Tugas Rangkuman PHI

download Tugas Rangkuman PHI

of 46

  • date post

    26-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.856
  • download

    9

Embed Size (px)

Transcript of Tugas Rangkuman PHI

PENGANTAR HUKUM INDONESIARangkuman Materi Kuliah Berdasarkan Satuan Acara Perkuliahan

Oleh :1. D A P ANDINA NOVIANTA 2. 3. 4. 5. 6. 7. ( 0916051186 )

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA 2009

1

SEMESTER I Kuliah 1 a. Menjelaskan perbedaan ruang lingkup Pengantar Ilmu Hukum dan Pengantar Hukum Indonesia b. Menjelaskan berbagai pengertian hukum (ada sekitar 9 artian hukum yang dikenal) c. Menjelaskan pengertian disiplin hukum dan ruang lingkupnya Perbedaan ruang lingkup PIH dan PHI

PHI mempelajari hukum yang saat ini PIH sebagai mata kuliah dasar bagi setiap sedang berlaku, dengan kata lain obyek orang yang akan mempelajari ilmu hukum dari PHI adalah hukum positif / ius dan constitutum. memberikan pengetahuanpengetahuan dasar.

Fungsi PHI mengantarkan setiap orang Fungsi PIH mendasari dan menumbuhkan yang akan mempelajari hukum positif motivasi bagi setiap orang yang akan Indonesia. mempelajari ilmu hukum, di dalamnya terdapat norma-norma dasar 9 pengertian hukum : Yakni pengetahuan yang tersusun secara sistematis atas dasar kekuatan pemikiran. 2. Hukum sebagai disiplin. Yakni suatu sistem ajaran tentang kenyataan atau gejala-gejala yang dihadapi. 3. Hukum sebagai kaedah. Yakni pedoman atau patokan sikap tindak atau perikelakuan yang pantas atau diharapkan. 4. Hukum sebagai tata hokum. Yakni struktur dan proses perangkat kaedah-kaedah hukum yang berlaku pada suatu waktu dan tempat tertentu serta berbentuk tertulis.

1. Hukum sebagai ilmu pengetahuan.

2

5. Hukum sebagai petugas. Yakni pribadi-pribadi yang merupakan kalangan yang berhubungan erat dengan penegakan hukum (law-enforcement officer) . 6. Hukum sebagai keputusan penguasa. Yakni hasil proses diskresi yang menyangkut. 7. Hukum sebagai proses pemerintahan. Yakni proses hubungan timbal-balik antara unsur-unsur pokok dari sistem kenegaraan. 8. Hukum sebagai sikap tindak ajeg atau perikelakuan yang teratur. Yaitu perikelakuan yang diulang-ulang dengan cara yang sama, yang bertujuan untuk mencapai kedamaian . 9. Hukum sebagai jalinan nilai-nilai. Yaitu jalinan dari konsepsi-konsepsi abstrak tentang apa yang dianggap baik dan buruk. Disiplin adalah sistem ajaran mengenai kenyataan atau gejala-gejala yang

dihadapi. Disiplin secara umum dapat dibedakan menjadi 2 : 1. Disiplin analitis. Merupakan sistem ajaran yang menganalisis, memahami, serta menjelaskan gejala-gejala yang dihadapi. Contohnya adalah sosiologi, psikologi, ekonomi, dst. 2. Disiplin preskriptif. Merupakan sistem ajaran yang menentukan apakah yang seyogianya atau yang seharusnya dilakukan di dalam menghadapi kenyataan-kenyataan tertentu. Contohnya adalah hukum, filsafat, dst. Disiplin hukum adalah sistem ajaran mengenai kenyataan atau gejala-gejala hukum yang dihadapi. Ruang lingkup disiplin hukum : Sebagai kumpulan dari pelbagai cabang ilmu pengetahuan, antara lain meliputi : a. Ilmu tentang kaedah atau normwissenschaft atau sollenwissenschaft.

1. Ilmu-ilmu hokum.

3

Yaitu ilmu yang menelaah hukum sebagai kaedah, atau sistem kaedahkaedah, dengan dogmatik hukum dan sistematik hukum b. Ilmu pengertian. Yakni ilmu tentang pengertian-pengertian pokok dalam hukum, seperti misalnya subyek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa hukum, hubungan hukum, dan obyek hukum. c. Ilmu tentang kenyataan atau tatsachenwissenschaft atau seinwissenschaft Yang menyoroti hukum sebagai perikelakuan atau sikap tindak yang antara lain mencakup : Sosiologi hokum. Yakni suatu cabang ilmu pengetahuan yang secara empiris dan anallitis mempelajari hubungan timbal balik Antropologi hokum. Yaitu suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari pola-pola sengketa dan penyelesaiannya pada masyarakat-masyarakat sederhana, maupun masyarakat-masyarakat yang sedang mengalami proses modernisasi Psikologi hukum Yakni suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari hukum sebagai suatu perwujudan daripada perkembangan jiwa manusia Perbandingan hokum. Yang merupakan cabang ilmu pengetahuan yang memperbandingkan siste-sistem hukum yang berlaku di dalam satu atau beberapa masyarakat Sejarah hukum. Yang mempelajari perkembangan dan asal usul daripada sistem hukum dalam suatu masyarakat tertentu. 2. Politik hokum. Mencakup kegiatan-kegiatan memilih nilai-nilai dan menterapkan nilai-nilai. 3. Filsafat hokum. Adalah perenungan dan perumusan nilai-nilai, kecuali itu filsafat hukum juga mencakup penyerasian nilai-nilai misalnya penyerasian antara ketertiban dengan ketentraman, antara kebendaan dengan keakhlakan, dan antara kelanggengan / konservatisme dengan pembaharuan .

4

Tambahan : Proses terjadinya kaedah Sejak lahir manusia sudah berada dalam pola tertentu dan mematuhinya dengan jalan mencontoh orang lain (=imitasi) atau berdasarkan petunjukpetunjuk yang diberikan kepadanya (=edukasi) Di dalam suatu pola hidup tertentu, manusia mengharapkan bahwa kebutuhan-kebutuhan dasarnya akan dapat terpenuhi. Kebutuhan-kebutuhan dasar tersebut mencakup (A.H. Maslow, 1954) : 1. 2. 3. 4. 5. Food, shelter, clothing (Makanan, tempat berlindung, pakaian) Safety of self and property (keamanan diri dan harta pribadi) Self-esteem (penghargaan terhadap diri sendiri) Self-actualization (pengaktualisasian diri) Love (kebutuhan akan cinta kasih) Apabila kebutuhan-kebutuhan dasar tersebut tidak terpenuhi, maka

manusia akan merasa khawatir, yang mungkin sifatnya ekstern (reality anxiety) atau yang sifatnya intern (neurotic anxiety and moral anxiety) Rasa khawatir yang sangat memuncak akan mengakibatkan bahwa manusia merasa tidak puas pada pola yang telah ada yang ternyata tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, sehingga dia menghendaki suasana yang baru. Pola hidup yang dibicarakan tersebut di atas, tidak lain merupakan suatu Jadi dapat dikatakan bahwa apa yang diartikan dengan kaedah adalah struktur atau susunan daripada kaedah-kaedah untuk dapat hidup. patokan atau ukuran ataupun pedoman untuk berperilakuan atau bersikap tindak dalam hidup. Kaedah Pengertian kaedah adalah patokan atau ukuran ataupun pedoman untuk berperilakuan atau bersikap tindak dalam hidup. Apabila ditinjau bentuk hakekatnya, maka kaedah merupakan perumusan suatu pandangan (ordeel) mengenai perikelakuan atau sikap tindak, misalnya siapa meminjam harus mengembalikan.

5

-

Sebagai patokan untuk berperikelakuan atau bersikap tindak, maka

kaedah berbeda dengan dalil alam yang merupakan perumusan pandangan mengenai kejadian alamiah, misalnya panas menyebabkan benda mengembang. Inti perbedaannya adalah, bahwa terhadap mustahil. Apakah keadah itu datang dari luar atau juga dari dalam diri manusia? Ada yang menganggap bahwa kaedah itu datangnya dari dalam diri Ada pula yang beranggapan bahwa kaedah datangnya dari manusia Ditinjau dari kenyataan kehidupan maka sumbernya adalah hasrat untuk manusia, misalnya dari Tuhan Yang Maha Esa manusia sendiri yaitu melalui pikiran dan perasaannya sendiri. hidup pantas (sayogya; behoorlijk) Mengapakah didalam kehidupan manusia diperlukan patokan atau pedoman? Mengenai bagaimanakah hidup yang pantas atau sayogya dan cara untuk memenuhi hasrat untuk hidup pantas atau sayogya adalah berbeda, tidak sama dari manusia ke manusia, dari bangsa ke bangsa, bahkan dalam diri satu orangpun sering timbul pandangan-pandangan yang berlawanan (tweestrijd; inner conflict) Diberi patokan atau pedoman agar supaya banyaknya pandanganpandangan dan cara-cara tersebut tidak menyebabkan hidup ini menjadi tidak pantas atau tidak sayogya. Patokan-patokan atau pedoman-pedoman itulah yang tadi disebut sebagai kaedah atau norma (norm) atau standard Unsur-unsur hukum : Unsur idiil Mencakup hasrat susila dan rasio manusia, hasrat susila menghasilkan azas-azas hukum (rechtsbeginzelen; misalnya tidak ada hukuman tanpa kesalahan), sedang rasio manusia menghasilkan pengertian-pengertian hukum (rechtsbegrippen; misalnya subyek hukum, hak dan kewajiban, dst). Unsur ini kaedah ada kemungkinan penyimpangan, sedangkan dalam hal dalil alam penyimpangan dianggap

6

kemudian menghasilkan kaedah-kaedah hukum melalui filsafat hukum dan normwissenschaft atau sollenwissenschaft. Unsur riil tata hukum. atau Di sini tidak boleh banyak dilupakan berperan bahwa dalam Terdiri dari manusia, kebudayaan materiil, dan lingkungan alam. Kemudian menghasilkan tatsachenwissenschaft pembentukan tata hukum. Kuliah 2 a. Menjelaskan pengertian sistem hukum dan bagian-bagiannya b. Menerangkan klasifikasi dan perbedaan sistem hukum yang dikenal Pengertian sistem hukum Sistem adalah suatu kesatuan hakiki dan terbagi-bagi dalam bagianbagian, di dalam mana setiap masalah atau persoalan menemukan jawaban atau penyelesaiannya. Jawaban itu terdapat di dalam sistem itu sendiri. Sistem hukum adalah suatu kesatuan yang terdiri dari unsur-unsur yang mempunyai interaksi satu sama lain dan bekerja sama untuk mencapai tujuan kesatuan tersebut. Kesatuan tersebut diterapkan terhadap kompleks unsur-unsur yuridis seperti peraturan hukum, asas hukum, dan pengertian hukum. Di dalam sistem hukum terdapat bagian-bagian yang masing-masing terdiri dari unsur-unsur yang mempunyai hubungan khusus atau tatanan. Antara unsur-unsur di dalam suatu sistem dengan unsur-unsur dari lingkungan di luar sistem terdapat hubungan khusus atau tatanan. Tatanan ini disebut struktur. Struktur menentukan identitas atau ciri sistem, sehingga unsur-unsur itu kontinuitas sistem. Peraturan perundang-undangan sering masing-masing pada asasnya dapat berubah dan dapat diganti tanpa mengganggu telah berubah. 1. Dikenal macam sistem: Sistem konkrit Sistem yang dapat dilihat atau diraba seperti misalnya molekul atau organisme yang terdiri dari bagian-bagian yang lebih kecil. 2. Sistem abstrak atau konseptual 7 mengalami perubahan-perubahan, tetapi tidak dapat dikatakan bahwa sistemnya seinwissenschaft

Sistem yang terdiri dari unsur-unsur yang tidak konkrit, yang tidak menunjukkan kesatuan yang dapat dilih