Skizoaffektif Tipe Manik

download Skizoaffektif Tipe Manik

If you can't read please download the document

  • date post

    21-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    84
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Skizoaffektif Tipe Manik

Transcript of Skizoaffektif Tipe Manik

T:

Presentasi kasus 3

gangguan skizoafektif tipe manik

Presentan : Iwan Arijanto

Moderator: Tatang Muchtar Sutaryan, dr, SpKJ

Tanggal : Agustus 2000

Tempat: Ruang sidang RSHS

bag / smf psikiatri

fakultas kedokteran universitas padjadjaran

rumah sakit dr. hasan sadikin

bandung

2000

LAPORAN KASUS :

Seorang perempuan, Ny. P, 25 tahun, beragama Islam, suku Sunda, pendidikan SD tamat, pernah bekerja sebagai TKW di Malaysia, beralamat di Jamika, Bojongloa kaler, Bandung, dirawat sejak tanggal 29 Juni 2000 sampai dengan 31 Juli 2000 dengan diagnosis Gangguan skizoafektif tipe manik, pulang dengan perbaikan.

RIWAYAT PSIKIATRI

Heteroanamnesis didapat dari Bpk. Opo S. (ayah kandung penderita), sifat perkenalan cukup akrab, kebenaran anamnesis dapat dipercaya.

KELUHAN UTAMA :

Bicara sendiri, bicara kacau, marah-marah tanpa sebab, merusak barang-barang

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG :

Empat bulan sebelum masuk rumah sakit penderita pergi ke Malaysia untuk bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Di Malaysia penderita sering dipukuli oleh majikannya dan pernah diusir dari tempat kerjanya oleh istri majikannya karena dituduh selingkuh dengan majikannya. Penderita pernah juga ditahan oleh polisi Malaysia selama 3 hari karena laporan dari istri majikannya. Setelah kejadian tersebut penderita sering terlihat melamun dan menyendiri. Akhirnya penderita tidak pernah mengabari keluarganya lagi.

Dua bulan yang lalu keluarga penderita mendengar kabar bahwa penderita ada di Dumai dalam keadaan sakit, namun pihak keluarga tidak melakukan apa-apa karena tidak mempunyai biaya.

Dua minggu yang lalu penderita ditemumukan oleh seseorang yang tidak dikenal di Dumai dalam keadaan sering berbicara sendiri dan sering marah-marah tanpa sebab, lalu diantarkan pulang ke rumah orang tua penderita di Bandung. Selama di rumah penderita sering jalan-jalan keluar rumah sendiri malam-malam dan bila siang penderita sering naik ke atap rumah. Ketika ditanya mengapa naik ke atap rumah penderita mengatakan akan mendapat wangsit dari Soekarno. Penderita sering berbicara sendiri, bicaranya kacau, sering marah-marah tanpa alasan, merusak barang-barang dan sering makan benda-benda di sekitarnya seperti batu, beton, puntung rokok dan minum alkohol. Penderita juga sering memakai baju rangkap-rangkap dan ketika ditanya penderita menjawab bahwa baju tersebut untuk melindungi dari siksaan majikannya. Penderita mandi satu kali sehari dan itu pun bila disuruh.

Karena keluhan tersebut, akhirnya penderita dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Riwayat Penyakit Dahulu

Penderita baru pertama kali menderita gangguan jiwa.

Riwayat trauma kepala disangkal.

Riwayat kejang tidak ada.

Riwayat panas tidak ada.

Riwayat menggunakan obat dan sakit berat tidak ada.

Riwayat keluarga

Ayah penderita mempunyai 3 orang istri, yaitu :

Ika (ibu tiri penderita), 50 tahun, sehat.

Rohanah (ibukandung penderita), 47 tahun, pernah menderita gangguan jiwa dan pernah dirawat di RSJ Cisarua.

Eti (ibu tiri penderita), 38 tahun, pekerjaan ibu rumah tangga, sehat.

Dari istri pertama, ayah penderita memiliki anak bernama Nani yang sekarang tinggal bersama ibu kandungnya.

Dari istri kedua, ayah penderita memiliki 7 orang anak, yaitu :

Rohmah, wanita, 28 tahun, ibu rumah tangga, sehat.

Mia, 27 tahun, ibu rumah tangga, pernah mengalami gangguan jiwa dan pernah dirawat di Bagian Psikiatri RSHS.

Puspaningrum, penderita, 25 tahun, ibu rumah tangga, sedang mengalami gangguan jiwa.

Yuyun, wanita, meninggal sewaktu berusia 1 tahun.

Rahmat, laki-laki, 23 tahun, SLB, pernah mengalami gangguan jiwa dan pernah dirawat di RSJ Cisarua.

Mia, 22 tahun, ibu rumah tangga, sehat.

Rohman, laki-laki, 20 tahun, bekerja sebagai tukang parkir, pernah mengalami gangguan jiwa dan dibawa berobat ke dukun.

Dari istri ketiga ayah penderita memiliki 3 orang anak, yaitu :

Rohim, laki-laki, 17 tahun, SLTP, sehat.

Rohamah, wanita, 11 tahun, SD, sehat.

Siti Hajar, 7 tahun, SD, sehat.

Penderita memiliki seorang suami bernama Dede Saprudin, 32 tahun, bekerja sebagai tukang pasang pompa air dan memiliki 2 orang anak, yaitu :

Rivan, laki-laki, 5 tahun, ehat.

Rizki, laki-laki, 2 tahun, diberikan kepada saudara dari ibu tiri penderita sejak lahir.

Adik penderita yang bernama Yuyun meninggal dunia sewaktu penderita berusia 3 tahun.

Ayah dan ibu kandung penderita bercerai ketika penderita berusia 7 tahun, kemudian ayah penderita menikah lagi. Penderita tinggal bersama ibu dan ayah tirinya sampai penderita berusia 12 tahun, kemudian penderita tinggal bersama neneknya di Gang Saluyu. Pada saat berusia 16 tahun, penderita tinggal kembali di rumah ayahnya sebab penderita merasa kesal terhadap neneknya yang memaksa penderita untuk menikah dengan saudara dari ayah penderita.

Antara ayah dan ibu kandung penderita tidak ada hubungan darah. Ayah penderita adalah seorang tukang parkir dengan penghasilan + Rp. 250.000,-/bulan. Penderita dibesarkan dalam adat Sunda. Di dalam rumah itu penderita tinggal bersama ayah kandung, ibu tiri, kedua adik kandung penderita yang belum menikah dan ketiga adik tirinya. Ayah penderita jarang di rumah dan tidak mengetahui perkembangan anak-anaknya.

Setelah menikah penderita tinggal bersama suami dan anak-anaknya. Penderita sering bertengkar dengan suaminya, terutama tentang masalah keuangan. Suami penderita juga sering memukuli penderita, bermain judi dan mabuk-mabukan. Kemudian penderita pergi ke Malaysia untuk bekerja.

Setelah kembali dari Dumai, penderita tidak lagi tinggal bersama suaminya melainkan kembali tinggal di rumah ayah penderita.

Riwayat Hidup Pasien

Masa dikandung dan sekitar persalinan

Penderita dikandung selama 9 bulan dan penderita merupakan anak yang dikehendaki. Selama masa kehamilan dan persalinan ibu penderita dalam keadaan sehat. Penderita lahir langsung menangis dibantu oleh seorang paraji.

Masa bayi

Selama masa bayi penderita dalam keadaan sehat. Pertumbuhan dan perkembangannya normal seperti anak lainnya. Penderita tidak mendapatkan ASI tetapi diberi susu kaleng karena susu ibunya tidak keluar.

Masa prasekolah

Penderita dalam keadaan sehat, pertumbuhan dan perkembangan normal. Sifat penderita sangat pemalu dan pendiam. Orang tua penderita bercerai sehingga hubungan penderit dengan ibu kandungnya jauh. Ayahnya juga sibuk, sehingga penderita kurang mendapat perhatian. Penderita diajari tentang tata cara kebersihan. Antara kakak dan adiknya sering terdapat pertengkaran.

Masa sekolah dan pra pubertas

Penderita sehat, tidak memiliki banyak teman, masuk sekolah pada usia 7 tahun dan berhenti sekolah pada usia 12 tahun, kemudian penderita tinggal bersama nenek dari ibu kandungnya.

Masa pubertas

Penderita dalam keadaan sehat. Sifat penderita pendiam dan pemurung. Penderita sudah tidak bersekolah lagi. Kemudian penderita bekerja di pabrik tekstil selama 4 tahun. Penderita marah kepada neneknya karena memaksanya untuk menikah dengan saudara ayahnya. Kemudian penderita pindah lagi dan tinggal bersama ayah dan ibu tirinya.

Masa dewasa

Penderita adalah seorang yang pendiam, mudah tersinggung, dan mudah marah. Ketika berusia 19 tahun penderita menikah dengan laki-laki pilihannya setelah berkenalan selama satu minggu. Kemudian penderita tinggal bersama suami dan memiliki 2 orang anak.

Riwayat pekerjaan

Sewaktu tinggal bersama neneknya penderita pernah bekerja di pabrik tekstil seama 4 tahun, kemudian berhenti karena marah pada neneknya. Sekitar 4 bulan sebelum masuk rumah sakit penderita pergi ke Malaysia sebagai TKW. Di tempat kerjanya penderita sering dipukuli oleh istri majikannya dan pernah dilaporkan ke polisi sehingga penderita mendekam dalam penjara selama 3 hari. Penderita kemudian keluar dari tempat kerjanya.

Riwayat perkawinan

Ketika berusia 19 tahun penderita menikah dengan seorang laki-laki pilihannya yang pada saat itu berusia 25 tahun, seorang duda yang sudah memiliki 1 orang anak yang tinggal bersama ibu kandungnya. Dalam perkawinannya itu penderita meiliki 2 orang anak yaitu Rivan, 5 tahun dan Rizki, 2 tahun. Anaknya yang terakhir diasuh oleh saudara dari ibu tirinya di Indramayu sejak lahir.

Setelah kelahiran anak pertama penderita dan suaminya sering bertengkar karena suaminya mulai sering marah-marah, berjudi, sering memukuli penderita dan mabuk-mabukan.

Penderita tidak menggunakan alat kontrasepsi.

Lain-lain

Penderita tidak mempunyai pengalaman militer.

Penderita pernah mendekam di penjara selama 3 hari di Malaysia karena laporan dari istri majikannya.

Kepribadian sebelum sakit

Penderita cukup mempunyai kemauan untuk berusaha hanya bila menemui kesulitan cepat berputus asa. Penderita juga seorang pemalu, pendiam.

Kehidupan fantasi

Penderita sering ditemukan melamun, tetapi apa yang dilamunkan tidak diketahui.

Kehidupan psikoseksual

Tidak diketahui secara jelas, namun diketahui penderita berhubungan seksual secara teratur dengan suaminya, namun sejak sakit suaminya jarang menyentuh penderita.

Kehidupan emosional

Penderita adalah seorang yang pemalu, pemurung, rendah diri, mudah tersinggung dan sering bertengkar.

Hubungan sosial

Dalam keluarga penderita sering bertengkar dengan saudara-saudaranya. Dalam perkawinannya penderita diketahui sering bertengkar dengan suaminya. Penderita memiliki sedikit teman.

Kebiasaan dan kesenangan

Sebelum sakit penderita makan dan minum teratur dan tidak merokok.