REFERAT Abortus Fix

download REFERAT Abortus Fix

of 21

  • date post

    02-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    221
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of REFERAT Abortus Fix

  • 8/11/2019 REFERAT Abortus Fix

    1/21

    1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Aborsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengguguran

    kandungan. Makna aborsi lebih mengarah kepada suatu tindakan yang disengaja

    untuk mengakhiri kehamilan seorang ibu ketika janin sudah ada tanda-tanda

    kehidupan dalam rahim. Sedangkan abortus adalah berakhirnya kehamilan atau

    hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Abortus sendiri

    terbagi dua yaitu abortus spontan dan abortus provokatus. Abortus spontan adalah

    merupakan mekanisme alamiah yang menyebabkan terhentinya proses kehamilan

    sebelum berumur 20 minggu. Penyebabnya dapat oleh karena penyakit yang

    diderita si ibu ataupun sebab-sebab lain yang pada umumnya berhubungan dengan

    kelainan pada sistem reproduksi.1

    Aborsi merupakan masalah kesehatan masyarakat karena memberi

    dampak pada kesakitan dan kematian ibu. Diperkirakan diseluruh dunia setiap

    tahun terjadi 20 juta kasus aborsi. Di Indonesia setiap tahunnya terjadi kurang

    lebih 2 juta kasus aborsi, artinya 43 kasus/100 kelahiran hidup (sensus 2000).

    Angka tersebut memberikan gambaran bahwa masalah aborsi di Indonesia

    masih cukup besar. Kematian akibat infeksi aborsi justru banyak terjadi di

    negara-negara dimana aborsi dilarang keras oleh undang-undang.2

  • 8/11/2019 REFERAT Abortus Fix

    2/21

    2

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1. DEFINISI

    Abortus memiliki beberapa pengertian menurut aspek medis diantaranya

    pengeluaran hasil konsepsi pada setiap stadium perkembangannya sebelum masa

    kehamilan yang lengkap tercapai (38-40 minggu); pengeluaran hasil konsepsi

    sebelum janin dapat hidup diluar kandungan (berat kurang dari 500 gram atau

    kurang dari 20 minggu).3

    Pengertian abortus (pengguguran kandungan) menurut hukum ialah

    tindakan menghentikan kehamilan atau mematikan janin sebelum waktu

    kelahiran, tanpa melihat usia kandungannya. Pengertian pengguguran kandungan

    menurut hukum tentu saja berbeda dengan pengertian abortus menurut

    kedokteran, yaitu adanya faktor kesengajaan dan tidak adanya faktor usia

    kehamilan.4

    2.2. JENIS ABORTUS

    Jenis-jenis abortus menurut terjadinya dibagi menjadi:3

    2.2.1. Abortus spontan

    Merupakan mekanisme alamiah yang menyebabkan terhentinya proses

    kehamilan tanpa tindakan. Penyebabnya dapat oleh karena penyakit yang

  • 8/11/2019 REFERAT Abortus Fix

    3/21

    3

    diderita si Ibu ataupun sebab-sebab lain yang pada umumnya berhubungan

    dengan kelainan pada sistem reproduksi.

    2.2.2. Abortus Imminens ( Threatened abortion, Abortus mengancam )

    Adalah ialah peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada

    kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam

    uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.

    2.2.3. Abortus Insipiens

    Ialah peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan

    sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat

    dan mendatar, tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus, tinggi fundus uteri

    sesuai dengan usia gestasi berdasarkan HPHT.

    Abortus insipiens terbagi menjadi tiga, yaitu :

    1.

    Abortus Kompletus

    Ialah proses abortus dimana keseluruhan hasil konsepsi (desidua

    dan fetus) telah keluar melalui jalan lahir sehingga rongga rahim kosong

    pada kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500

    gram.

    2.

    Abortus Inkompletus

    Ialah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum

    20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus.

    3. Abortus Infeksious

    Ialah suatu abortus yang telah disertai komplikasi berupa infeksi

    genital.

  • 8/11/2019 REFERAT Abortus Fix

    4/21

    4

    4. Septic Abortion

    Ialah abortus infeksious berat disertai penyebaran kuman atau

    toksin ke dalam peredaran darah atau peritoneum.

    Diagnosis septic abortion ditegakan jika didapatkan tanda

    tanda sepsis, seperti nadi cepat dan lemah, syok dan penurunan kesadaran.

    2.2.4. Abortus Provokatus

    Abortus Provokatus adalah abortus yang sengaja dibuat atau

    merupakan suatu upaya yang disengaja, baik dilakukan oleh ibunya sendiri

    atau dibantu oleh orang lain, untuk menghentikan proses kehamilan

    sebelum berumur 20 minggu, dimana janin (hasil konsepsi) yang

    dikeluarkan tidak bisa bertahan hidup di dunia luar.

    Abortus provokatus dapat dibedakan menjadi:

    1.

    Abortus provokatus Medisinalis/Therapeutikus

    Di Indonesia yang dimaksud dengan indikasi medik adalah demi

    menyelamatkan nyawa Ibu. Adapun pengguguran kandungan buatan

    terapeutik telah mendapatkan pengaturan di dalam Pasal 75 UU Kesehatan

    2009 yang bunyinya:

    (1)Setiap orang dilarang melakukan aborsi.

    (2)Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikecualikan

    berdasarkan:

    a. indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan,

    baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin, yang menderita

    penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan, maupun yang tidak

  • 8/11/2019 REFERAT Abortus Fix

    5/21

    5

    dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar

    kandungan; atau

    b. kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma

    psikologis bagi korban perkosaan;

    (3) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya dapat dilakukan

    setelah melalui konseling dan/atau penasehatan pra tindakan dan diakhiri

    dengan konseling pasca tindakan yang dilakukan oleh konselor yang

    kompeten dan berwenang.

    (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai indikasi kedaruratan medis dan

    perkosaan, sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan

    Peraturan Pemerintah.

    Adapun bunyi pasal 76 adalah :

    Aborsi sebagaimana dimaksud dalam pasal 75 hanya dapat dilakukan:

    a. Sebelum kehamilan berumur 6 (enam) minggu dihitung dari hari

    pertama haid terakhir, kecuali dalam hal kedaruratan medik;

    b. Oleh tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan dan kewenangan

    yang memiliki sertifikat yang ditetapkan oleh menteri;

    c. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan;

    d. Penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat yang ditetapkan

    oleh Menteri.

  • 8/11/2019 REFERAT Abortus Fix

    6/21

    6

    e. Penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat yang ditetapkan

    oleh Menteri.

    Dalam Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaan dari Pasal ini dijabarkan

    antara lain mengenai keadaan darurat dalam menyelamatkan jiwa ibu

    hamil atau janinnya, dengan syarat-syarat :

    a. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki keahlian dan

    kewenangan untuk melakukannya (yaitu seorang dokter kebidanan

    dan penyakit kandungan) sesuai dengan tanggung jawab profesi.

    b.

    Mengkonsultasikan dengan sedikitnya dua orang ahli, yaitu ahli

    obstetric/gynekologi dan ahli penyakit dalam atau ahli jantung yang

    berpengalaman.

    c. Harus meminta pertimbangan tim ahli (ahli medis lain, agama, hukum,

    psikologi).

    d. Harus ada persetujuan tertulis dari penderita atau suaminya atau

    keluarga terdekat.

    e. Dilakukan di sarana kesehatan yang memiliki tenaga/ peralatan yang

    memadai, yang ditunjuk oleh pemerintah.

    f.

    Prosedur tidak dirahasiakan.

    g.

    Dokumen medik harus lengkap.

    Pelaksanaan pengguguran kandungan diluar syarat-syarat diatas

    adalah perbuatan melanggar hukum dan baik pelaku pengguguran

    kandungan maupun ibu hamil yang digugurkan kandungannya.

  • 8/11/2019 REFERAT Abortus Fix

    7/21

    7

    2.

    Abortus Provokatus Kriminalis

    Abortus yang sengaja dilakukan dengan tanpa adanya indikasi

    medik (ilegal) dan dilarang oleh hukum. Biasanya pengguguran

    dilakukan dengan menggunakan alat-alat atau obat-obatan tertentu.

    a. Kekerasan mekanik lokal

    Dapat dilakukan dari luar maupun dari dalam.

    Kekerasan dari luar dapat dilakukan sendiri oleh si ibu atau oleh

    orang lain,seperti melakukan gerakan fisik berlebihan,

    jatuh,pemijatan/pengurutan perut bagian bawah, kekerasan langsung

    pada perut atau uterus, pengaliran listrik pada serviks dansebagainya.

    Kekerasan dari dalam yaitu dengan melakukan manipulasivagina

    atau uterus. Manipulasi vagina dan serviks uteri, misalnyadengan

    penyemprotan air sabun atau air panas pada porsio, aplikasiasam

    arsenik, kalium permanganat pekat, atau jodium tinktur; pemasangan

    laminaria stift atau kateter ke dalam serviks; ataumanipulasi serviks

    dengan jari tangan. Manipulasi uterus, denganmelakukan pemecahan

    selaput amnion atau dengan penyuntikan kedalam uterus.

    Pemecahan selaput amnion dapat dilakukan dengan memasukkan

    alat apa saja yang cukup panjang dan kecil melaluiserviks. Penyuntikan

    atau penyemprotan cairan biasanya dilakukan dengan menggunakan

    Higginson tipe syringe, sedangkan cairannya adalah air sabun,

    desinfektan atau air biasa/air panas.Penyemprotan ini dapat

    mengakibatkan emboli udara.

  • 8/11/2019 REFERAT Abortus Fix

    8/21

    8

    b.

    Obat / zat tertentu pernah dilaporkan penggunaan bahan tumbuhan

    yang mengandung minyak eter tertentu yang dapat merangsang

    salurancerna hingga terjadi kolik abdomen, jamu perangsang

    kontraksiuterus dan hormon wanita yang merangsang kontraksi

    uterusmelalui hiperemi mukosa uterus. Hasil yang dicapai sangat

    bergantung pada jumlah (takaran), sensitivitas individu dankeadaan

    kandungannya (usia gestasi).

    Bahan-bahan tadi ad