askep hipertensi keluarga

download askep hipertensi keluarga

of 30

  • date post

    18-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    26
  • download

    1

Embed Size (px)

description

askep hipertensi keluarga

Transcript of askep hipertensi keluarga

  • 1

    LAPORAN PENDAHULUAN

    PERENCANAAN KELUARGA DENGAN DEWASA HIPERTENSI

    Tanggal : Kamis, 13 Oktober 2011

    Waktu : 1 x 60 menit

    1. Latar Belakang

    Jumlah usia dewasa (25 44 tahun) di kota Depok pada tahun 2005 jumlah usia dewasa

    (25 44 tahun) sebesar 448.848 atau sebesar 41,2% dari total penduduk, dengan prevalensi

    hipertensi sebesar 25,6% yang melebihi angka nasional sebesar 21%. Sedangkan jumlah

    penduduk pada usia 20-59 di kelurahan A pada bulan Agustus tahun 2011 adalah 42.574

    orang ( 52,3 % ) dari jumlah total penduduk sebesar 81.460. Kondisi ini menunjukkan bahwa

    kecenderungan penyakit hipertensi menjadi ancaman produktifitas masyarakat khususnya usia

    dewasa.

    Beberapa penelitian di Indonesia menjelaskan, prevalensi hipertensi berkisar antara 17-

    22%. Jadi, dengan mengobati hipertensi di masyarakat dengan benar akan menurunkan efek

    lebih lanjut, seperti penyakit jantung koroner dan stroke. Tujuan pengobatan hipertensi saat ini

    adalah, selain untuk menurunkan tekanan darah, juga ditujukan untuk menurunkan komplikasi

    kardiovaskuler. Menurut consensus JNC V12, pengobatan nonfarmakologik harus

    didahulukan. (Listyani W.S., 2004)

    Dalam rangka mengatasi permasalahan hipertensi pada dewasa sangat dibutuhkan peran

    keluarga sebagai system yang terbuka yang dapat dipengaruhi oleh supra sistemnya , yaitu

    lingkungan atau masyarakat. Olah karena itu keluarga dapat membentuk manusia sebagai

    anggota masyarakat yang sehat bio-psiko-sosial-spiritual. Diyakini bahwa keluarga yang sehat

    akan mempunyai anggota keluarga yang sehat dan akan mewujudkan masyarakat yang sehat.

    Prinsip dasar dalam mengatasi hipertensi adalah perlunya dibangun atas dasar pemberdayaan

    (empowerment) melalui upaya perubahan perilaku sebagai orang dewasa yang dilaksanakan

    secara mandiri baik dalam hal pendanaan maupun pelaksanaannya.

    Berbagai permasalahan terkait kesehatan keluarga dan usia dewasa sebagai fokus agregat

    baik yang bersifat aktual, resiko, maupun potensial menuntut peran dan fungsi serta tanggung

    jawab perawat komunitas dalam upaya mencegah, mengurangi atau meminimalisir

    permasalahan kesehatan yang muncul pada usia dewasa khususnya yang menderita hipertensi.

  • 2

    Hasil pengkajian yang dilakukan Keluarga Bp D Kelurahan A Kota B didapatkan

    bahwa Ibu S mengatakan bahwa mengeluh sering pusing sejak kelahiran anak yang ke-3. Ibu S

    mengeluh kuatir ketika anak pulang terlambat dan merasa dada berdebar ketika mendengar

    suara keras. Bp. D mengeluh sering kelelahan setelah pulang kerja dan sering marah-marah.

    Keluarga mengatakan tidak mengetahui secara jelas mengenai penyakit hipertensi, penyebab

    dan faktor resikonya, komplikasi dan perawatannya dirumah. Ibu S hanya mengetahui bahwa

    menurut tenaga kesehatan karena pengaruh KB. Ibu S mengatakan biasanya diobati dengan

    obat warung atau rebusan buah mengkudu dan memeriksakan kesehatannya apabila merasa

    sakitnya sudah tidak tertahan. Ibu S menyukai makanan asin dan Bp. D merasa tidak ada

    makanan pantangan. Hasil pemeriksaan fisik TD 160/100 mmHg.

    Berdasarkan pertimbangan tersebut maka penulis menyusun rancangan perencanaan

    keluarga dewasa dengan hipertensi sesuai masalah yang didapatkan pada saat pengkajian

    2. Tujuan Perencanaan

    1) Tujuan umum

    Tersusunnya perencanaan kegiatan keperawatan keluarga dalam upaya untuk mengatasi

    permasalahan kesehatan keluarga

    2) Tujuan khusus

    Diharapkan mahasiswa dan keluarga:

    a. Menyepakati permasalaan kesehatan yang muncul

    b. Menyepakati prioritas masalah

    c. Menyepakati rencana tindakan yang dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan pada

    keluarga

    3. Persiapan Perencanaan Keperawatan

    a. Metode

    Metode yang digunakan adalah diskusi

    b. Media

    Media yang digunakan adalah :

    - Nursing Kit : Spignomanometer, stetoskop,

    - Alat tulis : spidol berwarna, kertas, penggaris

    c. Waktu dan tempat

    Hari : Kamis

    Tanggal : 13 Oktober 2011

    Tempat : Rumah Ibu S RT 02 RW 08 Kelurahan A

  • 3

    4. Proses Perencanaan Keperawatan

    Tahapan dari intervensi yaitu :

    a. Persiapan

    Perawat :

    - Mempersiapkan media yang digunakan dalam perencanaan

    - Mempersiapkan kerangka perencanaan asuhan keperawatan keluarga dengan

    dewasa hipertensi

    - Mempersiapkan fisik dan mental dengan baik

    Klien :

    - Mengatur setting tempat yang memudahkan komunikasi antara keluarga dan

    mahasiswa.

    b. Pelaksanaan

    NO KEGIATAN WAKTU

    (Menit)

    1 Ucapkan salam, menjelaskan tujuan, kontrak waktu 5

    2 Menyampaikan hasil pengkajian yang telah didapatkan dalam

    keluarga menjelaskan masalah kesehatan yang diketemukan

    10

    4 Menyepakati prioritas masalah dengan keluarga 10

    5 Mengidentifikasi intervensi keperawatan yang akan dilakukan

    untuk mengatasi masalah kesehatan bersama dengan keluarga

    Penkes, perawatan langsung, dan konseling

    15

    6 Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan intervensi yang

    disepakati dengan keluarga

    15

    7 Menuliskan kegiatan yang telah disepakati bersama keluarga

    dalam, menyimpulkan hasil dan kontrak kegiatan

    5

    5. Kriteria Evaluasi

    a. Kriteria struktur

    - Keluarga bersedia untuk mendiskusikan perencanaan

    - Seting tempat disiapkan sesuai dengan tujuan kegiatan perencanaan

    b. Kriteria proses

    - Keluarga aktif dalam merencanakan intervensi terkait masalah kesehatan

    - Proses membuat perencanaan berjalan dengan lancar

  • 4

    c. Kriteria hasil

    - Teridentifikasi prioritas masalah kesehatan keluarga

    - Tersusunnya rencana intervensi yang disepakati antara keluarga bersama perawat.

    - Keluarga mampu menyepakati waktu pelaksanaan kegiatan intervensi

    Mengetahui

    Supervisor,

    Depok, 12 Oktober 2011

    Mahasiswa,

  • 5

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

    I. Data Umum 1. Nama Kepala Keluarga (KK) : Bp. D

    2. Usia : 47 Tahun

    3. Pendidikan : SD

    4. Pekerjaan : Swasta

    5. Alamat : RT 02 RW 8, Kelurahan A

    6. Komposisi Anggota Keluarga :

    No. Nama

    Jenis

    Kelamin

    Hub dgn

    KK Umur Pendidikan Pekerjaan

    1. Ibu. S P Isteri 43 th SMP IRT

    2. Y L Anak 21 th SMA Swasta

    3. U P A nak 18 th SMA Swasta

    4. R P Anak 12 th SMP -

    Genogram :

    Keterangan Genogram :

    Ibu S. Mengalami hipertensi. Menurut keluarga ke-2 orang tua dari Ibu S sudah

    meninggal karena sakit pada umur yang sudah tua, Ibu dari Bp. D sudah meninggal tetapi

    : Laki-laki

    : Perempuan

    : garis pernikahan

    : garis keturunan

    : Meninggal : tinggal serumah

    Bp. S 79 th

    Bp. D 47 th

    An. Y 21 th

    An. R 18 th An.R 12 th

    Ibu S 43

  • 6

    bapaknya masih hidup. Keluarga mengatakan tidak ada riwayat dari keluarganya yang

    sakit jantung, DM, stroke atau hipertensi. Ibu S dan An. R pada hari ke-5 kunjungan

    didapatkan sakit batuk pilek, dan Tn. D dari hasil pemeriksaan gula darah mengalami

    kencing manis.

    7. Tipe keluarga :

    Keluarga Bp. D termasuk tipe keluarga inti (nuclear family), yaitu terdiri dari ayah, ibu

    dan 3 orang anak.

    8. Suku bangsa :

    Keluarga Bp. D berasal dari Jawa timur dengan nada suara yang keras dan Ibu S dari

    Jawa Tengah merasa berdebar-debar ketika mendengar suara yang keras. Bahasa yang

    digunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia. Dalam keluarga tidak ada pantangan

    apapun yang berkaitan dengan masalah kesehatan. Ibu S menyukai asin dan tidak suka

    sayur, sedangkan Bp. D suka minum manis dan tidak ada makanan pantangan. Keluarga

    merasa tidak tahu bahwa suara keras dan makanan asin dapat meningkatkan tekanan

    darah. Ibu S tidak bisa mengambil keputusan bagaimana agar Tn D dapat bicara secara

    pelan, biasanya kalau suami marah marah biasanya tidak di dengar dan ditinggal pindah

    tempat saja. Keluarga belum tahu bagaimana memberikan perawatan untuk diet rendah

    garam

    9. Agama

    Kegiatan keagamaan rutin dirumah, Semua anggota keluarga beragama Islam. Tn D

    kadang kadang mengikuti sholat berjamaah di musola sebelah rumah. Keluarga biasa

    melakukan sholat lima waktu. Keluarga jarang mengikuti kegiatan keagamaan seperti

    pengajian bersama masyarakat sekitar.

    10. Status sosial ekonomi keluarga :

    Keluarga menganggap penghasilannya cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,

    karena ke-2 anaknya sudah bekerja hanya tinggal anak ke-3 yang masih SMP. Keluarga

    tidak memiliki tabungan di bank, tetapi kadang keluarga menyimpannya dirumah untuk

    memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    11. Aktivitas rekreasi keluarga

  • 7

    Keluarga mengatakan ada program tahunan untuk melakukan rekreasi. Ibu S mengatakan

    ketika pikirannya baru tertekan, biasa mengisi waktu luang dirumah mengobrol dengan

    tetangga.

    II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga 12. Tahap perkembangan keluarga saat ini :

    Tahap perkembangan keluarga Tn. D pada tahap perkembangan keluarga dengan anak

    dewasa awal, karena saat ini anak pertama berusia 26 tahun.