Information and Consultation,
(2003). Corporate governance and
Economics, 118(1), 107–155.
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
ISBN : 978-602-14119-2-6 83
Finance, corporate governance and
conceptual and comparative
582.
Corporate governance and labour
human resource management, DTI
Economics paper no.13, joint
DTI/King‘s College London
Work Practices.Turnover and
of Capitalism: The Institutional
Culture, corporate governance and
Structure on Corporate Social
Reporting, Journal of Accounting
Hernández, (2005). Promoting stewardship
behavior in organizations: A
leadership model. Journal of
Business Ethics, 80, 121-128.
J.P. (2004). A Strategy
Resource underpinnings of
(2000). The Investment
Zealand Evidence, Accounting and
Business Research, 30(4), 263-273.
human resource management
Association between Firms‘
Investment Opportunities, Board
Composition, and Firm
17-39.
(1995). The Impact of Human
Resource Management Practices on
Corporate governance, HRM
practices and organizational
40.
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
84 ISBN : 978-602-14119-2-6
Princeton, NJ: Princeton University
Corporate Governance, Investor
Governance and Creative Work
Journal of Interdisciplinary
Economics, 14, 139-158.
L. & Wilkinson, F. (2006).
Corporate Governance and Human
HRM practices on organizational
management: rhetoric and realities
reputations, branding and
Corporate governance and HR:
from the UK National Health
Service, in Young, S. (ed.)
Contemporary Issues in Inter-
MNC knowledge transfer.,
125-144.
of the impact of corporate
governance on the East Asian
financial Crisis, Journal of
Financial Economics, 64, 215-241.
Practices and Organizational
Corporate Governance, Corporate
Governance International Journal,
(2007). A Comparative
Longitudinal Analysis of
Theoretical Perspectives of
Panayides, P.M. (2010). Competitive
Composition and Earning
Corporate Finance, 185, 1-27.
(2002). Determinants of Board
Simultaneous Equation Approach,
373-397.
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
ISBN : 978-602-14119-2-6 85
earnings management: Malaysian
evidence. Managerial Auditing
performance in Malaysia, Inter-
national Scientific Journal of
Management in a Business
Context. (3th Ed.). London:
Research Statisctics for the
Behaboural Sciences (2nd ed.).
Winston.
Governance in Asia: Recent
evidence from Indonesia, Republic
Asian Development Bank Institute.
competitive strategies with human
Shleifer, A., & Vishny, R. W. (1997). A
Survey of Corporate Governance.
737-783.
Agency Costs, Ownership
Sisson, K. ((2007). Facing up to the
challenges of success: putting
management: a critical text,
Thailand – A literature review,
International Journal of Trade,
Economics and Finance, 5(2),
management of human resources:
Studies, University of Warwick
Corporate Governance. Philippine
Econometrica, 69(1), 1–35.
Construct validation of business
annual meeting of the Academy of
Management, San Diego.
Jr., & Lepak, D. P. (1996). Human
Resource Management, Manu-
866.
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS 2017 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
Optimalisasi Tata Kelola Organisasi Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi UNTAG SEMARANG
86 ISBN : 978-602-14119-2-6
and Firm Performance: Is there a
Relationship? Ivey Business
Journal Online, 1-4.