Manik Maya

Click here to load reader

  • date post

    12-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    120
  • download

    8

Embed Size (px)

description

Manikmaya

Transcript of Manik Maya

  • MANIKMOYO

    Milik Departemen P dan K Tidak Diperdagangkan MANIKMAYA I Alih Aksara

    dan Alih Bahasa SRI SUMARSIH Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

    PROYEK PENERBITAN BUKU SASTRA INDONESIA DAE RAH JAKARTA -

    1981

  • I I. PUPUH DHANDHANGGULO

    01. Konon Mas Ngabei Ronggo di Penambangan ya ng mengepalai para abdi

    dalem Kadipaten Mangkunegaran Surakarta, telah berhasil menyusun kisah tentang

    kedatangan agama Islam di Pulau Jawa. Ceritera ini dimula i dari Sis Yanas

    Nurcahyo, adalah keturunan Nabi Adam sampai dengan Sunan Giri.

    02. Kisah yang disusunnya bersumber dari kitab suci Al Quran, tentang tonasube

    (i lmu tasawuf). Ceritera itu diuraikan dalam bentuk ijina dan kias, menunjukkan

    sif at : Maha Tunggal, Maha Pengasih dan Penyayang, Pemurah dan Pengampun

    Tuhan seru sekalian alam.

    03. Ceritera itu ditulis pada hari Sabtu Kliwon tanggal empat be las bulan

    Jumadillawal tahun Ehe, wuku Warigalit, dalam masa kelima, dalam jangk a

    windu, Windu Adi. Diberi sasmito sandi (Jawa: Sengkalan) Sirno Ening Sworo

    Tun ggal. Jelasnya tahun 1740.

    04. Demikianlah ceritera itu didahului dengan ucapan Bismiilahir rohman

    anirohiem. Puji pujian itu berasal dari kitab Barubutun, kita b Barubu Laut, dan

    kitab Barungala. Pertama (kidam) yang perlu diperhatikan urut urutan (tanayul)

    doa dan kitab kitab itu jangan sampai terbalik balik, disertai lafal Illaha Illalloh

    Muhammad Rasullullah.

    05. Sebelum bumi dan langit dicipta kan maka keadaan alam semesta masih

    hampa. Dialam yang kosong itu yang ada hanya lah sekumpulan roh. Kepada

    sekumpulan roh itu disodorkan janji janji untuk menem puh jalan yang baik.

    Setelah mendapat perjanjian sebagian diantara roh roh itu l alu ada yang menjadi

    Nur (malaikat). Kemudian Tuhan memerintahkan kepada para ma laikat tadi untuk

    bersujud kepada-Nya. Malaikat lalu menyembah lima kali kepada Yang Maha Esa.

    06. Sejak itulah terjadi kebiasaan malaikat menyembah kepada Tuha n. Mereka

    menjalankan sujud itu dengan pengertian dan mengindahkan ketentuan dan dalil.

    Dalam menjalankan sujud itu mereka menjaga kebersihan lahir dan batin. D alam

    menjalankan sujud itu mereka menjaga kebersihan lahir dan batin. Dalam menj

    alankan sujud jangan sampai terpengaruh soal soal yang kotor baik jasmaniah

    maup un rohaniah. Suatu ketika para malaikat habis menjalankan sujud dengan

    khusuknya , mereka lalu menelentang. Dengan kesaktiannya pada waktu

  • menelentang itu keluar lah asap yang membubung tinggi. Dan asap akhirnya

    terjadilah langit ketujuh ting kat dengan isinya.

    07. Langit ketujuh tingkat beserta isinya itu menunjukkan rua ng lingkup

    kekuasaan Tuhan. Disinilah merupakan tempat yang terjaga kesuciannya dan

    tempat tersimpannya wahyu wahyu Illahi. Ketujuh langit ini lalu menjadi tera ng

    dengan adanya matahari, bintang, dan bulan. Disinilah bertempat tinggal para

    malaikat, jin, bidadari. Mereka adalah umat Tuhan Yang Maha Agung disana pula

    te rletak neraka.

    08. Setelah ketujuh langit selesai terbentuk malaikat lalu melaku kan sujud lagi

    dengan posisi tengkurap. Saat itu lalu terbentuk bumi sebanyak tu juh buah

    lengkap dengan isinya. Dari sikap tengkurap itu malaikat lalu tidur den gan posisi

    miring. Saat itu terjadilah lembah, jurang, tebing, karang. Sesudah i tu malaikat

    lalu duduk. Sikap ini nengakibatkan terjadinya gunung gunung. 1

    09. Waktu duduk, malaikat itu mengeluarkan keringat. Dan kerigat inilah yang

    men jadikan asal mula adanya samudera, mata air, sungai sungai besar, serta telaga.

    Semua merupakan sumber dan air hujan. Kemudian kotoran badan (daki) menjadi

    peng huni bumi yang terbagi atas binatang darat dan binatang air. Termasuk

    binatang d arat yaitu binatang bangsa burung, binatang melata, serta binatang

    merayap.

    10. Kejap kejap mata malaikat menjadikan asal mulanya ada siang dan malam,

    guruh, ki lat. Saat perjanjian dan kejapnya malaikat masih rahasia Tuhan Yang

    Maha Esa.

    11 . Alam arwah itu membutuhkan jangka waktu 70.000 tahun Dalam jangka

    waktu itu te rkumpullah unsur unsur sehingga memungkinkan perubahan sifat

    keadaan. Dikala itu Tuhan memfirmankan tentang adanya / lahirnya bumi dan

    langit lengkap dengan ane ka macam isinya. Hal itu menurut Al Quran teijadi

    dalam waktu 6 hari.

    12. Begitul ah kisah terjadinya tujuh buah langit dan tujuh buah bumi beserta

    isinya. Panjan g lingkar keliling langit itu diceriterakan bila diukur dengan

    kecepatan burung terbang baru akan selesai dalam jangka waktu 1.000 tahun.

  • 13. Salah satu diantar a 7 buah langit itu lingkar kelilingnya cukup ditempuh

    dengan kecepatan terbang burung yang tanpa berhenti selama 500 tahun. Ruang

    keagungan dan kemegahan Tuhan dapat dilbaratkan sebagai sorga indah yang

    berkotak kotak bagaikan kotak rumah lebah. Masing masing sorga indah itu

    luasnya tak dapat dikatakan. Masing masing dijaga oleh bidadari.

    14. Bidadari itu mempunyai empat jenis warna pokok yaitu h itam, putih, merah,

    dan kuning. Warna pokok yang satu terhadap yang lain saling baur membaur.

    Yang warna hitam agak keputihan, yang putih agak kemerah merahan b ercampur

    kuning, yang merah agak hitam dan putih serta kuning, yang kuning agak kemerah

    merahan, putih, hitam, dan merah.

    15. Para bidadari itu mempunyai wajah yang cemerlang seolah olah masing masing

    memaimerkan keunggulan sinarnya Lempara n pandangannya bagai meluncurnya

    siraut (pisau tajam) jatuh. Kelihatan serba pan tas tiada setitikpun kejelekannya.

    Tingkah lakunya aneka ragam lemah gemulai. Te lah menjadi kebiasaan gerak

    gerik bidadari itu serba menarik membuat para pria m enjadi terpesona.

    16. Dan berjuta juta dan puluhan ribu bidadari itu masing masi ng cantik molek

    wajahnya para bidadari itu pantas jadi idaman istri para manusia yang mendapat

    anugrah Tuhan masuk kesorga.

    17. Masing masing kotak sorga itu uj udnya berbeda beda. Ada kelompok kotak

    yang berujud mutiara semua. Kelompok kota k mutiara ini memancarkan sinar

    cerah. Dilain tempat terdapat kelompok kotak sor ga intan. Pada kelompok ini

    terdapat tanaman yang batang, daun, serta pucuknya s emuanya serba intan.

    Memancarkan sinar yang seperti intan habis digosok.

    18. Did alam surga keadaannya serba menarik. Dimana mana terdapat permata

    mulia. Ada jam rut, mirah, nila widuri, ratna cempaka, beralaskan emas murni

    berseling seling p erak memancarkan sinar aneka warna. Sinar sinar itu seolah olah

    memamerkan seni serinya masing masing.

    19. Sungguh mengasyikkan pemandangan disana sini terdapat sinar cemerlang

    Tiada bedanya keadaan siang dan malam didalam surga. Nikmat nia n hidup

    didalam surga. Keadaan seperti itu, baka langgeng tiada habisnya. Tak ada tolok

  • banding keindahan surga dibumi ini.

    20. Rapal Laa ilaha illalloh dan Moh ainmad dan wa rosuuluh itu tertulis dalam

    kitab suci. Kitab suci itu tersimpan d idalam makful yaitu tempat yang terjaga

    untuk menyimpan ayat ayat suci. Lokil makful itu tidak dapat dibayangkan sampai

    berapa luas tinggi dan dalamya

    21. Tentang ujud Tuhan Yang Maha Esa itu tak dapat diga mbarkan. Hanya dapat

    dikatakan lengkap penuh sempurna serba maha. Apa yang difir mankan terjadi.

    Dan firman itu tidak pernah tidak ditepati. Sifatnya baka, tidak bertambah pun pula

    tidak menyusut sesuai dengan sajaratil muntoha.

    22. Pohon sa jaratil muntoha besar batangnya lipat tujuh kali besarnya bumi.

    Daunnya bermacam macam ada kuning, merah, biru, dhadhu (warna pembauran

    antara merah dan kuning) , campuran ungu dan kuning, ungu, hijau, hitam, dan

    putih. Semua daun itu memanc arkan sinar merah bagaikan mutu manikam yang

    semua memancarkan keindahan cahaya. Aneka warna daun itu mengkiaskan sifat

    tabiat masing masing manusia.

    23. Apabil a daun itu layu, ini mengkiaskan manusia jatuh sakit. Apabila daun

    menjadi kerin g mengkiaskan manusia telah tua. Bila daun gugur mengkiaskan

    manusia meninggal, badan rohaniah meninggalkan badan jasmaniah. Arwahmya

    diterima oleh malaikat Ngi jrail yang menjaga dibawahnya lalu dilihat dan

    dipertimbangkan amalnya.

    24. Kala u sudah dipertimbangkan segala amal perbuatannya, bagi yang banyak

    amal solehnya ditempatkan oleh malaikat Ngijrail di lohkil mahful. Mengenai

    meninggalnya manu sia itu ada yang meninggal dalam usia tua, usia muda, masih

    bayi, dan meninggal sebelum dilahirkan (abortus). Semua itu diatur oleh kekuasaan

    Tuhan. Tentang gil iran kematian itu diatur oleh kebijaksanaan Tuhan,

    digambarkan sebagai bunyi ira ma gamelan yang indah.

    25. Irama gamelan yang indah membuat gembira bagi siapa p un yang

    mendengarkan mengakibatkan badan menjadi segar, dan menghilangkan rasa l esu,

    bagaikan rasa nikmatnya wanita yang dirayu oleh pria. Jumlah malaikat yang

    mempunyai tugas sendiri sendiri itu amat banyak, berjuta juta bahkan wendran.

  • (1 endran = 10.000.000).

    26. Yang dijadikan utusan Tuhan malaikat Jabarail, Mingkai l, Ngisrofil, dan

    Ngijrail Malaikat ditugaskan mengepalai para malaikat tersebut . Jajil itu bertempat

    tinggal disorga. Ia mendapat kepercayaan Tuhan sebagai wak il-Nya.

    27. Tujuh bumi dan tujuh langit terjadi berpasang pasangan. Tujuh bumi d an tujuh

    langit itu keadaannya bagaikan kembar. Keadaan atas dan bawah dari tuju h langit

    dan tujuh bumi itu sama, begitu juga jarak antaranya dan susunannya Mas ing

    masing bumi itu disangga oleh malaikat yang berujud ular naga. Ular naga itu

    panjangnya sama dengan jarak ujung bumi sebelah timur hingga ujung bumi

    sebelah barat.

    28. Naga itu menyangga bumi dari ujung timur menyusur sampai keujung bar at

    kemudian muncul dan permukaan bumi melambung, melengkung akhirnya

    kembali keu jung bumi sebelah timur akibatnya kepala dan ujung ekornya bertemu.

    Ular naga it u seolah olah kepalanya memangsa ekornya sendiri.

    29. Konon naga itu disangga oleh lembu yang dinamakan lembu Gumarang.

    Lembu Gumarang ini mempunyai 1.000 tanduk dan 1.000 telinga. Jarak antara

    telinga yang satu dengan telinga yang lain sam a dengan jaraknya ujung timur dan

    ujung barat. Lembu ini berdiri diatas batu pua lam (kumoloso) yang luasnya sama

    dengan luas bumi. Batu pualam itu disangga oleh ikan Nun. Ikan Nun itu disangga

    oleh lautan. Ikan Nun memangsa sesama ikan.

    30. Ikan kecil yang menjadi mangsanya berdatangan sendiri seolah olah sudah

    menjadi takdir Tuhan.

    31. Bentuk permukaan bumi itu ada bermacam macam, ada yang itu mengeluarkan

    air sehingga terjadilah mata air, sungai, dan sungai besar Kesemuanya itu kena

    cahay a matahan kelihatan amat indah. Bintang bintang bertebaran diangkasa

    32. Disamping bintang bintang yang bertebaran itu, terdapat pelangi berbentuk

    lengkung yang ujung pangkalnya dikaki langit seolah olah kepala rusa sedang

    minum air laut (b entuk pelangi yang melengkung itu digambarkan seperti rusa

    yang sedang minum). D iangkasa yang luas itu.terdapat juga kilat yang saling

  • bermunculan.

    33. Mengenai jenis binatang : ada binatang hutan, binatang yang hidup dijurang

    jurang, binat ang yang hidup ditebing tebing, binatang yang hidup didalam air.

    Semua binatang itu ujud dan keadaannya bermacam macam. Karena tak terhingga

    banyak dan ragamnya maka orang tak mampu menuliskan.

    34. Alkisah Tuhan Yang Maha Esa menciptakan seekor burung yang besar lagi

    panjang, warnanya hijau. Burung itu amat tinggi. Makanan burung itu telah

    tersedia, buah buahan yang terdapat didunia. Tumbuh tumbuh an didunia itu

    bermacam macam. Yang dimakan burung itu tidak hanya buah buahan y ang besar

    saja tetapi kecil sebesar biji sawi pun dimakan juga. Sesudah semua tu mbuh

    tumbuhan itu habis dipatuk maka matilah burung itu.

    35. Kemudian Tuhan berf irman kepada Ngijrail agar memasuki mutiara hijau

    yang sebesar biji sawi. Ngijra il tidak sanggup alasannya bagaimana. Ia dapat

    masuk, sebab mutiara itu tidak be rpintu lagi pula sangat kecil, jauh lebih kecil dari

    badannya. Sedang bila ia se dang merentang sayapnya saja ruang diluar langit

    dapat terpenuhi.

    36. Malaikat Ngijrail menukik dari langit sampai dibumi masih bersifat malaikat.

    Untuk dapat m elandas kebumi tidak dapat. bila tidak merubah keadaan dirinya

    yang mirip dengan perujudan yang ada dibumi. Apalagi bagaimana hamba dapat

    masuk kedalam mutiara yang sebesar biji sawi itu. Jawab Tuhan hanya

    menekankan agar Ngijrail menjalani apa firman-Nya.

    37. Karena takut dan patuh menjalani firman Tuhan akhirnya Ngijrail

    melaksanakan apa firrnan Tuhan itu. Ia masuk kedalamnya. Ternyata didalamny a

    amat luas. Ngijrail segera membentangkan sayapnya, kemudian terbang berkeliling.

    Namun ia tak dapat mencapai dinding mutiara itu. Ia lalu melambung keatas, te

    rnyata tidak juga mencapai tepi bagian atasnya. Ngijrail amat menyesal. Karena k

    epayahan berterbangan itu ia mengurangi kecepatannya. Akhirnya ia berhenti

    untuk bersujud menyatakan tobat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  • II. PUPUH ASMORODONO

    01. Tuhan Yang Maha Esa menanyakan kepada Ngijrail, apa yan g nampak

    didepannya. Jawab Ngijrail bahwa segera ia melihat seekor burung berwar na hijau

    tua sinarnya cemerlang.

    02. Warna hijau itu bercampur kuning, biru dan putih. Tuhan berfirman kepada

    Ngijrail disuruh segera masuk kedalam perut burung hijau itu.

    03. Malaikat Ngijrail segera masuk kedalam perut burung hijau itu. P erut burung

    itu amat luasnya andaikata ia terbang sejauh jauhnya tak mungkin men capai sisi

    tepinya.

    04. Malaikat Ngijrail dalam hati mengagumi Maha Kuasanya Tuh an yang tak

    dapat dibayangkan sampai dimana luas dan puncak kekuasaan-Nya. Keane hannya

    ia bertempat tinggal dalam sebuah rumah raksasa yang terletak didalam per ut

    burung.

    05. Malaikat Ngijrail bersujud dihadapan Tuhan Yang Maha Esa. Ia meng hiba

    hiba minta belas kasihan kepada Tuhan. Tuhan berfirman malaikat Ngijrail di

    suruh masuk kedalam rumah yang terletak didalam perut burung hijau itu.

    Malaikat Ngijrail mengindahkan perintah Tuhan tersebut.

    06. Tetapi ia tak mampu mendekat i. Ia pingsan, tubuhnya lemah tak berdaya. Ia

    menyerah kepada segala maksud Tuha n. Tuhan seru sekalian alam berfirman

    kepada malaikat Ngijrail itu semua tidak m enjadi persoalan, kamu tidak bersalah.

    07. Didalam rumah raksasa yang berwarna h ijau yang terletak didalam burung

    tersebut malaikat Ngijrail bertanya kepada Ill ahi, suara apakah itu gerangan.

    08. Tuhan Yang Maha Esa memberi jawaban, itu adalah suara insan kamil

    (manusia sejati). Malaikat Ngijrail menyambung pertanyaannya, d i manakah

    letak insan kamil itu.. Tuhan Yang Maha Esa memberikan jawaban, ia tidak

    berada diluar ataupun didalam, tidak dibawah pun dan pula tidak diatasjauh jara

    knya tak terhingga.

  • 09. Namun terletak amat dekat dengan kau tetapi tidak bersin ggungan dengan

    dirimu. Malaikat Ngijrail bertanya, sebelum alam semesta langit d an bumi ketujuh

    ini tercipta dimanakah insan kamil itu berada.

    10. Tuhan Maha Su ci berfirman kepada malaikat Ngijrail, sebelum segala sesuatu

    tercipta (kablaseh i la akada) tak dapat dibayangkan bagaimana keadaan alam ini,

    Alam semesta bersi fat hampa tanpa isi.

    11. Tuhan Yang Maha Kuasa lalu menciptakan bumi dan langit. Sekali berfirman

    terjadilah apa yang beliau kehendaki. Malaikat Ngijrail bertan ya kepada Tuhan

    Semesta Alam, dimanakah tempat insan kamil (manusia sempurna).

    12. Kira kira dala waktu 1.000 tahun malaikat Ngijrail masuk kedalam mutiara,

    mak a Tuhan Yang Maha Esa menghendaki menciptakan Jin untuk penghuni bumi.

    13. Jin i tu mempunyai laskar beratus ratus ribu berpasang pasangan pria dan

    wanita. Para Jin itu beranak cucu turun temurun. Ujud raja Jin beserta laskarnya itu

    tidak me nyerupai manusia melainkan bersifat roh halus. Ia berasal dan sari api.

    14. Semu a Jin itu tabiatnya suka durhaka. Mereka mengingkari tentang segala

    kekuasaan Tu han, tak sudi bertaqwa kepada Tuhan. Selama para Jin itu menghuni

    bumi dalam wak tu puluhan ribu tahun mereka membiasakan hidup serba mewah.

    15. Oleh karena itu mereka lalu mendapat murka Tuhan dan dilenyapkan dari bumi

    dengan cara disambar petir sehingga punah beserta anak cucunya Kemudian Tuhan

    Yang Maha Esa berhajad hendak menciptakan penghuni bumi lagi Umat baru yang

    diciptakan itu diberi nama Ibnu Jan, berasal juga dan sari api.

    16. Pengikut Ibnu Jan ada beratus ratus ribu, bersuami istri, beranak cucu turun

    temurun, sifatnya masih roh halus. Ibnu Jan amat berwibawa Keadaan kerajaannya

    aman sejahtera. Segala sesuatu yang diinginkan lekas ada.

    17. Adat kebiasaannya suka menjalankan perbuatan durhaka, malas bekerja,

    berbuat sekehendak hatinya, m engingkari segala sifat kebesaran Tuhan. Mereka

    mendiami bumi sampai 80.000 tahu n, kemudian mendapat murka Tuhan.

  • 18. Akibat dari pada murka ini negaranya menja di rusak. Ibnu Jan beserta

    pengikutnya meninggal dilanda air. Sesudah itu yang m enjadi raja adalah malaikat

    Ngijrail yang telah lama mengalami hidup mulia, temp at tinggalnya disorga.

    19. Malaikat Ngijrail sebagai pimpinan para malaikat ingi n mengetahui keadaan

    bawah langit. Dengan diantar 700.000 malaikat ia turun kebu mi, sampailah ia

    dibawah langit yang pertama

    20. Malaikat Ngijail bertakwa dihad apan Tuhan hingga 1.000 tahun. Sesudah itu

    ia minta Izin kepada Tuhan Yang Maha Esa ingin mengetahui keadaan dibawah

    langit maka ia diiringi oleh penganutnya ya ng berjumlah ratusan nbu itu turun

    kebumi. Kisah sebelumnya malaikat Ngijrail it u bertempat tinggal disorga.

    21. Genap 1.000 tahun malaikat Ngijrail menempati s ebuah bumi ia beserta

    pengikutnya pindah kebumi yang lain. Selanjutnya ia pindah kebumi yang lain lagi.

    Begitulah sampai ketujuh bumi pernah didiami. Masin masi ng bumi itu didiami

    selama 1.000 tahun. Maka samapai meliputi bertempat tinggal ditujuh bumi makan

    waktu 7.000 tahun. Masing masing pasangan bumi dan langit men yambut baik

    kedatangan Ngijrail beserta pengikutnya.

    22. Begitu Ngijrail sampai dibumi hatinya amat tertarik keadaan dibumi sehingga

    keadaan disorga terlupakan. Ia pergi mengelilingi bumi melihat lihat hutan rimba.

    belantara, gunung gunung dengan lereng serta tebingnya, dan laut samudera.

    23. Ia amat terpesona kepada t ingkah dan gerak gerik binatang rimba. Mereka

    berkejar kejaran. Disamping itu ia masih ingat juga bersujud kepada Tuhan Yang

    Maha Esa.

    24. Ngijrajil suka memper hatikan saat terbenamnya matahari, sinar bulan

    purnama dan bintang bertaburan ya ng gemerlapan diangkasa raya. Kesukaan

    Ngijrail beserta pengikutnya mengembara m engelilingi bumi dari arah timur

    sampai barat telah didatangi semua tak ada yang ketinggalan.

    25. Sekali peristiwa dalam bepergian mengembara itu diantara pengi kutnya ada

    yang mengingatkan Ngijrail, bahwa telah lama kami sekalian meninggalk an sorga,

    menetap dibumi, jangan jangan dimarahi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

  • 26. Ngijrail menerima baik peringatan dari penganutnya itu. Ia berterima kasih atas

    p eringatan itu. Ia benjanji bila lama perjalanan mereka telah 7.000 tahun akan ke

    mbali kesorga.

    27. Para malaikat yang jumlahnya 700.000 itu sependapat dengan ke hendak dari

    Ngijrail itu. Mereka patuh mengikuti perintah Ngijrail sampai dimana pun juga.

    Alkisah Tuhan Yang Maha Esa menghendaki terciptanya manusia pertarna (Adam).

    28. Tuhan memerintahkan kepada malaikat Jabarail mengambil tujuh jenis t anah

    sebagai bahan untuk menciptakan adanya Adam. Malaikat Jabarail segera turun

    kebumi. Pada saat ia menukik kebumi itu bumi bertanya.

    29. Pertanyaannya itu me ngapa malaikat Jabarail mengambil tujuh macam tanah

    sebagai bahan menciptakan Ad am. Bumi tidak rela jika sebagian dari padanya

    diambil untuk dijadikan bahan Adam, karena ia tahu bahwa nantinya Adam akan

    mene rima murka Tuhan Yang Maha Esa.

    30. Jabarail sangat tidak menduga bahwa bumi tid ak mau diperlakukan

    sebagaimana difirmankan Tuhan Yang Maha Esa. Ia segera kemba li menghadap

    Tuhan menyatakan bahwa bumi tidak dapat menerima atas perlakuan itu . Bila

    dipaksa juga bumi akan melawan.

    31. Tuhan Yang Maha Esa beralih memerinta hkan kepada Mikail untuk

    mengambil tujuh macam tanah. Mikail mengindahkan perint ah Tuhan itu. Segera

    ia turun kebumi. Sebelum Mikail mengambil tujuh macam tanah itu, oleh bumi

    kepadanya lebih dahulu disodori pertanyaan apa maksud kedatangan nya itu.

    32. Lalu dikatakan bila Mikail mau mengarnbil sebagian dari padanya ia amat

    tidak rela. Kalau toh dipaksa maka ia menjatuhkan laknat. Keadaan ini menja

    dikan Mikail tidak berani menjalankan tugasnya. Ia kembali kehadapan Tuhan

    melap orkan bahwa bumi amat tidak rela jika sebagian dari padanya diambil

    meskipun pen gambilan itu atas perintah Tuhan Yang Maha Esa.

    33. Tuhan Yang Maha Esa segera b erfirman kepada Ngisrafil memerintahkan agar

    segera ia kebumi mengambil tanah. N gisrafil mengindahkan perintah Tuhan,

    segera ia turun kebumi. Sebelum ia melaksa nakan perintah. Tuhan Yang Maha

  • Esa itu, bumi telah mendahului berkata seperti a pa yang pernah ia katakan kepada

    Mikail dahulu.

    34. Ngisrafil segera kembali men ghadap Tuhan, disana ia melaporkan bahwa bumi

    tidak rela jika sebagian dari pada nya diambli oleh Ngisrafil. Maka Tuhan beralih

    memerintahkan kepada Ngijroil.

  • II I. PUPUH PANGKUR

    01. Tuhan memerintahkan kepada Ngijroil agar turun kebumi menga mbil tujuh

    tanah (jenis tanah) berwarna merah, biru, hijau, dan merah jambu agak ungu

    (kapuranta), dadu (warna coklat bercampur kuning contoh gambar pegunungan

    dipeta), hitam, dan putih. Ngijroil segera berangkat, tak lama kemudian sampaila h

    dibumi.

    02. Sebelum Ngijroil mengatakan apa maksud kedatangannya, bumi telah m

    endahului bertanya, apa maksudmu hendak mengambil sebagian dari padaku, aku

    sung guh tidak merelakan. Apabila anda memaksanya aku akan mengutuk anda.

    Maka segera kembalilah.

    03. Sahut Ngijroil, apa katamu hai bumi aku sekedar menjalani firman Tuhan.

    Bagaimana akan menyanggahnya. Andaikata kamu meronta ronta sekalipun aku

    sanggup menguasaimu. Segala kekuasaan ada padaku. Bumi tinggal diam saja. 04.

    M alaikat Ngijroil segera mengambil tujuh jenis tanah dibawa terbang membubung

    dia ngkasa. Serta Ngijroil sampai dihadapan Tuhan. Tuhan lalu berfirman,

    tiadakah kam u dikutuk oleh bumi tatkala mengambil tanah.

    05. Malaikat Ngijroil berdatang sembah kepada Tuhan bahwa bumi melemparkan

    banyak kutukan kepadanya, tetapi tidak di hiraukannya. Terus saja Ngijroil

    membawa tujuh jenis tanah bumi. Ternyata bumi t idak angkat bicara.

    06. Selanjutnya Tuhan Yang Maha Esa menetapkan bahwa Ngijrai i nantinya

    dipercayakan mengambil arwah semua dikelak kemudian hari apabila mere ka

    meninggal dunia.

    07. Lagi pula ia dipercayai mengepalai semua malaikat yang menjaga daun daun

    saj aratil muntoha di lokil makful. Jumlah malaekat itu berjuta juta. Itu semua menj

    adi anak buah Ngijrail. Mereka semua tergolong rnalaikat pengatur maut.

    08. Tuju h macam tanah itu yang semula berwarna putih, merah, kapuranta, biru,

    ungu, hijau, dan kuning lalu diremas menjadi satu. Tanah yang semula ada yang

    kasar, sedan g dan halus Setelah dicampur dan dilumat lalu berubah bentuknya

    menjadi menyerup ai lumpur.

  • 09. Lumpur itu mengandung berbagai unsur yaitu ada unsur angin, unsur api, unsur

    bumi, unsur air, dan unsur roh Muhammad. Segala umat Tuhan dikuasai oleh roh

    Muhammad.

    10. Tuhan Yang Maha Esa memberikan nasihat kepada Ngijroil ba hwa manusia

    itu ditakdirkan didunia dalam keadaan berlain lainan, namun mereka d ihadapan

    Tuhan serta di lokil mahful sama wewenangnya, meskipun diantara mereka itu

    jasmaniahnya ada yang ditakdirkan buruk dan pula yang ditakdirkan baik.

    11. Orang bangsawan maupun kebanyakan, orang miskin maupun kaya, cerdik

    maupun bodoh , tinggi maupun rendah kedudukannya pria maupun wanita, mereka

    itu juga sama dih adapan Tuhan. Kemudian adonan yang ujudnya menyerupai

    lumpur tersebut lalu diben tuk sedemikian rupa sehingga ninyerupai bentuk tubuh

    manusia. Jangka untuk membe ntuk tubuh ini membutuhkan waktu 40 tahun.

    12. Ketika adonan lumpur itu selesai dibentuk menjadi tubuh manusia bertepatan

    pada hari Jumat. Tubuh manusia ini berw ajah sangat tampan. Tinggi badannya

    mencapai 60 hasta. Kemudian Tuhan memerintah kan kepada malaikat Ngijroil

    agar memanggang tubuh itu.

    13. Adapun tempat pemang gangan itu didesa Jolokang yaitu antara Mekah dan

    tanah Nglaib. Malaikat Ngijroi l mengindahkan perintah Tuhan itu. Penugasan

    Tuhan terhadap malaikat Ngijroil in i dibantu oleh malaikat Jabarail, Mingkail, dan

    Ngisrafil. Tubuh itu mereka bawa kebumi, terus diletakkan di Polongkang serta

    dijaganya.

    14. Tubuh itu mereka je mur ditengah terik matahari. Alkisah malaikat Ijajil demi

    mendengar bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan tujuh Adam yang saat

    itu sedang dijemur lalu ber kata dalam hati

    15. Jika demikian Tuhan akan menciptakan bentuk umat lain disorg a yang

    nantinya akan menggeser kerajaannya. Dan yang diangkat menjadi raja tentu nya

    Adam. Malaikat Ijajil beserta pengikutnya lalu meninjau bentuk tapel Adam di

    desa Tolongkang yang terletak diantara Mekah dan Nglaib.

  • 16. Malaikat Ijajil tel ah menyaksikan keadaan tapel Adam yang sangat bagus serta

    tiada bandingnya dari seluruh isi bumi itu. Ia terus masuk kedalam tapel Adam.

    Sampai didalam malaikat Ijajil sempat mengelilingi kesegenap tapel Adam tersebut.

    17. Setelah tubuh itu rata dikeilingi tahulah malaikat Ijajil akan kehebatan isi tubuh

    tapel Adam itu . Ijajil melihat bahwa didalam perut tapel Adam tersebut terdapat

    sebuah banguna n berbentuk rumah megah. Bangunan itu sangat indah bagikan

    indahnya bunga tanjun g. Oleh Ijajil bangunan itu didekati dan ia berlutut disitu,

    tetapi pada waktu a kan masuk ternyata rumah megah itu tidak berhasil dimasuki.

    18. Oleh karena itu Ijajil lalu keluar dari tubuh tapel Adam tersebut. Ketika telah

    tiba diluar Ijaj il lalu menceniterakan peristiwa yang baru dialami itu kepada

    pengikutnya yaitu 700.000 malaikat. Dikatakan pula kepada para pengikutnya

    bahwa sebagai raja yang pertama kali, dia belum pemah menyaksikan keadaan

    yang seperti itu.

    19. Isi badan tapel Adam memiliki sifat sifat yang serba lebih dari yang lain. P

    adanya memiliki sifat sifat dan sifat besar sampai dengan sifat sekecil kecilnya .

    Kemegahannya bagaikan kemegahan tujuh langit, yang menggambarkan

    keagungan Tuh an. Kemegahan itu sama halnya dengan keagungan lokil mahful

    (tempat yang indah d an terjaga, tempat penyimpanan ayat ayat wahyu Tuhan).

    20. Isi tujuh buah langit yang berujud bintang bintang yang bertebaran, matahari,

    dan bulan merata memenu hi angkasa. Lagi pula disana terdapat neraka. Itu semua

    digambarkan sebagat ruma h megah yang tiada berpintu tidak dapat dimasukkinya

    bahkan sebelum sampai didek at bangunan itu badan terasa lunglai tiada berdaya.

    21. Jika dipaksakan untuk ma suk, bahkan badan merasa semakin lemah. Pada

    hemat saya (Ijajil) itulah dikarena kan kesaktian Illahi. Karena kesaktian itu aku

    tak mampu mendekatinya. Ijajil la lu minta pendapat para pengikutnya.

    22. Seandainya Tuhan memerintahkan menyembah kepada Adam apakah kalian

    mau mengindahkan perintah itu? Mendengar pertanyaan itu maka para malaikat

    pengikut Ijajil yang jumlahnya 700.000 itu menjawab serentak , Bagaimana kami

    akan tidak mau menjalaninya, padahal itu memang sudah kuwajiban dari umat

    Tuhan.

  • 23. Mau tidak mau perintah Tuhan itu harus dijalankan. Kata Ijaj il, Bagiku

    perintah itu tidak akan saya jalankan. Meskipun Tuhan memerintahkan dengan

    sangat namun tetap tidak akan saya kerjakan, sebab menurut hematku perbuata n

    semacam itu akan menurunkan martabatku.

    24. Saya ini terjadi dari api. Oleh ka rena itu jika dipaksa menghormat kepada sari

    bumi tidak akan mungkin mau. Padaha l bumi itu hanyalah tempat tumbuhnya

    bermacam macam tumbuh tumbuhan, tempat tert ampungnya bau busuk, anyir dan

    kotoran. Kesemuanya itu menjadi pengotor bumi bea ka. Hal itulah yang

    menjadikan aku tidak mau menghormat Adam, andaikata dimarahi sekalipun aku

    tetap tidak mau melakukan.

    25. Alkisah Tuhan Yang Maha Esa berkena n memerintahkan kepada keempat

    malaikat yaitu Jabarail, Mikail, Ngisrofil dan Ng ijroil agar membawakan nyawa

    Adam turun kebumi, dan nyawa itu diletakkan diatast alam emas.

    26. Keempat malaikat tersebut lalu segera berangkat. Begitu sampai di

    Longkangan nyawa yang mereka bawa itu langsung diletakkan dekat hidung tapel

    Ad am. Berkat kekuasaan Tuhan maka tapel Adam itulalu dapat bergerak.

    27. Selanjutn ya para malaikat tersebut bermaksud akan memasukkan nyawa tadi

    pada tubuh Adam. Ketika tubuh Adam akan diangkat oleh malaikat ternyata terasa

    terlalu berat. Ole h karena itu tubuh Adam lalu diangkat oleh dua malaikat,

    anehnya tubuh Adam itu terasa semakin bertambah berat sehingga mereka tidak

    berhasil mengangkatnya.

    28. Tubuh tapel Adam yang sangat berat itu keadaan bagian dalamnya sangat

    sempit. K etika nyawa tadi dipaksa dimasukkan kedalamnya ternyata tidak dapat.

    Nyawa berke hendak masuk lewat lubang hidung. Pada waktu nyawa itu baru

    menempel lubang hidu ng, tapel Adam itu lalu bersin.

    29. Akibat dari bersin itu bagian bagian tubuh t apel Adam terlepas, kepala, bahu,

    telapak tangan, siku, pantat, lutut, dan telap ak kaki lepas dari tubuh tapel Adam.

    Tuhan Yang Maha Esa lalu memerintahkan kepa da keempat malaikat untuk

    memasang / memulihkan kembali tubuh yang terpisah itu tadi.

  • 30. Bagian tubuh yang lepas porak poranda itu segera dikumpulkan oleh mala ikat,

    kemudian dipasang lagi sehingga pulih kembaliseperti sediakala. Tuhan Yang

    Maha Esa mengajarkan kepada Adam setelah pulih akibat dari bersinnya iti untuk

    mengucapkan Alhamdulillah.

    31. pm.

    32. Tuhan Yang Maha Kuasa memerintahkan kepada Adam agar mengucap Iyya k

    a nabudu waiyya ka nastain. Saat itu tubuh Adam telah menjadi kuat, lengkap

    dengan ruas ruasnya.

    33. Udara keluar dan masuk melalui hidung, ini dikatakan pernafas an. Dengan

    bernafas itu terjadilah hidup. Adam lalu dinobatkan menjadi Nabi berg elar Nabi

    Adam. Padanya ada segala kekuasaan sejak yang besar sampai dengan keku asaan

    yang terkecil. Nabi Adam dihadap semua malaikat. Tempat mereka menghadap a

    da yang disebelah kanan, disebelah kiri, didepan, dan dibelakang.

    34. Para malai kat terlalu sayang dan hormat kepada Nabi Adam. Mereka

    mengucapkan tabarakallahu yang artinya Nabi Adam sangat berguna, dan mereka

    pandang sebagai Nur Muhammad. Tuhan memerintahkan kepada para malaikat

    agar mereka menganggapnya sebagai Nur Muhammad.

    35. Ia aku jadikan manusia pertama yang menjadi nenek moyang para manu sia

    seterusnya. Tentang rohnya adalah roh Muhammad yang kedudukannya sebagai

    pen gejawantahan Tuhan Yang Maha Esa.

    36. Tuhan Yang Maha Esa memerintahkan kepada J abarail agar mengambil

    pakaian yang serba gemerlapan. Jabarail segera berangkat. Tak lama kemudian

    Jabarail segera kembali membawa pakaian yang serba cemerlang. Pakaian tersebut

    segera dikenakan kepada tapel Adam.

    37. Makutho (pakaian pada kepala sebagai tanda kehormatan) serba keemasan

    sehingga nampak indah. Dan makut ho ini terpancarlah cahaya cemerlang.

    Dikenakan juga bebadhong (pakaian yang dip akai sebgai penguat letaknya

    makutho) yang bertahtakan mutiara mutu manikam, ulur ulur (pakaian semacam

    pita emas yang dikalungkan pada leher memanjang sampai di depan perut)

  • bergelang kelat bahu (sejenis gelang yang diterapkan pada lengan at as), anting

    anting yang dihiasi dengan mutu manikam, dan baju keemasan.

    38. Semu a pakaian itu nampak gemerlapan. Ia menggunakan juga kampuh

    (semacam kain yang d ibuat sampai empat kali lipat panjang kain biasa, berbentuk

    seperti kain biasa) yang bersulamkan emas sehingga kelihatan sangat indah.

    Mengenakan pula alas kaki (selop) yang dihiasi dengan warna yang indah molek

    (her bumi her wewehan). Kein dahan serta keagungan pakaian kebesaran itu tak

    dapat terkatakan. Begitulah kein dahan pakaian yang dikenakan pada tapel Adam.

    39. Semua pakaian yang dikenakan p ada tapel Adam itu tiada yang menyamai

    indahnya, baik mengenal jenis macamnya ma upun mutunya.

  • IV. PUPUH SINOM

    01. Tuhan Yang Maha Esa memerintahkan kepada keempat malaikat agar

    mengumpulkan semua malaikat yang bertempat tinggal diatas tujuh bumi dan tuju

    h langit untuk mengantar Nabi Adam kesorga.

    02. Setibanya disorga nan indah Nabi Adam dipersilakan duduk ditempat yang

    penuh dengan perhiasan ratna mutu manikam , cahayanya amat cemerlang. Macam

    macam mutu manikam itu : ada intan, jamrud, bi duri, mirah, semua mutu

    manikam ini memancarkan cahaya sinar gemerlapan. Tak dap at dikatakan lagi

    keindahan pakaian yang dikenakan pada tapel Adam itu yang sina rnya memenuhi

    ruang tujuh langit.

    03. Tuhan Yang Maha Esa bersabda kepada para m alaikat. Mereka diperintahkan

    agar mau bersujud kepada Nabi Adam. Dialah yang ak u kuasakan sebagai waliKu,

    mengatur segala sesuatu yang ada didalam sorga. Adam berkedudukan sebagai

    nabi. Para malaikat lalu bersujud kepada Adam.

    04. Para mal aikat itu amat patuhnya, mereka terus bersujud kepada Nabi Adam.

    Demikianlah mer eka telah menjalani takwa selama 100 tahun. Hanya malaikat

    Ijajil saja yang tak mau melaksanakan perintah Tuhan itu. Memang sikap ingkar ini

    telah diniatkan sej ak waktu yang lampau. Ijajil menolak keharusan tunduk kepada

    Nabi Adam. Malaikat Ijajil lalu mendapat murka serta kutuk Tuhan YangMaha Esa.

    05. Selanjutnya Ngij ajil lau berubah ujud. Ia memiliki bentuk yang serba jelek.

    Mukanya reot, mata m elotot bila melihat matanya berkedip kedip, sudut matanya

    serong. Kepalanya meng ecil menjadi sebesar canthing. Dahinya lebar. Pundaknya

    mengempis. Daun telingan ya kecil, lehernya besar dan panjang.

    06. Dadanya sempit, perut buncit, pantat m enonjol, rambut tumbuhnya jarang lagi

    pula warnanya merah. Jenggotnya tebal, dag unya runcing. Pangkal lengannya

    kurus kering, jarinya sebesar pisang tanduk, kak inya sebesar buah betung.

    Tubuhnya pendek lagi kecil. Bi!a berjalan jalannya mem bungkuk serta serong dan

    reyot.

  • 07. Kemudian Tuhan berfirman kepada Ijajil bahwa perubahan ujud itu hendaknya

    diderita seumur hidup dan turun teniurun karena a t elah berdosa, yaitu tidak mau

    menjalani perintah Tuhan Yang Maha Esa. Lagi pula ia ditakdirkan bahwa kelak

    dihari kiamat akan masuk neraka jahanam. Ia bermaksud akan menyanggah

    perintah Tuhan itu namun akhirnya ia terpaksa menyerah. Sejak i tu ia lalu berjanji

    bahwa untuk selanjutnya akan mengganggu keturunan Adam.

    08. Ijajil memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diizinkan mencari teman

    masuk ner aka. Tuhan Yang Maha Esa mengizinkan permohonan Ijajil itu, tetapi

    dengan syarat hanya mereka yang ingkar kepadanya saja yang boleh diganggu.

    Sedang mereka yang bertakwa kepada-Nya Ijajil sama sekaii tidak diperkenankan

    mengganggu. Disampin g itu Tuhan memenintahkan bahwa Ijajil tidak

    diperkenankan bertempattinggal bers ama manusia.

    09. Untuk Ijajil disediakan tempat tinggal didalam jurang, didalam lumpur yang

    sulit didatangi, atau didalam kayu kayuan dan perbatuan. Semua anak cucu Ijajil

    adalah kafir, mereka digolongkan iblis laknat. Ijajil lalu diasihgka n mereka

    digolongkan iblis laknat. Ijajil lalu diasingkan dibawah gunung yang te rletak

    didalam neraka.

    10. Disana ia tetap menjadi raja, tentaranya adalah para setan (bekasakan). Para

    malaikat yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa merasa sangat jijik melihat

    Ijajil setelah mendapat kutuk dari Tuhan itu. Sebab saat i tu Ijajil telah berubah

    ujud menjadi sangat buruk yang tiada bandingnya, dan perubahan ujud mi a kan

    diikuti anak keturunannya.

    11. a. Para malaikat yang semula menjadi anak bua h Ijajil. tidak digolongkan kafir.

    Mereka ini selalu bersujud. kepada Tuhan meny atakan rasa syukur. Dalam jangka

    waktu 1.000 tahun kemudian para malaikat bekas pengikut Ijajil ini baru

    diperkenankan berkumpul dengan para malaikat yaitu golo ngan malaikat yang

    tetap bersujud kepada Tuhan. Kepada bekas pengikut Ijajil ini masing masing lalu

    diberi tugas. b. Secara bergiliran para malaikat datang meng hadap Nabi Adam.

    Sebenarnya didalam hati Nabi Adam merasa tidak senang karena ya ng datang

    menghadap itu bukan sesama manusia.

  • 12. Untunglah tidak lama kemudian Nabi Adam mendapat anugerah Tuhan. Tiba

    tiba beliau menyaksikan bahwa dari tulan g rusuknya yang terakhir pada lambung

    sebelah kiri muncul seorang wanita yang sa ngat cantik. Wanita yang baru saja

    muncul ini terus duduk disamping Nabi Adam. S eketika itu Nabi Adam lalu

    timbul nafsu birahinya.

    13. Wanita itu bernama Ibu Ha wa kecantikan Ibu Hawa melebihi kecantikan para

    bidadari yang berada disorga, ca haya kulitnya kuning bagaikan warna emas

    diumpan (digosok). Seketika itu juga Na bi Adam mengulurkan tangan untuk

    menjamah wanita, tersebut, akan tetapi dihalang i oleh Jabarail.

    14. Jabarail mengatakan bahwa saat itu Ibu Hawa belum resmi men jadi istrinya

    sehingga haram untuk dijamah. Jabarail menyarankan agar Ibu Hawa i tu dinikah

    dahulu. Mendengar saran dari Ijajil itu Nabi Adam lalu menarik tangan nya

    kembali. Maka malaikat Jabarail lalu ditunjuk menjadi kaum dalam pernikahann ya,

    selanjutnya malaikat Jabarail lalu membimbing akad nikah antara Nabi Adam da n

    Ibu Hawa.

    15. Setelah pernikahan itu berlangsung Tuhan lalu berfirman yang isi nya

    mengangkat Nabi Adam menjadi raja disorga. Tuhan lalu merestui apa yang menj

    adi maksud dan tujuan Nabi Adam. Nabi Adam dn Ibu Hawa hanya dikenai satu

    pantan gan yaitu tidak dilzinkan mengambil buah kuldi. Dan lagi diperingatkan

    bahwa mer eka harus tahu bahwa Ijajil selalu akan menjalankan tipu muslihat dan

    godaan. a. Nabi Adam dan Ibu Hawa menerima baik nasehat Tuhan itu. Selang

    1.000 tahun kemu dian Ijajil mendengar berita bahwa Nabi Adam telah meniiliki

    seorang istri naman ya Ibu Hawa. Saat itu Ijajil masih dipenjarakan dibawah

    gunung.

    16. Ijajil sanga t tidak senang setelah mengetahui bahwa Nabi Adam telah

    dinobatkan menjadi raja disorga. Ia segera berangkat menuju sorga. Ijajil

    bermaksud akan masuk sorga tet api tidak dapat karena tidak ada pintu yang

    dibuka. Pada saat itu hanya ada sebu ah pintu tertutup yang dikunci lagi pula dijaga

    oleh seekor burung merak.

  • 17. Burung merak itu bertengger diataspintu yang dijaganya. Kepalanya terkulai

    keluar sedang ekomya beracla didalam sorga. Melihat itu Ijajil tak kehabisan akal.

    Ia l alu merubah ujudnya menjadi ulat tahun dan menjalar didepan burung merak

    tadi. U lat itu segera dipatuk oleh merak itu kemudian ditelan sehingga masuk

    didalam pe rutnya.

    18. Setelah sekian lama Ijajil berada didalam perutnya maka merak penjag a pintu

    sorga itu merasa akan berhajad besar. Ketika burung merak itu selesai be rhajad,

    Ijajil ikut serta keluar terbawa bersama sama keluarnya tinja. Dibelakan g pintu

    pertama dari sorga itu terdapat ruang lapis yang lebih dalam tetapi pintu masuknya

    tertutup dan dikunci. Ijajil ingin masuk kedalam sorga ruang sebelah da lam itu. Ia

    pergi mengelilingi dinding sorga itu tetapi disana tidak terdapat pi ntu yang terbuka.

    Yang dijumpai hanya sebuah pintu tertutup yang dijaga oleh see kor naga. Kepala

    naga itu terkulai diataspintu, lidahnya menjulur keluar berpija r meliuk liuk kesana

    kemari.

    19. Taring naga itu mencuat dan rahangnya, keluar d ari mulut. Taring itu sebesar

    gading gajah, mengeluarkan air berbisa bercucuran bagaikan hujan lebat. Sedang

    matanya membeliak bersinar bagaikan sinar matahari pada tengah hari.

    Menghadapi naga yang demikian itu Ijajil merasa ketakutan, Ia tidak berani

    mendekatinya. Maka Ijajil lalu mengucapkan manteranya, adapun khasi at dari

    mantera ini dapat menghilang dari pandangan.

    20. Sesudah itu Ijajil lalu merayap mendekati lubang mulut naga. Ia lalu

    menghembus hembus mulut naga itu s ambil memberikan manteranya. Tidak lama

    kemudian ular naga itu merasa mengantuk lalu tertidur. Kesempatan ini digunakan

    oleh Ijajil untuk masuk kedalam mulut na ga tersebut selanjutnya lalu masuk

    kedalam perut. Beberapa lama kemudian naga it u merasa akan berhajad besar.

    21. Naga itu jadi berhajat besar. Bersama itu Ijaj il ikut serta terbuang keluar.

    Setelah tiba diluar perut naga, Ijajil lalu menam pakkan diri lagi dan saat itu ia

    menyamar sebagai malaikat penjaga sorga. Diluar dinding sorga ia berkaparan

    sambil merintih menghiba hiba. Rintihan tangis ini membuat terkejut para bidadari

    penghuni sorga.

  • 22. Mereka menjadi keheran heran, karena didalam sorga itu pantang terdengar

    tangis Dalam hati para bidadari timb ul pertanyaan siapakah gerangan yang

    menangis itu. Para bidadari yang berdekatan dengan arah sumber tangis itu lalu

    melongok ingin melihatnya. Sementara itu Ibu Hawa pun tertanik juga ingin

    melihatnya.

    23. Setelah berjumpa dengan yang menan gis, Ibu Hawa lalu bertanya malaikat

    apakah dia dan kenapa menangis hingga bergu ling guling. Maka jawab yang

    sedang menangis itu bahwa ia telah mendengar berita bahwa Nabi Adam dan ibu

    Hawa diasingkan dari sorga serta dikeluarkan dari istan a Tuhan, Pada waktu

    berkata itu malaikat Ijajil sambil terisak isak meangis.

    24. Dikatakan bahwa ia sangat menaruh iba kepada Nabi Adam yang telah

    mendapat kutu k Tuhan tersebut, karena Ibu Hawa dituduh menyeleweng, dengan

    malaikat. Padahal apa yang dituduhkan itu tidak sesuai dengan martabat Ibu Hawa.

    Selanjutnya Ijaji l yang menjadi pengadu itu menyatakan bahwa dirinya sangat iba

    dan belas kasihan kepada Ibu Hawa.

    25. Disamping itu pengadu itu mengatakan pula bahwa telah tens iar pula jika Ibu

    Hawa itu terjadi dari tulang rusuk yang terakhir pada lambung sebelah kiri Nabi

    Adam. Mendengar cerita pengadu yang demikian itu hati Ibu Hawa merasa sangat

    terhina. Karena tidak sempat berpikir panjang maka berita itu sem ula terus

    dipercaya begitu saja. Tetapi akhirnya Ibu Hawa lalu menanyakan tentan g

    kesungguhan cenita itu.

    26. Pengadu yang sebenarnya adalah samaran dari Ijajil itu lalu bersumpah apabila

    ceriteranya itu tidak benar. mudah mudahan ia mendap at siksa Tuhan. Kemudian

    pengadu itu mengatakan bahwa sebenarnya Ia tergolong ma laikat juga. Sumpah

    pengadu yang demikian itu membuat Ibu Hawa mempercayai cerit era tersebut

    karena dianggap tak mungkin pengadu itu mengingkari.

    27. Dengan ter isak isak sambil menghapus air mata yang mengalir bercucuran

    pengadu itu selanju tnya menyatakan bahwa karena begitu sayangnya ia kepada

    Ibu Hawa maka Ibu Hawa lalu disuruh mengikuti sarannya. Ibu Hawa disarankan

    rnak an buah kuldi. Dikatakan bahwa tindakan itu adalah sebagai sarat untuk

  • menjamin mempertahankan nama baiknya dihadapan Nabi Adam. Dengan

    demikian Nabi Adam dan I bu Hawa akan terhindar dari kedurhakaan.

    28. Ibu Hawa menyatakan bahwa saran yan g dikemukakan itu adalah larangan

    Tuhan. Bagaimana ia akan melaksanakan saran it u, karena harus makan buah

    kuldi. Apalagi Ibu Hawa belum pernah melihat sendiri bagaimana ujud buah kuldi

    itu. Sambil menghapus air mata dan terisak isak malaik at pengadu itu

    menasehatkan meskipun itu larangan tapi demi sarat untuk menghind ari kutuk

    Tuhan maka hal itu boleh saja dilakukan.

    29. Selanjutnya Ibu Hawa mint a kepastian apakah sarannya itu memang betul.

    Malaikat pengadu itu lalu melanjut kan pembicaraannya. Sambil bersumpah ia

    mengatakan dengan sungguh sungguh bahwa sarannya itu adalah benar. Rupanya

    hasutan ini dapat mengenai sasaran dengan tep at sehingga Ibu Hawa lalu berubah

    keyakinan. Ibu Hawa lalu timbul keinginannya u ntuk memakan buah kuldi.

    Karena tidak tahu dimana buah kuldi itu. Ibu Hawa lalu bertanya kepada malaikat

    pengadu tersebut

    30. Dengan diantar oleh malaikat penga du itu Ibu Hawa terus berangkat. Sampai

    disana malaikat pengadu lalu menunjukkan pohon kuldi yang dimaksud. Demi

    melihat akan buah kuldi Ibu Hawa segera bangkit lah seleranya ingin memakannya.

    31. Pada waktu berada dibawah pohon kuldi Ibu Ha wa terus menengadah keatas.

    Ia lalu meraih kemudian memtik dua biji buah kuldi. Buah kuldi itu tatkala masih

    berada dipohon, tingginya sama dengan tubuh Ibu Haw a. Dengan demikian pada

    waktu akan memetik, ubun ubun Ibu Hawa dapat tersentuh b uah kuldi itu.

    Selanjutnya buah kuldi yang telah dipetik itu lalu dimakan satu b uah.

    32. Bagi Ibu Hawa buah kuldi itu terasa sangat enak rasanya. Pada waktu bua h

    kuldi itu telah ditelan dan telah berjalan sampai didada, maka tiba tiba Ibu H awa

    jatuh pingsan. Setelah siuman pada bagian dadanya terdapat dua tonjolan dagi ng

    montok yang kemudian dinamakan buah dada. Bentuk buah dada itu amat indah.

    Ak hirnya ibu Hawa menyadali bahwa perbuatannya yang baru saja dilakukan itu

    adalah haram. Oleh karena itu lalu dicari sarana untuk menyucikan, rohaniah dan

    jasman iahnya. Sejak saat itulah laiu terjadi ketentuan wudhu dan bersuci sebelum

  • menge rjakan sholat.

    33. Adapun mulai terjadinya pelanggaran terhadap larangan Tuhan i tu dimulai

    sejak Ibu Hawa menengadah keatas untuk melihat buah kuldi. Oleh karen a itulah

    pada waktu berwudhu muka dibasuh tiga kali. Disamping itu tangan juga h arus

    dicuci sebab tangan ini pernah dipakai untuk memetik buah kuldi. Adapun asa l

    mulanya ubun ubun diusap tiga kali pada waktu wudhu, karena ubun ubun Ibu

    Hawa itu pernah tersentuh buah kuldi.

    34. Telinga diusap tiga kali karena telinga it u pernah dipergunakan untuk

    menerima hasutan untuk makan buah kuldi dari iblis, musibat yang menyamar

    sebagai malaikat sedang menangis. Kaki dibasuh tiga kali k arena dalam usaha

    mengambil buah kuldi maka kaki itulah yang dipergunakan berjal an menuju

    pohon kuldi. Demikianlah asal mulanya mengapa bagian bagian tersbut dib asuh

    dulu sebelum menjalankan sholat.

    35. Peristiwa peristiwa lain yang berhubun gan dengan akibat masuknya buah

    kuldi kedalam tubuh adalah sebagai berikut. Kare na kecapaian tubuh lalu

    mengeluarkan keringat padahal tubuh itu pernah kemasukan buah kuldi sehingga

    badan perlu disucikan (jinabad) Wanita dewasa tiap bulan mengalami haid

    mengelua rkan darah yang asal mulanya dari buah kuldi. Sehabis haid seorang

    wanita wajib jinabad. Air susu juga berasal dari buah kuldi oleh karena itu sehabis

    membeii a ir tetek wajib bagiwanita itu membersihkan teteknya. Nabi Adam selalu

    mengagungk an nama Tuhan, memberikan : zakat fitrah, dan menjalankan ibadah

    puasa.

    36. Ibu Hawa setelah makan sebutir buah kuldi itu lalu pulang sambil membawa

    buah kuldi yang satunya dan akan diberikan kepada Nabi Adam. Sedang Ijajil yang

    selama itu selalu menyamar sebagai makhluk yang selalu menangis, tiba tiba lalu

    berubah mem perlihatkan bentuk aslinya sepeninggal Ibu Hawa. Selanjutnya Ijajil

    lalu kembali kegunung dasar.

    37. Ibu Hawa setelah tiba dihadapan Nabi Adam lalu menyerahkan buah kuldi

    yang satu itu. Seketika itu Nabi Adam lalu memperingatkan dengan pert anyaan

    apakah ibu Hawa telah lupa akan larangan Tuhan pada beberapa waktu yang lalu.

  • Sehingga berani mengambil buah kuldi.

    38. Ibu Hawa menjawab, bahwa ia tidak melupakan firrnanTuhan itu. Ibu Hawa

    lalu menceriterakan tentang adanya malaika t yang datang menangis nangis, karena

    sayangnya kepada Nabi Adam dan ibu Hawa. M alaikat itu menyeyogyakan agar

    Nabi Adam dan Ibu Hawa mau makan buah kuldi, untu k menghindari murka

    Tuhan.

    39. Pada waktu menyampaikan pernyataan itu, malaikat pengadu berkata dengan

    sungguh sungguh sambil menambah berbagai keterangan yang diukuti dengan

    bersumpah. Dalam menguraikan hal tersebut, malaikat pengadu menya takan rela

    dirinya mendapat siksaan Tuhan, apabila pernyataan itu tidak benar. I a

    menambahkan penjelasan bahwa ia sendiri telah makan sebuah untuk penangkal

    mur ka Tuhan .

    40. Nabi Adam menerima baik permintaan Ibu Hawa itu. Ia lalu minta ag ar buah

    kuldi diserahkan. Nabi Adam lalu memakannya dan dirasakannya buah itu sa ngat

    nikmat. Pada waktu buah itu telah ditelan dan kira kira baru sampai pada ba gian

    leher tiba tiba Nabi jatuh pingsan.

    41. Sejak itu terjadilah benjolan pada lehernya yang kemudian benjolan itu

    dinamakan jakun (kolomenjing). Sedang air bu ah kuldi itu berubah menjadi air

    mani. Tidak antara lama Nabi Adam lalu siuman, saat itu Nabi Adam dan Ibu.

    Hawa lalu mendapat murka Tuhan akibatnya pakaian yan g mereka kenakan hilang

    dari tubuhnya.

  • V. PUPUH MASKUMAMBANG

    01. Keadaan Nabi Ad am dan Ibu Hawa sangat mengibakan sebab sudah tidak

    berbusana lagi, sehingga tingkah mereka serba malu malu. Kemana saja mereka

    pergi jalannya selalu mengungsut .

    02. Bila terkena terik sinar matahari tidak ada tempat berteduh bagi mereka, l agi

    pula tidak ada daun untuk penutup auratnya.

    03. Pohon pohonan selalu mencaci maki kepada Adam dan Hawa. Nabi Adam dan

    Ibu Hawa tidak diperkenankan mendekati nya karena telah menjadi orang durhaka.

    04. Pohon pohonan itu mengatakan bahwa N abi Adam dan ibu Hawa terlihat.

    Dosa karena menuruti hasutan iblis. Oleh karena itu akibat buruknya biarlah

    ditanggung sendiri, jangan sampai melibatkan orang lain.

    05. Pohon pohonan itu melarang Nabi Adam dan Ibu Hawa mendekatnya karena

    dikhawa tirkan jika akan menularkan dosanya. Karena tak ada yang mau didekati

    maka kedua nya lalu pergi dengan cara mengingsut ingsut.

    06. Rupanya lalu ada sebatang poho n yang menaruh iba kepada Nabi Adam dan

    Ibu Hawa namanya pohon Ajir. Pohon ini m emperbolehkan Nabi Adam dan Ibu

    Hawa untuk memetik daunnya.

    07. Nabi Adam dan Ib u Hawa lalu mendekat kepada pohon ajir itu. Keduanya

    terus memetik daun dan poho n itu kemudian dipergunakan untuk menutup

    auratnya yaitu antara pusat sampai lut ut.

    08. Sejak dipetik itu maka daun daun yang lain dan pohon ajir itu lalu mengg ulung,

    selanjutnya pohon ajir itu lalu dinamakan pohon cemara.

    09. Ada lagi poho n kayu lain yang menaruh belas kasihan kepada Nabi Adam dan

    Ibu Hawa karena poho n ini menyaksikan sendiri bahwa kemana pun mereka

    berjalan selalu tidak mendapat tempat untuk berteduh.

    10. Pohon itu namanya pohon garu, ia memanggil manggil A dam dan Hawa

    menyuruh berlindung dibawah rindangnya daun kayu yang amat lebat it u.

  • 11. Anehnya pada saat Nabi Adam dan Ibu Hawa tiba didekatnya tiba tiba daun p

    ohon itu menjadi musna sedang batangnya menjadi mengecil.

    12. Tuhan Yang Maha Su ci memerintahkan Jabarail agar membawa Nabi Adam

    dan Ibu Hawa turun kebumi.

    13. Penurunan Nabi Adam dan Ibu Hawa kebumi itu disertai kayu naga merak,

    kayu gatu, dan kayu ajir

    14. Oleh malaikat Jabarail Nabi Adam diturunkan dipuncak gunung S randil

    sedang Ibu Hawa diturunkan ditanah Siyem di Merak Naga ditengah hutan bel

    antara.

    15. Pohon pohon kayu yang diikut sertakan turun kebumi itu lalu ditempat kan

    digunung gunung. Nabi Adam menjadi sangat bertaubat kepada Tuhan Yang Maha

    E sa.

    16. Gunung Srandil disebut juga tanah Selan. Kelak kemudian hari tanah Selan

    menjadi sebuah negeri yang diberi nama negeri Srandil Selang Selan.

    17. Siang d an malam Nabi Adam selalu menangis memikirkan perpisahannya

    dengan istrinya yait u Ibu Hawa yang saat itu tidak diketahui dengan pasti dimana

    ia berada.

    18. Air mata Nabi Adam yang jatuh bercucuran bagaikan jatuhnya air hujan

    kebumi itu lalu berubah ujud menjadi, mirah (Intan yang berwarna merah), maka

    diseluruh tanah S elan lalu berserakan yang letaknya tersebar.

    19. Mirah mirah itu kelihatan amat indah. Pada waktu Nabi Adam melihat

    keangkasa maka ketujuh buah langit nampak de ngan jelas.

    20. Langit itu sama sekali tidak kelihatan sebagai langit melainkan sebagai lohkil

    mahful pada sajaratul mustoha.

    21. Pada surat takdir Adam yang te rtera dalam kitab yang tersimpan di lohkil

    mahful telah disebut nasib Nabi Adam. Disitu disebutkan bahwa Adam akan

    mengalami luka nestapa, kesukaran, keprihatin an, dan kemudian sampai juga

    kebahagiaannya.

  • 22. Disitu tercatat juga segala kej adian sejak sebelum dilahirkan sampai dengan

    meninggalnya dan kehidupan seseoran g. Dan tertera juga tentang suka dukanya.

    23. Nabi Adam lalu bersujud ditanah. U ntuk mendapatkan belas kasihan dari

    Tuhan ia berdoa mengucapkan ikrar Tuhan Maha Belas Kasihan.

    24. Bunyi dari pada doa itu begini : Sala.mnna ampusana wain lam tagfir, lana

    patar kamna, lalakumana minalki, sirin paning. Doa itu kiranya art inya begini.

    25. Ya Tuhan hamba sendirilah yang telah berbuat khilaf, hamba mohon belas

    kasih an dari paduka, Tuhan. Apa bila kami tidak Tuhan karuniai ampun niscaya

    hamba ak an celak.

    26. Hamba mohon belas kasihan dari paduka Tuhan. Pada saat Nabi Adam am at

    tekun bersujud, berdoa karena mendapat murka dari Tuhan itu, yang berakibatka n

    baginya diturunkan kebumi.

    27. Peristiwa itu terjadi pada tanggal tiga bulan M uharam. Sejak itu, siang dan

    malam Nabi Adam bersujud, berdoa mohon ampun.

    28. A lkisah telah 100 tahun Nabi Adam berada dipuncak gunung Srandil tanah

    Selan. Sua tu ketika tepatnya pada saat fajar Nabi Adam sedang melakukan sholat

    dua rokaat kemudian salam.

    29. Bersamaan waktu itu Tuhan Yang Maha Esa berfirman kepada mal aikat

    Jabarail untuk memberikan ampun kepada Nabi Adam. Disamping itu malaikat J

    abarail diperintahkan mencari Ibu Hawa sampai ketemu.

    30. Tersebutlah keadaan Ib u Hawa ditanah Siyam. Disana ia sangat menderita

    siang malam ia kerjanya hanya m enagis. Air matanya yang bercucuran itu

    berjatuhan dibumi, dan berubah menjadi mirah.

    31. Jabarail diperintahkan oleh Tuhan menjumpai Ibu Hawa untuk memberikan

    ampun. Kepada Ibu Hawa Jabarail memberitahukan bahwa Nabi Adam berada di

    Mekah

    32. Kemudian malaikat Jabarail lalu mengantar Ibu Hawa ke Mekah. Pada masa itu

    ke adaan bumi masih utuh, belum terpisah pisah oleh laut.

  • 33. Dari timur sampai bar at tidak terdapat laut karena semuanya masih berujud

    daratan. Peristiwa bumi ter pisah pisah oleh laut terjadi pada jaman Nabi Nuh.

    Pada waktu itu terjadi gempa hebat sehingga mengakibatkan tanah terendam air.

    34. Sejak adanya gempa itu bumi lalu terpisah pisah menjadi pulau pulau. Karena

    kodrat Illahi pulau pulau itu a da yang luas dan ada pula yang kecil.

    35. Alkisah Nabi Adam dan Ibu Hawa masing masing telah satu tahun lamanya

    menempuh perjalanan menuju Mekah.

    36. Keduanya b ertemu dipadang Tarwiyah dikaki gunung Arfat. Pertemuan ini

    membuat mereka bersy ukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keduanya lalu

    berpelukan sambil menangis.

    37. S etelah Nabi Adam dan Ibu Hawa berhasil dikaki gunung Arfat maka malaikat

    Jabarai l meninggalkan mereka

  • VI. PUPUH MEGATRUH

    01. Nabi Adam dan Ibu Hawa menjelajahi tanah Arab bertamasya. Perjalanannya

    diteruskan kebarat daya, sampai di Negeri Rum lalu keutara sampai dibukit Barjah.

    02. Dari Barjah diteruskan ke Kasnia Male bar. Sampai disini keduanya lalu

    berhenti. Berkat rahmat Tuhan disini mereka men emukan sebuah batu besar yang

    berongga, mirip dengan sebuah gua.

    03. Pada bagian dalam dari batu itu terdapat alat alat yang diperlukan dalam

    kebutuhan hidup. D idalam rongga itu keadaannya sangat indah, berpetak petak

    halus bagaikan pernah diketam lubang batu itu berpintu.

    04. Pinta batu itu berbentuk sekeping batu pul a. Bagian atas dan bagian bawah

    pintu itu seperti ada engselnya sehingga pintu i tu mudah untuk membuka dan

    menutupnya. Disebelah kiri dan kanan pintu itu terdapat air mengalit yang berasa l

    dari sebuah kolam yang terletak dibarat pintu tadi.

    05. Adapun batu gua itu le taknya ditepi sungai yang airnya jernih, didataran pasir

    yang luas ditengah teng ah hutan Dihutan itu terdapat pohon pohon besar yang

    dihuni binatang rimba. Disi tulah Nabi Adam dan Ibu Hawa istirahat.

    06. Sebagai insan yang takwa kepada Nabi (Maha Zul) Nabi Adam dan Ibu Hawa

    lalu menjalankan kewajiban sembahyang. Pada s aat Nabi Adam sedang bersujud

    itu tiba tiba mendekatlah malaikat Jabarail. Kedat angannya adalah atas perintah

    Illahi yaitu untuk menyerahkan kembali pakaian keb esarannya semasa menjadi

    raja disorga.

    07. Pakaian kebesaran itu dalam keadaan l engkap, tak ada yang berkurang, dan

    semuanya masih utuh, ujudnya ada makuta, bad hong, anting anting, kelat bau,

    binggel, kampuh, seluar, dan baju kebesaran.

    08. Tidak ketinggalan pula diserahkan kepada Ibu Hawa pakaian keputrian yang

    juga d alam keadaan lengkap, Jabarail lalu menyampaikan firman Tuhan yaitu

    mengangkat N abi Adam menjadi raja.

  • 09. Bersamaan itu juga disampaikan anugerah dari Tuhan be rupa tanda bukti

    sebagai raja. Barang ini kelak akan diwariskan kepada anak cucu Nabi Adam yang

    beruntung diangkat menjadi raja.

    10. Adapun tanda bukti kebesara n sebagai raja itu berupa sepuluh buah kitab.

    Dipesankan hendaknya isi dari kita b kitab itu disebar luaskan kepada anak cucu,

    para pegawai, serta para hamba sah aya. Dan lagi diamanatkan agar mereka tiap

    tiap bulan melakukan puasa selama tig a hari yaitu pada akhir bulan.

    11. Nabi Adam sangat mengindahkan amanat Tuhan ya ng disampaikan oleh

    malaikat Jabarail itu. Selesai menyampaikan amanat dari Tuha n tersebut maka

    malaikat Jabarail lalu meninggalkan tempat itu.

    12. Dikisahkan b ahwa sesudah itu Nabi Adam tiap tahun berputerakan sepasang

    bayi, yaitu seorang laki laki dan seorang lagi perempuan.

    13. Setelah putranya genap empat puluh pas ang Nabi Adam ini berkehendak

    mengawinkan putra putrinya secara selang seling de ngan tujuan yang kurang baik

    wajahnya biar mendapat pasangan yang baik. Maksud N abi Adam mi ternyata

    bertentangan dengan kehendak Ibu Hawa.

    14. Ibu Hawa berkehe ndak bahwa putra yang berwajah baik dikawinkan dengan

    yang baik pula, sedang yan g buruk dengan yang buruk pula. Antara Nabi Adam

    dan Ibu Hawa sama sama teguh me mpertahankan pendapatnya.

    15. Untuk mempertahankan pendapatnya Ibu Hawa mengguna kan dalih bahwa

    hanya dia sendirilah yang membina dan mengasiuh putra putranya p ada waktu

    masih bayi. Nabi Adam tak pernah membantu pekerjaan Ibu Hawa itu.

    16. Nabi Adam menanggapi ucapan Ihu Hawa tersebut dengan kata kata yang enak

    didenga r. Beliau mengutarakan suatu cerita untuk menentukan sikap apakah

    diantara dia b erdua yang pantas menerima karunia Tuhan. Ibu Hawa meminta

    hendaknya jangan meny angkal uraian ceriteranya Beginilah centera dari Nabi

    Adam itu : a. Diceriteraka n bahwa keduanya telah mengeluarkan rahsa (darah)

    kama yang kemudian lalu dimasu kkan kedalam suatu tempat yang disebut cupu

  • manik Astogino Cupu itu lalu disimpa n dengan baik. Kemudian Tuhan lalu

    menemui mereka yang sedang berselisih paham i tu.

    17. Setelah penyimpanan itu genap sembilan bulan maka cupu manik tersebut la lu

    dibuka. Ternyata yang berasal dari Nabi Adam telah membentuk seorang orok tet

    api hanya terdiri dari tulang dan otot saja.

    18. Orok tadi berkelamin laki laki. Sedang yang berasal dari Ibu Hawa tidak menj

    adi orok melainkan masih berujud onggokan darah. Pada saat itu juga

    menghembusla h angin sepoi sepoi. Hanya sampai sekianlah perwujudan rahnat

    Tuhan.

    19. Karena hembusan angin yang sepoi sepoi itu maka karunia Tuhan untuk Adam

    lalu menjadi l engkap ujudnya. Karunia Tuhan untuk Adam tersebut telah ada kulit,

    daging, dan o tot darahnya sebingga terjadilah orok yang tampan rupawan.

    Selanjutnya orok itu lalu diberi nama Baginda Sis. Sedang karunia Tuhan untuk

    Hawa tetap saja keadaan nya.

    20. Selanjutnya bertiuplah angin yang kian lama makin deras. Sesudah itu la lu

    datang suara yang tidak diketahul asal dan ujudnya suara itu menggema kesegal a

    arah.

    21. Tentang sumber suara itu juga tidak menetap tempatnya, dan saat data ngnya

    pada waktu lepas tengah malam. Adakalanya suara itu kedengaran jauh. Suara

    tersebut disebut Rijalolah, merupakan suara gaib, dan tidak dapat disaksikan de

    ngan indera. Cupu bekas tempat menaruh rahsa kama tersebut akhirnya hilang

    terba wa angin.

    22. Setelah cupu itu menghilang lalu datanglah seekor naga, dinamakan naga

    Jatingarang, sebenarnya naga itu berasal dari kotoran cupu manik Astagina y ang

    telah menghilang itu. Kemana saja Rijalolah itu pergi, naga itu selalu menge jar

    akan memangsanya.

    23. Untuk menghindari agar tidak dapat ditangkap oleh naga Jatingarang maka

    Rijalolah menggunakan perisai cupu manik bekas tempat tercipta nya Baginda Sis.

    Cupu tersebut adalah yang semula telah hilang terbawa angin. Cu pu manik yang

    selalu dipergunakan sebagai perisai oleh Rijalolah, itu juga selal u dihembus oleh

    topan badai dan akhirnya cupu manik itu terjatuh dibumi. Setelah sampai dibumi

  • cupu itu lalu berubah menjadi orang laki laki dan perempuan.

    24. Yang laki laki keadaan tubuhnya besar lagi tinggi. Tingginya hampir setinggi

    lan git. Apabila ia melewati samudera meskipun ditempat yang terdalam maka

    hanya sam pai dipergelangan saja bagian kakinya yang terendam.

    25. Lelaki yang sangat ting gi itu bernama Nunukkenangon. Ia kemudian menjadi

    raja besar dinegeri Jabarin, l etaknya dikaki langit. Bala perjurit raja

    Nunukkenangon adalah anak cucunya, yan g badan mereka sebesar gunung.

    26. Mereka itu pada umumnya berumur panjang hingg a mencapai umur 4.000

    tahun. Kelak kemudian hari mereka ini menjadi musuh nabi. Raja Nunukkenangon

    menjadi raja hingga akhir hayatnya. Setelah raja Nunukkenango n ini meninggal

    maka jenazahnya oleh malaikat Jabarail lalu dikalungi gunung yan g telah

    berlubang.

    27. + 28. Ibu Hawa melihat tanda karunia Tuhan miliknya telah hilang tak

    berbekas karena dihembus angin. Kejadian ini membuat ia lalu menyera h dan

    mengikuti apa kehendak Nabi Adam yaitu menjodohkan putra putrinya secara b

    erseling seling. Sampai sekian berakhirlah cerita Nabi Adam kepada Ibu Hawa.

    Lam a kelamaan Nabi Sis menjadi dewasa. Wajahnya tampan, cerah cahayanya

    seperti bul an purnama.

    28. Warna kulitnya kuning. Pandangan matanya jernih dan terang pikir annya

    cerdik cendekia.

    29. Pada suatu ketika ayahanda Nabi Sis berkata kepadanya memerintahkan agar

    Nabi Sis mohon benih dari sorga mulia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nabi Sis

    mengindahkan perintah ayahnya itu. Ia lalu pergi kegunung untuk bersujud.

    30. Dalam sujudnya itu dia berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar permo

    honannya dikabulkan. Kemudian Jabarail memerintahkan kepada bidadari agar

    membawa benih yang diletakkan diatas talam emas berhiaskan mutu manikam.

    31 . Ada bermacam macam biji yang ditaruh diatas talam emas tersebut. Malaikat

    Jaba rail menyampaikan salam kedatangannya kepada Nabi Sis. Nabi Sis lalu

    menyambut s alam Jabarail itu. Kemudian Jabarail memberikan sebutir buah.

  • 32. Selanjutnya ma laikat Jabarail mengajak pulang Nabi Sis karena ia ingin

    bertemu dengan ayah Nab i Sis. Mereka lalu berangkat.

    33. Setelah tiba ditempat yang dituju malaikat Jab arail lalu memberi salam kepada

    Nabi Adam. Sesudah itu Nabi Adam lalu mempersila kan duduk kepada malaikat

    Jabarail.

    34. Malaikat Jabarail lalu menyatakan bahwa kedatangannya adalah atas perintah

    Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menyerahkan biji kepada Nabi Sis. Disamping itu

    pada kesempatan itu pula malaikat Jabarail juga m enyerahkan bidadari agar

    dijadikan istri Nabi Sis. Menghadapi peristiwa ini Nabi Adam lalu mengambil

    sikap tangannya untuk memegang kepala kemudian bersujud kep ada Tuhan Yang

    Maha Kuasa.

    35. Nabi Sis pun lalu mengikuti jejak ayahnya. Ia men yatakan terima kasihnya

    kepada Tuhan yang telah berkenan memberi anugerah kepada nya. Bidadari itu

    lalu segera dinikahkan dengan Nabi Sis. Sedang yang bertindak sebagai kaum

    adalah malaikat Jabarail. Sejak itu bidadari yang cantik molek itu telah diserahkan

    sepenuhnya dari Tuhan kepada Nabi Sis.

    36. Mengenai kerukunan p erkawinan Nabi Sis dengan bidadari itu tidak

    diceriterakan lebih lanjut. Sekali penistiwa Tuhan memerintahkan Jabarail untuk

    menganugerahkan besi dan baja denga n pengharapan kedua benda itu setelah

    dicampur akan menjadi senjata. Dengan senj ata tersebut maka apa yang mereka

    inginkan akan terkabul.

    37. Malaikat Jabarail lalu mengajarkan kepada Nabi Adam tentang bagaimana

    caranya menjadi pandai besi. Kemudian malailkat Jabarail menyerahkan segala

    alat alat untuk menjadi pandai besi. Nabi Adam lalu mulai menggunakan

    kecakapannya sebagai pandai besi.

  • VII. PUP UH DURMO

    01. Nabi Adam telah menjadi pandai besi. Para putranya membantu melayan i

    beliau. Dalam melakukan pekerjaan itu malaikat Jabarail bertindak sebagai pela

    tihnya. Api yang dipergunakan dalam pekerjaan itu diambilkan api dari neraka ole

    h malaikat Jabarail. Sedang sebagai pelengkap persiapan air diambilkan air dari

    tujuh buah laut.

    02. Pada waktu belum biasa mereka tidak tahan mendekat api yang berasal dari

    neraka itu, sebab api itu sangat panas. Masing masing anak cucu Ad am lalu diberi

    tugas tertentu. Ada yang bertugas sebagai tukang membesarkan api, ada yang

    bertugas sebagai tukang membuat benda benda tajam (panjak), dan ada la gi yang

    bertugas mengikir dan menggerinda besi. Sehingga besi itu dapat menjadi senjata

    tajam yang diinginkan.

    03. Hasil dari pekerjaan itu ada yang menjadi sab it panjang (kudhi), cangkul,

    sabit, pangot, pisau, sejenis pisau (seking), paran g, kampak, gobang, beliung,

    pahat, penguthik. Sedang peralatan orang bersawah be rupa besi bajak, cangkul,

    linggis (sula), dan wangkil. Setelah semua pekerjaan i tu dapat dilakukan oleh anak

    cucu Adam maka malaikat Jabarail lalu pergi.

    04. Anak cucu Nabi Adam lalu melakukan pertanian. Diantaranya ada yang

    menanam p adi huma (padi gogo), ada lagi yang menanam padi sawah. Selain itu

    mereka juga m enanam bermacam macam tanaman yang bijinya berasal dari sorga.

    Setelah semua bij i yang berasal dari sorga tersebut telah ditebarkan lalu

    tumbuhlah bermacam maca m tanaman. Diantaranya ada yang menjadi tanaman

    yang hidup menjalar ditanah (pol o kesimpar), dan ada pula yang menjadi pohon

    pohonan yang tidak berumur panjang serta buahnya berada diatas(polo gumantung).

    05. Dimana saja semua biji itu dapa t tumbuh, dengan baik. Putra Nabi Adam telah

    lengkap menjadi delapan puluh orang , mereka terdiri dan laki laki serta

    perempuan dan berpasangan. Mereka ini semua nya telah beranak. Selanjutnya

    mereka lalu diseyogyakan memilih tempat untuk kel uarganya sesuai dengan

    keinginan masing masing.

  • 06. Sejak itu ditanah tanah yang jauh sekalipun telah dihuni oleh anak cucu Nabi

    Adam. Disana mereka membuat rum ah lengkap dengan halamannya, serta

    mengadakan sawah ladang untuk ditanami benih . Mereka lalu membentuk

    pedukuhan itu makin bertambah banyak sehingga perlu memb entuk pedukuhan

    baru.

    07. Karena makin bertambahnya desa desa baru., Maka Nabi A dam lalu

    membentuk sebuah negeri, yaitu negeri Kusnia Malebari. Alkisah, sekali peristiwa

    Ijajil yang beristana didasar gunung ingin mempersembahkan putrinya. P utri Ijajil

    ini sedang menginjak usia remaja. Wajahnya cantik jelita.

    08. Untuk mencapai tujuannya itu, Ijajil menampakkan diri sebagai orang tua

    bangka. Ia ber pakaian secara pendeta gunung. Pakaiannya serba hijau, kelihatan

    amat indah. Ia membawa tongkat ajimat. Pada tongkat itu terdapat senjata tajam,

    kecil, serta me ngandung kesaktian (cis).

    09. Ijajil lau memerintahkan kepada putrinya agar sege ra berbusana dan menghias

    diri karena akan dipersembahkan kepada putra Nabi Adam . Dinasihatkan oleh

    malaikat Ijajil agar ia pandai membawakan diri. Sesudah itu lalu berangkatlah

    malaikat Ijajil mengantar putri remajanya.

    10. Dalam waktu sek ejap mata saja malaikat Ijajil beserta anaknya telah sampai

    dihadapan Nabi Adam. Ijajil segera memberi salam. Salam Ijajil itu disambut

    dengan salam juga oleh N abi Adam. Kemudian Nabi Adam lalu mempersilahkan

    Ijajil agar duduk didekatnya.

    1 1. Setelah keduanya duduk bersama diatas kursi kebesaran. Ijajil lalu bersembah

    kepada Nabi Adam. Selanjutnya ia lalu mengutarakan maksud kedatangannya

    yaitu un tuk menyerahkan putri remajanya agar diperistri oleh Sis yaitu putra Nabi

    Adam.

    12. Saat itu Nabi Adam telah tahu apa kehendak Illahi berdasarkan pendidikan aga

    ma (amanat tabliq). Diketahui bahwa Sis yang kelak menjadi wakil Tuhan akan

    mempunyai keturunan yang memiliki mantera mantera jahat.

  • 13. Putri haul yang indah i tu telah dipertemukan dengan Sis. Setelah putrinya

    dinikah, Ijajil lalu minta di ri kepada Nabi Adam akan kembali ketempatnya yaitu

    didasar gunung.

    14. Kehidupan perkawinan Sis dengan kedua istrinya yaitu putri Ijajil dan bidadari

    boleh dika takan saling berkasihan. Kedua istri Sis ini lalu hamil.

    15. Setelah genap usia kehamilan maka keduanya lalu melahirkan pada saat pagi

    hari bersamaan dengan ter bitnya matahari, putranya lalu dinamakan Yanas.

    Sedang putri Ijajil melahirkan p ada waktu petang hari bersamaan dengan

    tenggelamnya matahari, putranya tidak ber ujud bayi melainkan berujud cahaya.

    16. Nabi Adam sangat gembira atas kelahiran kedua cucunya itu. Cucu yang kedua

    i tu diberi nama Nurcahyo. Yanas lahir diantara waktu malam dan siang hari

    sedang Nurcahyo lahir pada waktu antara siang dan malam hari. Kedua cucunya itu

    sangat dikasih sayangi.

    17. Kedua cucu tersebut diasuh oleh kakeknya hingga dewasa. Men genai

    diasuhnya kedua orang cucu itu diceriterakan dalam kitab Ayul Lilin. Pada saat itu

    Nabi Adam menjalani puasa lima kali.

    18. Nabi Adam bertakhta menjadi ra ja dinegeri Malebari hingga 700 tahun,

    Kemudian digantikan oleh anak, cucu, cici t, dan canggah. Dalam jangka waktu

    7.000 tahun. Anak cucu Nabi Adam telah berkem bang biak hingga banyak sekali

    jumlahnya.

    19. Tersebutlah dalam ceritera bahwa s alah seorang putra Nabi Adam ada yang

    ingkar terhadap peraturan ayahandanya yait u Abil, yang berwajah tampan. Abil

    telah membunuh Kabil yang juga putra Nabi Ada m tetapi wajahnya jelek Setelah

    Kabil terbunuh maka lalu istrinya diambil oleh A bil. Perbuatan Abil ini karena

    hasutan Ijajil.

    20. Abil membunuh Kabil dengan ca ra memukul dengan batu pada bagian

    kepalanya hingga pecah. Karena perbuatannya i tu maka Abil lalu mendapat

    hukuman Tuhan, ia lalu dihimpit bumi. Kemudian ada la gi dua pasang putra Nabi

  • Adam yang karena hasutan Ijajil lalu melarikan diri dar i lingkungan keluarga Nabi

    Adam.

    21. Mereka yang melarikan diri ini lalu menyemb ah kepada berhala. Selanjutnya

    ada putra putra Nabi Adam yang lain, yang mengiku i perbuatan dua pasang putra

    yang lain tersebut. Dengan demikian anak cucu Nabi Adam lalu merata ketanah

    tanah yang terbentang dari timur sampai barat. Mereka l alu bergolong golong dan

    mendirikan kerajaan.

    22. Suatu ketika Tuhan memerintahk an malaikat Jabarail untuk menyebarkan

    bermacam macam batu mutiara yang selanjut nya oleh anak cucu Nabi Adam batu

    mutiara itu lalu dijadikan perhiasan. Penyebar an itu dibuat merata ditanah tanah

    dari ufuk timur sampai ufuk barat.

    23. Disamp ing itu disebarkan pula bahan baku untuk dijadikan emas, besi, dan

    perak. Bahan bahan baku itu ada yang dijatuhkan digunung gunung, ada yang

    dijatuhkan disungai sungai, dan ada lagi yang dijatuhkan dilaut laut. Masing

    masing negeri mendapat bagian bahan baku yang disebarkan itu.

    24. Suatu ketika Nabi Adam memanggil ked ua orang cucunya yaltu Yanas dan

    Nurcahyo. Mereka diperintahikan naik sorga untu k menggambar keadaan disana

    lengkap dengan isinya.

    25. Keduanya diberitahu bahwa untuk kesorga itu jalan yang harus ditempuh

    adalah melewati sungai Nil dari ara h muara terus menyusur kehulu. Dihulu sungai

    itulah terletak sorga Kedua cucu Na bi Adam itu menyambut baik petunjuk Nabi

    Adam tersebut. Mereka lalu berangkat, B egitu tiba disungai Nil mereka lalu

    menyusur kearah hulu.

    26. Akhirnya perjalana n mereka sampai dipersimpangan sungai Nil. Disini

    terdapat dua cabang sungai, ya ng satu kearah kiri sedang yang satunya lagi kearah

    kanan Cabang yang kiri alira nnya berasal dan neraka sedang yang kanan alirannya

    berasal dari sorga. Kedua cucu Nabi Adam tersebut berhenti dipersimpangan

    sungai ini. Kemudian Nurcahyo memi nta kepada Yanas agar bersedia menunggu

    ditempat itu.

  • 27. Tetapi usul Nurcahyo ini tidak dapat diterima oleh Yanas. Akhirnya Nurcahyo

    lalu menyarankan bahwa ia akan menuju arah hulu lewat cabng sungai yang

    kekiri, s edang Yanas akan pergi kehulu lewat cabang sungai yang kekanan. Yanas

    menyetujui saran Nurcahyo tersebut. Selanjutnya Yanas lalu mengemukakan pesan

    bahwa siapa saja diantara mereka berdua yang lebih dulu tiba kembali agar

    menunggu dipersimp angan sungai tersebut, jangan sampai meninggalkan.

    28. Nurcahyo menyetujui pesan kakaknya itu. Sesudah itu mereka lalu berangkat

    sesuai dengan rencana yang tela h diatur berdua. Tersebutlah kisah perjalanan

    Nurcahyo, sejak berpisah dengan Ya nas. Ia terus bergerak kearah hulu lewat

    cabang sungai yang kekiri. Dalam hati i a merasa heran kenapa semaikin kehulu

    airnya semakin terasa panas. kemudian ia m elihat sebuah gunung yang tinggi dan

    besarnya seolah olah menyentuh langit.

    29. Puncak dari gunung itu merupakan tutup neraka. Dan puncak gunung yang

    sangat bes ar itu keluarlah asap dan asap itu kemudian mengembun ditutup neraka.

    Embun tadi akhirnya mengalir melingkari gunung menjadi sungai. Sekarang

    Nurcahyo haru tahu mengapa air itu makin kehulu makin bertambah panas karena

    menjadi kelanjutan da n tutup neraka diujung sungai Nil.

    30. Air itu sangat panas, lebih panas dari ai r mendidih, serta mengeluarkan asap.

    Gunung yang sudah diceriterakan itu. bernam a Selap. Disitu terdapat perbatuan

    yang amat keras sekeras baja. Karena kerasnya batuan itu tidak dapat pecah

    walaupun dipijit dengan apapun. Puncak gunung itu selalu kelihatan membara.

    31. Air itu melewati tempat dibawah neraka. Itulah seb abnya keadaannya sangat

    panas. Nurcahyo merasa bahwa dirinya tak tahan menderita panas itu sehingga ia

    lalu mematung dan tak dapat berkata sepatah pun.

    32. Dice riterakan bahwa Ijajil menjadi maharaja membawahi para raja yang

    berjumlah tujuh juta orang raja, gelarnya Dhatu Muntha. Pada saat Ijajil melihat

    cucunya dalam keadaan kepayahan ia lalu memanggil dari atas.

    33. Dalam kata kata panggilannya itu Ijajil memberitahu kepada Nurcahyo bahwa

    ia adalah kakeknya yang sedang meng harapkan kedatangannya. Nurcahyo demi

    mendengar suara itu lalu memandang kepunca k gunung. Ia melihat bahwa yang

  • memanggil itu adalah seorang kakek yang berada d ipuncak gunung.

    34. Nurcahyo lalu menanyakan siapakah dia yang berada dipuncak g unung

    didalam api membara itu. Kemudian Nurcahyo menyatakan bahwa dirinya tidak

    mampu mendatangi puncak gunung tersebut. Karena pernyataan Nurcahyo itu

    maka Ija jil lalu menjulurkan tongkatnya yang dapat memanjang menyentuh bumi.

    35. Nurcahy o segera menyambut tongkat yang dijulurkan itu. Ijajil segera menarik

    kembali to ngkat itu sehingga dalam waktu sekejap saja Nurcahyo telah berada

    didepan kakekn ya.

    36. Ijajil menyambut kedatangan cucunya sambil memberi salam. Sesudah itu la lu

    memberi tahu bahwa ia adalah kakeknya yaitu ayahnya ibu Nurcahyo. Dan dicerit

    erakan pula bahwa dia menjadi raja yang istananya terletak didasar gunung.

    37. Ijajil telah mengerti bahwa Nurcahyo dan Yanas ditugaskan oleh kakeknya

    (Nabi Ada m) untuk menggambar suasana sorga. Pada waktu sampai

    dipersimpangan sungai Nil m ereka menjadi bimbang, dan kemudian tejadi

    perselisihan pendapat..

    38. Akhirnya mereka lalu bersepakat yaitu Nurcahyo akan menempuh jalan lewat

    cabang sungai ya ng kekiri sedang Yanas lewat cabang sungai yang kekanan.

    Kemudian Ijajil memberi tahukan kepada Nurcahyo bahwa jalan yang ia tempuh

    itu sesat, yang betul adalah jalan yang ditempuh Yanas. Dengan demikian

    Nurcahyo tak mungkin dapat sampai sorga.

    39. Demi mendengar pernyataan kakeknya itu Nurc ahyo menjadi sangat menyesal

    dan susah hatinya. Ia lalu menundukkan kepalanya sa mbil menahan keluarnya air

    mata. Ijajil pada waktu melihat cucunya bersusah hati itu lalu menghibur.

    40. Dikatakan bahwa Nurcahyo tidak perlu bersusah hati seba b ia akan

    mendampingnya Dan dijanjikan bahwa Nurcahyo akan diberi pelajaran mant era

    mantera yang berasal dari anugerah Tuhan.

    41. Ijajil menceriterakan bahwa di rinya telah dicipta lebih dahulu sebelum Tuhan

    mencipta bumi dan langit. Karena Nurcahyo telah menangkap apa yang diuraikan

    oleh kakeknya itu maka ia lalu menya takan bahwa dirinya tidak akan menyanggah

  • kehendaknya. Sesudah itu Nurcahyo lalu diberi pelajaran segala macam ilmu

    kesaktian Berkat kecerdasannya maka Nurcahyo dapat menguasai pelajaran yang

    diberikan oleh kakeknya itu.

    42. Karena pelajara n yang diberikan oleh kakeknya itu maka ia mampu terbang,

    dapat menghilang berga nti rupa, dapat masuk kedalam bumi, dapat masuk

    kedalam air tanpa basah, dapat m asuk api membara tanpa merasa panas, pendek

    kata segala kesukaran dapat diatasi.

    43. Selanjutnya Ijajil lalu membuat gambaran sorga. Dalam waktu sebentar gambar

    itu telah jadi dan hasilnya tepat dengan keadaan sorga yang sebenarnya, sedikit pun

    tak ada selisihnya. Hal ini bisa terjadi karena Ijajil pernah menjadi raja di sorga.

    Ijajil lalu menyerahkan keadaan gambar disorga itu kepada Nurcahyo.

    44. Kemudian Ijajil memerintahkan Nurcahyo agar pulang menghadap kakeknya

    (Nabi Adam) . Dikatakan bahwa gambar itu tidak berbeda dengan gambar yang

    dibuat oleh Yanas.

    45. Kepada Nurcahyo dipesankan agar apabila bertemu dengan kakaknya supaya

    meng atakan bahwa gambar itu adalah anugerah Tuhan. Diberitahukan pula bahwa

    Nurcahyo akan tiba lebih dahulu dipersimpangan sungai Nil, Tetapi Nurcahyo

    diminta menun ggu kakaknya disitu agar dapat bersama sama menghadap Nabi

    Adam. Nurcahyo mengin dahkan segala nasehat Ijajil tersebut. Ia lalu bersujud.

    Dalam waktu singkat Nur cahyo telah tiba dipersimpangan sungai Nil.

    46. Tersebutlah perjalanan Yanas yan g menuju hulu sungai Nil dengan mengambil

    jalan cabang sungai yang kekanan. Wakt u itu telah tiba disorga ia terus

    menggambar suasana disorga.

    47. Yanas bertempa t tinggal diatas dinding jalal sambil memohon pertolongan

    Tuhan dan mengucapkan rapal yang berbunyi Laillahaillalloh rasululloh. Setelah

    pekerjaan menggambar it u selesai Yanas lalu keluar dari sorga.

    48. Begitu Yanas keluar dari sorga maka ia telah berada dihulu sungai Nil kembali

    Selanjutnya ia lalu bergerak kearah hi lir dan akhirnya sampailah ia

    dipersimpangan sungai Nil Disitu Yanas tidak melih at adiknya, tetapi ia dapat

  • dengan jelas mendengar suara dan seseorang yang pada pokoknya memberi salam

    atas kedatangannya serta menyatakan telah lama menunggu.

    49. Yanas langsung dapat memastikan bahwa suara itu ialah suara adiknya, Nurcah

    yo, Yanas lalu menanyakan mengapa Nurcahyo tidak terlihat. Tiba tiba Nurcahyo

    la lu menampakkan diri dihadapan Yanas.

    50. Seketika itu Nurcahyo lalu dipeluk Yana s. Kemudian. Yanas menanyakan

    mengapa ia dapat menghilang, dan kemudian dapat me nampakkan diri

    lagi.Nurcahyo lalu menerangkan bahwa ia baru saja bertemu dengan Tuhan Yang

    Maha Esa.

    51. Lebih lanjut Nurcahyo menerangkan bahwa dalam pertemuannya dengan

    Tuhan itu ia dianugerahi kesaktian : sehingga ia dapat menghilang, dapat

    menampakkan diri kembali, dapat terbang diangkasa, dapat masuk kedalam bumi,

    dapat masuk dalam a ir tanpa basah, tahan masuk kedalam api membara tanpa

    merasakan panas.

    52. Yanas menanggapi ceritera adiknya dengan pernyataan rasa bersukur.

    Kemudian Yanas menanyakan apakah Nurcahyo berhasil juga mendapatkan

    gambar keadaan sorga, Nurcahyo menjawab bahwa atas karunia Tuhan maka ia

    berhasil mendapatkan gambaran keadaan disorga.

    53. Selanjutnya Nurcahyo lalu ganti bertanya kepada kakaknya apakah di a juga

    tela mendapatkan gambaran keadaan disorga Yanas menjawab bahwa ia telah b

    erhasil sampai disorga serta telah mendapatkan keadaan gambar disana.

    54. Kemudi an Yanas lalu mengajak adiknya agar mereka berdua bersama sama

    menghadap kakekny a (Nabi Adam) yang selama itu pasti telah menanti nanti

    kedatangan mereka. Untuk mempercepat perjalanan menghadap kakaknya itu

    maka Nurcahyo lalu menawarkan apa bila kakaknya bersedia maka ia akan dibawa

    terbang.

    55. Yanas tidak berkebeatan atas tawaran adiknya itu sehingga Nurcahyo lalu

    terbang sambil membawa kakaknya. Dalam waktu yang pendek mereka telah

    sampai dihadapan Nabi Adam.

  • VIII. PUPUH PU CUNG.

    01. Yanas dan Nurcahyo bersama sama berdatang sembah kepada kakeknya.

    Sedang Nabi Adam terus memeluk kedua cucunya itu sambil mengusap usap

    kepalanya.

    02. Pada waktu memeluk kedua cucunya itu Nabi Adam sambil mengucapkan

    salam atas ke datangannya. Kedua orang cucu itu lalu mengucapkan terima kasih

    yang sebesar bes arnya atas sambutan kakeknya itu.

    03. + 04. Kemudian Yanas dan Nurcahyo lalu dip ersilahkan duduk didepan Nabi

    Adam, serta disaksikan oleh anak keturunan Nabi Ad am yang lain.

    04. pm.

    05. Selanjutnya Nabi Adam lalu menanyakan tentang hasilper jalanannya pada

    wktu mereka ditugaskan menggambar keadaan disorga. Mereka menjawa b

    bahwa berkat doa restu Nabi Adam maka selamatlah perjalanannya serta berhasil

    menyelesaikan tugasnya.

    06. Kernudian Yanas menceriterakan tentang sikap mereka pada waktu tiba

    dipersimpangan sungai Nil yang akhinya Nurcahyo pergi kehulu menempuh

    cabang yang kekiri sedang ia sendiri menempuh cabang yang kekanan.

    07. Tem yata perjalanan mereka selamat tanpa mengalami halangan satu pun.

    Mereka berdua sampai disorga. Masing masing disana menggambar apa saja yang

    terlihat dengan le ngkap.

    08. Yanas menyatakan pula bahwa Nurcahyo setelah sampai dihulu terus samp ai

    disorga, Dan disana Nurcahyo dianugerahi Tuhan gambar keadaan disorga.

    09. pm .

    10. Saat itu anak keturunan Nabi Adam yang hadir lalu dipersilakan mengamati g

    ambar sorga tersebut. Mereka lalu duduk memenuhi tempat itu dengan posisi

    meling kar sehingga mengelilingi gambar sorga tersebut.

  • 11. Kedua buah gambar itu dibuka lebar lebar. Keduanya diamati betul betul dari

    bawah Sampai diatasmengenai bentuk dan coraknya. Ternyata gambar itu banyak

    kemi ripannya.

    12. Pada waktu mengamati gambar surgar milik Janas, mereka melihat ada nya

    sinar memancar amat cemenlang dari gambar tersebut. Mereka lalu duduk meling

    kar mengelilingi gambar tersebut.

    13. Dalam gambar itu terbayang rasa kemegahan, keagungan (dinding jalal) Tuhan

    Yang Maha Esa. Dinding jalal itu dapat dihayati dari nikmatnya kata kata mutiara

    yang berbunyi Laa Illahaa Ilalah Mohammadar Ro sulullah.

    14. Karena menghayati susunan kata mutiara itu, maka Nabi Adam dan ana k

    cucunya selain mengagungkan asma Tuhan Robbil Alamin.

    15. Kemudian Nabi Adani berkata kepada putranya yaitu Sis. Beliau menyatakan

    bahwa gambar yang diserahka n diperoleh dari Nurcahyo, yaitu putra Sis dari

    perkawnannya dengan putri dari I jajil atau Tamimasar Raja digunung dasar.

    16. Gambar surga itu hanya minip denga n gambar hasil jenih payah yang dicapai

    oleh Yanas putra Sis, atas perkawinannya dengan bidadari. Kekurangan mengenai

    tidak lengkapnya gambar surga dari Nurcahy o (cucu Ijajil) yaitu dari gambar

    Nurcahyo, tanpa memancarkan sinar gaib dan tan pa kata mutiara, penyanjung

    kemegahan, keagungan Tuhan Yang Maha Esa.

    17. Dikata kan bahwa Ijajil memiliki mantera mantera yang berakibat pemilik

    mantera itu ma