Tugas Rangkuman Bin

download Tugas Rangkuman Bin

of 25

  • date post

    14-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    3

Embed Size (px)

description

bin

Transcript of Tugas Rangkuman Bin

TUGAS RESUME MATERIBAHASA INDONESIA

DI SUSUN OLEH :CITRA DWI KUSUMAWARDANI (0514040117)KELAS K3 1D

POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYAMata Kuliah : Bahasa IndonesiaDosen : Denny Oktavina Radianto, S.Pd., M.Pd.

I. Sejarah Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia adalah bahasa yang dibuat, dimufakati, dan diakui serta digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, sehingga bebas dari campuran bahasa daerah. Secara sejarah bahasa Indonesia merupakan salah satu dialek temporal terdahulu seperti bahasa Melayu yang struktur maupun khazanahnya sebagian besar masih sama atau mirip dengan dialek temporal terdahulu seperti bahasa Melayu klasik atau bahasa Melayu kuno.Secara Sosiologi, bahasa Indonesia diterima keberadaanya pada tanggal 28 Oktober 1928 dan secara Yuridis baru diakui keberadaannya pada tanggal 18 Agustus 1945. peresmian bahasa Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945 Pasal 34 dan masuk dalam judul lambang Negara.Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, tepatnya berasal dari bahasa Melayu Riau. Bahasa tersebut dipilih karena alasan berikut:1. Jika yang dipilih adalah bahasa Jawa, maka suku-suku lain akan merasa di jajah oleh Jawa yang merupakan golongan mayoritas di Indonesia.2. Bahasa Jawa sulit dipelajari dibanding bahasa Melayu Riau.3. Bahasa Melayu yang dipilih adalah Melayu Riau, bukan Melayu Pontianak, Melayu Banjarmasin dll karena dengan pertimbangan pertama suku Melayu berasal dari Riau dan Sultan Malaka yang terakhir pun lari ke Riau saat Malaka direbut oleh Portugis.4. Bahasa Melayu Riau sangat sedikit terkena pengaruh dari bahasa asing.

Menurut Minto Rahayu, pertimbangan lain bahasa Melayu dijadikan bahasa Indonesia yaitu:1. Bahasa Melayu sudah menyebar luas di seluruh wilayah.2. Bahasa Melayu diterima oleh semua suku di Indonesia, karena telah dikenal dan digunakan sebagai bahasa pergaulan, tidak dirasakan sebagai bahasa asing.3. Bahasa Melayu bersifat demokratis, yaitu tidak membeda-bedakan tingkatan dalam pemakaian sehingga meniadakan sifat feudal dan memudahkan orang mempelajarinya.4. Bahasa Melayu bersifat reseptif, yaitu mudah menerima masukan dari bahasa daerah lain dan bahasa asing sehingga mempercepat perkembangan bahasa Indonesia di masa mendatang.Bahasa Indonesia merupakan bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa melayu yang pokoknya dari bahasa Melayu Riau. Bahasa Indonesia mantap dan dinamis, maksudnya mantap dari segi EYD dan dinamis dalam hal mengikuti perkembangan zaman. Bahasa Indonesia juga disebut sebagai Lingua Franca (bahasa pergaulan).

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia1. Konsep kedudukan dan Fungsi bahasa Indonesia Fungsi dasar bahasa adalah sebagai alat komunikasi lingual manusia baik secara terlisan maupun tertulis. Bahasa tidak dapat ditinggalkan, ia selalu mengikuti kehidupan manusia baik manusia anggota suku maupun anggota bangsa.

2. Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasionala. Sebagai lambang kebanggaan nasionalb. Sebagai lambang identitas nasionalc. Sebagai alat pemersatu berbagai masyarakatd. Sebagai alat penghubung antar budaya dan daerah.

3. Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negaraa. Bahasa resmi kenegaraanb. Bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikanc. Bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan.d. Bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.Perbedaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara atau resmi, yaitu :a. Perbedaan dari segi wujudnyaPada dasarnya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara adalah sama.

b. Perbedaan dari proses terbentuknyaKedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional didorong oleh rasa persatuan bangsa Indonesia. Persatuan merupakan sesuatu yang mutlak untuk mewujudkan suatu kekuatan. Semboyan bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh dengan pertimbangan kesejarahan dan kondisi bahasa Indonesia yang lingua franca itu, maka ditentukanlah ia sebagai Bahasa Nasional.

c. Perbedaan dari segi fungsinya Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional digunakan sebagai penghubung antar suku. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi digunakan dalam keterkaitan sebagai warga Negara.

Terciptanya bahasa nasional didorong oleh rasa persatuan dan kesatuan terlihat pada Sumpah Pemuda. Sementara terciptanya bahasa resmi didorong oleh tuntutan warga Negara untuk dapat komunikasi antar sesama warga Negara.

II. Bahasa BakuFungsi bahasa baku:1. PemersatuBahasa baku menghubungkan semua penutur berbagai dialek sehingga bahasa baku mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat.2. Pemberi KekhasanBerarti membedakan bahasa itu dengan bahasa lainnya3. Pembawa kewibawaanBersangkutan dengan usaha orang memperoleh kesederajatan dengan peradaban lain.4. Sebagi kerangka acuanArtinya bahasa baku mempunyai norma yang dijadikan debagai tolak ukur dalam berbahasa.Cirri-ciri bahasa baku:1. Kemantapan dinamisMaksudnya bahasa baku memili kaidah atau aturan yang tetap. Namun bahasa baku juga dinamis, sehingga memungkinkan perubahan yang bersistem dan teratur dibidang kosa kata dan peristilahan.

2. KecerdasanKecerdasan bahasa diwujudkan dalam kalimat paragraph dan satuan bahasa lain yang lebih besar mengungkapakan penalaran atau pemikiran yang logis, teratur dan masuk akal.Pada paragraf terdapat :- 1 kalimat Utama- 2 kalimat penjelas

III. Etika dalam Ilmu dan Penerapannya

Masalah etika dan ilmu merupakan fenomena dan aspek-aspek kegiatan keilmuan yang dapat ditinjau dan perspektif hakekat atau landasan keilmua yakni ontology, epistemologi dan aksiologi. Dalam perkembangannya baik etika maupun ilmu senantiasa sejalan dengan situasi dan kondisi perkembangan dunia. Hal ini dapat terjadi karena pada dasarnya etika dan ilmu selalu berkaitan dengan aktivitas manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya.

Etika berasal dari baha Yunani kuno yaitu ethos. Etika berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens 1999:4). Persamaan dan perbedaan antara etika dengan moralMoral bersal dari bahasa Latin Mos yang berarti kebiasaan, adat. Jadi secara etimologi, kata etika dan moral berarti sama, keduanya berasal dari kata yang berarti adat kebiasaan. Menurut Komaruddin Hidayat yang dikutip dari Taylor, Paul W dalam bukunya problem of filosophy, bahwa moralitas berkenaan dengan tingkah laku yang konkrit sedangkan etika bekerja dalam level teori. Ada 4 faktor yang harus dijadikan paradigma yang saling berinteraksi, yakni etika, ilmu, manusia dan alam sekitar. Sehingga dengan ke-4 faktor ini akan menjadi induktinasi antara etika dan ilmu. Sebaliknya jika hal tersebut dikesampingkan dikhawatirkan akan terjadi perkembangan ilmu dan teknologi yang tidak terkendali.

Dan Ilmu berasal dari bahasa Arab yaitu ilman yang berarti pengetahuan. Secara terminology ilmu pengetahuan ditandai dengan derasnya arus informasi. Dalam pengertian lain dijelaskan bahwa ilmu merupakan pengetahuan tentang fakta-fakta baik alamiah atau social yang berlaku umum dan sistematik. Hakikat atau landasan ilmu itu sendiri ada 3 yaitu:1. Ontology (apa yang dikaji oleh ilmu pengetahuan itu)2. Epistimologi (bagaimana caranya mendapatkan ilmu pengetahuan tersebut)3. Aksiologi (untuk apa ilmu pengetahuan itu digunakan) Pendekatan ilmiah tentang tingkah laku moral:1. Etika deskriptif, melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas2. Etika normative, ahli melibatkan diri dengan mengemukakan penilaian tentang perilaku manusia.3. Metaetika, mempelajari logika khusus dan ucapan-ucapan etis.Fenomenologi dalam Kajian KeilmuanKata Fenomenologi berasal dari Yunani Phaenomenon yang artinya menampakkan, memperlihatkan. Berdasarkan uraian para ahli Fenomenologi berarti percakapan tentang fenomena atau sesuatu yang sedang menampakkan diri.Tiga tahap dalam metode Fenomenologi:1. Reduksi fenomenologis (penyaringan)Menyaring setiap keputusan yang secara riel muncul terhadap obyek yang diamati.

2. Reduksi EidetisDalam fenomenologi tidak ada sesuatupun yang tersembunyi atau tertutup salah satu yang lain. Segalanya terbuka dan menampakkan diri.

3. Reduksi TransendentalPada reduksi transendental kemurnian fenomenologi harus diimbangi dengan situasi subjek yang hakiki yang terbebas dari pengalaman empiris. (Sudarto, 1996).

Bahasa keilmuan adalah sarana yang digunakan dalam komunikasi keilmuan. Secara umum terdapat unsur-unsur berupa bentuk komunikasi keilmuan, antara lain lambang (kata-kata dan tanda-tanda), definisi dan pernyataan logika. Bahasa keilmuan merupakan bahasa yang dipakai dalam penulisan ilmiah atau dalam buku pengetahuan.

Cirri-ciri bahasa keilmuan:

1. Cendekia : membentuk pernyataan yang tepat dan cermat2. Lugas : dalam pemaparannya dapat menghindari kesalahpahaman3. Jelas: gagasan yang akan disampaikan dengan bahasa jelas4. Formal : bahasa yang digunakan dalam penulisan ilmiah5. Obyektif: penempatan gagasan sebagai pangkal tolak harus diwujudkan dalam penggunaan kata6. Konsisten : mengikuti kaidah unsur kebahasaan 7. Ringkas dan padat : kandungan gagasan yang diungkapkan dengan menggunakan bahasa secara memadai.

IV. Membaca Kritis untuk MenulisMembaca kritis : membaca teliti untuk mengevaluasi bacaan tersebut, kegiatan membaca untuk mendapatkan informasi yang relevan dan diperlukan.Pengertian MembacaMembaca adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal tidak hanya sekedar malafalkan tulisan, tapi juga melibatkan aktivitas visual, berfikir, psikolinguistik dan metakognitif.1. Pengertian Membaca KritisKegiatan membaca kritis digunakan untuk mendapatkan informasi yang relevan dan diperlukan untuk tulisan yang akan dikembangkan. Jenis tulisan yang kita baca berisi informasi yang