ASKEP HIPERTENSI KELUARGA yayak.doc

download ASKEP HIPERTENSI KELUARGA yayak.doc

of 51

  • date post

    08-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    227
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of ASKEP HIPERTENSI KELUARGA yayak.doc

BAB I

PAGE 43

BAB I

PENDAHULUANA. Latar Belakang

Hypertensi adalah keadaan terjadinya gangguan pada pembuluh darah dan jantung yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya.

Hypertensi karena keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat adalah merupakan penyakit yang sering timbul di masyarakat. Hal tersebut terjadi bisa karena pola makan dan keterbatasan pengetahuan individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat tentang penyakit tersebut.

Sebagai pemberi pelayanan profesional dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat profesional bekerjasama dengan klien, keluarga dan tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan lingkup kewenangan dan tanggung jawabnya.

Dalam memberikan asuhan Keperawatan profesional, perawat menggunakan pengetahuan teoritis yang mantap dan kokoh serta berbagai disiplin ilmu yang terbaik dengan ilmu keperawatan. Di samping itu berbagai ilmu dasar seperti biologis, fisika, biomedik, perilaku dan sosial sebagai landasan dalam melakukan pengkajian, rumusan masalah, diagnosa keperawatan, penyusunan perencanaan tindakan dan evaluasi.

Terkait dengan pentingnya pemberian asuhan keperawatan profesional tersebut, maka seorang perawat harus menunjukkan kemampuan keterampilan dan pengetahuan yang berkembang secara terus menerus. Pada perkembangan tahap ini, peserta didik diharapkan dapat mulai menerapkan berbagai keterampilan dan pengetahuannya langsung pada keluarga binaan dan berusaha untuk memberikan asuhan Keperawatan yang berkualitas.

B. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum

Mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan kepada keluarga TnM.

2. Tujuan Khusus

Mahasiswa mampu untuk :

Melakukan pengkajian keperawatan pada keluarga TnM

Merumuskan diagnosa keperawatan yang muncul berkaitan dengan keadaan kesehatan keluarga TnM

Membuat rencana keperawatan untuk keluarga TnM

Mengimplementasikan rencana keperawatan yang telah disusun untuk keluarga TnM

Melakukan evaluasi terhadap hasil implementasi yang telah dilakukan.

C. Sistematika Penulisan

Laporan ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :

BabIPendahuluan, terdiri dari :

A. Latar Belakang

B. Tujuan PenulisanC. Sistematika Penulisan

BabIITinjauan Pustaka, terdiri dari :

A. Konsep dasar keluarga

B. Konsep dasar asuhan keperawatan keluarga

C. Konsep dasar penyakit

BabIIILaporan Kasus, terdiri dari :

A. Pengumpulan data

B. Analisa data

C. Diagnosa keperawatan

D. Skala prioritas

E. Rencana keperawatan

F. Tindakan keperawatan

G. Evaluasi

BabIVPembahasan, terdiri dari :

A. Pengumpulan data

B. Analisa data

C. Diagnosa keperawatan

D. Skala prioritas

E. Rencana keperawatan

F. Tindakan keperawatan

G. Evaluasi

DAFTAR PUSTAKA

BAB II

TINJAUAN PUSTAKAA. Konsep Dasar Keluarga1. Definisi

a. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat, di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Depkes RI, 1988).

b. Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi atau perkawinan (WHO, 1969).

c. Keluarga adalah sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial dari tiap anggota.

2. Struktur Keluarga

Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam, diantaranya adalah :

a. Patrilineal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.

b. Matrilineal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.

c. Matrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.

d. Patrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.

e. Keluarga kawinan adalah hubungan suami istri sebagai dasar pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri (Nasrul Effendy, 1998).

3. Ciri-Ciri Struktur Keluarga

a. Terorganisasi adalah saling berhubungan, saling ketergantungan antara anggota keluarga.

b. Ada keterbatasan adalah setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing.

c. Ada perbedaan dan kekhususan adalah setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing-masing (Anderson Carter).

4. Tipe / Bentuk Keluarga

a. Keluarga inti (nuclear family) adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.

b. Keluarga besar (extended family) adalah keluarga inti yang ditambah dengan sanak saudara, misalnya : nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.

c. Keluarga berantai (serial family) adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.

d. Keluarga janda/duda (single family) adalah keluarga yang terdiri karena perceraian atau kematian.

e. Keluarga berkomposisi (compusite adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.

f. Keluarga habitas (cohabitation) adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.

g. Dual carrier adalah suami istri atau keduanya orang karier dan tanpa anak.

h. Commuter maried adalah suami istri atau keduanya orang karier dan tinggal terpisah pada jarak tertentu, keduanya saling mencari pada waktu tertentu.

i. Comunal adalah satu rumah terdiri dari dua atau lebih pasangan yang monogami dengan anak-anaknya dan bersama-sama dalam penyediaan fasilitas.

j. Unmaried parent and child adalah ibu dan anak dimana perkawinan tidak dikehendaki, anaknya diadopsi.

5. Pemegang Kekuasaan Dalam Keluarga

a. Patriakal:yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak ayah.

b. Matriakal:yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak ibu.

c. Equalitarian:yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak ayah dan ibu.6. Peranan Keluarga

Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat..

Berbagai peran yang terdapat dalam keluarga adalah sebagai berikut :

a. Peranan ayah, ayah sebagai suami dari anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.

b. Peran ibu, ibu sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk menggurui rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anaknya, pelindung dan sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.

c. Peran anak, anak-anak melaksanakan peran psiko-sosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, sosial dan spiritual.7. Fungsi Keluarga

Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga sebagai berikut :

a. Fungsi biologis

Untuk meneruskan keturunan

Memelihara dan membesarkan anak

Memenuhi kebutuhan dan gizi keluarga

Memelihara dan merawat anggota keluargab. Fungsi psikologis

Memberikan kasih sayang dan rasa nyaman

Memberikan perhatian di antara anggota keluarga

Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga

Memberikan identitas keluarga

c. Fungsi sosialisasi

Membina sosialisasi pada anak

Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga

d. Fungsi ekonomi

Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga di masa yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua dan sebagainya.

e. Fungsi pendidikan

Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, keterampilan dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.

Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa.

Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.Ahli lain membagi fungsi keluarga sebagai berikut :

a. Fungsi pendidikan

b. Fungsi sosialisasi anak

c. Fungsi perlindungan

d. Fungsi perasaan

e. Fungsi religius

f. Fungsi ekonomi

g. Fungsi rekreatif

h. Fungsi biologisDari beberapa fungsi keluarga di atas ada 3 fungsi pokok keluarga terhadap keluarga-keluarganya adalah :

a. Asih, adalah memberikan kasih sayang, perhatian, rasa aman, kehangatan kepada anggota keluarga sehingga memungkinkan mereka tumbuh dan berkembang sesuai usia dan kebutuhannya.

b. Asuh adalah menuju kebutuhan pemeliharaan dan perawatan anak agar kesehatannya selalu terpelihara, sehingga diharapkan menjadi mereka anak-anak yang sehat fisik, mental, sosial dan spiritual.

c. Asah adalah memenuhi kebutuhan pendidikan ana