Tugas Terstruktur Respiratory

download Tugas Terstruktur Respiratory

of 41

  • date post

    06-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    61
  • download

    21

Embed Size (px)

description

asdf

Transcript of Tugas Terstruktur Respiratory

Nasal memiliki beberapa struktur penting, antara lain.a. nares anterior dan nares posterior (choana)b. vestibulum nasic. cavum nasi (terdapat masing-masing tiga concha nasalis dan tiga meatus nasalis)d. sinus paranasal (sinus maxilaris, sinus frontalis, sinus sphenoidalis, dan sinus ethmodialis anterior et posterior)Gambar 1. Struktur anatomi nasal

Sumber: Martini, 2012

Lapisan yang terdapat di dalam cavum nasi adalah lapisan mucus (terbentuk dari epitel respirasi yaitu epitel columnar pseudocomplex bercilia dengan sel goblet), lapisan lamina propria (jaringan ikat dengan vaskularisasi, kelenjarnya berbentuk tubuloalveolar dan memiliki elemen jaringan limfoid), dan kelenjar seromucous. Sel yang terdapat pada epitel respirasi antara lain :a. sel principal, memiliki cilia pada bagian apical.b. sel basal, menempel di membran basalis dan aktif membelah.c. sel goblet, memproduksi mukus.d. sel sikat, memiliki microvili.e. sel DNES (diffuse neuro endocrine system), dapat melepaskan granula berisi NE untuk vasokonstriksi / vasodilatasi pada vaskular lamina propria.Berikut ini merupakan gambar sediaan histologi pada lapisan mukosa berisi epitel respiratory , yaitu epitel columner pseudocomplex bersilia dengan sel goblet.Gambar 2. Epitel columner pseudocomplex bersilia dengan sel goblet

Sumber: Victor, 2010Gambar 3. Penampang histologi nasal

Sumber: Mescher, 2009Gambar 4. Struktur anatomi faring

Sumber: http://global.britannica.com/Faring adalah tabung muskular berukuran 12,5 cm yang merentang dari bagian dasar tulang tengkorak sampai esofagus. Faring terbagi menjadi nasofaring, orofaring dan laringofaring .1. Nasofaring adalah bagian posterior rongga nasal yang membuka ke arah rongga nasal melalui dua naris internal (koana).a. Dua tuba Eustachius (auditorik) menghubungkan nasofaring dengan telinga tengah. Tuba ini berfungsi untuk menyetarakan tekanan udara pada kedua sisi gendang telinga.b. Amandel (adenoid) faring adalah penumpukan jaringan limfatik yang terletak di dekat naris internal. Pembesaran adenoid dapat menghambat aliran udara.2. Orofaring dipisahkan dari nasofaring oleh palatum lunak muskular, suatu perpanjangan palatum keras tulang.a. Uvula adalah prosesus kerucut (conical) kecil yang menjulur ke bawah dari bagian tengah tepi bawah palatum lunak.b. Amandel palatinum terletak pada kedua sisi orofaring posterior.3. Laringofaring mengelilingi mulut esofagus dan laring, yang merupakan gerbang untuk sistem respiratorik selanjutnya.

Gambar 5. Struktur histologi faring

Sumber: http://ctrgenpath.net/Dinding faring tersusun atas tiga lapisan, yaitu lapisan mukosa, lapisan fibrosa, dan lapisan berotot. Lapisan mukosa yang terletak paling dalam, bersambung dengan lapisan dalam hidung, mulut, dan saluran Eustachius.Epitel pada faring adalah epitel collumner pseudokompleks bersilia dan epitel squamous complex di beberapa daerah.Lapisan dalam pada bagian atas faring ialah epitelium saluran pernapasan dan bersambung dengan epitelium hidung. Bagian bawah faring yang bersambung dengan mulut dilapisi epitelium berlapis.Lapisan fibrosanya terletak antara lapisan mukosa dan lapisan berotot. Otot utama pada faring ialah otot konstriktor, yang berkontraksi sewaktu makanan masuk ke faring dan mendorongnya ke dalam esofagus.Seluruh Sistem pernafasan merupakkan hasil pertumbuhan faring primitif, pada saat embrio berusia 3,5 minggu tumbuhlah dalam embrio pada bagian ventral foregut. Selama masa pertumbuhan embrional tuba yang single ini menjadi dua struktur, tuba yang asli mula-mula mengalami obliterasi dengan proliferasi lapiasan epitel, kemudian epitel diresopsi, tuba kedua dibentuk dan tuba pertama mengalami rekanulisasi dan pada maturasi lanjut, edua tuba ini terpisah menjadi esophagus dan laringotrakeal.Pembukaan laringotrakeal ini adalah aditus laringeus premitif dan terletak dianata lengkungan IV dan V. Aditus laring pada perkembangan pertama berbentuk celah vertial yang kemudian menjadi berbentuk T dengan tumbuhnya hipoobrachial eminence yang tampak pada minggu ketiga dan kemudian aan tumbuh menjadi epiglottis. Sepasang aritenoid yang tampak pada minggu kelima dan pada perembangan selanjutnya sepadang massa aritenoid yang akan membentuk tonjolan yang kemudian akan menajadi kartilagi kuneiforme dan kartilagi kornikulata. Kedua aritenoid ini dipisahkan oleh incisura interaritenoid yang kemudian berobliterasi. Ketika organ ini tumbuh selama minggu kelima sampai kesepuluh, lumen laring mengalami obloterasi, baru pada minggu ke-9 kembali terbentuk lumen yang berbentuk oval. Plika vokalid sejati dan plika voalis paslu terbentuk antara 8 9 mingguOtot-otot laring pada mulanya muncul sebagai suatu sfingter intrinsik yang terletak dalam tunas kartilago tiroid dan krikoid, selama perkembangan selanjutnya sfingter ini terpisah menjadi massa otot laring pertama yang dikenal adalah interaritenoid, ariepiglotika, krikoaritenoid posterior dan krikotiroid. Otot-otot laring intrinsik berasal dari mesoderm lengkungan brakial ke-6 dan dipersarafi oleh Nervus Rekuren Laringeus. Musculus Krikotirod berasal dari mesoderm lengkungan brakial ke-4 dan di persarafi Nervus Laringeus Superior. Kumpulan otot ekstrinsik berasal dari eminensia epikardial dan dipersarafi Nervus Hypoglosus.Tulang hyoid akan mengali penulangan pada enam tempat, dimulai pada saat lahir dan lengap setelah dua tahun. Karilago tiroid akan mulia mengalami penulangan pad usia dua puluh sampai dua puluh tiga tahun, mulai pada tepi inferior. Kartilago krikoid mulai usia 25 30 tahun inkomplet.Kartilago laring terbagi atas 2 (dua) kelompok, yaitu. 1. Kartilago mayor, terdiri dari : Kartilago Tiroidea, 1 buahSuatu kartilago hyalin yang membentuk dinding anterior dan lateral laring, dan merupakan kartilago yang terbesar. Terdiri dari 2 (dua) sayap (ala tiroidea) berbentuk seperti perisai yang terbuka dibelakangnya tetapi bersatu di bagian depan dan membentuk sudut sehingga menonjol ke depan disebut Adams apple. Kartilago Krikoidea, 1 buah Kartilago ini merupakan bagian terbawah dari dinding laring. Merupakan lkartilago hialin yang berbentuk cincin stempel (signet ring) dengan bagian alsanya terdapat di belakang. Bagian anterior dan lateralnya relatif lebih sempit dari pada bagian posterior. Kartilago ini berhubungan dengan kartilago tiroidea tepatnya dengan kornu inferior melalui membrana krikoidea (konus elastikus) dan melalui artikulasio krikoaritenoidea. Di sebelah bawah melekat dengan cincin trakea I melalui ligamentum krikotiroidea. Kartilago Aritenoidea, 2 buah Kartilago ini juga merupakan kartilago hyalin yang terdiri dari sepasang kartilago berbentuk piramid 3 sisi dengan basis berartikulasi dengan kartilago krikoidea, sehingga memungkinkan pergerakan ke medio lateral dan gerakan rotasi. Dasar dari piramid ini membentuk 2 tonjolan yaitu prosesus muskularis yang merupakan tempat melekatnya m. krikoaritenoidea yang terletak di posterolateral, dan di bagian anterior terdapat prosesus vokalis tempat melekatnya ujung posterior pita suara.2. Kartilago minor, terdiri dari : Kartilago Kornikulata Santorini, 2 buah Merupakan kartilago fibroelastis, disebut juga kartilago Santorini dan merupakan kartilago kecil di atas aritenoid serta di dalam plika ariepiglotika Kartilago Kuneiforme Wrisberg, 2 buah Merupakan kartilago fibroelastis dari Wrisberg dan merupakan kartilago kecil yang terletak di dalam plika ariepiglotika. Kartilago Epiglotis, 1 buah Bentuk kartilago epiglotis seperti bet pingpong dan membentuk dinding anterior aditus laringeus. Tangkainya disebut petiolus dan dihubungkan oleh ligamentum tiroepiglotika ke kartilago tiroidea di sebelah atas pita suara. Sedangkan bagian atas menjulur di belakang korpus hyoid ke dalam lumen faring sehingga membatasi basis lidah dan laring. Kartilago epiglotis mempunyai fungsi sebagai pembatas yang mendorong makanan ke sebelah menyebelah laring.

Gambar 6. Penampang laring dari sisi lateral

Sumber: http://global.britannica.com/Gambar 7. Penampang laring dari sisi medial

Sumber: http://global.britannica.com/Otototot laring terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu otot-otot ekstrinsik dan otot-ototintrinsik dan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda.1. Otot-otot ekstrinsik.Otot-otot ini menghubungkan laring dengan struktur disekitarnya. Kelompok otot ini menggerakkan laring secara keseluruhan. Otot ekstrinsik terbagi atas. a. Otot-otot elevator laring, yaitu : M. Stilohioideus - M. Milohioideus M. Geniohioideus - M. Digastrikus M. Genioglosus - M. Hioglosus b. Otot-otot depresor laring, yaitu : M. Omohioideus M. Sternokleidomastoideus M. TirohioideusGambar 8. Otot ekstrinsik pada laring tampak anterior

Sumber: Netter, 2011Gambar 9. Otot ekstrinsik pada laring tampak posterosuperior

Sumber: Netter, 20112. Otot-otot intrinsik Otot ini menghubungkan kartilago satu dengan yang lainnya. Otot intrinsik berfungsi untuk menggerakkan struktur yang ada di dalam laring, terutama untuk membentuk suara dan bernafas. Otot-otot pada kelompok ini berpasangan, kecuali m. interaritenoideus yang serabutnya berjalan transversal dan oblik. Fungsi otot ini adalah untuk proses pembentukkan suara, proses menelan, dan bernapas. Jika m. interaritenoideus berkontraksi, otot ini akan bersatu di garis tengah sehingga menyebabkan adduksi pita suara. Otot intrinsik terbagi atas beebrapa jenis.a. Otot-otot adduktor (berfungsi untuk menutup pita suara) : Mm. Interaritenoideus transversal dan oblik M. Krikotiroideus M. Krikotiroideus lateral b. Otot-otot abduktor (berfungsi untuk membuka pita suara) : M. Krikoaritenoideus posteriorc. Otot-otot tensor (berfungsi untuk menegangkan pita suara. Pada orang tua, m. tensor internus kehilangan sebagian tonusnya sehingga pita suara melengkung ke lateral mengakibatkan suara menjadi lemah dan serak) . Tensor Internus : M. Tiroaritenoideus dan M. Vokalis Tensor Eksternus : M. Krikotiroideus Gambar 10. Otot intrinsik pada la