askep hipertensi terbaruuuuu

download askep hipertensi terbaruuuuu

of 41

  • date post

    07-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    220
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of askep hipertensi terbaruuuuu

  • 8/4/2019 askep hipertensi terbaruuuuu

    1/41

  • 8/4/2019 askep hipertensi terbaruuuuu

    2/41

    III. ETIOLOGI

    Sekitar 20% populasi dewasa mengalami hipertensi, lebih dari 90% diantara

    mereka menderita hipertensi essensial (primer), dimana tidak dapat ditentukan penyebab

    medisnya. Sisanya mengalami kenaikan tekanan darah dengan penyebab tertentu

    (hipertensi sekunder).

    Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 jenis :

    1. Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang tidak / belum

    diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh hipertensi).

    2. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan/ sebagai akibat dari

    adanya penyakit lain.

    Hipertensi primer kemungkinan memiliki banyak penyebab; beberapa perubahan

    pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan

    meningkatnya tekanan darah.

    Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder. Pada sekitar 5-

    10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%,

    penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).

    Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah feokromositoma, yaitu tumor

    pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau

    norepinefrin (noradrenalin).

    Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder:

    1. Penyakit Ginjal

    Stenosis arteri renalis

    Pielonefritis

    Glomerulonefritis

    Tumor-tumor ginjal

    http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelainan_hormonal&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/KBhttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelainan_hormonal&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/KB
  • 8/4/2019 askep hipertensi terbaruuuuu

    3/41

    Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan)

    Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)

    Terapi penyinaran yang mengenai ginjal

    2. Kelainan Hormonal

    Hiperaldosteronism

    Sindroma Cushing

    Feokromositoma

    3. Obat-obatan

    Pil KB

    Kortikosteroid

    Siklosporin

    Eritropoietin

    Kokain

    Penyalahgunaan alkohol

    Kayu manis (dalam jumlah sangat besar)

    4. Penyebab Lainnya

    Koartasio aorta

    Preeklamsi pada kehamilan

    Porfiria intermiten akut

    Keracunan timbal akut

    Adapun penyebab lain dari hipertensi yaitu :

    1. Peningkatan kecepatan denyut jantung

    2. Peningkatan volume sekuncup yang berlangsung lama

    3. Peningkatan TPR yang berlangsung lama

    IV. FAKTOR PREDISPOSISI

    Berdasarkan faktor pemicu, Hipertensi dapat disebabkan oleh beberapa hal

    seperti umur, jenis kelamin, dan keturunan. Hipertensi juga banyak dijumpai pada

    penderita kembar monozigot (satu telur), apabila salah satunya menderita Hipertensi.

    Dugaan ini menyokong bahwa faktor genetik mempunyai peran didalam terjadinya

    Hipertensi.

    Sedangkan yang dapat dikontrol seperti kegemukan/obesitas, stress, kurang

    olahraga, merokok, serta konsumsi alkohol dan garam. Faktor lingkungan ini juga

    http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sindroma_Cushing&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/Kokainhttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyalahgunaan_alkohol&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/Kayu_manishttp://id.wikipedia.org/wiki/Timbalhttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sindroma_Cushing&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/Kokainhttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyalahgunaan_alkohol&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/Kayu_manishttp://id.wikipedia.org/wiki/Timbal
  • 8/4/2019 askep hipertensi terbaruuuuu

    4/41

    berpengaruh terhadap timbulnya hipertensi esensial. Hubungan antara stress dengan

    Hipertensi, diduga melalui aktivasi saraf simpatis. Saraf simpatis adalah saraf yang

    bekerja pada saat kita beraktivitas, saraf parasimpatis adalah saraf yang bekerja pada

    saat kita tidak beraktivitas.

    Peningkatan aktivitas saraf simpatis dapat meningkatkan tekanan darah secara

    intermitten (tidak menentu). Apabila stress berkepanjangan, dapat mengakibatkan

    tekanan darah menetap tinggi. Walaupun hal ini belum terbukti, akan tetapi angka

    kejadian di masyarakat perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan di pedesaan. Hal ini

    dapat dihubungkan dengan pengaruh stress yang dialami kelompok masyarakat yang

    tinggal di kota.

    Berdasarkan penyelidikan, kegemukan merupakan ciri khas dari populasi

    Hipertensi dan dibuktikan bahwa faktor ini mempunyai kaitan yang erat dengan

    terjadinya Hipertensi dikemudian hari. Walaupun belum dapat dijelaskan hubungan

    antara obesitas dan hipertensi esensial, tetapi penyelidikan membuktikan bahwa daya

    pompa jantung dan sirkulasi volume darah penderita obesitas dengan hipertensi lebih

    tinggi dibandingan dengan penderita yang mempunyai berat badan normal.

    V. PATOFISIOLOGI

    Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak di

    pusat vasomotor, pada medulla di otak. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf

    simpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla

    spinalis ke ganglia simpatis di torak dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor

    dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui system saraf simpatis

    ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang

    merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan

    dilepaskannya norepinefrin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. Berbagai faktor

    seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap

    rangsangan vasokonstriktor. Individu dengan hipertensi sangat sensitive terhadap

    norepinefrin, meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bias terjadi.

    Pada saat bersamaan dimana system simpatis merangsang pembuluh darah

    sebagai respon rangsang emosi. Kelenjar adrenal juga terangsang, mengakibatkan

    tambahan aktivitas vasokonstriksi. Medulla adrenal mensekresi epinefrin, yang

    menyebabkan vasokonstriksi. Korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya,

  • 8/4/2019 askep hipertensi terbaruuuuu

    5/41

    yang dapat memperkuat respon vasokonstriktor pembuluh darah. Vasokonstriksi yang

    mengakibatkan penurunan aliran darah ke ginjal, mengakibatnkan pelepasan rennin.

    Renin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi

    angiotensin II, saat vasokonstriktor kuat, yang pada gilirannya merangsang sekresi

    aldosteron oleh korteks adrenal. Hormone ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh

    tubulus ginjal, menyebabkan peningkatan volume intravaskuler. Semua faktor tersebut

    cenderung mencetuskan keadaan hipertensi.

    VI. MANIFESTASI KLINIS

    Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun

    secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan

    dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala yang dimaksud

    adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan;

    yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan

    tekanan darah yang normal.

    Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:

    sakit kepala

    kelelahan

    mual

    muntah

    sesak nafas

    gelisah

    pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak,

    mata, jantung dan ginjal.

    Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan

    koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif,

    yang memerlukan penanganan segera.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Hidunghttp://id.wikipedia.org/wiki/Otakhttp://id.wikipedia.org/wiki/Hidunghttp://id.wikipedia.org/wiki/Otak
  • 8/4/2019 askep hipertensi terbaruuuuu

    6/41

    VII. KLASIFIKASI

    The Joint National Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood

    Pressure membuat suatu klasifikasi baru yaitu :

    Klasifikasi Tekanan Darah untuk Dewasa Usia 18 Tahun atau Lebih *

    Kategori Sistolik

    (mmhg)

    Diastolik

    (mmhg)

    Normal < 130

  • 8/4/2019 askep hipertensi terbaruuuuu

    7/41

    Disamping itu juga terdapat hipertensi pada kehamilan ( pregnancy-induced

    hypertension, PIH ) PIH adalah jenis hipertensi sekunder karena hipertensinya

    reversible setelah bayi lahir. PIH tampaknya terjadi akibat dari kombinasi peningkatan

    curah jantung dan TPR. Selama kehamilan normal volume darah meningkat secara

    drastis. Pada wanita sehat, peningkatan volume darah diakomodasikan oleh penurunan

    responsifitas vascular terhadap hormon-hormon vasoaktif, misalnya angiotensin II. Hal

    ini menyebabkan TPR berkurang pada kehamilan normal dan tekanan darah rendah.

    Pada wanita dengan PIH, tidak terjadi penurunan sensitivitas terhadap vasopeptida-

    vasopeptida tersebut, sehingga peningkatan besar volume darah secara langsung

    meningkatkan curah jantung dan tekanan darah. PIH dapat timbul sebagai akibat dari

    gangguan imunologik yang mengganggu perkembangan plasenta. PIH sangat berbahaya

    bagi wanita dan dapat menyebabkan kejang,koma, dan kematian.

    VIII. KOMPLIKASI

    Adapun komplikasi yang dapat terjadi pada penyakit hipertensi menurut TIM

    POKJA RS Harapan Kita (2003:64) dan Dr. Budhi Setianto (Depkes, 2007) adalah

    diantaranya :

    Penyakit pembuluh darah otak sepert