Tugas Makalah PHI

download Tugas Makalah PHI

of 32

  • date post

    29-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    773
  • download

    4

Embed Size (px)

description

TUGAS PHI

Transcript of Tugas Makalah PHI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDULKATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB I PENDAHULUANI.I Latar Belakang 1I.IIRumusan Masalah1I.IIITujuan Penulisan1I.IVManfaat Penulisan2BAB IIRANGKUMAN DASAR ILMU HUKUM DI INDONESIAII.IDefinisi Hukum3II.IISejarah Hukum9II.IIISumber Hukum14II.IVDasar Hukum17II.VHukum Positif18II.VIDasar Kemanunggalan22II.VIIPluralisme22II.VIIIGejala Hukum24BAB III HUKUM BERDASARKAN KRITERIAIII.IKepentingan atau Tujuan25III.IIFungsi26III.IIIBerlakunya Hukum27III.IVSifat28BAB IVPENUTUPIV.ISimpulan29IV.IISaran29DAFTAR PUSTAKA30

BAB IPENDAHULUAN

I.I Latar Belakang MasalahFenomena yang berkembang saat ini dalam pembelajaran ilmu hukum khususnya mahasiswa ilmu hukum adalah kurangnya informasi dan media yang memberi pengetahuan secara relevan, tepat dan benar adanya. Dengan demikian perlu adanya kumpulan makalah yang dibuat oleh perorangan dalam mengerti dasar ilmu hukum khusunya hukum yang ada di Indonesia

I.II Rumusan MasalahI.II.I Apa definisi dari hukumI.II.II Apa dasar dari hukumI.II.III Sumber hukum yang ada di IndonesiaI.II.IV Gejala hukum IndonesiaI.II.V Sejarah hukum yang ada di IndonesiaI.II.VI Kriteria atau penggolongan hukumI.II.VII Pluralisme hukumI.II.VIII Dasar kemanunggalan hukumI.II.IX Hukum positif

I.III Tujuan PenulisanI.III.I Tujuan UmumTujuan umum penulisan ini adalah untuk mempermudah mempelajari hukum di indonesia.I.III.II Tujuan KhususPemenuhan tugas Pengantar Hukum Indonesia di Universitas Udayana fakultas hukum tahun 2013.

I.IV Manfaat PenulisanPenulisan ini dapat bermanfaat bagi orang awam maupun seseorang yang ingin mengetahui tentang ilmu hukum yang ada di Indonesia.

BAB IIRANGKUMAN DASAR ILMU HUKUM DI INDONESIA

II.IDefinisi Hukum

Terdapat beberapapengertian atau definisi hukum menurut para ahliyang berbeda-beda satu sama lain. Hal ini terjadi karena hingga saat ini belum ada kesepahaman antara para ahli mengenai definisi hukum yang dapat disepakati.pengertian hukum berdasarkan ahli adalah sebagai berikut :Soerojo Wignjodipoero,hukum adalah himpunan peraturan-peraturan hidup yang berisikan suatu perintah dan larangan atau perizinan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu hal, hukum bersifat memaksa serta dengan maksud untuk mengatur tata tertib dalam kehidupan bermasyarakat.J.C.T. Simorangkir, SH & Woerjono Sastroparnoto,hukum adalah peraturan yang bersifat memaksa dan menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib dimana pelanggaran terhadap peraturan tersebut akan mengakibatkan hukuman yang tertentuSM. Amin, SH,hukum adalah kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri atasi norma dan sanksi-sanksi hukumM.H. Tirtaatmidjaja, SH,hukum adalah semua aturan norma yang harus diturut dalam tingkah laku tindakan-tindakan dalam pergaulan hidup dengan ancaman mesti mengganti kerugian jika melanggar aturan-aturan itu akan membahayakan diri sendiri atau hartaWirjono Prodjodikoro,hukum adalah rangkaian peraturan-peraturan mengenai tingkah laku orang-orang sebagai anggota suatu masyarakat tertentuProf. Achmad Ali,Seperangkat kaidah atau aturan yang tersusun dalam suatu sistem, yang menentukan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh manusia sebagai warga masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, yang bersumber dari masyarakat sendiri maupun dari sumber lain, yang diakui berlakunya oleh otoritas tertinggi dalam masyarakat tersebut, serta benar-benar diberlakukan oleh warga masyarakat (sebagai suatu keseluruhan) dalam kehidupannya dan jika kaidah tersebut dilanggar akan memberikan kewenangan bagi otoritas tertinggi untuk menjatuhkan sanksi yang sifatnya eksternalProf. Soedikno Mertokusumo,Keseluruhan kumpulan peraturan-peraturan atau kaidah-kaidah dalam suatu kehidupan bersama, keseluruhan peraturan tingkah laku yang berlaku dalam suatu kehidupan bersama, yang dapat dipaksakan pelaksanaannya dengan sanksiMochtar Kusumaatmadja,Pengertian hukum yang memadai harus tidak hanya memandang hukum itu sebagai suatu perangkat kaidah dan asas-asas yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat, tapi harus pula mencakup lembaga (institusi) dan proses yang diperlukan untuk mewujudkan hukum itu dalam kenyataanAbdulkadir Muhammad, SH,Segala peraturan tertulis dan tidak tertulis yang mempunyai sanksi yang tegas terhadap pelanggarnyaR. Soeroso SH,Himpunan peraturan yang dibuat oleh yang berwenang dengan tujuan untuk mengatur tata kehidupan bermasyarakat yang mempunyai ciri memerintah dan melarang serta mempunyai sifat memaksa dengan menjatuhkan sanksi hukuman bagi yang melanggarnyaPlato,Merupakan peraturan-peraturan yang teratur dan tersusun baik yang mengikat masyarakatAristoteles,Sesuatu yang sangat berbeda daripada sekedar mengatur dan mengekspresikan bentuk dari konstitusi dan hukum berfungsi untuk mengatur tingkah laku para hakim dan putusannya di pengadilan untuk menjatuhkan hukuman terhadap pelanggarTullius Cicerco (Romawi) ,Hukum adalah akal tertinggi yang ditanamkan oleh alam dalam diri manusia untuk menetapkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukanSchapera,Setiap aturan tingkah laku yang mungkin diselenggarakan oleh pengadilanHugo de Grotius,Peraturan tentang tindakan moral yang menjamin keadilan pada peraturan hukum tentang kemerdekaan (law is rule of moral action obligation to that which is right)Paul Bohannan,Merupakan himpunan kewajiban yang telah dilembagakan kembali dalam pranata hukumLeon Duguit,Seluruh aturan tingkah laku anggota suatu masyarakat, dimana aturan tersebut daya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan/diikuti oleh anggota masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan jika ada yang melanggar, maka akan menimbulkan reaksi bersama terhadap seseorang atau beberapa orang yang melakukan pelanggaran ituPospisil,Aturan-aturan tingkah laku yang dibuat menjadi kewajiban melalui sanksi-sanksi yang dijatuhkan terhadap setiap pelanggaran dan kejahatan melalui suatu otoritas pengendalianImmanuel Kant,Keseluruhan syarat-syarat yang dengan syarat-syarat tersebut kehendak bebas dari orang yang satu dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang yang lain menuruti peraturan hukum mengenai kemerdekaanThomas Hobbes,Perintah-perintah dari orang yang memiliki kekuasaan untuk memerintah dan memaksakan perintahnya kepada orang lainRoscoe Pound,Sebagai tata hukum mempunyai pokok bahasan hubungan antara manusia dengan individu yang lainnya dan hukum merupakan tingkah laku para individu yang dapat mempengaruhi individu lainnya. Hukum sebagai kumpulan dasar-dasar kewenangan dari putusan-putusan pengadilan dan tindakan administratif atau ALaw as a tool of social engineeringJohn Austin,Seperangkat perintah yang diberikan baik langsung maupun tidak langsung dari pihak mereka yang berkuasa kepada warga masyarakatanya yang merupakan masyarakat politik yang independen dimana pihak yang berkuasa memiliki otoritas yang tertinggiRudolf von Jhering,Keseluruhan peraturan yang memaksa yang berlaku dalam suatu NegaraKarl Von Savigny,Aturan yang tebentuk melalui kebiasaan dan perasaan kerakyatan, yaitu melalui pengoperasian kekuasaan secara diam-diam. Hukum berakar pada sejarah manusia, dimana akarnya dihidupkan oleh kesadaran, keyakinan dan kebiasaan warga masyarakatVan Vanenhoven,Suatu gejala dalam pergaulan hidup yang bergolak terus menerus dalam keadaan berbenturan tanpa henti dari dan dengan gejala-gejala lainKarl Marx,Suatu pencerminan dari hubungan umum ekonomis dalam masyarakat pada suatu tahap perkembangan tertentuHolmes,Sesuatu yang dikerjakan dan diputuskan oleh pengadilanUtrecht,Himpunan petunjuk hidup,perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat yang seharusnya ditaati oleh seluruh anggota masyarakat oleh karena itu pelanggaran petunjuk hidup tersebut dapat menimbulkan tindakan oleh pemerintah/penguasa itu. Himpunan peraturan-peraturan (perintah-perintah dan larangan-larangan) yang mengurus tata tertib suatu masyarakat dan oleh karena itu harus ditaati oleh masyarakat itu sendiri.

Berikut merupakan tambahan definisi-definisi tentang hukum menurut para ahli :

Van Apeldoorn, hukum itu banyak seginya dan demikian luasnya sehingga tidak mungkin menyatakanya dalam (satu) rumusan yang memuaskan.

I Kisch, oleh karena hukum itu tidak dapat ditangkap oleh panca indera maka sukarlah untuk membuat definisi tentang hukum yang memuaskan.

Lemaire, hukum yang banyak seginya dan meliputi segala macam hal itu menyebabkan tak mungkin orang membuat suatu definisi apapun hukum itu sebenarnya.

Grotius,hukum adalah aturan-aturan tingkah laku yang dibuat menjadi kewajiban melalui sanksi-sanksi yang djatuhkan terhadap setiap pelanggaran dan kejahatan melalui suatu otoritas pengendalian.

Aristoteles,hukum adalah sesuatu yang berbeda daripada sekadar mengatur dan mengekpresikan bentuk dari kontitusi dan hukum berfungsi untuk mengatur tingkah laku hakim dan putusannya di pengadilan untk menjatuhkan hukuman terhadap pelangggar.

Schapera,hukum adalah setiap aturan tingkah laku yang mungkin diselenggarakan oleh pengadilan.

Paul Bohannan,hukum adalah merupakan himpunan kewajiban yang telah dilembagakan kembali dalam pranata hukum.

Pospisil,hukum adalah aturan-aturan tingkah laku yang dibuat menjadi kewajiban melalui sanksi-sanksi yang dijatuhkan terhadap setiap pelanggaran dan kejahatan melalui suatuotoritas pengendalian.

Karl von Savigny,hukum adalah aturan yang tebentuk melalui kebiasaan dan perasaan kerakyatan, yaitu melalui pengoperasian kekuasaan secara diam-diam. Hukum berakar pada sejarah manusia, dimana akarnya dihidupkan oleh kesadaran, keyakinan dan kebiasaan warga masyarakat.

Marxist,hukum adalah suatu pencerminan dari hubungan umum ekonomis dalam masyarakat pada suatu tahap perkembangan tertentu.

John Austin,melihat hukum sebagai perangkat perintah, baik langsung maupun tidak langsung dari pihak yang berkuasa kepada warga rak