Bipolar Episode Manik

download Bipolar Episode Manik

of 22

  • date post

    19-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    23
  • download

    3

Embed Size (px)

description

psikiatri

Transcript of Bipolar Episode Manik

STATUS PSIKIATRI

STATUS PSIKIATRI

I. RIWAYAT PSIKIATRIK:

1. Identitas Pasien

Nama

: Ahmad Farid Umar

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Tempat tanggal lahir: Palembang,11 Desember 1986

Usia

: 22 tahun

Agama

: Islam

Suku bangsa

: Palembang

Pendidikan

: SMA

Status

: Belum menikah

Pekerjaan

: -

Tanggal masuk RS: 11 Juni 2008 jam 23.00 WIB,

dijemput oleh pihak RSIJ Klender

Riwayat Perawatan:

a. Rawat jalan

: -

b. Rawat inap

: -

Hobby

: Berenang

2. Keluhan / Alasan Terapi

Berdasarkan:

Autoanamnesis: Pada tanggal 16 juni 2008.

Alloanamnesis: Oleh kakak dan ayah pasien, pada tanggal 16 juni 2008

Jam 12.00 WIB dan 16.00 WIB.

A. Keluhan Utama

(Alloanamnesis dari ayah pasien)

Beberapa jam SMRS pasien marah-marah, mengamuk, memukul ibunya dan memecahkan kaca.

B. Keluhan Tambahan

Pasien di Asrama mengamuk/gelisah, emosi labil, sakit sekitar 1 tahun, berobat keduren sawit dan bogor.

3.Identifikasi Pasien

Seorang laki-laki, postur tubuh astenikus, dengan tinggi badan sedang. Saat wawancara pasien memakai piama sambil mendengarkan Mp3, pasien tampak tenang dan kontak mata cukup baik, menjawab pertanyaan seadanya.

4. Riwayat Gangguan SekarangPasien datang ke RSIJ Klender di jemput oleh petugas RSIJ Klender atas permintaan keluarganya. Beberapa jam sebelum masuk rumah sakit pasien marah marah karena bertengkar dengan mantan pacarnya yang saat itu datang kekampus karena disuruh oleh ibunya untuk menemui pasien. saat pasien bertengkar dengan mantan pacarnya, sang ibu mencoba menengahinya tetapi pasien menyangka ibunya lebih membela mantan pacarnya, sehingga pasien merasa diperlakukan tidak adil, akibatnya pasien, mengamuk, memukul wajah ibunya dengan tangan kanan yang mengakibatkan luka robek pada pelipis ibu dan saat ini ibu pasien sedang dirawat di Rumah Sakit Pertamina. Selain itu pasien juga mengucapkan kata kata kotor (seperti anjing, babi, kontol, ngentot). Setelah memukul ibunya pasien melampiaskan kekesalannya dengan cara memukul kaca sampai tangannya terluka dan berdarah, kemudian pasien juga membenturkan sikunya ke tembok.

Pasien mengaku memukul ibunya selain karena kesal akibat terlalu membela mantan pacarnya, dia juga kesal karena terlalu banyak aturan dan keinginan dari ibu yang harus dipatuhi oleh anak anaknya sehingga pasien merasa terkekang. Pasien mengatakan pada kakaknya menyesal telah memukul ibunya, tetapi belum berkeinginan meminta maaf kepada Ibunya.

5.Riwayat Gangguan Sebelumnya

Sejak kecil berumur 3 tahun, pasien kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, karena waktu itu ibu pasien sedang melanjutkan kuliah ke Autralia untuk mengambil gelar MSc, dan ayah sibuk bekerja di PT. Way Hitam dan Kendon permai dalam bidang produksi keramik di Palembang. Karena kesibukan kedua orang tuanya, pasien di asuh oleh neneknya.

Sejak umur pasien 4 tahun, hubungan kedua orang tuanya sudah tidak harmonis lagi sehingga kedua orang tua pasien memutuskan untuk berpisah sementara dan pasien ikut ibunya ke Jakarta.

Pada tahun 1999 (usia pasien 13th) kedua orang tua pasien resmi bercerai, kemudian pada tahun 2000, ibu pasien kembali menikah lagi.

Setelah pasien mengetahui orang tuanya bercerai, pasien mulai menunjukkan sikap tidak seperti biasanya, seperti menarik diri dari pergaulan dan sering menyendiri dikamar sambil merokok.

Menurut penuturan ayah pasien, waktu duduk dibangku SMP, pasien pernah mengikuti kegiatan keagamaan (N-II) selama satu hari satu malam, dimana sepulang dari kegiatan itu pasian terlihat makin kacau, berbicara ngelatur dan mulai ikut pergaulan yang tidak baik serta sering keluar malam. Selain itu pasien juga mengaku mengkonsumsi obat obatan seperti heroin, putau dan sabu sabu yang didapat dari bandarnya langsung, tanpa sepengetahuan keluarga pasien.

Menginjak bangku SMU pasien mulai mengenal berpacaran tetapi tidak mendapat izin dari ibunya, karena berpacarnya dengan seorang janda yang menurut ibunya tidak sebanding dengan usia pasien, sehingga ibu pasien memutuskan untuk memisahkan hubungan mereka.

Sejak saat itu pasien kembali menunjukan sikap yang aneh, selalu menyendiri, malas beraktifitas (seperti mandi, makan dll) dan bila ditanya tentang perilakunya pasien hanya diam dan kadang marah-marah. Pasien menuturkan, alasan pasien marah-marah adalah selain karena hubungannya dipisahkan oleh ibunya, ia juga tidak ingin dirinya dianggap sebagai anak kecil yang selalu diatur.

Tamat SMU perilaku pasien makin sulit diatur, ibu pasien memutuskan untuk memasukkan pasien ke pesantren Darut tauhid di bandung selama 1 bulan. Setelah pulang dari pesantren pasien sedikit mulai ada perbaikan.

Kemudian pasien masuk kuliah di Universitas negeri Jakarta Jurusan Sastra Arab karena keinginannya sendiri, tetapi pasien hanya bertahan 2 semester karena merasa pelajarannya terlalu sulit, dan berencana untuk pindah jurusan di bidang kesenian tapi sang ibu menentang dan memaksa pasien untuk masuk kuliah ke Akedemi Keperawatan di PHI yang dikelola ibunya dengan maksud agar pasien dapat meneruskan kedudukan ibu sebagai Kepala Yayasan Akedemi Keperawatan PHI.

Pada awal perkuliahan pasien tampak menikmatinya tetapi pada tingkat ketiga pasien mulai malas kuliah. Dari pengakuannya, pasien melihat mantan pacarnya berpacaran dengan sahabat dekatnya, kemudian pasien merasa terpukul dan sakit hati ditambah perlakuan sang ibu yang terlalu mengatur dan memaksakan kehendak.

Ibu pasien mengira perubahan perilaku anaknya seperti malas kuliah akibat dipisahkan dengan sang pacar, akhirnya karena keluarga dan juga ibunya tidak dapat mengatasi perilaku anaknya kemudian keluarga terutama sang ibu pasien memutuskan untuk mengundang mantan pacarnya untuk bertemu pasien, dengan harapan pasien dapat berubah menjadi lebih baik bila bertemu lagi dengan mantan pacarnya (keluarga tidak mengetahui kalau pasien telah membenci mantan pacarnya). Kemudian pasien bertemu dan bertengkar dengan mantan pacarnya.

6. Riwayat Pribadi Sebelum Sakit

1. Masa PrenatalMenurut ayah pasien, pasien anak yang diharapkan, selama kehamilan ibu pasien sehat, ia tidak pernah mengalami sakit atau hal-hal yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin. Pasien lahir cukup bulan, spontan melalui proses normal, ditolong oleh bidan, BB : 3250 kg, TB : 50. Pasien adalah anak yang dikehendaki oleh kedua orang tuanya.

2. Masa Kanak-Kanak Dini (0-3 tahun)Pasien diasuh oleh orang tua kandungnya dan diberi ASI selama 2 tahun dan tumbuh normal seperti anak seusianya. Menurut kakaknya pasien manja terutama pada ibunya, karena pasien anak bungsu di keluarganya.

3. Masa Kanak-Kanak Pertengahan (3-11 tahun)Secara fisik pasien tumbuh normal seperti anak-anak seusianya tetapi menurut ayahnya pasein adalah anak yang pendiam dan pemalu dan ia kurang suka bermain keluar rumah. Kurang lebih saat pasien berumur 3 tahun, pasien diasuh oleh neneknya karena kesibukan orang tuanya.

4. Masa Pubertas dan Masa RemajaPasien termasuk orang yang kurang suka bergaul, tidak mempunyai banyak teman, hubungan dengan keluarga tidak terlalu dekat, karena kesibukan anggota keluarga masing-masing. Pasien hanya dekat dengan kakak yang kedua, tetapi pasien tidak pernah terbuka tentang masalah pribadinya kepada siapapun. Saat SMP pasien mulai mencoba untuk merokok dan mengkonsumsi obat obatan separti heroin, putau dan sabu-sabu. Pasien mulai berpacaran ketika duduk dibangku SMA, tetapi hanya beberapa bulan.

Hubungan sosial

Pasien termasuk orang yang kurang suka bergaul, tidak mempunyai banyak teman baik dirumah maupun di sekolah, hubungan dengan keluarga tidak terlalu dekat, karena kesibukan anggota keluarga masing-masing.

Riwayat sekolah

Pasien sekolah TK sampai kelas 4 SD di Palembang, kemudian pindah ke Jakarta dengan Ibunya dan melanjutkan sekolah di SDN Duren Rawa sari. Setelah itu melanjutkan ke SMP Muhammadyah sampai lulus, lalu melanjutkan sekolah ke SMA Sunan giri di Rawamangun dan melanjutkan kuliah ke Univeritas Negri Jakarta jurusan sastra Arab selama dua semester. Setelah itu pasien berhenti dan melanjutkan ke Akademi Keperawatan PHI. Selama sekolah prestasinya biasa biasa saja, ia tidak pernah tinggal kelas. Dalam mengikuti pelajaran disekolah ia lebih suka pelajaran kesenian dan olah raga karena menurutnya lebih mudah untuk diikuti. Pada pelajaran olah raga pasien sangat suka mengikuti semua kegiatan, seperti berenang.

Perkembangan motor dan kognitif

Sejak bayi hingga balita perkembangan pasien sama seperti anak-anak seusianya. Pasien mulai belajar dari tingkat TK hingga kuliah. Selama di sekolah pasien sering mengikuti kegiatan olah raga, seperti berenang.

Masalah emosi dan fisik

Kurang lebih 7 tahun yang lalu saat pasien berusia 15 tahun dan duduk dibangku SMP, pasien mulai mengenal rokok saat itu ia mendapatkan rokok dari kakaknya. Dalam 1 hari pasien dapat menghabiskan setengah bungkus rokok. Pasien juga pernah mencoba memakai heroin, putaw dan sabu-sabu yang diperoleh dari bandarnya langsung. Setelah itu tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan terlarang lagi, tetapi merokok terus hingga saat ini. Menurut ayah dan kakak pasien, pasien memiliki sifat pendiam, dan tertutup dari saudara-saudaranya. Selain itu, ia juga tidak suka dengan keributan, tidak suka diatur-atur dan diusik kehidupan pribadinya.

5. Masa PsikosexualMenurut pasien, pasien mulai menyukai lawan jenis sejak SMA dan berpacaran. Pasien tidak pernah diajarkan pendidikan seks karena kesibukan orang tuanya sehingg