Askep Binaan Damar

download Askep Binaan Damar

of 48

  • date post

    26-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    46
  • download

    8

Embed Size (px)

description

askep

Transcript of Askep Binaan Damar

LAPORAN LANSIA BINAAN Ny. D DENGAN HIPERTENSI

Disusun untuk Memenuhi Tugas Laporan Individu Profesi Ners Departemen Gerontologi di Kelurahan JatimulyoKecamatan Lowokwaru Kabupaten Malang

Oleh:

Damar Dewangga105070200111036PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2015KATA PENGANTAR

Segala puji hanya bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi petunjuk-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Akhir Lansia Binaan Ny. S dengan Hipertensi, RT 5 RW 1 Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru sebagai bukti telah melewati Departemen Gerontik Program Profesi yang dilaksanakan tanggal 8 27 Juni 2015. Ketertarikan penulis akan topik ini didasari oleh fakta masih tingginya prevalensi lansia yang mengalami hipertensi di wilayah sasaran dengan rendahnya tingkat pengetahuan mereka tentang penyebab, perjalanan penyakit, tanda dan gejala penyakit, komplikasi atau bahaya keparahan penyakit, dan penatalaksanaan yang tepat untuk kondisi kesehatannya.Dengan selesainya Laporan Akhir ini, penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada :

1. Ns. Annissa W, S.Kep, M. Kep. selaku pembimbing akademik Departemen Gerontik Program Profesi yang telah dengan sabar mengoreksi, memberi masukan dan membimbing selama proses pelaksanaan perofesi di desa sasaran.2. dr. Lisna selaku kepala Puskesmas Kendalsari yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan profesi di lingkupan wilayah kerja PKM Kendalsari.3. Ns. S.Kep selaku pembimbing klinis Departemen Gerontik yang telah dengan sabar membimbing untuk bisa melaksanakan program yang berguna untuk masyarakat sekitar wilayah sasaran.4. Teman-temanku kelompok 8 Reguler Program Profesi A atas ketekunan, kerja keras dan kekompakkan sehingga program lansia di desa sasaran dapat berjalan dengan lancar.

Penulis menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis membuka diri untuk segala saran dan kritik yang membangun. Akhirnya, semoga Laporan Akhir ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan. Malang, 25 Juni 2015PenulisBAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Lanjut usia adalah suatu proses alami yang tidak dapat dihindarkan atau kejadian yang pasti akan dialami semua orang yang dikaruniai umur panjang dan terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapupun, namun manusia dapat berupaya untuk menghambat kejadiannya. Pada dekade belakangan ini populasi lanjut usia meningkat dinegara-negara sedang berkembang, yang awalnya hanya terjadi dinegara maju.Struktur penduduk dunia termasuk Indonesia saat ini menuju proses penuaan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah dan proporsi penduduk lanjut usia (lansia). Jumlah lansia di Indonesia berjumlah 19,3 juta (8,37 persen dari total keseluruhan penduduk Indonesia) pada tahun 2009 (Komnas Lansia 2010). Peningkatan jumlah penduduk lansia ini disebabkan peningkatan angka harapan hidup sebagai dampak dari peningkatan kualitas kesehatan. UHH (Usia Harapan Hidup) indonesia pada tahun 2007 UHH 70,5 tahun, dan pada tahun 2008 menjadi 70,7 tahun, target untuk UHH pada tahun 2014 adalah 72 tahun (Kementerian Kooridinator Bidang Kesejahteraan Rakyat 2010).Masalah kesehatan lansia sangat bervariasi, selain erat kaitannya dengan degenaratif (menua) juga secara progresif. Menurut Darmojo (2006) Menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya, Dengan begitu manusia secara progresif akan kehilangan daya tahan terhadap infeksi dan akan menumpuk makin banyak distorsi metabolic dan struktural yang disebut sebagai penyakit degeneratif (seperti hipertensi, aterosklorosis, diabetes meletus dan kanker) yang akan menyebabkan manusia menghadapi akhir hidup dengan episode terminal yang dramatic seperti stroke, infark miokard, koma asidotik, metasis kanker dan sebagainya).Menurut Bustan (2006), Penyakit atau gangguan yang menonjol pada kelomok lansia adalah: gangguan pembuluh darah (dari hipertensi sampai stroke), gangguan metabolik (Diabetes Meletus), gangguan Persendian (arthritis, encok dan terjatuh) dan gangguan psikososial (kurang penyesuaian diri dan merasa tidak efektif lagi).Dari hasil studi tentang kondisi sosial ekonomi dan kesehatan lanjut usia yang dilaksanakan Komnas Lansia di 10 propinsi tahun 2006, diketahui bahwa penyakit terbanyak yang diderita Lansia adalah penyakit sendi (52,3%), dan hipertensi (38,8%), anemia (30,7%) dan katarak (23%). Penyakit-penyakit tersebut merupakan penyebab utama disabilitas pada lansia (komnas lansia 2010). Angka kejadian gangguan hipertensi menunjukkan suatu angka yang tinggi menjadi suatu pertanyaan yang berujung pada gaya hidup lansia itu sendiri (Darmojo 2006).Pada study penelitian usia lanjut tentang gaya hidup lansia dapat mempengaruhi kesehatan terutama lansia dengan Hipertensi. Faktor gaya hidup seperti kurang beraktivitas karena telah lanjut usia dan tidak bekerja lagi, kebiasaan merokok terutama lansia laki-laki, kebiasaan minum kopi, pengaturan diet yang tidak sesuai, manejemen terapi obat yang kurang efektif dan stress, merupakan faktor resiko terjadinya hipertensi yang tidak terkontrol pada lansia (Erda Fitriani, 2005).Pola-pola perilaku (behavioral patterns) akan selalu berbeda dalam situasi atau lingkungan sosial yang berbeda, dan senantiasa berubah, tidak ada yang menetap (fixed). Gaya hidup individu, yang dicirikan dengan pola prilaku individu, akan memberi dampak pada kesehatan individu dan selanjutnya pada kesehatan orang lain.Studi prevalensi menunjukkan tingginya insidensi dari faktor resiko untuk penyakit kardiovaskuler diantara lansia. Peningkatan kerangka penelitian mendukung kefektifan suatu pendekatan yang agresif untuk mengurangi faktor resiko sebagai suatu mekanisme untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas yang dikaitkan dengan penyakit kardiovaskuler dengan kelompok usia ini. Seperti gaya hidup untuk kebiasaan merokok, aktifitas fisik, pola makan, dan pola istirahat pada lansia itu sendiri (Darmojo, 2006).Hipertensi adalah suatu keadaan seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal, yaitu tekanan darah sistolik 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik 90 mmHg (Joint National Commitee on Prevention Detection, Evaluation, and Treatment of High pressure VII, 2003). Hipertensi menjadi sebuah tantangan global yang luar biasa dan menempati peringkat ketiga sebagai penyebab kematian setiap tahunnya. Diperkirakan di dunia, prevalensi hipertensi akan meningkat dari 26,4% tahun 2000 menjadi 29,2% tahun 2025 (Kearney et al., 2005).

Peningkatan tekanan darah diperkirakan bertanggungjawab atas 7,5 juta kematian yang merupakan 12,8% dari total kematian seluruh dunia. Hipertensi juga mengakibatkan 57 juta orang atau 3,7% dari total morbiditas menderita kecacatan dikarenakan komplikasi yang berkembang menjadi stroke (54%), penyakit jantung koroner (47%), iskemia, gagal jantung, gagal ginjal, perdarahan retina, dan gangguan penglihatan (WHO, 2013). Hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia yang dapat terjadi akibat dari salah satu masalah yang sering muncul dari perubahan gaya hidup, seperti mengkonsumsi makanan yang kadar garamnya tinggi, obesitas, dan stress (Wihastuti TA et al., 2012). Di Indonesia, hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2007 menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 31.7%. Prevalensi penyakit hipertensi di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar sebanyak 12.510 kasus pada tahun 2010 sedangkan pada tahun 2012, hipertensi merupakan penyakit terbesar kedua yang ada di Poliklinik Jantung RSSA Malang (Profil Rumah Sakit Saiful Anwar Malang tahun 2010 dan 2012).Diet dan modifikasi gaya hidup sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi hipertensi. Selain itu, tujuan dari penatalaksanaan diet adalah untuk membantu menurunkan tekanan darah dan mempertahankan tekanan darah menuju normal. Disamping itu, diet juga ditujukan untuk menurunkan faktor risiko lain seperti berat badan yang berlebih, tingginya kadar lemak kolesterol dan asam urat dalam darah (Harie dkk.,2010). Sehingga perlu diberikan pengetahuan yang lebih kepada lansia dengan hipertensi untuk menjaga kualitas kesehatan para lansia di kelurahan Gadingkasri.1.2 Tujuan

a. Mampu memberikan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi secara komprehensif.

b. Mampu meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian lansia untuk mematuhi anjuran diet yang tepat untuk pasien hipertensi, melakukan aktivitas sesuai toleransi, dan mencegah komplikasi hipertensi.

1.3 Manfaat

Dengan terjun ke pasien secara langsung, mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang didapatkan dalam bentuk tindakan kepada pasien yang membutuhkan asuhan keperawatan yang komprehensif. Asuhan keperawatan yang dimaksud disini adalah asuhan keperawatan yang sesuai standar mulai dari pengkajian hingga evaluasi. Intervensi yang diberikan kepada klien juga intervensi yang berdasarkan pada evidence based sehingga asuhan yang diberikan adalah asuhan keperawatan yang bermutu.

BAB IITINJAUAN TEORI2.1 Lansia

2.1.1 Definisi

Pengertian lanjut usia (lansia) ialah manusia yang berumur di atas usia 60 tahun dan masih hidup. Kelompok lanjut usia adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas (Hardywinoto dan Setiabudhi, 1999 dalam Wijayanti, 2008). Menurut WHO, batas usia untuk kategori lanjut usia berdasarkan tingkat usia yaitu:

1. Usia pertengahan middleage 45-59 tahun,

2. Lanjut usia (lansia)elderly60-74 tahun,

3. Lansia tua old 75-90tahun,

4. Dan usia sangat tua veryold diatas 90 tahun

Penggolongan lansia menurut Depkes dikutip dari Azis (1994) dalam Wijayanti 2008, terdapat tiga kelompok lansia yakni :

1. Kelompok lansia dini (55 64 tahun), merupakan kelompok yang baru memasuki lansia

2. Kelompok lansia (65 tahun ke atas)