ASKEP KELUARGA BINAAN

Click here to load reader

  • date post

    21-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    306
  • download

    4

Embed Size (px)

description

KLOOMUYIUI

Transcript of ASKEP KELUARGA BINAAN

ASUHAN KEPERAWATAN

ASUHAN KEPERAWATAN

KELUARGA NY.N DENGAN HIPERTENSI

DI RT 3 RW 5 KELURAHAN BUMIAYU

KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTAMADYA MALANG

OLEH :

AULIA ZULFA0210720006PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2007

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA NY.NDENGAN HIPERTENSI DI RT 3 RW 5 KELURAHAN BUMIAYU

KECAMATAN KEDUNG KANDANG KOTAMADYA MALANG

A. Pengkajian

I. Data Umum

Nama

: Ny.NUsia

: 60 tahun

Jenis Kelamin: perempuan

Pekerjaan

: -Pendidikan

: tidak sekolahDaftar anggota keluarga:

No.NamaJ.KHubungan dgn KeluargaUmurPendidikanKet.

1

2

Tn. S.

Ny. A.

L

P

Anak

Menantu

3030

SMPSMP

Sehat

Sehat

Keluarga ini berbudaya suku Madura yang sangat memperhatikan kebersamaan, sehingga akan dapat mempercepat penularan penyakit jika salah satu anggota keluarga menderita penyakit yang dapat menular. Agama yang dianut anggota adalah agama Islam. Tn. S sebagai kepala keluarga bekerja sebagai buruh dengan penghasilan tidak menentu tergantung ada tidaknya yang mengupah, tetapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh anaknya. Keluarga ini memiliki pendapatan yang pas-pasan. Keluarga sering bersama-sama melihat telivisi sebagai kegiatan rekreasi bersama, rekreasi keluar rumah jarang dilakukan bersama-sama.

II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga:

Keluarga ini merupakan keluarga dewasa dengan hanya tinggal ibu, dan salah satu anak dan menantunya sedagkan semua anaknya sudah memiliki keluarga sendiri. Pada tahap ini seharusnya keluarga hanya tinggal ibu saja didalam rumah, tetapi sekarang masih tinggal dengan anak dan menantunya.

Riwayat kesehatan anggota keluarga :

a. Ny. NNy. N mengatakan bahwa ia menderita tekanan darah tinggi sejak + 10 tahun yang lalu. Akhir-akhir ini sering merasakan kepalanya berat dan badan terasa lemas setelah dibawa ke puskesmas dari hasil pemeriksaan tekanan darahnya 210/150 mm Hg, obat diberikan sudah diminum sampai habis, hasil yang dirasakan sakit kepala hilang dan badan terasa enak. Ny. N tidak mengetahui kenapa penyakitnya kambuh-kambuh lagi padahal selama ini sudah tidak pernah ada keluhan. Ny. S tidak mengetahui dengan pasti apakah keluarga bapak atau ibunya ada yang menderita penyakit menular dan keturunan karena ia ditinggal oleh ibunya sejak kecil. Saat Ny.S mengeluh badanya rasa pegal-pegal

mungkin karena habis bekerja, tapi sakit kepalanya tidak ada, tekanan darah 140/90 mmHg, dari hasil pemeriksaan fisik: palpasi ; tidak ditemukan massa, (auskultasi) ; tidak terdengar ronkhi diseluruh lapang paru. Klien juga mengatakan menderita kencing manis (Diabetes mellitus) + 6 tahun yang lalu dan minum obat teratur sehingga sakit klien tidak pernah kambuh.b. Tn. S.

Sampai saat ini tidak pernah menderita penyakit berat hanya batuk dan pilek sekali-kali, dan aklan segera sembuh setelah dibelikan obat diwarung. Tekanan darah 120/80 mm Hg. Dari hasil pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan dan tidak ada keluhan tentang kesehatannya, ia mengatakan bahwa didalam keluarganya mungkin ada keturunan.

c. Ny. ASaat dilakukan pengkajian tidak mengeluhkan apa-apa tentang kesehatannya. Ny. A. mengatakan dia pernah menderita batuk lama dan berdarah dan sudah menjalani pengobatan yang diminum setiap hari selama 6 bulan dan sudah dinyatakan sembuh + 1 tahun yang lalu dan tidak pernah kambuh sampai sekarang. Kadang-kadang ia menderita batuk dan pilek dan biasanya akan sembuh kalau diminumkan obat yang dibeli di warung.

III. Lingkungan:

Rumah yang dimiliki keluarga ini merupakan rumah permanen, luas rumah keseluruhan + 8x6 m dengan jumlah kamar yang dimiliki adalah 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 dapur, serta 1 ruang keluarga yang berfungsi untuk tempat melakukan aktifitas bersama. Diantara kamar belakang ada gudang yang berisi barang-barang yang tidak terpakai dan tidak tersusun dengan rapi begitu juga dengan depan dapur. Dikamar tampak tergantung pakaian. Pencahayaan didalam rumah ini cukup karena pada setiap ruangan terdapat jendela dan lantai rumah tampak bersih. Air yang diminum keluarga ini adalah PDAM yang dimasak sedangkan masak berasal dari air PDAM dan air mandi berasal dari air PDAM. Kondisi MCk kurang bersih dan lembab.. Keluarga ini memiliki tempat tinggal yang tetap dan tidak berpindah-pindah.

Denah rumah Ny. N

Keterangan:

1. Kamar tidur.

2. Ruang tamu.

3. Ruang keluarga

4. Dapur.

5. Kamar mandi.

6. Gudang

Dilingkungan RT setempat memiliki budaya untuk selalu mengunjungi warga yang sakit dengan memberikan sedikit bantuan sehingga dapat meringankan beban keluarga yang sakit. Ny. N. Selalu aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang ada di RT.

IV. Struktur keluarga:

Keluarga ini menerapkan komunikasi terbuka dan semua anggota keluarga menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. Menurut Ny. N di dalam keluarganya menganut norma yang berlaku di dalam masyarakat

V. Fungsi keluarga:

a. Fungsi afektif

Menurut Ny. N senang memiliki keluarga yang lengkap (anak dan cucu) serta sangat senang karena dapat berkumpul dengan mereka. Secara umum keluarga tampak harmonis, saling memperhatikan satu dengan yang lain serta saling menghargai satu dengan yang lain, hanya kadang-kadang dapat terjadi perselisihan kecil biasanya masalah anak tetapi dapat diselesaikan.Apabila ada anggota keluarga lain yang membutuhkan maka anggota keluarga akan membantu sesuai dengan kemampuan.

b. Fungsi sosialisasi

Hubungan antar anggota keluarga baik, didalam keluarga ini tampak kepedulian anggota keluarga dengan saling tolong menolong dalam melaksanakan tugas didalam keluarga ini, begitu juga dengan anaknya yang sudah berkeluarga dan tinggal dirumah sendiri-sendiri. Hubungan dengan tetangga juga terjalin dengan baik.

c. Fungsi perawatan kesehatan

Tentang kesehatannya Ny. N tidak begitu memperhatikannya yang penting badannya enak ia tidak akan memperhatikan darah tinggi karena dia merasa sehat. Ny. N juga tidak mengetahui bahwa penyakit tekanan darah tingginya berbahaya jika dibiarkan tanpa adanya kontrol, ia juga tidak mengetahui tanda-tanda terjadinya peningkatan tekanan darah yang diketahuinya hanya kepala pusing. Ny N mengatakan yang ia ketahui tentang pantangan terhadap penyakit hipertensinya adalah tidak boleh makan jeroan dan sayur bayem serta sawi berdasarkan informasi orang-orang. Dia tidak pernah membedakan makanannya dengan anaknya , masakannya juga tidak asin-asin sekali tetapi tidak dikurangi juga. Menurut keluarga tekanan darah tinggi yang diderita Ny. N tidak terlalu dirasakan tetapi bila ada keluhan baru diperiksakan ke Puskesmas. Anggota keluarga mengatakan bahwa ia tidak mengetahui akibat yang bisa timbul akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan bingung bila ibunya sakit.

Membersihan rumah dilakukan oleh Ny. N yang dibantu oleh anak dan menantunya. Keluarga mengatakan bahwa mereka melakukannya karena kebiasaan.

VI. Stress dan koping keluarga:

Ny. N mengatakan bahwa di dalam keluarganya jika ada masalah diselesaikan dengan berunding bersama-sama untuk mencari jalan yang terbaik.

VII. Pemeriksaan fisik:

a. Ny. NSaat dilakukan pengkajian tekanan darah 40/90 mmHg. HR 80 kali permenit teratur. Bunyi jantung S1S2 tunggal . Pernapasan 20 x/menit teratur ronchi -/-, rales -/- ,wheezing-/-. Abdomen datar, nyeri tekan nyeri lepas (-) . Ekstermitas atas dan bawah bebas edema (- ), keluhan nyeri (-).

b. Tn. S.

Dari hasil pemeriksaan fisik tidak didapatkan kelainan pada sistem organ. Tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 80 x/menit, RR 18 x/menit.

c. Ny. A.

Tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 84 x/menit teratur , RR 20 x/menit..

VIII. Harapan keluarga:

Keluarga berharapkan keluarganya tetap sehat dan petugas dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh keluarganya dan keluarga mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menangani penyakit ibunya.

Kesimpulan

Keluarga Ny. N merupakan keluarga dengan keadaan ekonomi pas-pasan. Dimana penghasilan keluarga berasal dari Tn. S, keadaan rumah permanen, penerangan alami siang hari cukup, ventilasi cukup dengan lantai bersih, dan tampak pakai banyak tergantung dikamar, digudang yang terbuka dan didepan dapur banyak barang-barang yang tidak tersusun dengan rapi. Keluarga kurang mengetahui bagaimana perawatan pada anggota keluarga yang menderita tekanan darah tinggi. MCK bergabung dengan keluarga anaknya dan berada di dalam rumah. Keluarga mempergunakan PDAM untuk minum, masak dan untuk MCK. Ny. N berusia 60 tahun menderita hipertensi ( tekanan darah ) sejak 10 tahun yang lalu dan Diabetes mellitus sejak 6 tahun yang lalu dan pada saat dilakukan pengkajian tekanan darah klien 140/90 mmHg. Ny.N tidak mengetahui pencegahan hipertensi dan perawatan hipertensi . Selama ini ia berobat kalau ada keluhan saja, ia akan merasa sehat kalau keluhannya tidak ada dan akan menghentikan pengobatannya.

B. Analisa data

No.DataEtiologiMasalah

1Data Subyektif :

Ny. N mengatakan bahwa ia tidak mengetahui bahaya penyakit tekanan darah tinggi yang dideritanya serta pencegahan dan penanganan tekanan darah, ia juga mengatakan bahwa ia baru akan memeriksakan penyakitnya kalau ada keluhan saja , kalau keluhannya berkurang maka ia akan menghentikan pengobatannya. Ny.N mengatakan tidak mengurangi garam Data Obyektif :

Tekanan darah Ny. S 160/100 mmHg.Ketidakmampuan keluarga mengenal bahaya yang dapat terjadi pada hipertensi.Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar).

2.Data Subyektif:

Ny. S mengatakan tidak ada jendela di ruang keluarga dan kamar - kamar dibelakang

Data Obyektif :

Jendela ruang tamu dan kamar depan tidak dibuka , ventilasi dikamar dan ruang tamu kurang, hanya dapur yang ada pintu sedangkan ruang yang lainnya menggunakan penerangan listrik. Tampak tumpukan barang-barang yang tidak teratur diruang sebelah kamar belakang dan didepan dapur.Ketidak mampuan keluarga dalam memelihara lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan.Resiko terjadi penyakit yang berhubungan dengan lingkungan

C. Diagnosa keperawatan

1. kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit tekanan darah tinggi

2. Resiko terjadi penyakit yang berhubungan dengan lingkungan sehubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam memelihara lingkungan yang dapat meunjang kesehatan.

D. Intervensi

No.Diagnosa keperawatanTujuanKriteriaStandardIntervensiEvaluasi

UmumKhusus

1.Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit tekanan darah tinggiSetelah di lakukan pera- watan/ kun- jungan 3x diharapkan keluarga mam pu merawat anggota keluarga yang menderita tekanan darah tinggi. Keluarga mampu:

Menyebutkan kembali tentang kemung kinan penyebab terjadinya tekanan darah tinggi.

Menyebutkan tanda dan gejala terjadinya peningkatan tekanan darah.

Menyebutkan akibat yang bisa terjadi bila tekanan darah tidak terkontrol Menyebutkan 2 dari 3 kemungkinan pe- nyebab terjadinya pe- ningkatan tekanan darah.

Menyebutkan 2 dari 3 tanda peningkatan tekanan darah.

Menyebutkan 2 akibat yang mungkin terjadi dari peningkatan tekanan darah.

1. Jelaskan kepada keluarga tentang kemungkinan penyebab tejadinya tekanan darah tinggi.

2. Jelaskan tentang tanda/ gejala terjadinya peningkat an tekanan darah.

3. Jelaskan tentang akibat dari peningkatan tekanan darah.Keluarga:

Menyebutkan kemung kinan penyebab terja- dinya peningkatan tekanan darah ; karena banyak makan asin-asindan makan yang berlemak.

Menyebutkan tanda peningkatan tekanan darah.

Menyebutkan akibat yang bisa terjadi pada peningkatan tekanan darah: stroke dan sakit jantung.

Menunjukkan makan- an yang boleh dan tidak boleh di

2.Resiko terjadi penyakit yang berhubungan dengan lingkungan ecemasan keluarga sehubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam memelihara lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan.

Setelah dilakukan kunjungan 2x Keluarga diharapkan mampu memelihara lingkungan rumah yang sehat.Keluarga dapat:

Menyebutkan beberapa syarat rumah sehat.

Menyebutkan kem- bali dampak dari lingkungan rumah yang tidak sehat.

Menjaga kebersihan lingkungan rumah terutama kamar.

Merapikan baju yang bergantungan.

Membersihkan lingkungan rumah secara teratur.Keluarga mampu:

Menyebutkan 3 syarat rumah yang sehat.

Menyebutkan 2 dari 3 manfaat rumah yang bersih.

Rumah tampak rapi dan tidak ada baju yang bergantungan.

Membersihkan rumah setiap hari.

Membersihkan kamar mandi secara teratur.1. Jelaskan kepada keluarga tentang syarat rumah yang sehat.

2. Jelaskan kepada keluarga tentang hal-hal dapat terjadi akibat rumah yang kurang sehat (lembab, kurang sinar matahari, bak mandi jarang dikuras).

3. Diskusikan dengan keluarga tentang pembagian tugas dalam menjaga kebersihan rumah.

4. Anjurkan kepada keluarga untuk membuka jendela, melipat baju yang bergan- tungan.

5. Anjurkan kepada keluarga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan rumah.

6. Beri pujian untuk tindakan yang tepat.Keluarga mampu:

Menyebutkan kembali syarat dari rumah yang sehat.

Menyebutkan akibat yang bisa timbul akibat lingkungan rumah yang tidak sehat.

Keluarga mau melipat baju yang bergantung- an.

Keluarga membersih kan rumah secara teratur.

E. Implementasi

TanggalNo. DxPelaksanaan

4/7/0711. Menjelaskan kepada anggota keluarga factor-faktor yang menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi yaitu; akibat ada faktor keturunan, peningkatan usia, dan tidak mejaga keseimbangan makanan.

2. Menjelaskan kepada keluarga tentang tanda dan gejala dari peningkatan tekanan darah antara lain:

Kepala pusing.

Tengkuk/ leher terasa kaku.

Mata berkunang-kunang.

3. Menjelaskan kepada keluarga dampak yang bisa terjadi akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol yaitu gangguan pada system organ seperti otak, mata, jantung, dan ginjal yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian .

4. Menjelaskan kepada keluarga dan pasien tentang penanganan hipertensi:

pengobatan Hipertensi memerlukan waktu yang panjang / seumur hidup

tujuan pengobatan hipertensi adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi dengan cara mempertahankan tekanan darah dibawah 140/90 mm Hg.

5. Menjelaskam kepada keluarga cara mencegah tekanan darah tinggi yaitu dengan cara memodifikasi gaya hidup seperti :

Mengurangi konsumsi garam

Menghindari kegemukan

Membatasi konsumsi lemak

Olahraga teratur

Makan banyak sayur segar

Tidak merokok dan tidak minum alkohol

Latihan relaksasi atau meditasi

Berusaha membina hidup yang positif.

6. Menganjurkan keluarga untuk melakukan kontrol secara teratur dan minum obat sesuai dengan anjuran dokter.

5/7/0721. Menjelaskan kepada keluarga pentingnya menjaga kebersihan rumah dan dampak yang bisa muncul akibat rumah yang kurang bersih dan sirkulasi udara tidak lancar serta ruangan yang kurang sinar matahari, antara lain:

Banyaknya nyamuk.

Mempercepat penularan penyakit.

Menyebabkan kuman-kuman yang menyebabkan penyakit pernafasan (seperti batuk, flu, pilek, alergi) mudah berkembang biak.

2. Menjelaskan kepada keluarga beberapa syarat rumah sehat antara lain:

Penerangan dengan sinar matahari yang cukup.

Sirkulasi udara yang lancar.

Lingkungan dan kondisi rumah bersih.

3. Mendiskusikan dengan Ny. N dan keluarga untuk keterlibatan seluruh anggota keluarga.

4. Menganjurkan anggota keluarga untuk membuka jendela diruang tamu dan dikamar tidur selebar-lebarnya setiap hari agar sirkulasi udara lancar.

5. Menyarankan kepada keluarga untuk menjaga kebersihan rumah secara bergantian.

F. Evaluasi

TglEvaluasi

7/7/07S:

O:

A:

P: Ny. S mengatakan bahwa ia sudah membersihkan kamarnya dan melipat baju yang bergantungan, serta menyapu lantai.

Ny. S mengatakan bahwa ia sudah menyuruh anaknya untuk menguras bak kamar mandi dan sudah di lakukannya.

Rumah tampak bersih dan rapi.

Jendela rumah ruang tamu dan kamar dibuka lebar-lebar.

Barang-barang diatur dengan rapid an yang tidak berguna sudah disingkirkan.

Masalah teratasi.

Rencana perawatan dihentikan.

7/7/07S:

O:

A:

P: Ny. S mengungkapkan sakit kepalanya sudah tidak muncul lagi

Ny. S mengatakan akan kontrol secara teratur sesuai anjuran dokter dan akan selalu minum obat yang diberikan dokter.

Tekanan darah 160/90 mmHg.

Masakan yang dikonsumsi oleh Ny. N sudah tidak asin lagi dan dibedakan dengan anggota keluarga yang lain.

Masalah teratasi.

Rencana perawatan dihentikan.

ASUHAN KEPERAWATAN

KELUARGA Tn. A DENGAN HIPERTENSI

DI RT 2 RW 5 KELURAHAN BUMIAYU

KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTAMADYA MALANG

OLEH :

Chinthia Kartikaningtyas0210720010PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2007

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. A

Di RT 02 RW 05 Kelurahan Bumi Ayu

A. Pengkajian Keluarga

Tanggal Pengkajian: Kamis, 5 Juli 2007 jam 13.00 WIB

I. Data Umum

1. Nama Keluarga : Tn. A

2. Alamat : Jl. Kyai Parseh RT 2 RW. 5 Kelurahan Bumiayu Kecamatan Kedungkandang Kota Malang

3. Komposisi Keluarga :

NoNamaJenis KelaminStatusUsiaPekerjaanPendidikan

1.Tn. AVKK68 thPetaniSD

2.Ny. SVIstri60 thPedagang SD

GENOGRAM

Keterangan :

= Laki-laki

= Meninggal

= Perempuan

= Keluarga yang dibina

4. Bentuk Keluarga

Bentuk keluarga Nuclear Famili, terdiri dari suami dan istri.

5. Latar Belakang

Tn. A dan ny. S berasal dari suku jawa sehingga kebudayaan keluarga di pengaruhi oleh budaya jawa. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah Bahasa jawa tetapi juga lancar menggunakan Bahasa Indonesia dan sedikit bisa berbahasa Madura

6. Agama

Keluarga Tn R menganut agama islam.Mereka sekeluarga melaksanakan sholat 5 waktu.Anggota keluarga kadang melakukan sholat berjamaah di rumah ataupun di mushola.

7. Status Sosial Ekonomi

Tn R seorang petani tetapi juga memiliki penghasilan dari membuat sangkar burung.. Ny.M seoang ibu rumah tangga yang juga melakukan usaha toko di rumahnya.. Keluarga memiliki penghasilan rata-rata 1 juta per bulan.

8. Aktivitas Keluarga

Tn. R dan Ny. M tidak memanfaatkan waktu luangnya untuk rekreasi atau mencari hiburan namun keluarga biasanya menonton tv bersama-sama atau sekedar berbincang-bincang sambil menjaga toko. Anaknya tinggal disebelah rumah mereka dan memiliki usaha toko seperti orang tuanya.

Riwayat Perkembangan Keluarga 9. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini adalah keluarga dengan anak dewasa karena kedua anaknya sudah menukah dan beepisah dengan orang tuanya.

10. Tugas perkembangan keluarga saat ini :

Tugas perkembangan keluarga dengan anak dewasa. Setelah melampaui tahap remaja dan anak dapat menyelesaikan pendidikannya, maka tugas keluarga selanjutnya adalah melepas anak ke masyarakat dalam memenuhi kehidupan yang sesungguhnya.

11. Riwayat Keluarga Inti

Tn. R dan Ny. M menikah atas keputusan sendiri dan tidak berdasarkan perjodohan dari orang tua.

12. Riwayat Keluarga Sebelumnya

Kedua orang tua Tn. R dan Ny. S sudah meninggal duni. Keluarga Tn. R tidak mempunyai riwayat penyakit keturunan sebaliknya dengan keluarga Ny. S.

II. Data Lingkungan

13. Karakteristik Rumah

Dinding Rumah

Dinding berupa tembok

Ventilasi

Ventilasi dan pencahayaan cukup. Sinar matahari dapat masuk secara langsung.

Atap rumah

Terbuat dari genting.

Lantai

Terbuat dari tegel tidak lemab atau berjamur, kebersihan kurang dijaga dan tidak mempunyai kebiasaan memakai sandal didalam rumah.

Sirkulasi Air.

Sirkulasi air baik dan menggunakan SPAL tertutup untuk pembuangan limbah.

Kamar Tidur.

Cukup Terang, kebersihan dan kerapian dijaga. Ada 2 kamar dalam 1 rumah satu untuk Tn. R dan Ny. M serta 1 kamar untuk tamu yang datang atau anaknya yang berkunjung.

Jarak Kamar Mandi, WC, Sumur.

Jarak lebih dari 10 meter. Sumber air berasal dari PDAM.

Status Rumah

Rumah milik pribadi

14. Karakteristik Tetangga dan Komunikasi Besar.

Sebagian besar warga asli Malang (Suku Jawa) dengan mata pencaharian sebagai petani. Jarak antar rumah cukup lebar. Biasanya antar warga berkumpul bila ada acara seperti tahlilan RT dan PKK.

15. Mobilitas Geografi Kelauarga.

Sejak menikah Tn. R dan Ny. M tinggal di Jl. Kyai Parseh Jaya RT 02 RW 05 meraka sudah menempati rumahnya selama 26 tahun.

Denah Rumah

Keterangan:

1. Teras

2. Ruang tamu

3. Kamar Kamar tamu

4. Kamar Tidur Utama

5. Dapur

6. Toko

7. Kamar mandi

Pintu

Kursi tamu

Meja

TV

Tempat tidur

Bak mandi

Kompor

Tanaman/bunga

Rumah tetangga

1. Karakteristik Tetangga dan Komunitas Besar

Sebagian besar warga pendatang dari daerah di sekitar Malang dan dari luar Malang (suku Jawa) dengan mata pencaharian buruh tani. Jarak antar rumah sedikit ada sela. Biasanya antar warga berkumpul jika ada acara seperti PKK tahlillan RT atau pertemuan dasawisma.

2. Mobilitas Geografis Keluarga

Sejak menikah Ibu T dan Bpk H tinggal di Bumiayu. Mereka sudah menempati rumahnya selama 20 tahun.

3. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan Masyarakat

Bapak A berkumpul dengan masyarakat terutama saat pengajian atau tahlilan. Ny. S berkumpul dengan masyarakat juga saat arusan RT dan saat tahlilan..

4. Sistem Pendukung Keluarga:

Hubungan Tn. A dan Ny. S dengan anak-anaknya sangat dekat karena anaknya tinggal bersebelahan dengan rumah mereka.

STRUKTUR KELUARGA

5. Pola Komunikasi:

Pola komunikasi keluarga sangat tebuka. Bila ada masalah selalu dibicarakan bersama dengan anggota keluarga yang lain dan penggambilan keputusan sangat demokratis yaitu dengan musyawarah untuk mencapai mufakat.

6. Struktur kekuatan

Keputusan diambil berdasarkan hasil musyawarah bersama dimana setiap anggota keluarga hak yang sama untuk mengemukakan pendapatnya, tidak ada salah satu anggota keluarga yang dominan dalam menentukan keputusan.

7. Struktur Peran:

Sebagai kepala keluarga adalah Tn A dan Ny. S adalah ubu rumah tangga yang memiliki sampingan sebagai pedagang di toko rumahnya.

8. Nilai-nilai Keluarga

Keluarga mengikuti budaya sopan santun yang berlaku di masyarakat seperti anak-anak harus hormat pada orang tua, mengucapkan salam dan berjabat tangan saat baru ketemu dengan orang lain.

I. FUNGSI KELUARGA:

9. Fungsi Afektif:

Semua anggota keluarga saling menghormati dan menghargai, komunikasi selalu dilakukan secara terbuka, tidak ada masalah yang dipendam, semua langsung dibicarakan.anak-anak sudah dewasa dan menikah namun masih bisa berkunjung dan berkumpul dengan orang tua.

10. Fungsi Sosialisasi

Sosialisasi keluarga dengan tetengganya sangat baik. Tn A dan Ny. S kenal baik dengan tetangga.

11. Fungsi Perawatan keluarga

Keluarga sangat memperhatikan kesehatan anggotanya. Nutrisi terpenuhi dengan baik. Setiap anggota keluarga yang sakit selalu langsung diperiksakan ke Puskesmas atau ke dokter swasta.

- Tn A tudak mempunyai riwayat keturunan penyakit Hipertensi, Diabetes Militus namun saat pengkajian didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg

Ny. S tidak mempunyai riwayat Hypertensi, Diabetes Melitus dan saat dilakukan pengkajian tekanan darahnya adalah 140/100 mmHg

III. Stress dan Koping Kelauarga

16. A. Stress Jangka Pendek

Saat ini tidak ada masalah yang terlalu dipikirkan.

B. Stress Jangka Panjang

Bagaimana supaya kehidupan di hari tua nyaman, sejahtera sehingga mereka dapat mendekatkan diri pada Tuhan

17. Kemampuan Keluarga Untuk berespon Terhadap Masalah.

Jika terdapat masalah dalam pengambilan keputusan, maka keluarga akan menyelesaikan secara demokratis (yang terbaik untuk mereka)

18. Strategi Koping yang digunakan

Keluarga selalu mendiskusikan setiap masalah yang dihadapi keluarga. Semua masalah selalu langsung dibicarakan tanpa dipendam terlebih dahulu. Tidak ada sikap dominan dalam pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil adalah yang terbaik untuk mereka.

19. Strategi Koping Disfungsional

Tidak terdapat masalah pada koping yang digunakan kelauarga dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan.

IV. Pemenuhan Kebutuhan Sehari-Hari

20. Kebutuhan Gizi

Frekuensi makanan 3x/sehari

Komposisi makanan : nasi, sayur, lauk.

Frekuensi minum : 4-6 gelas/hari

21. Personal Hygine

Frekuensi mandi : 1-2x/hari

Memakai sabun Mandi

Frekuensi ganti baju : 1-2x/hari

Menggunakan pasta gigi saat gosok gigi

Frekuensi keramas : 2x/minggu, menggunakan sampo

22. Pola Eliminasi

Pola BAB : 1-2x/hari, tidak ada gangguan BAB

Pola BAK : 1-3x/hari, tidak ada gangguan BAK

23. Pola Aktivitas Gerak

Tidak mempunyai kebiasaan olahraga

24. Istirahat dan tidur

Jumlah jam tidur 6 jam/hari

Tidak ada kesulitan tidur

V. Pemeriksaan fisik

NoPemeriksaanTn. ANy. S

1.Keadaan UmumBaik, tidak ada cacat fisikBaik, tidak ada cacat fisik

2.TTVTD : 140/90 mmHg

RR :18/menit

N : 88/menit

T : 37TD : 140/90mHg

RR : 16/menit

N : 84/menit

T : 36,5

3.Kepala dan LeherKadang kala ada keluhan pusing, warna rambut hitam.dan terdapat beberapa uban,penyebaran merata,bentuk kepala simetris.Kadang-kadang keluhan pusing (kadang-kadang) warna rambut hitam,penyebarannya merata,bentuk kepala simetris.

4.Dada(Paru-paru dan jantung)Tidak batuk/pilek \.Suara nafas vesikuler dan Bj 1 & 2 tunggal Tidak batuk/pilek.Suara nafas vesiikuler dan Bj 1 & 2 tunggal

5.Abdomen Tidak ada gangguanTidak ada gangguan

6.Ekstremitas atas dan bawah Tidak ada gangguanTidak ada gangguan

ANALISA DATA

NoDataEtiologiMasalah

1.Subjektif :

Ny. M mengatakan tidak pernah memeriksakan tekanan darahnya ke yankes. Ny. M mengatakan pernah ke puskesmas dan didiagnosa penyakit hipertensi. Ny. M mengatakan kadang-kadang merasa pusing.

Objektif :

Ny. M tidak dapat menjelaskan tentang pentingnya alas an control TD dan tentang stroke.

TD : 150/100 mmHg.

N : 88x/menit

RR : 16x/menitKurangnya pajanan informasi dan pengetahuan tentang hipertensiKurang pengetahuan tentang akibat hipertensi yang tidak terkontrol dan stroke

2.Subjektif :

Ny. M mengatakan dia tidak membatasi penggunaan garam dalam makanannya. Ny. M mengatakan sudah mendapat penjelasan tentang diet hipertensi tapi menganggap bahwa diet hipertensi tidak penting. Ny M mengatakan dia kadang-kadang minum kopi.

Objektif :

Ny. M tidak menyadari pentingnya diet rendah garam untuk klien.

Ny. M hanya menyebutkan sebagaian kecil dari diet rendah garam, terbatas pada makanan yang asin

Kurangnya pemahaman tentang diet rendah garamKurang pengetahuan tentang diet rendah garam pada Ny. M

Diagnosa Keperawatan

1. Kurang pengetahuan tentang akibat hipertensi yang tidak terkontrol dan stroke pada Ny. M berhubungan dengan kurang pajanan informasi tentang hipertensi dan penatalaksanaan nya

2. Kurang pengetahuan tentang diet rendah garam pada Tn. A dan Ny. S berhubungan dengan kurangnya pemahaman tenatang diet rendah garam.

Prioritas Masalah

1. Kurang pengetahuan tentang akibat hipertensi yang tidak terkontrol dan stroke pada Tn. A dan Ny. S berhubungan dengan kurang pajanan informasi tentang hipertensi dan penatalaksanaannya.

2. Kurang pengetahuan tentang diet rendah garam pada Tn A dan Ny. S berhubungan dengan kurang pemahaman tenatang diet rendah garam.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Tema

: Hipertensi dan stroke (CVA)

Sasaran: Tn. A dan Ny. S

Tempat: Rumah Tn A Jl. Kyai Parseh Jaya RT 02 RW 5 Kel. Bumiayu Kec.

Kedungkandang malang

Hari/Tanggal:

Waktu

: Jam 15.340 WIB ( + 20 menit)

Metode: Ceramah dan Tanya jawab

Penyuluh: Chinthia Kartikaningtias

i. Tujuan umum

Setelah dilakukan, diharapkan Tn. A dan Ny. S dapat memahami penyakit hipertensi dan stroke

ii. Tujuan Khusus

Setelah diberikan penyuluhan, Tn. A dan Ny. S dapat :

1. Menyebutkan pengertian hipertensi dan stroke

2. Menyebutkan penyebab hipertensi dan stroke

3. Menyebutkan tanda gejala dan komplikasi hipertensi dan stroke

4. Menyebutkan cara penanganan/pencegahan hipertensi dan stroek

iii. Media

Leaflet

iv. Kegiatan Penyuluhan

NoWaktuKegiatan penyuluhanKegiatan peserta

1.5 menitPembukaan

Membuka kegiatan dengan mengucap salam.

Memperkenalkan diri

Menjelaskan Tujuan penyuluhan Menjawab Salam

Mendengarkan dan memperhatikan

2.10 MenitPelaksanaan

Menjelaskan pengertian hipertensi dan stroke

Menjelaskan penyebab hipertensi dan stroke

Menjelaskan tanda gejala dan komplikasi hipertensi

Menjelaskan cara penanganan/pencegahan hipertensi dan stroke Mendengar dan memperhatikan

Bertanya

3.5 MenitEvaluasi dan terminasi

Menanyakan kepada Ny. M tentang materi yang diberikan

Memberikan inforcement atas jawaban yang diberikan

Mengucapkan terima kasih atas perhatian dan peran serta.

Mengucapkan salam penutup Menjawab pertanyan

Mendengar

Menjawab salam

v. Evaluasi

Memberikan pertanyaan kepada Tn.A dan Ny. S tentang :

1. Pengertian hipertensi dan stroke

2. Penyebab hipertensi dan stroke

3. Tanda gejala dan komplikasi hipertensi dan stroke

4. Cara penanganan/pencegahan hipertensi dan stroke

vi. Evaluasi Hasil

1. Ny. S dapat menyebutkan pengertian hipertensi dan stroke

2. Tn. A dapat menyebutkan penyebab hipertensi dan stroke

3. Tn A dan Ny. S dapat menyebutkan tanda gejala dan komplikasi hipertensi dan stroke

4. Tn. A dan Ny. S dapat menyebutkan cara penanganan/pencegahan hipertensi dan stroke

MATERI PENYULUHANHIPERTENSI DAN CVA ATAU STROKE1. Hipertensi

Definisi

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah yang menetap diatas normal, sistolik diatas 140 mmHg dan diastolic diatas 90 mmHg (Smelzer dan Bare, 2000)

Klasifikasi Hipertensi

NoKlasifikasiTekanan Darah

SistolikDiastolic

1.Normal< 120210>120

Jenis Hipertensi

a. Hipertensi primer

b. Hipertensi sekunder

Penyempitan arteri

Obat-obatan

Disfungsi organ

Tumor

Kehamilan

Penyebab Hipertensi

Gangguan emosi/kecemasan/ketakutan

Konsumsi alcohol

Konsumsi kopi berlebihan

Tembakau/rokok

Obat-obatan yang merangsang

Keturunan

Tanda dan gejala

Peningkatan tekanan darah

Sakit kepala/Pusing

Mudag marah

Sukar tidur

Rasa berat ditengkuk

Mata berkunang-kunang

Cara mencegah Hipertensi

Berhenti merokok

Kurangi berat badan

Kurangi konsumsi garam

Berhenti konsumsi alcohol

Pola hidup sehat, olah raga teratur dan cukup

Pola makanan sehat dan rendah kolestrol

Komplikasi yang mungkin

Gangguan jantung, gagal jantung

Gangguan neurology, stroke

2. STROKE (CVA)

1. Definisi

CVA atau stroke adalah kematian jaringan otak akibat kekurangan aliran darah dan oksigen pada jaringan otak.

Stroke merupakan suatu sindroma klinis yang awal timbulnya mendadak, progresif, cepat, berupa defisist neurologist local, dan atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian, dan semata-mata disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak nontraumatik(Mansyoer, 2000).

Stroke adalah mati atau terganggunya aliran darah secara mendadak ke salah satu atau lebih wilayah pengaturan otak akibat saluran darahnya tersumbat atau pecah (PKMRS RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

2. Penyebab

2.1 Penyebab Penyakit stroke antara lain :

1. Infark otak

2. Perdarahan pada otak

3. Tanda dan Gejala Penyakit CVA atau Stroke

a) Derajat Ringan

Kesemutan pada separuh badan sementara

Kepala terasa berputar-putar saat bangun tidur

Salah satu sandal terlepas tanpa terasa

b) Derajat sedang

Kelumpuhan pada tangan/kaki atau salah satu sisi tubuh dalam waktu yang lama

Sulit bicara, pelo, bicara tidak jelas

Kehilangan daya ingat/konsentrasi

Perubahan perilaku : bicara tidak menentu, mudah marah, prilaku seperti anak kecil.

c) Derajat Berat

Gejala stroke bertambah parah

Sering terjadi penurunan tingkat kesadaran sampai dengan koma

Ketidak mampuan aktivitas

Gangguan menelan

Semua gejala di atas disebabkan karenagangguan saraf yang ada di otak akibat gangguan sirkulasi darah diotak sehingga mengganggu fungsi kerja organ lain

4. Pencegahan Penyakit CVA atau Stoke

Tingkat Kesembuhan Penyakit Stroke

Stroke ringan dapat sembuh secara sempurna tanpa gejala sisa.

Kerusakan yang luas dapat sembuh tapi meninggalkan kecacatan.

Stroke yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah biasanya mempunyai harapan yang kecil untuk sembuh.

Cara Pencegahan Serangan Penyakit CVA atau Stroke

Cara pencagahan serangan atau kambuhnya penyakit CVA atau Stroke antara lain dengan tetap menerapkan pola hidup sehat pasca stroke seperti :

1. Menghentikan konsumsi alkohol

2. Diet rendah kolestrol dan rendah garam

3. Hindari merokok

4. Hentikan penyalahgunaan obat.

5. Hindari peningkatan berat badan drastic.

6. Hindari Stress

7. Latihan/Olahraga teratur sesuai kemampuan

5. Perawatan Pasien CVA atau Stroke di rumah

Cara perawatan pasien di rumah yang harus diperhatikan meliputi :

5.1 Penatalaksanaan Umum Pasien Stroke

Penderita Stroke harus segera mendapatkan perawatan oleh tenaga kesehatan dan harus segera dibawah ke rumah sakit.

Jika penderita demam harus segerah diberikan kompres dingin dan obat penurun panas.

Awasi penderita saat makan, karena penderita stroke mungkin mengalami kerusakan saraf yang dapat menyebabkan kesulitan menelan dan resiko tersedak.

Penderita harus dilakukan mobilisasi dan fisioterapi secara teratur.

5.2 Diet pada Penderita Stroke

Penderita Stroke harus menjaga pola makan terutama bila hipertensi belum terkontrol. Makanan yang harus dikurangi garam/makanan asin, petai/jengkol

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Tema

: Diet Rendah Garam

Sasaran: Tn. A dan Ny. S

Tempat: Rumah Tn A Jl. Kyai Parseh Jaya RT 02 RW 5 Kel. Bumiayu Kec.

Kedungkandang malang

Hari/Tanggal: Jumat / 6 Juli 2007

Waktu

: Jam 15.30 WIB ( + 20 menit)

Metode: Ceramah dan Tanya jawab

Penyuluh: Chinthia kartikaningtias

1. Tujuan Umum

Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan Tn. A dan Ny. S dapat memahami tentang diet rendah garam.

2. Tujuan Khusus

Setelah diberikan penyuluhan, Tn. A dan Ny. S dapat :

1) Menyebutkan pengertian diet rendah garam

2) Menyebutkan manfaat diet rendah garam

3) Menyebutkan cara memasak yang baik

4) Menyebutkan mkanan yang jadi pantangan

3. Media

Leaftet

4. Kegiatan Penyuluhan

NoWaktuKegiatan penyuluhanKegiatan peserta

1.5 menitPembukaan

Membuka kegiatan dengan mengucap salam.

Menjelaskan Tujuan penyuluhan Menjawab Salam

Mendengarkan dan memperhatikan

2.10 MenitPelaksanaan

Menjelaskan pengertian Diet rendah garam

Menjelaskan manfaat diet rendah garam.

Menyebutkan makanan yang diperbolehkan, dibatasi dan makanan pantang.

Menjelaskan cara memasak yang baik Mendengar dan memperhatikan

Bertanya

3.5 MenitEvaluasi dan terminasi

Menanyakan kepada Tn A dan Ny. S tentang materi yang diberikan

Memberikan inforcement atas jawaban yang diberikan

Mengucapkan terima kasih atas perhatian dan peran serta.

Mengucapkan salam penutup Menjawab pertanyan

Mendengar

Menjawab salam

5. Evaluasi

Memjelaskan pertanyaan kepada Tn. A dan Ny. S tentang :

1) Menjelaskan pengertian diet rendah garam

2) Menjelaskan manfaat diet rendah garam

6. Evaluasi Hasil

Ny. M dapat menjelaskan tentang :

1) Menjelaskan pengertian diet rendah garam

2) Menjelaskan manfaat diet rendah garam

3) Menyebutkan makanan yang diperbolehkan, dibatasi dan makanan pantang.

MATERI PENYULUHAN

DIET RENDAH GARAM

Definisi Garam

Yang dimaksud garam adalah garam natrium. Garam dapur adalah sumber utama garam natrium.

Manfaat Diet Rendah Garam

Membantu menghilangkan timbunan air/garam dalam tubuh

Membantu menurunkan tekanan darah bila ada tekanan darah tinggi

Makanan Yang Dibatasi

Daging/ayam paling banyak 100 gram sehari

Telur ayam/bebek paling banyak 1 butir sehari

Susu paling banyak 2 gelas per hari

Makanan Pantangan

Semua makanan yang diberi garam natrium pada pengolahannya, seperti :

Roti, biscuit, kreker, cake, dan kue lain yang dimask dengn garam dapur atau soda.

Jeroan, dendeng, abon, corned beef, daging asap, ikan asin, ikan pindang, sarden, udang kering, telur asin.

Keju, kacang tanah.

Semua sayuran dan buah yang diawetkan dengan garam dapur.

Garam dapur, vestin, sodakue, kecap, terasi, saos tomat, petis, tauco

Coklat

Minuman berkafein, kopi, teh, dan minuman berkarbonasi atau mengandung soda.

Cara Memasak Yang Baik

Rasa tawar diperbaiki dengan menggunakan bumbu-bumbu yang tidak mengandung natrium, seperti bawang, brambang, jahe, kunyit, cuka.

Cara mengeluarkan garam natrium dari margarine adalah sebagai berikut :

Campurkan margarine dengan air dan masak hingga mendidih. Margarine akan mencair dan garam larut dalam air

Dinginkan sampai membeku, dan buang airnya. Lakukan 2 kali

Sumber

Smelzer and Bare. 2000. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddart. Jilid 2. Jakarta : EGC

Darmojo & matono. 2004. buku Ajar Geriatri. Edisi 3. Jakarta : EGC

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

NoDiagnosaTujuanKreteria & StandarIntervensiRasional

1.Kurang pengetahuan tentang akibat hipertensi yang tidak terkontrol dan stroke pada Tn. A dan Ny. S dengan kurang pajanan informasi tentang hipertensi dan penatalaksanaanyaTujuan Umum :

Setelah dilakukan penyuluhan, kelauarga dapat memahami dengan baik tentang penyakit hipertensi dan stroke.

Tujuan Khusus

Setelah dilakukan penyuluhan tentang hipertensi dan stroke selama 30 menit Tn. A dan Ny. S dapat :

Menjelaskan pengertian hipertensi

Menyebutkan tanda dan gejala hipertensi.

Menyebutkan pencegahan hipertensi.

Menjelaskan pengertian stroke

Menyebutkan derajat serangan stroke

Menyebutkan orang yang beresiko tinggi terkena stroke

Menyebutkan gejala awal stroke

Menyebutkan pencegahan stroke

Mau untuk rajin control takanan darah1. Ada umpan balik secara lisan dari keluarga tentang penjelasan hipertensi dan stroke

2. Keluarga Tn. A mengatakan akan rajin control ke puskesmas1. Kaji pengetahuan kelluarga Tn. A tantang penyakit hipertensi dan stroke.

2. Berikan penjelasan tentang penyakit hipertensi yang meliputi :

Definisi

Klasifikasi

Jenis

Penyebab

Tanda Gejala

Pencegahan

Komplikasi

3. Jelaskan pentingnya control tekanan darah ke yankes

4. Anjuran Tn. A dan Ny. S untuk control secara rutin.

5. Berikan kesempatan pada kelaurga untuk bertanya.

6. Beriakan leaflet tentang hipertensi dan stroke1. Mengetahui tingkat pengetahuan keluarga Tn. A tentang hipertensi dan stroke

2. Memberikan informasi tentang penyakit hipertensi dan stroke kepada kelauarga Tn. A

3. Mendorong (memotivasi) keluarga supaya mau periksa ke tenaga kesehatan / menggunakan pelayanan Puskesmas

4. Untuk mengetahui kondisi kesehatan Tn. A dan Ny. S

5. Meningkatkan pemahaman dan mengurangi kesalahan informasi.

6. dapat digunakan sebagai bahan bacaan supaya tidak lupa

2.Kurang pengetahuan tantang diet rendah garam pada Tn. A dan Ny. S berhubungan dengan kurang pemahaman tentang diet rendah garamTujuan Umum :

Setelah dilakukan penyuluhan, peserta dapat memahami dengan baik tentang diet untuk penderita hipertensi.

Tujuan khusus :

Setelah diberikan penjelasan tentang diet rendah garam, Tn. A dan Ny. S dapat :

1. Menyebutkan jenis makanan yang diperbolehkan.

2. menyebutkan jenis makanan yang harus dihindari

3. menyebutkan manfaat diet untuk penderita hipertensi

4. mau malaksanakan diet garam1. Ada umpan balik secara lisan dari keluarga.

2. Tn. A dan Ny. S dapat menyebutkan manfaat diet rendah garam.

3. Tn. A dan Ny. S mengatakan akan menerapkan diet rendah garam1. Kaji pengetahuan keluarga Tn. A tentangdiet rendah garam.

2. Berikan penjelasan tentang :

Jenis makanan yang diperbolehkan

Jenis makanan yang harus dihindari.

Manfaat diet untuk penderita hipertensi.

3. Motivasi Tn. A dan Ny. S untuk memathui diet rendah garam.

4. Berikan kesempatan untuk bertanya.

5. Berikan leaflet tentang diet rendah garam1. Mengetahui tingkat pengetahuan Keluarga Tn. A

2. Memberikan pengetahuan kepada Keluarga Tn. A

3. Meningkatkan partisipasi aktif klien

4. Meningkatkan pemahaman dan mengurangi kesalahan informasi

5. Dapat digunakan sebagai bahan bacaac supaya tidak lupa

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

NoTanggalDiagnosaImplementasiEvaluasi

1.Jam 09.00 WIB1. Memperkealkan diri dengan kelaurga.

2. Menjelaskan tujuan kunjungan

3. Membuat janji untuk melakukan kunjungan ulangS = Tn. A mengatakan setuju jika diadakan penyuluhan.

O = Ekspresi wajah Tn. A dan Ny. S menunjukkan rasa penerimaan.

A = Masalah teratasi

P = Berdasarkan kesepakatan, penyuluhan akan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 24 Jumat 6 Juli 2007 jam 15.30

2.Jam 15.30 WIBKurang pengetahuan Tn. A dan Ny. S tentang penyakit hipertensi b.d kurangnya pajanan informasi dan pemahaman1. Mengkaji pengetahuan Tn. A dan Ny. S tentang penyakit hipertensi dan stroke

2. Memberikan penyuluhan (Informasi) tentang penyakit hipertensi dan stroke meliputi :

Pengertian hipertensi, tanda dan gejala hipertensi, pencegahan hipertensi, pengertian stroke, orang yang beresiko tinggi terkena stroke, gejala awal stroke, pencegahan stroke.

3. menjelaskan pentingnya memberikan kesehatan dan control secara rutin.

4. Mengajurkan Tn. A dan Ny. S untuk memeriksakan diri ke tenaga kesehatan dan kontrol secara rutin.

5. memberikan kesempatan untuk bertanya.

6. Memberikan LeafletS = Tn. A dan Ny. S mengatakan senang sekali mendapat penyuluhan tentang hipertensi dan agar beliau bisa memahami penjelasan/informasi yang diberikan. Tn A dan Ny. S mengatakan akan mewaspadai tanda dan gejala stroke dan akan sering melakukan control tekanan darah

O = TD = 140/90 mmHg

Tn. A dan Ny. S mampu menjelaskan dan menjawab 80 % dari pertanyaan yang diberikan antara lain :pengertian hipertensi, tanda dan gejala hipertensi, pencegahan hipertensi, pengertian stroke, orang yang beresiko tinggi terkena stroke, gejala awal stroke, pencegahan stroke

Tn. A dan Ny. S mau untuk rajin control tekanan darah

A = Masalah teratasi

P = Motivasi klien supaya mau memeriksakan diri ke petugas kesehatan dan control secara rutin.

3.Jam 15.30 WIBKurang pengetahuan tentang diet rendah garam pada Tn. A dan Ny. S berhubungan dengan kurang pemahaman tenatang diet rendah garam1. Mengkaji pengetahuan Tn. A dan Ny. S tentang diet rendah garam.

2. Menjelaskan tentang

Jenis makan yang diperbolehkan.

Jenis makanan yang harus dihindari

Manfaat diet untuk penderita hipertensi.

3. Memotivasi Tn. A dan Ny. S untuk mematuhi diet rendah garam.

4. Mempersilahkan klien untuk bertanya.

5. Meberikan leaflet tentang diet rendah garam.S = Tn. A mengatakan memahami pentingnya

diet rendah garam bagi klien.

Ny. S mengatakan akan menjalankan diet

rendah garam.

O = Ny. S menjawab pertanyaan yang diberikan

anatara lain : Jenis makanan yang diperbolehkan, jenis makanan yang harus dihindari, manfaat diet untuk penderita hipertensi

Tn. A dan Ny. S terlihat antusias mendengarkan penjelasan beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain :

A = Masalah teratasi

P = Meminta keluarga untukikut membantu diet

Tn. A dan Ny. S

ASUHAN KEPERAWATAN

KELUARGA Tn. B DENGAN HIPERTENSI

DI RT 2 RW 5 KELURAHAN BUMIAYU

KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTAMADYA MALANG

OLEH :

Dyah Kartika Sari

NIM 0210720012PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2007

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KELUARGA Tn. B DENGAN HIPERTENSI DI RT. 2 RW 5

KELURAHAN bumiayu KECAMATAN kedung kandang

KOTAMADYA malang

I. Pengkajian

Data Umum:

Nama kepala keluarga

Alamat

Pekerjaan

Pendidikan: Tn. B

: RT. 2 RW. 5 Kelurahan Bumiayu

: Buruh Pabrik

: SMP

Daftar anggota keluarga:

No.Nama J.KHubungan dgn KeluargaUmurPendidikan Status ImunisasiKet.

1

2

3

4Tn B

Ny. M

An. B.

An. FL

P

P

LBapak

Ibu

Anak

Anak46

40SMP

SD

SMPLengkap

Tidak Lengkap

Lengkap

LengkapSehat

HT

Sehat

Sehat

Genogram :

Keterangan:

Riwayat dan tahap perkembangan keluarga:

Riwayat kesehatan anggota keluarga:

d. Ny. M

Ny. M mengatakan bahwa ia menderita tekanan darah tinggi. Ny.M mengungkapkan bahwa didalam keluarganya tidak memiliki penyakit keturunan seperti kencing manis maupun penyakit menular.

Saat dilakukan pengkajian tekanan darah 170/90 mmHg, Ny. M batuk terus menerus dan pada saat dilakukan pemeriksaan fisik (auskultasi) terdengar ronkhi. Ny. M juga mengatakan bahwa ia sering sakit kepala/ pusing.

e. Tn. B

Selama ini tidak pernah menderita penyakit berat. Sakit yang sering dialami adalah flu dan batuk dan pada saat ia sakit maka ia akan membelikan obat-obat yang ada di warung dan jika belum sembuh maka ia akan pergi ke Puskesmas.

f. An. B

Penyakit yang sering diderita oleh An. A adalah batuk pilek. Usaha yang dilakukan oleh ibu untuk mengatasi hal ini adalah membelikan obat di warung yang dijual bebas, apabila masih sakit maka oleh ibu akan dibawa ke puskesmas.

g. An. F

Selama ini tidak pernah menderita sakit berat, sakit yang sering dideritanya adalah batuk pilek yang oleh ibunya akan dibelikan obat di warung dan apabila tidak sembuh akan dibawa ke puskesmas.

II. Lingkungan:Rumah yang dimiliki keluarga ini merupakan rumah permanen, luas rumah keseluruhan + 75 M2 dengan jumlah kamar yang dimiliki adalah 4 kamar tidur, 2 ruang tamu, 1 kamar mandi, 1 dapur, serta 1 ruang keluarga yang berfungsi untuk tempat menonton televisi bersama. Pencahayaan didalam rumah ini kurang karena rumah masih tampak gelap pada kamar-kamarnya dan pada bagian kamar belakang ventilasi kurang karena tidak memiliki jendela, lantai rumah tampak kotor. Air minum yang digunakan oleh keluarga ini adalah air PDAM yang sudah dimasak. Keluarga ini memiliki tempat tinggal yang tetap dan tidak berpindah-pindah.

Denah rumah Ny. M

Keterangan:

1. Kamar tidur.

2. Ruang tamu.

3. Ruang keluarga.

4. Dapur.

5. Kamar mandi.

Dilingkungan RT setempat memiliki budaya untuk selalu mengunjungi warga yang sakit dengan memberikan sedikit bantuan sehingga dapat meringankan beban keluarga yang sakit. Ny.M Mengatakan bahwa ia mengikuti kegiatan arisan di lingkungan RT 3 tetapi jika ia sakit ia tidak mengikutinya.

III. Struktur keluarga:

Pola komunikasi di dalam keluarga ini terbuka dan didalam keluarga semua anggota keluarga menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. Menurut Ny. M di dalam keluarganya menganut norma yang berlaku di dalam masyarakat dan adat jawa.

IV. Fungsi keluarga:

c. Fungsi afektif

Menurut Ny. M ia senang memiliki keluarga yang lengkap (anak dan cucu) serta sangat senang karena dapat berkumpul dengan mereka. Keluarga tampak harmonis, saling memperhatikan satu dengan yang lain serta saling menghargai satu dengan yang lain, apabila ada anggota keluarga lain yang membutuhkan maka anggota keluarga akan membantu sesuai dengan kemampuan.

d. Fungsi sosialisasi

Hubungan antar anggota keluarga baik, didalam keluarga ini tampak kepedulian anggota keluarga dengan saling tolong menolong dalam melaksanakan tugas didalam keluarga ini. Keluarga ini juga membina hubungan yang baik dengan tetangga sekitar rumahnya terbukti dengan seringnya tetangga main ke teras rumahnya untuk berbincang-bincang dengan anggota keluarga.

e. Fungsi perawatan kesehatan

Ny. M mengatakan bahwa ia tidak mengetahui bahwa penyakit takanan darah tingginya berbahaya jika dibiarkan tanpa adanya kontrol, ia juga tidak mengetahui tanda-tanda terjadinya peningkatan tekanan darah yang diketahuinya hanya kepala pusing. Ny. M mengatakan ia tidak mengurangi atau pantangan makanan apapun karena ia tidak tahu serta makanan yang dikonsumsinya sama dengan makanan yang dikonsumsi oleh keluarga (tidak disendirikan karena kurang garam).

Menurut keluarga sakit yang dialami Ny. M ini tidak terlalu dirasakan karena Ny. M dibawa ke puskesmas jika ada keluhan saja. Anggota keluarga mengatakan bahwa ia tidak mengetahui akibat yang bisa timbul akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol serta cara merawat anggota keluarga yang sakit.

Keluarga mengatakan bahwa yang menjaga kebersihan rumah adalah Ny. M dibantu oleh anak-anaknya secara bergantian. Keluarga mengatakan bahwa mereka melakukannya karena kebiasaan.

Keluarga mengetahui jika sakit ia harus pergi ke puskesmas apalagi puskesmas yang ada cukup dekat rumah dengan hanya berjalan kaki maka akan sampai.

V. Stress dan koping keluarga:

Ny. M mengatakan bahwa di dalam keluarganya jika ada masalah mengenai anak, sekolah anak atau apapun akan berusaha diselesaikan dengan berunding bersama-sama untuk mencari jalan yang terbaik.

Dan apabila masalah tersebut belum terpecahkan juga maka keluarga akan minta bantuan kepada anggota keluarga yang lebih tua dalam membantu memecahkan masalah.

VI. Pemeriksaan fisik:

d. Ny. M

Saat dilakukan pengkajian tekanan darah 170/90 mmHg, Ny. M batuk terus menerus dan pada saat dilakukan pemeriksaan fisik terdengar ronkhi (auskultasi), konjungtiva merah muda, sklera putih.

e. Tn. B

Pada pemeriksaan fisik Tn. B dalam batas normal, tidak ada kelainan pada sistem organ. Tekanan darah 120/80 mmHg.

f. An. F

An. F tampak segar dengan riang ia bermain kesana kemari. Berat badan yang dimiliki oleh anak F adalah 15 kg.

VII. Harapan keluarga:

Kelurga mengharapkan agar petugas dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh keluarganya dan ia mengharapkan dapat membantu mempercepat kesembuhan bagi penyakit yang sedang dideritanya.

VIII. Kesimpulan

Keluarga Ny. M merupakan keluarga besar dengan keadaan ekonomi pas-pasan. Dimana penghasilan keluarga berasal dari Tn. B. keadaan rumah permanen, penerangan cukupan, ventilasi cukupan dengan lantai yang agak kotor dan cukup lembab. Keluarga kurang mengetahui bagaimana perawatan pada anggota keluarga yang menderita tekanan darah tinggi. Didalam rumah ini terdapat MCK milik sendiri. Keluarag mempergunakan air PDAM untuk dikonsumsi sebagai air minum dengan dimasak terlebih dahulu tentunya. Di dalam keluarga ini Ny. M usia 52 tahun menderita hipertensi tekanan darah pada saat dilakukan pengkajian 170/90 mmHg. Ia juga sedang batuk yang sudah terjadi + 2 minggu. Keluarga mengatakan sudah membawa Ny. M untuk berobat tetapi tidak kunjung sembuh juga batuk yang dialaminya.

ANALISA DATA

TglDataEtiologiMasalah/ Diagnosa keperawatan

5/7/07S:

O: Ny. M mengatakan sering mengalami sakit kapala sampai di bagian belakang leher dan leher terasa kaku.

Ny. M mengatakan Selama ini tidak ada pantangan makan dan jarang kontrol ke Puskesmas.

Bila pusing Ny. M mengatakan di obati dengan membelikan obat di warung.

Tekanan darah saat pengkajian 170/90 mmHg.

Nadi 100 x/mnt.

Respirasi 20 x /mnt.

Kaku leher (+).

Oedema (-/-).

Kelemehan otot -/-.

Ny. M berusia 40 th.Ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita tekanan darah tinggi.Resiko cidera: perdarahan otak pada anggota keluarga Tn. B yaitu Ny. M

6/7/07S:

O: Tn . B mengatakan mulutnya terasa pahit jika tidak merokok.

Tn. B mengatakan biasanya merokok setiap kali selesai makan dan minum kopi.

Tekanan darah 110/60 mmHg, usia Tn. B 46 th.

Nadi 80 x/mnt.

Respirasi 20 x/mnt.

Rochi -/-.

Wheezing -/-.

Sessak (-)Ketidak mampuan keluarga mengambil keputusan untuk mengatasi kebiasaan kurang sehat: merokokResiko terjadinya gangguan saluran pernafasan (ISPA) pada Tn. B

DIAGNOSA KEPERAWATAN1. Resiko cidera (perdarahan pada pembuluh darah di otak) berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit tekanan darah tinggi

2. Resiko terjadinya penyakit (DHF & ISPA) berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam memelihara lingkungan rumah

INTERVENSI No.Diagnosa keperawatanTujuan KriteriaStandardIntervensi Evaluasi

UmumKhusus

1.Resiko cidera (perdarahan pada pembuluh darah di otak) berhubungan dengan ketidak-mampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit tekanan darah tinggiSetelah di lakukan pera- watan/ kun- jungan 4x diharapkan keluarga mam pu merawat anggota keluarga yang menderita tekanan darah tinggi. Keluarga mampu:

Menyebutkan kem- bali tentang kemung kinan penyebab terjadinya pening katan tekanan darah.

Menyebutkan tanda dan gejala terjadinya peningkatan tekanan darah.

Menyebutkan akibat yang bisa terjadi bila tekanan darah terlalu tinggi.Verbal: Menyebutkan 2 dari 3 kemungkinan pe- nyebab terjadinya pe- ningkatan tekanan darah.

Menyebutkan 2 dari 3 tanda peningkatan tekanan darah.

Menyebutkan 2 akibat yang mungkin terjadi dari peningkatan tekanan darah.

4. Jelaskan kepada keluarga tentang kemungkinan penyebab tejadi peningkatan tekanan darah.

5. Jelaskan tentang tanda/ gejala terjadinya peningkat an tekanan darah.

6. Jelaskan tentang akibat dari peningkatan tekanan darah.Keluarga mampu:

Menyebutkan kemung kinan penyebab terja- dinya peningkatan tekanan darah.

Menyebutkan tanda peningkatan tekanan darah.

Menyebutkan akibat yang bisa terjadi pada peningkatan tekanan darah.

Menunjukkan makan- an yang boleh dan tidak boleh di

No.Diagnosa keperawatanTujuan KriteriaStandardIntervensi Evaluasi

UmumKhusus

Menyebutkan makan an yang boleh dan tidak boleh untuk penderita tekanan darah tinggi.

Memeriksakan diri secara teratur.

Penderita mau Mengurangi konsumsi garam.

Menyediakan makanan yang rendah garam.Verbal:

Non verbal:

Menyebutkan semua makanan yang boleh di konsumsi dan yang tidak boleh di konsumsi.

Memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan.

Masakan yang dikonsumsi sudah tidak asin lagi (rendah garam).

Menyediakan makan an yang rendah garam.7. Jelaskan kepada keluarga tentang diet pada panderita tekanan darah tinggi.

8. Obsevarsi kemampuan keluarga setelah mendapat penjelasan dari petugas.

9. Anjurkan kepada keluarga untuk memeriksakan diri secara teratur.

10. Motivasi penderita untuk mengurangi garam dalam setiap makanan.

11. Anjurkan kepada keluarga untuk menyediakan makanan yang sesuai dengan diet.Konsumsi.

Penderita akan memeriksakan diri secara teratur ke pelayanan kesehatan.

Keluarga menyedia kan masakan untuk penderita (sup dengan rasa yang tidak asin).

No.Diagnosa keperawatanTujuan KriteriaStandardIntervensi Evaluasi

UmumKhusus

2.Resiko terjadinya penyakit (DHF & ISPA) berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam memelihara lingkungan rumahSetelah dilakukan kunjungan 2x Keluarga diharapkan mampu memelihara lingkungan rumah yang sehat.Keluarga dapat:

Menyebutkan beberapa syarat rumah sehat.

Menyebutkan kem- bali dampak dari lingkungan rumah yang tidak sehat.

Menjaga kebersihan lingkungan rumah terutama kamar.

Merapikan baju yang bergantungan.

Membersihkan lingkungan rumah secara teratur.Verbal:

Non verbal:Keluarga mampu:

Menyebutkan 3 syarat rumah yang sehat.

Menyebutkan 2 dari 3 manfaat rumah yang bersih.

Rumah tampak rapi dan tidak ada baju yang bergantungan.

Membersihkan rumah setiap hari.

Membersihkan kamar mandi secara teratur.7. Jelaskan kepada keluarga tentang syarat rumah yang sehat.

8. Jelaskan kepada keluarga tentang hal-hal dapat terjadi akibat rumah yang kurang sehat (lembab, kurang sinar matahari, bak mandi jarang dikuras).

9. Diskusikan dengan keluarga tentang pembagian tugas dalam menjaga kebersihan rumah.

10. Anjurkan kepada keluarga untuk membuka jendela, melipat baju yang bergan- tungan.Keluarga mampu:

Menyebutkan kembali syarat dari rumah yang sehat.

Menyebutkan akibat yang bisa timbul akibat lingkungan rumah yang tidak sehat.

Keluarga mau melipat baju yang bergantung- an.

Keluarga membersih kan rumah secara teratur.

No.Diagnosa keperawatanTujuan KriteriaStandardIntervensi Evaluasi

UmumKhusus

11. Anjurkan kepada keluarga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan rumah.

12. Beri pujian untuk tindakan yang tepat.

IMPLEMENTASINo. DPPelaksanaan

II6. Menjelaskan kepada keluarga dampak yang bisa muncul akibat rumah yang kurang bersih dan sirkulasi udara tidak lancar serta ruangan yang kurang sinar matahari, antara lain:

Banyaknya nyamuk.

Mempercepat penularan penyakit.

Penyakit pernafasan (seperti batuk, flu, pilek, alergi).

7. Menjelaskan kepada keluarga beberapa syarat rumah sehat antara lain:

Penerangan dengan sinar matahari yang cukup.

Sirkulasi udara yang lancar.

Lantai yang keras dan bersih.

8. Mediskusikan dengan Ny. M dalam membagi tugas untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah.

9. Menganjurkan kepada keluarga untuk membuka jendela yang yang ada selebar-lebarnya setiap hari agar sirkulasi udara lancar.

10. Menyarankan kepada keluarga untuk menjaga kebersihan rumah secara bergantian.

11. Menganjurkan kepada keluarga untuk menjelaskan kembali kepada petugas tentang syarat rumah sehat dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

I7. Menjelaskan kepada keluarga bahwa tekanan darah tinggi bisa terjadi akibat ada faktor keturunan, peningkatan usia, dan tidak mejaga keseimbangan makanan.

8. Menjelaskan kepada keluarga tentang tanda dan gejala dari peningkatan tekanan darah antara lain:

Kepala pusing.

Tengkuk/ leher terasa kaku.

Mata berkunang-kunang.

9. Menjelaskan kepada keluarga dampak yang bisa terjadi akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol yaitu:

Perdarahan pada otak atau orang lazim menyebutnya stroke atau lumpuh separo atau lumpuh total.

Kematian akibat stroke yang parah.

10. Menjelaskan kepada keluarga bahwa tekanan darah yang tinggi dapat diturunkan dengan:

TglPelaksanaan

Mengatur makanan/ keseimbangan makanan.

Makanan rendah garam (kurang garam).

Olahraga secara teratur.

Mengkonsumsi makanan yang dapat menurunkan tekanan darah antara lain:

Buah belimbing, buah ketimun, daun alpukat.

11. Menganjurkan keluarga untuk melakukan kontrol secara teratur ke puskesmas untuk mengetahui tekanan darah.

12. Menganjurkan kepada keluarga untuk menjelaskan kembali kepada petugas tentang hal-hal yang telah dijelaskan oleh petugas.

Melakukan penyuluhan dengan topik tanda dan gejala terjadinya peningkatan tekanan darah.

Melakukan penyuluhan dengan topik diet untuk penderita tekanan darah tinggi.

EVALUASITglEvaluasi

S:

O:

A:

P: Ny. M mengatakan bahwa ia sudah membersihkan kamarnya dan melipat baju yang bergantungan, serta menyapu lantai.

Ny. M mengatakan bahwa ia sudah menyuruh anaknya untuk menguras bak kamar mandi dan sudah di lakukannya.

Rumah tampak bersih dan rapi.

Bak mandi bersih (tidak ada jentik/ larva).

Masalah teratasi.

Rencana perawatan dihentikan.

S:

O:

A:

P: Ny. M mengungkapkan pusing yang dirasakan sudah berkurang.

Ny. M mengatakan bahwa ia sudah menyendirikan makanannya yang garamnya sudah dikurangi.

Tekanan darah 160/90 mmHg.

Masakan yang dikonsumsi oleh Ny. M sudah tidak asin lagi.

Masalah teratasi.

Rencana perawatan dihentikan.

Menganjurkan kepada keluarga untuk selalu kontrol ke puskesmas/ pusat pelayanan kesehatan secara teratur.

ASUHAN KEPERAWATAN

KELUARGA NY.S DENGAN NYERI SENDI

DI RT 4 RW 5 KELURAHAN BUMIAYU

KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTAMADYA MALANG

OLEH :

Endah Tri W.

0210720015PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2007

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KELUARGA Ny. S DENGAN NYERI SENDI DI RT. 4 RW 5

KELURAHAN BUMIAYU KECAMATAN KEDUNG KANDANG

KOTA MALANG

Tanggal pengkajian :

DATA UMUM

1. Nama Keluarga : 3 Juli 2007

2. Alamat : Jl. Kyai Parseh Jaya RT 04/RW 5 Malang

3. Komposisi keluarga

NoNamaJenis Kelamin

UsiaAgamaStatus dalam keluargaPekerjaanPendidikan

1.Ibu SP70IslamKKIRT-

2.An HP22IslamanakKaryawan pabrikSD

3.An RL24IslamAnakBuruh SD

Genogram

Ibu S

Keterangan:

= Laki-laki

= Meninggal

= Perempuan

= Keluarga yg dibina

4. Bentuk keluarga

Keluarga merupakan keluarga inti yang terdiri dari, ibu sebagai KK, serta anak yang tinggal dalam satu rumah.

5. Latar belakang budaya/suku

Ibu S, anak berasal dari Malang. Mereka adalah suku Madura dan keluarganya dipengaruhi oleh budaya setempat. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Jawa dan Madura.

6. Agama

Keluarga ibu S menganut agama islam. Mereka biasa mengerjakan shalat lima waktu di rumah. Ibu S rajin mengikuti tahlilan rutin tiap hari Kamis malam jumat setiap minggunya.

7. Status sosial ekonomi

Ibu S tidak bekerja hanya sebagai ibu rumah tangga dengan pendapatan dari anak yang bekerja.

8. Aktivitas rekreasi keluarga

Keluarga ibu S tidak pernah pergi ke tempat rekreasi, karena tidak ada waktu dan tidak mau membuang-buang biaya.

Riwayat Perkembangan Keluarga

9. Tahap perkembangan keluarga saat ini

Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga dengan anak-anak yang sudah bekerja.

10. Tugas perkembangan keluarga saat ini

Keluarga ibu S dengan anak yang sudah bekerja mempunyai tugas untuk saling mempererat hubungan antar anggota keluarga.

11. Riwayat keluarga inti

Suami ibu S meninggal 3 tahun yang lalu dan dikaruniai 2 anak. Anak pertama laki-laki belum menikah tapi sudah bekerja sedangkan anak kedua perempuan.

12. Riwayat keluarga sebelumnya

Orang tua ibu S sudah meninggal dunia, tapi ibu M tidak tahu penyakitnya

Data Lingkungan

Karakteristik Rumah

a. Dinding rumah

Dinding rumah terbuat dari batu bata yang dilapisi semen

b. Ventilasi

Ventilasi rumah ibu M cukup. Terlihat dari jendela kaca dan pintu yang sering dibuka.

c. Lantai

Seluruh dalam rumah terbuat dari semen (plesteran). Kondisi lantai bersih dan keluarga memakai alas kaki saat di dalam rumah.

d. Sumber air bersih

Menggunakan air PAM.

e. Saluran pembuangan air limbah

Saluran pembuangan limbah masih menggunakan saluran terbuka.

f. Kamar tidur

Mempunyai 3 kamar tidur yang masing-masing digunakan untuk ibu S, dan kedua anaknya.

g. Status rumah

Milik sendiri.

Kesehatan lingkungan

Ibu S rajin membersihkan rumah 2 kali sehari, diwaktu pagi dan sore. Ibu S tidak memiliki hewan peliharaan. Ibu S membersihkan bak mandi setiap minggunya sekali. Ibu S menggunakan air PAM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibu S mempunyai pekarangan di belakang rumah dengan tanaman salak. Pembuangan sampah dengan dibakar dibelakang rumah.

Karakteristik tetangga dan komunitas besar

Sebagian besar tetangga adalah penduduk asli Malang (suku Madura dengan mata pencaharian tukang bangunan). Jarak antara rumah dekat. Sesama penduduk saling akrab. Ibu-ibu sering mengadakan tahlilan rutin tiap malam jumat dengan bergiliran rumah.

Mobilitas geografis keluarga

Ibu S sudah menempati rumah tersebut sejak menikah. Sebelah kanan depan adalah rumah adik ibu S.

Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Ibu S berkumpul dan berinteraksi dengan warga sekitar melalui pengajian rutin tiap malam jumat.

Struktur keluarga

Pola komunikasi

Pola komunikasikeluarga ibu S bersifat terbuka. Bila ada masalah selalu dibicarakan dengan anggota keluarga.

Struktur kekuatan

Keputusan yang diambildalam menyelesaikan masalah adalah berdasarkan musyawarah dan tidak ada pihak yang dominan dalam pengambilan keputusan.

Struktur peran

Ibu S tidak bisa mencari nafkah, jadi yang banyak berperan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari adalah kedua anaknya.

Fungsi Keluarga

Fungsi afektif

Keluarga merupakan tempat untuk mencurahkan segala permasalahan, komunikasi dilakukan secara terbuka.

Fungsi sosialisasi

Sosialisasi keluarga dengan masyarakat sekitar sangat baik. Mereka selalu ikut berperan serta jika ada kegiatan yang diadakan di lingkungannya.

Fungsi perawatan kesehatan

Jika ada keluarga yang sakit segera dibawa ke Puskesmas untuk segera mendapatkan pengobatan.

Pemenuhan kebutuhan sehari-hari

Kebutuhan gizi

Pemenuhan nutrisi sehari-hari dipenuhi dengan masak sendiri. Frekuensi makan 3x sehari dengan komposisi nasi, lauk dan sayur. Minum rata-rata 6 gelas sehari, jenis air putih dan kadang kopi.

Pola eliminasi

Keluarga ibu M mempunyai kebiasaan BAB 1x sehari dan kebiasaan BAK >3x

12. Pola aktivitas

Ibu M bangun pagi untuk masak, sedangkan anaklaki-laki berangkat untuk bekerja, begitu juga dengan keluarga anak perempuannya. Cucunya setiap pagi berangkat ke sekolah.

Istirahat tidur

Keluarga ibu M rata-rata tidur 6-8 jam sehari. Tidak ada masalah dalam beristirahat.

Personal hygiene

Keluarga ibu M mempunyai kebiasaan mandi 2x sehari, gosok gigi 1x sehari namun kadang lupa untuk memantau cucunyagosok gigi. Keramas rata-rata 2xdalam seminggu

PENGKAJIAN KELUARGA

Denah Rumah

4 3

U

2

B T

1

S

Keterangan :

1 :R. Tamu

2 : Kamar tidur

3 : Dapur

4 : Kamar mandi, WC, Tempat cuci

5 : Rumah Tetangga

: Pagar

:Jendela

: Tembok

.

PEMERIKSAAN FISIKNo Nama Pemeriksaan fisik Keterangan

1Ibu STD 110/70 mmHgIbu M mempunyai penyakit nyeri sendi selama 2 th terakhir. Nyeri sendi kambuh bila terlalu capek. Selama ini bila kambuh dibiarkan saja.

2Anak R-Tidak ada masalah dalam kesehatannya.

3Anak H-Tidak ada masalah dalam kesehatannya.

ANALISA DATA

No.DataEtiologiMasalah Kesehatan

1.Data Subyektif:

Ibu S mengatakan nyeri sendinya kambuh bila bekerja terlalu berat

Ibu S mengatakan tidak tahu perawatan nyeri sendi

Data Obyektif:

Ibu S berpikir lama jika di tanya tentang penyebab dan perawatan nyeri sendinya Kurang informasi tentang penyakit nyeri sendi penyebab, pencegahan dan pengobatannya.

Kurang pengetahuan ibu S tentang penyakit nyeri sendi.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Kurang pengetahuan ibu S tentang penyakit nyeri sendi b.d ketidakmampuan keluarga untuk mengenal masalah kesehatan keluarga.PRIORITAS MASALAH

1. Kurang pengetahuan ibu S tentang penyakit nyeri sendi

2. Nyeri sendi pada Ibu S

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN KELUARGA

No.DiagnosaTujuanKriteria & StandarIntervensiRasional

1Kurang pengetahuan ibu S tentang penyakit nyeri sendi b.d ketidakmampuan keluarga untuk mengenal masalah kesehatan keluargaTujuan Umum:

Keluarga mampu memahami dan mengerti tentang penyakit nyeri sendi

Tujuan Khusus:

Setelah dilakukan penyuluhan tentang nyeri sendi selama 15 menit ibu S dapat:

a. Menjelaskan pengertian penyakit nyeri sendi, penyebab dan perawatannya

b. Mau menerapkan salah satu cara agar nyeri sendi tidak sering muncul

c. Mau memanfaatkan pelayanan Puskesmas jika keluhan yang dirasakan semakin parah

1. Ada umpan balik secara lisan dari keluarga tentang penjelasan nyeri sendi

2. Keluarga mau menerapkan cara untuk mengurangi timbulnya gastritis

3. ibu S mau memanfaatkan pelayanan Puskesmas jika keluhan yang dirasakan semakin parah.

1. Kaji kesiapan klien untuk diberikan penyuluhan

2. Berikan penjelasan tentang penyakit nyeri sendi yang meliputi :Definisi; Penyebab; Tanda gejala Pencegahan & pengobatan; Komplikasi

3. Jelaskan pentingnya memeriksakan kesehatan jika keluhan yang dirasakan semakin parah

4. Anjurkan ibu S untuk memeriksakan diri ke tenaga kesehatan dan kontrol secara rutin

5. Berikan kesempatan pada keluarga untuk bertanya

6. Tanyakan kembali tenyang perawatan nyeri sendi

7. Berikan leaflet tentang nyeri sendi1. Kesiapan klien menentukan keberhasilan pemberian penyuluhan

2. informasi tentang penyakit nyeri sendi yang benar dapat mengurangi keluhan klien

3. Mendorong (memotivasi) keluarga supaya mau periksa ke tenaga kesehatan / menggunakan pelayanan Puskesmas4. Untuk pemantauan kondisi kesehatan ibu S

5. mengetahui materi yang belum dipahami6. Mengevaluasi sejauh mana pemahaman yang diterima

7. Dapat digunakan sebagai bahan bacaan supaya tidak lupa

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

NoTGLDiagnosaImplementasiEvaluasi

11. Memperkenalkan diri dengan keluarga.

2. Menjelaskan tujuan kunjungan

3. Membuat janji untuk melakukan kunjungan ulang.S = ibu S mengatakan menerima kunjungan

O = Ekspresi wajah Keluarga menunjukkan rasa penerimaan.

A = Masalah teratasi

P = Berdasarkan kesepakan, diberikan leaflet tetang nyeri sendi

2. Kurang pengetahuan ibu S tentang penyakit nyeri sendi b.d ketidakmampuan keluarga untuk mengenal masalah kesehatan keluarga1. Mengkaji kesiapan klien untuk diberikan penjelasan

2. Memerikan penjelasan tentang penyakit nyeri sendi yang meliputi :Definisi; Penyebab; Tanda gejala Pencegahan & pengobatan; Komplikasi

3. Menjelaskan pentingnya memeriksakan kesehatan jika keluhan yang dirasakan semakin parah

4. Menganjurkan ibu S untuk memeriksakan diri ke tenaga kesehatan dan kontrol secara rutin

5. Memberikan kesempatan pada ibu S untuk bertanya

6. Menanyakan kembali tenyang perawatan nyeri sendi

7. Memberikan leaflet tentang nyeri sendiS = ibu S mengatakan nyeri sendi terasa pada saat tertentu saja

O = TD = 140/80 mmhg

Ibu S dapat menjelaskan dan menjawab 60% dari pertanyaan yang diberikan antara lain : definisi penyakit nyeri sendi, penyebab dan gejalanya.

Beberapa pertanyaan yang diajukan ibu S yaitu:

Makanan pantangan?

A = Masalah teratasi

P = Motivasi klien supaya mau memeriksakan diri ke petugas kesehatan dan kontrol secara rutin.

SATUAN ACARA PENYULUHAN NYERI SENDI

DI RW 5 KELURAHAN BUMIAYU

Kec. KEDUNGKANDANG MALANG

Topik

: Penyakit persendian

Sasaran : Ibu S

Waktu

:

Tempat

: Rumah Ibu S

Pemateri

: Endah Tri W.

1. Tujuan

a) Tujuan Instruksional Umum

Setelah mengikuti penyuluhan, pasien dan keluarganya mampu memahami tentang pengertian nyeri sendi dan perawatannta.

b) Tujuan Instruksional Khusus

Diharapkan pasien dan keluarganya mampu :

Menjelaskan pengertian nyeri sendi

Menjelaskan penyebab nyeri sendi

Menjelaskan tanda dan gejala dari nyeri sendi

Menjelaskan pengobatan dari nyeri sendi

Menjelaskan cara pencegahan nyeri sendi

2. Pokok bahasan dan sub pokok bahasan

Pokok bahasanSub pokok bahasan

2.1 Nyeri Sendi

2.1.1 Pengertian Nyeri sendi

2.1.2 Penyebab nyeri sendi

2.1.3 Tanda dan gejala dari nyeri sendi

2.1.4 Perawatan nyeri sendi di rumah

3. Materi (Terlampir)4. Alat

Leaflet

Lembar Balik

Alat Tulis

5. Metode dan Media

Ceramah/ Penyuluhan

Diskusi/ Tanya jawab

6. Langkah-langkah kegiatan

1) Persiapan

a) Membuat kontrak dengan pihak klien/keluarga/pesera penyuluhan

b) Menyiapkan tempat penyuluhan dan alat

2) Orientasi

a) Salam teraupetik

1. Salam

2. Perkenalan nama penyuluh

b) Evaluasi/ validasi

1. Menanyakan keadaan klien/keluarga/peserta penyuluhan

2. Menanyakan masalah yang dihadapi saat ini

c) Tahap Kerja

1. Menanyakan kepada klien tentang definisi nyeri sendi dan cara perawatannya

2. Melakukan penyuluhan kesehatan pada peserta

3. Menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan nyeri sendi dan cara perawatannya

d) Tahap terminasi

1. Evaluasi

a. Mengajukan pertanyaan kepada klien dengan kategori keberhasilan adalah 75 % dari pertanyaan dapat terjawab dengan benar.

b. Memberikan reinforcement positif terhadap klien bila mampu menyebutkan kembali apa yang telah disampaikan perawat

2. Tindak Lanjut

Menganjurkan klien melakukan tindakan yang telah didiskusikan.

7. Sumber

Carpenito. Lynda Jual. 2000. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta : EGC

Darmojo RB, Mariono HH. 1999. Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Jakarta : Penerbit FKUI

Depkes RI. 1991. Pedoman Kerja Puskesmas Jilid IV. Jakarta : Depkes RI

Doengoes E Marilynn. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta : EGC

Gallo, Joseph. 1998. Buku Saku Gerontologi. Jakarta : EGC

Smeltzer C Suzanne dan Brenda G Bare. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner and Suddart. Edisi 8. Jakarta: EGC.

Sulistyorini dkk. 2005. Buku Pedoman Diet. Malang: Rumah Sakit DR. Saiful Anwar Malang.

Wahjudi, Nugroho. 2000. Keperawatan Gerontik Edisi 2. Jakarta : EGC

http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=121http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=102http://www.ekafood.com/baubusuk.htmhttp://id.inaheart.or.id/?p=29http://www.mailarchive.com/[email protected]/msg00 321.htmlhttp://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1004/14/cakrawala/lainnya4.htm

MATERI NYERI SENDI

1. DEFINISI NYERI SENDI

Nyeri sendi adalah suatu keadaan dimana terjadi rasa nyeri pada sendi yang disebabkan oleh beberapa macam penyebab

2. PENYEBAB NYERI SENDI

Hilangnya cairan pelumas

Penipisan bantalan tulang rawan yang membatasi persendian

Pembentukan timbunan-timbunan tulang yang kasar

Proses penuaan

Bagian sendi atau tulang yang sering terganggu :

- Pinggul

- Lutut

- Tulang punggung

3. TANDA DAN GEJALA

1. Pembengkakan sendi

2. Gerakan yang terbatas

3. Kekakuan

4. Kelemahan

5. Perasaan mudah lelah

4. CARA PENCEGAHAN DAN PERAWATAN NYERI SENDI

Cara Pencegahan

2. Hindari mengkonsumsi makanan tinggi purin, seperti kacang-kacangan, bayam, belinjo, kol.

3. Berolahraga secara teratur

4. Banyak minum air putih

5. Jaga berat badan yang ideal

6. Batasi konsumsi lemak

Cara Perawatan

Selain enam tindakan di atas, perawatan nyeri sendi antara lain :

1. Menggunakan alat bantu dalam beraktivitas, jika perlu

2. Melakukan kompres hangat pada sendi

Cara Melakukan Kompres Hangat

a. Tujuan Kompres hangat :

Memperlancar aliran darah, melenturkan otot dan mengurangi rasa nyeri.

b. Hal-hal yang perlu diperhatikan :

- Jangan lakukan kompres pada kulit yang terdapat luka

- Waktu mengompres tidak boleh lebih dari 15 menit

- Gunakan handuk atau kain tebal untuk mengalasi botol yang sudah terisi air panas.

c. Cara melakukan kompres

(1) Alat :

Siapkan atal-alat seperti : Kantong dari karet yang digunakan untuk kompres), Air panas, waskom dan Handuk.

(2) Prosedur :

Bila menggunakan botol karet

Masukkan air panas ke dalam botol/kantong karet

Bungkus botol yang sudah terisi air panas dengan menggunakan handuk.

Letakkan Botol yang sudah dibungkus dengan handuk pada area Nyeri sendi

Diamkan selama 10 menit dan ulangi 2-3 kali.

Bila menggunakan handuk

Letakkan air kran dalam Waskom secukupnya

Campurkan air panas dengan air kran yang ada dalam waskom hingga suhu air menjadi hangat

Lakukan pengukuran suhu air dengan cara air diteteskan pada punggung tangan

Lakukan pengompresan dengan mencelupkan handuk ke dalam air hangat

Peras handuk dan tempelkan pada permukaan tubuh yang akan dilakukan kompres.

NYERI SENDI

DEFINISI NYERI SENDI

Nyeri sendi adalah suatu keadaan dimana terjadi rasa nyeri pada sendi yang disebabkan oleh beberapa macam penyebab

PENYEBAB NYERI SENDI

Hilangnya cairan pelumas

Penipisan bantalan tulang rawan yang membatasi persendian

Pembentukan timbunan-timbunan tulang yang kasar

Proses penuaan

Bagian sendi atau tulang yang sering terganggu :

- Pinggul

- Lutut

- Tulang punggung

TANDA DAN GEJALA

Pembengkakansendi

Gerakan yang terbatas

Kekakuan dan Kelemahan

CARA PENCEGAHAN DAN PERAWATAN NYERI SENDI

Cara Pencegahan

Hindari mengkonsumsi makanan tinggi purin, seperti kacang-kacangan, bayam, belinjo, kol.

Berolahraga secara teratur

Banyak minum air putih

Jaga berat badan yang ideal Batasi lemak

Cara Perawatan

Selain enam tindakan di atas, perawatan nyeri sendi antara lain :

Menggunakan alat bantu dalam beraktivitas, jika perlu

Melakukan kompres hangat pada sendi

Cara Melakukan Kompres Hangat

Tujuan Kompres hangat :

Memperlancar aliran darah, melenturkan otot dan mengurangi rasa nyeri.

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

- Jangan lakukan kompres pada kulit yang terdapat luka

- Waktu mengompres tidak boleh lebih dari 15 menit

- Gunakan handuk atau kain tebal untuk mengalasi botol yang sudah terisi air panas.

Cara melakukan kompres

(1) Alat :

Siapkan atal-alat seperti : Kantong dari karet yang digunakan untuk kompres), Air panas, waskom dan Handuk.

(2) Prosedur :

Bila menggunakan botol karet

Masukkan air panas ke dalam botol/kantong karet

Bungkus botol yang sudah terisi air panas dengan menggunakan handuk.

Letakkan Botol yang sudah dibungkus dengan handuk pada area Nyeri sendi

Diamkan selama 10 menit dan ulangi 2-3 kali.

Bila menggunakan handuk

Letakkan air kran dalam Waskom secukupnya

Campurkan air panas dengan air kran yang ada dalam waskom hingga suhu air menjadi hangat

Lakukan pengukuran suhu air dengan cara air diteteskan pada punggung tangan

Lakukan pengompresan dengan mencelupkan handuk ke dalam air hangat

Peras handuk dan tempelkan pada permukaan tubuh yang akan dilakukan kompres.

NYERI SENDI

ASUHAN KEPERAWATAN

KELUARGA NY.S DENGAN HIPERTENSI

DI RT 2 RW 5 KELURAHAN BUMIAYU

KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTAMADYA MALANG

OLEH :

Erma Wahyu M.0210723005PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2007

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA NY.S

DENGAN HIPERTENSI DI RT 2 RW 5 KELURAHAN BUMIAYU

KECAMATAN KEDUNG KANDANG KOTAMADYA MALANG

I. Pengkajian

Data Umum

Nama

: Ny. S

Usia

: 57 tahun

Jenis Kelamin: perempuan

Pekerjaan

: buruh

Pendidikan

: SD (sekolah dasar)

Daftar anggota keluarga:

No.NamaJ.KHubungan dgn KeluargaUmurPendidikanKet.

1

2

3

Tn. S.

Tn. Y.

Tn. I.

L

L

L

Anak

Anak

Cucu23

21

15SMA

SMP

SMPSehat

Sehat

Sehat

Genogram :

Keterangan:

Keluarga ini berbudaya suku jawa yang sangat memperhatikan kebersamaan, sehingga akan dapat mempercepat penularan penyakit jika salah satu anggota keluarga menderita penyakit yang dapat menular. Agama yang dianut anggota adalah agama Islam. Ny. S sebagai kepala keluarga bekerja sebagai buruh dengan penghasilan tidak menentu tergantung ada tidaknya yang mengupah, tetapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh anaknya. Keluarga ini memiliki pendapatan yang pas-pasan tetapi tetap berusaha menyekolahkan anaknya. Keluarga sering bersama-sama melihat telivisi sebagai kegiatan rekreasi bersama, rekreasi keluar rumah jarang dilakukan bersama-sama.Riwayat dan tahap perkembangan keluargaKeluarga ini merupakan keluarga dewasa dengan hanya tinggal ibu, dan semua anaknya sudah memiliki keluarga sendiri. Pada tahap ini seharusnya keluarga hanya tinggal ibu saja didalam rumah, tetapi sekarang masih tinggal dengan anaknya dan cucunya.

Riwayat kesehatan anggota keluarga :

1. Ny. S

Ny. S mengatakan bahwa ia menderita tekanan darah tinggi sejak 3 tahun yang lalu. Akhir-akhir ini sering merasakan kepalanya berat dan badan terasa lemas setelah dibawa ke puskesmas dari hasil pemeriksaan tekanan darahnya 200/160 mm Hg, obat diberikan sudah diminum sampai habis, hasil yang dirasakan sakit kepala hilang dan badan terasa enak. Ny. S tidak mengetahui kenapa penyakitnya kambuh-kambuh lagi padahal selama ini sudah tidak pernah ada keluhan. Ny. S tidak mengetahui dengan pasti apakah keluarga bapak atau ibunya ada yang menderita penyakit menular dan keturunan karena ia ditinggal oleh ibunya sejak kecil. Saat Ny.S mengeluh badanya rasa pegal-pegal

mungkin karena habis bekerja, tapi sakit kepalanya tidak ada, tekanan darah 160/100 mmHg, dari hasil pemeriksaan fisik: palpasi ; tidak ditemukan massa, (auskultasi) ; tidak terdengar ronkhi diseluruh lapang paru.

2. Tn. S.

Sampai saat ini tidak pernah menderita penyakit berat hanya batuk dan pilek sekali-kali, dan akan segera sembuh setelah dibelikan obat diwarung. Tekanan darah 120/80 mm Hg. Dari hasil pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan dan tidak ada keluhan tentang kesehatannya, ia mengatakan bahwa didalam keluarganya mungkin ada keturunan.

3. Tn. Y

Saat dilakukan pengkajian tidak mengeluhkan apa-apa tentang kesehatannya. Tn. Y. mengatakan dia dia sehat karena sering olah raga . Selama ini juga tidak pernah menderita sakit berat yang mengharuskan dia di rawat di rumah sakit. Kadang-kadang ia menderita batuk dan pilek dan biasanya akan sembuh kalau diminumkan obat yang dibeli di warung.

4. Tn. I

Pada saat dilakukan pengkajian Tn. I. tidak mengeluhkan apa-apa tentang kesehatanya, dan apabila ia sakit maka ia akan membeli obat yang dijual bebas di warung. Penyakit yang sering di deritanya adalah flu.II. Lingkungan

Rumah yang dimiliki keluarga ini merupakan rumah permanen, luas rumah keseluruhan + 8x6 m dengan jumlah kamar yang dimiliki adalah 3 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 dapur, serta 1 ruang keluarga yang berfungsi untuk tempat melakukan aktifitas bersama. Diantara kamar belakang ada gudang yang berisi barang-barang yang tidak terpakai dan tidak tersusun dengan rapi begitu juga dengan depan dapur. Dikamar tampak tergantung pakaian. Pencahayaan didalam rumah ini kurang karena rumah masih tampak gelap pada kamar-kamarnya hanya didapur terdapat pintu sehingga dapat menerangi dapur dan ruang keluarga dan ventilasi kurang karena jendela hanya ada pada ruang tamu dan kamar depan tetapi tidak pernah dibuka sedangkan ruangan yang lain tidak ada jendela, lantai rumah tampak bersih. Air yang diminum keluarga ini adalah PDAM yang dimasak sedangkan masak berasal dari air PDAM dan air mandi berasal dari air PDAM. Kondisi MCk kurang bersih dan lembab.. Keluarga ini memiliki tempat tinggal yang tetap dan tidak berpindah-pindah.

Denah rumah Ny. S

Keterangan:

1. Kamar tidur.

2. Ruang tamu.

3. Ruang keluarga

4. Dapur.

5. Kamar mandi.

6. Gudang

Dilingkungan RT setempat memiliki budaya untuk selalu mengunjungi warga yang sakit. Ny. S. Selalu aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang ada di RT.III. Struktur keluarga

Keluarga ini menerapkan komunikasi terbuka dan semua anggota keluarga menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. Menurut Ny. S di dalam keluarganya menganut norma yang berlaku di dalam masyarakat dan adat jawa.IV. Fungsi keluarga

f. Fungsi afektif

Menurut Ny. S senang memiliki keluarga yang lengkap (anak dan cucu) serta sangat senang karena dapat berkumpul dengan mereka. Secara umum keluarga tampak harmonis, saling memperhatikan satu dengan yang lain serta saling menghargai satu dengan yang lain, hanya kadang-kadang dapat terjadi perselisihan kecil biasanya masalah anak tetapi dapat diselesaikan.Apabila ada anggota keluarga lain yang membutuhkan maka anggota keluarga akan membantu sesuai dengan kemampuan.

g. Fungsi sosialisasi

Hubungan antar anggota keluarga baik, didalam keluarga ini tampak kepedulian anggota keluarga dengan saling tolong menolong dalam melaksanakan tugas didalam keluarga ini, begitu juga dengan anaknya yang sudah berkeluarga dan tinggal dirumah sendiri-sendiri. Hubungan dengan tetangga juga terjalin dengan baik.

c. Fungsi perawatan kesehatan

Tentang kesehatannya Ny. S tidak begitu memperhatikannya yang penting badannya enak ia tidak akan memperhatikan darah tinggi karena dia merasa sehat. Ny. S juga tidak mengetahui bahwa penyakit takanan darah tingginya berbahaya jika dibiarkan tanpa adanya kontrol, ia juga tidak mengetahui tanda-tanda terjadinya peningkatan tekanan darah yang diketahuinya hanya kepala pusing. Ny S mengatakan yang ia ketahui tentang pantangan terhadap penyakit hipertensinya adalah tidak boleh makan tempe, jeroan dan sayur bayem serta sawi berdasarkan informasi orang-orang. Dia tidak pernah membedakan makanannya dengan anaknya , masakannya juga tidak asin-asin sekali tetapi tidak dikurangi juga. Menurut keluarga Tekanan darah tinggi yang diderita Ny. S tidak terlalu dirasakan tetapi bila ada keluhan baru diperiksakan ke Puskesmas. Anggota keluarga mengatakan bahwa ia tidak mengetahui akibat yang bisa timbul akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan binggung bila ibunya sakit.

Membersihan rumah dilakukan oleh Ny. S yang dibantu oleh anak dan cucunya. Keluarga mengatakan bahwa mereka melakukannya karena kebiasaan.

V. Stress dan koping keluarga

Ny. S mengatakan bahwa di dalam keluarganya jika ada masalah diselesaikan dengan berunding bersama-sama untuk mencari jalan yang terbaik.VI. Pemeriksaan fisik

1. Ny. S

Saat dilakukan pengkajian tekanan darah 160/100 mmHg. HR 88 kali permenit teratur. Bunyi jantung S1S2 tunggal . Pernapasan 20 x/m