Referat Osteoporosis

download Referat Osteoporosis

of 32

  • date post

    01-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    49
  • download

    13

Embed Size (px)

description

Referat Osteoporosis

Transcript of Referat Osteoporosis

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI1

BAB I. KATA PENGANTAR2

BAB II. PATOGENESIS3

2.1. Definisi32.2. Epidemiologi32.3. Patogenesis Pembentukan Tulang62.2. Patogenesis Osteoporosis10

BAB III DIAGNOSIS13

BAB III PENATALAKSANAAN22

BAB IV RINGKASAN30

DAFTAR PUSTAKA31

BAB I

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan ridho-Nya referat dengan judul Osteoporosis dapat terselesaikan.Osteoporosis merupakan satu penyakit metabolik tulang sistemik yang ditandai oleh menurunnya densitas massa tulang, oleh karena berkurangnya matriks dan mineral tulang disertai dengan kerusakan mikro arsitektur dari jaringan tulang, dengan akibat menurunnya kekuatan tulang, sehingga terjadi kecenderungan tulang mudah patah.Pembentukan dan penyerapan tulang berada dalam keseimbangan pada individu berusia sekitar 30 - 40 tahun. Keseimbangan ini mulai terganggu dan lebih berat ke arah penyerapan tulang ketika wanita mencapai menopause dan pria mencapai usia 60 tahun.Osteoporosis menyebabkan lebih dari 8,9 juta kasus fraktur setiap tahun di dunia, dimana 4,5 juta kasus terjadi di Amerika dan Eropa. Saat ini diperkirakan ada sekitar 0,3 juta fraktur panggul pertahun di Amerika Serikat dan 1,7 juta di Eropa. Hampir semua peristiwa ini dikaitkan dengan osteoporosis, baik primer atau sekunder. Rasio perempuan dan laki-laki pada fraktur pinggul 2:1. Insiden fraktur pergelangan tangan di Inggris dan Amerika berkisar 400-800 per 100.000 perempuan. Fraktur kompresi tulang belakang jauh lebih sulit untuk diperkirakan karena sering tanpa gejala. Diperkirakan lebih dari satu juta wanita postmenopause Amerika akan mengalami patah tulang tulang belakang dalam perjalanan satu tahun.Referat ini dibuat untuk membahas pathogenesis, diagnosis dan penatalaksanaan osteoporosis yang sering dijumpai pada proses yang telah lanjut. Diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan kita semua dalam menegakkan diagnosis secara dini dan penatalaksanaan osteoporosis yang tepat.

BAB II

PATOGENESIS OSTEOPOROSIS

2.1.DefinisiSecara harfiah kata osteo berarti tulang dan kata porosis berarti berlubang atau dalam istilah populer adalah tulang keropos. Osteoporosis adalah penyakit skeletal sistemik yang ditandai dengan massa tulang yang rendah dan kerusakan mikroarsitektur jaringan tulangsehingga terjadi kerapuhan tulang dan peningkatan kerentanan patah tulang. National Institute of Health (NIH) mengajukan definisi baru osteoporosis sebagai penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh Compromised bone strength sehingga tulang mudah patah. Secara operasional osteoporosis didefinisikan berdasarkan penilaian bone mineral density (BMD). Berdasarkan kriteria WHO, osteoporosis adalah nilai BMD berada pada 2,5 standar deviasi (SD) atau di bawah nilai rata-rata dewasa muda yang sehat (T score < -2,5 SD).Tabel1. Definisi osteoporosis berdasarkan WHODefinisiKriteria

NormalBMD berada pada -1 SD dari nilai rata-rata dewasa muda.

Low bone mass(osteopenia)BMD berada pada -1,0 dan -2,5 SD lebih rendah dari nilai rata-rata dewasa muda

Osteoporosis BMD berada pada -2,5 SD lebih rendah dari nilai rata-rata dewasa muda

Osteoporosis beratSeperti definisi osteoporosis diatas dengan satu atau lebih fraktur.

2.2.EpidemiologiOsteoporosis merupakan masalah kesehatan utama global yang menyebabkan lebih dari 200 juta patah tulang osteoporosis di seluruh dunia setiap tahun, termasuk 1,6 juta fraktur panggul. Di Amerika Serikat pada tahun 2005, ada sekitar dua juta patah tulang diperkirakan terkait osteoporosis, termasuk sekitar 547.000 patah tulang belakang, 297.000 patah tulang pinggul (hip), 397.000 patah tulang pergelangan tangan, 135.000 patah tulang panggul (pelvic), dan 675.000 patah tulang di tempat lain. Jumlah seluruh patah tulang di Amerika Serikat diproyeksikan mencapai lebih dari 3 juta tahun 2025. Meskipun hanya sekitar seperempat sampai sepertiga dari patah tulang belakang yang terbukti secara klinis, ini dapat menyebabkan hilangnya tinggi badan, kyphosis, penyakit paru restriktif, distensi perut dan meningkatkan angka kematian. Fraktur pinggul (hip) adalah fraktur paling banyak yang terkait dengan osteoporosis. Sekitar 50% dari pasien yang patah tulang pinggul kehilangan kemampuan untuk berjalan secara mandiri, sekitar 24% wanita dan 30% pria meninggal dalam satu tahun pertama.Osteoporosis menyebabkan lebih dari 8,9 juta kasus fraktur setiap tahun di dunia, dimana 4,5 juta kasus terjadi di Amerika dan Eropa. Saat ini diperkirakan ada sekitar 0,3 juta fraktur panggul pertahun di Amerika Serikat dan 1,7 juta di Eropa. Hampir semua peristiwa ini dikaitkan dengan osteoporosis, baik primer atau sekunder. Rasio wanita dan pria pada fraktur pinggul 2:1. Insiden fraktur pergelangan tangan di Inggris dan Amerika berkisar 400-800 per 100.000 wanita. Fraktur kompresi tulang belakang jauh lebih sulit untuk diperkirakan karena sering tanpagejala. Diperkirakan lebih dari satu juta wanita pasca menopause Amerika akan mengalami patah tulang tulang belakang dalam perjalanan satu tahun. Diperkirakan 40% wanita dan 13% pria berusia 50 tahun dan lebih tua akan mengalami patah tulang osteoporosis pada kehidupan mereka. Ada kecenderungan angka kematian di masa depan akan meningkat menjadi 47% untuk wanita dan 22% untuk pria.2.3.Patogenesis Pembentukan TulangTulang merupakan jaringan ikat khusus yang mengalami mineralisasi, sebagai menopang tubuh untuk berdiri yang bersama tulang rawan membentuk sistem kerangka, yang mempunyai tiga fungsi utama, yaitu fungsi mekanis sebagai dukungan dan lokasi insersi otot untuk bergerak, fungsi pelindung bagi organ-organ vital dan sumsum tulang, dan terakhir fungsi metabolisme sebagai cadangan kalsium dan fosfat yang digunakan untuk pemeliharaan homeostasis serum, yang penting untuk kehidupan.Tulang manusia terdiri atas 80% tulang kortikular dan 20 % tulang trabekular. Tulang kortikal dan tulang trabekular terbuat dari sel-sel yang sama dan elemen matriks yang sama, tetapi ada perbedaan struktural dan fungsional. Perbedaan struktural utama secara kuantitatif adalah 80% sampai 90% dari volume tulang 6 kortikular adalah kalsifikasi, sedangkan hanya 15% sampai 25% dari volume trabekular adalah kalsifikasi (sisanya adalah sumsum tulang, pembuluh darah, dan jaringan ikat). Fungsi utama tulang kortikal berfungsi sebagai mekanik (alat gerak) dan pelindung, sedangkan tulang trabekular sebagai fungsi metabolik dan juga berperan dalam proses biomekanik tulang, terutama tulang belakang.Remodeling adalah proses dimana terjadi turn-over dari tulang yang memungkinkan pemeliharaan bentuk, kualitas dan jumlah kerangka. Proses ini ditandai oleh aktivasi yang terkoordinasi dari osteoklas dan osteoblas, yang terjadi dalam unit multiseluler tulang (bone multicellular units/BMUs) dimana terjadi peristiwa aktivasi proses resorpsi dan formasi yang berurutan dan terus menerus.Osteoblas adalah sel yang bertanggung jawab terhadap proses formasi tulang, yaitu berfungsi dalam sintesis matriks tulang yang disebut osteoid, yaitu komponen protein dari jaringan tulang. Osteoklas adalah sel tulang yang bertanggung jawab terhadap proses resorbsi tulang. Osteoklas merupakan sel raksasa yang berinti banyak dan berasal dari sel hemopoetik mononuclear.Pada proses pembentukan tulang, osteoblast mulai bekerja. Untuk diferensiasi dan maturasi osteoblas membutuhan faktor pertumbuhan lokal, seperti fibroblast grow factor (FGF), bone morphogenetic proteins (BMPs) dan Wnt protein. Selain itu, juga dibutuhkan faktor trankripsi, yaitu core binding factor-1 atau Runx2 atau Osterix (Osx). Prekursor osteoblas ini akan berproliferasi dan berdiferensisi membentuk preosteoblas dan kemudian akan menjadi osteoblas matur. Osteoblas selalu tampak melapisi matrik tulang (osteoid) yang diproduksinya sebelum dikalsifikasi, proses kalsifikasi ini membutuhkan waktu 10 hari. Membran osteoblas kaya akan alkali fosfatase dan memiliki reseptor untuk hormon paratiroid dan prostaglandin tetapi tidak memiliki reseptor untuk kalsitonin. Selain itu osteoblas juga mengekspresikan reseptor estrogen, vitamin D3 dan berbagai sitokin, seperti colony stimulating factor 1 (CSF1), receptor activator nuclear factor ligand (RANKL) dan osteoprotegerin (OPG). RANKL berperan pada maturasi prekursor osteoklas karena precursor osteoklas memiliki reseptor RANK pada permukaannya. Sedangkan efek RANKL akan dihambat oleh OPG.Osteosit merupakan sel berbentuk stelat yang mempunyai juluran sitoplasma (prosesus) yang sangat panjang yang akan berhubungan dengan prosesus osteosit yang lain dan juga dengan bone linning cells. Didalam matriks, osteosit terletak di dalam rongga yang disebut lakuna, sedangkan prosesusnya terletak dalam di dalam terowongan yang di sebut kanalikuli.Setelah pertumbuhan terhenti dan puncak massa tulang sudah tercapai, maka proses pembentukan tulang akan dilanjutkan pada permukaan endosteal. Tulang mengalami proses resorpsi dan formasi secara terus menerus yang disebut sebagai remodeling tulang. Proses remodeling tulang merupakan proses mengganti tulang yang sudah tua atau rusak, diawali dengan resorpsi tulang oleh osteoklas dan diikuti oleh formasi tulang oleh osteoblas. Proses remodeling diawali dengan pengaktifan osteoklas oleh sitokin tertentu. Osteoklas akan meninggalkan rongga yang disebut lakuna howship pada tulang trabekular atau rongga kerucut (cutting cone) pada tulang kortikal. Setelah resorpsi selesai, maka osteoblas akan melakukan formasi tulang pada rongga yang ditinggalkan osteoklas dengan membentuk matriks tulang yang disebut osteoid, yang dilanjutkan dengan mineralisasi primer dalam waktu singkat kemudian dilanjutkan dengan mineralisasi sekunder dalam waktu yang lebih lama dan proses yang lebih lambat sehingga tulang menjadi keras.Pada dewasa muda yang normal, sekitar 30% dari total massa kerangka diperbaharui setiap tahu