Status Pelaksanaan MBS

download Status Pelaksanaan MBS

of 40

  • date post

    09-Dec-2016
  • Category

    Documents

  • view

    227
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Status Pelaksanaan MBS

  • Ringkasan 1

    Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolahdi Indonesia

    Pembangunan ManusiaKawasan Asia Timur dan Pasifik

    Ringkasan

    Pub

    lic D

    iscl

    osur

    e A

    utho

    rized

    Pub

    lic D

    iscl

    osur

    e A

    utho

    rized

    Pub

    lic D

    iscl

    osur

    e A

    utho

    rized

    Pub

    lic D

    iscl

    osur

    e A

    utho

    rized

    Pub

    lic D

    iscl

    osur

    e A

    utho

    rized

    Pub

    lic D

    iscl

    osur

    e A

    utho

    rized

    Pub

    lic D

    iscl

    osur

    e A

    utho

    rized

    Pub

    lic D

    iscl

    osur

    e A

    utho

    rized

    WB456288Typewritten Text73359

    WB456288Typewritten Text

  • 2

    KANTOR BANK DUNIA JAKARTAGedung Bursa Efek Jakarta, Menara II/Lantai 12-13Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53Jakarta 12190Tel: (6221) 5299 3000Faks: (6221) 5299 3111

    Dicetak Januari 2013

    Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia (Ringkasan) disusun oleh staf Bank Dunia. Segala temuan, penafsiran dan kesimpulan yang dipaparkan dalam dokumen ini tidak mencerminkan pendapat Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia atau pemerintah yang mereka wakili.

    Bank Dunia tidak menjamin akurasi data dalam dokumen ini. Garis perbatasan, warna, denominasi dan informasi lain yang ditunjukkan pada peta, jika ada, dalam dokumen ini tidak menyiratkan keputusan Bank Dunia tentang status hukum wilayah mana pun, dan juga tidak menyiratkan pengakuan Bank Dunia atas garis-garis perbatasan tersebut.

    Foto sampul oleh: World Bank

  • Ringkasan i

    Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia

    Report No. 73359-ID

    Pembangunan ManusiaKawasan Asia Timur dan Pasifik

    Ringkasan

  • ii

    Daftar Isi

    Pengantar iv

    Ucapan Terima Kasih v

    Singkatan vi

    Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia 1Program Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia 1

    Kerangka Kerja Konseptual untuk Menganalisis MBS di Indonesia 4

    Status Pelaksanaan MBS 5

    Kapasitas Sekolah 5

    Dukungan bagi Sekolah 5

    Hasil Antara dan Akhir 6

    Status Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah 7

    Struktur Manajerial Sekolah 7

    Otonomi 8

    Keterlibatan Pemangku Kepentingan 9

    Transparansi dan Akuntabilitas 14

    Sumber Daya dan Kapasitas Sekolah untuk Melaksanakan MBS 14

    Sumber Daya 15

    Pengetahuan Pemangku Kepentingan tentang MBS 15

    Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Guru 17

    Dukungan Pelaksanaan MBS 18

    Pelatihan dan Pengembangan Profesional 18

    Hasil Antara dan Tingkat Belajar 20

    Dampak Nyata MBS 20

    Penggunaan Sumber Dana Bebas Sekolah 21

    Kehadiran Siswa dan Guru 21

    Kepuasan Orang Tua terhadap Sekolah 21

    Rendahnya Prestasi Sekolah di Bidang Membaca dan Matematika 21

    Hambatan Utama dalam Memperbaiki Prestasi Siswa 22

    Faktor-Faktor yang Berkaitan dengan Pelaksanaan MBS dan Prestasi Siswa 23

    Rekomendasi 24

    Mengembangkan Kapasitas Kepala Sekolah, Guru dan Komite Sekolah untuk Melaksanakan MBS 24

    Meningkatkan Kemampuan Staf Sekolah untuk Memperbaiki Bidang Manajerial dan Pengajaran 26

    Mengembangkan Kapasitas Dinas Pendidikan untuk Mendukung Sekolah dan MBS 26

    Daftar Pustaka 28

  • Ringkasan iii

    Daftar Isi

    GrafikGrafik 1: Kerangka kerja untuk Analisis Praktik MBS 4

    Grafik 2: Rapat antara kepala sekolah dan komite sekolah lengkap jarang terjadi 8

    Grafik 3. Seperti yang dilaporkan kepala sekolah, keputusan operasional sekolah biasanya dibuat melalui

    konsensus 9

    Grafik 4. Orang tua kurang memiliki suara dalam urusan sekolah 10

    Grafik 5. Sumber dana bebas yang tersedia di sekolah sangat beragam tergantung wilayah 15

    Grafik 6. Banyak kepala sekolah melaporkan tidak menerima pelatihan yang memadai dalam

    satu tahun terakhir 19

    KotakKotak 1. Tujuan dan Rancangan Asesmen Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) 6

    Kotak 2. Dampak Program BOS 21

    TabelTabel 1. Guru-guru paling tidak terbebani oleh tekanan orang tua dan masyarakat untuk

    memperbaiki prestasi siswa 11

  • iv

    Pengantar

    Sebagai bagian dari desentralisasi tanggung jawab tata kelola ke kabupaten/kota, Pemerintah Indonesia mengadopsi prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS) melalui Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (2003) yang diikuti oleh berbagai peraturan pelaksanaannya. MBS adalah bentuk tata kelola pendidikan yang memberikan tanggung jawab dan otoritas untuk menjalankan operasional akademis sekolah kepada kepala sekolah, guru-guru, dan pemangku kepentingan berbasis masyarakat setempat lainnya. Harapannya adalah pembuatan kebijakan pada tingkat daerah yang seringkali dilakukan bersama-sama akan menghasilkan kebijakan yang lebih efisien dan efektif; serta membuahkan program yang lebih sesuai dengan prioritas setempat. Semua ini akan bermuara pada kinerja sekolah dan prestasi siswa yang lebih baik. Demi mendorong otonomi sekolah, program hibah untuk sekolah, yaitu Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dilaksanakan pada tahun 2005. BOS menyediakan dana yang didasarkan pada jumlah bantuan tiap siswa (Rp 400.000 per siswa pada tahun 2010 untuk tingkat sekolah dasar) bagi seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. BOS memiliki beberapa ketentuan, sehingga dapat digunakan sesuai prioritas sekolah.

    Karena keterbatasan lingkup riset sebelumnya tentang pelaksanaan dan dampak MBS di Indonesia selama sembilan tahun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan mitra pembangunannya merasa perlu melakukan sebuah studi yang bertujuan untuk (1) memberikan laporan status kuantitatif dan kualitatif nasional tentang pelaksanaan manajemen berbasis sekolah, (2) mengidentifikasi faktor yang berkaitan dengan keberhasilan MBS dan (3) mengukur dampak MBS terhadap prestasi siswa.

    Studi tersebut dilaksanakan pada tahun 2010 dan 2011. Ringkasan ini memberikan rincian yang padat tentang status pelaksanaan manajamen berbasis sekolah di Indonesia. Studi ini dilaksanakan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, anggota komite sekolah dan orang tua di 400 sekolah dasar; survei ke staf dinas pendidikan di 54 kabupaten dan studi kasus di 40 sekolah subsampel. Kami berharap bahwa temuan-temuan dalam studi ini akan menarik perhatian Pemerintah Indonesia dan mitra pembangunannya, serta administrator pendidikan, kepala sekolah, guru dan semua pihak di Indonesia dan tempat lain yang sedang melaksanakan atau mempertimbangkan untuk melaksanakan manajemen berbasis sekolah.

  • Ringkasan v

    Ucapan Terima Kasih

    Kami berterima kasih kepada para pejabat dan staf di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas dukungannya terhadap studi ini. Terima kasih khusus kami sampaikan kepada Bapak Didik Suhardi, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama dan stafnya. Kami juga berterima kasih kepada Bapak Budi Susetyo, yang selalu membantu kelancaran berbagai kegiatan penting studi ini. Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tingkat Kabupaten dan Kota, para kepala sekolah, para guru, para anggota komite sekolah dan para orang tua yang menjadi responden survei kami dan membagi pengalaman dan kepedulian mereka tentang Manajemen Berbasis Sekolah (School-Based Management) dan masalah pendidikan lainnya.

    Laporan ini juga mendapatkan banyak masukan dan tanggapan dari peserta lokakarya konsultasi. Para peserta taklimat hasil awal survei yang diadakan di Jakarta memberikan pandangan yang berguna tentang interpretasi terhadap temuan awal dan memberikan ide pentingnya melaksanakan studi kasus yang mendalam. Kami sangat menghargai hal tersebut.

    Terima kasih juga kami tujukan kepada para periset unggul di RAND Corporation, yang menjadi penulis utama laporan ini. Mereka adalah: Georges Vernez, Rita Karam, dan Jeffery Marshall. Kami berterima kasih kepada staf RAND Paco Martorell, Mary Fu, dan Beth Katz yang membantu merancang sampel dari kabupaten dan sekolah dan mengolah data survei, dan Louis Ramirez yang mengetik beberapa naskah awal.

    Bondan Sikoski dan tim pewawancara dan pengolah datanya di SurveyMeter pantas diberikan penghargaan khusus atas survei dan studi kasus yang luar biasa. Mereka bepergian ke tempat terpencil, sangat memperhatikan detail dan berusaha keras menjangkau seluruh responden yang menjadi sasaran.

    Keahlian dan upaya Institut Asesmen Indonesia dalam merancang dan menguji instrumen juga sangat kami hargai.

    Laporan ini dikelola oleh tim yang terdiri dari Dandan Chen (Task Team Leader, Senior Economist); Siwage Negara (Operations Officer) dan Imam Setiawan (Research Analyst). Kontribusi penting diberikan oleh Ratna Kesuma (Sr. Operations Officer), Andrew Ragatz (Consultant), dan Javier Luque (Sr. Education Economist). Dyah Kelasworo Nugraheni menyediakan dukungan yang sangat efisien bagi tim ini.

    Rekan-rekan penanggap adalah Harry Patrinos (Lead Economist), Deon Filmer (Lead Economist), dan Susan Wong (Lead Social Development Specialist). Tanggapan mereka sangat berharga bagi revisi laporan ini. Samer Al-Samarrai (Sr. Education Economist), Nur Hidayat (Operations Officer), Yulia Immajati (Consultant), Jan Weetjans (Lead Social Development Specialist) dan para koleganya, Profesor David Pedder (School of Education, University of Leicester), dan Catherine Augustine (RAND) memberikan tanggapan yang bermanfaat dan saran penting yang menyempurnakan hasil akhir laporan ini.

    Produksi ringkasan ini terlaksana berkat dukungan dari Dutch Education Support Program.

  • vi

    Singkatan

    BOS Bantuan Operasional Sekolah

    KKG Kelompok Kerja Guru

    NGO Organisasi NonPemerintah (nongovernmental organ