Referat Osteokondroma FIX

download Referat Osteokondroma FIX

of 19

  • date post

    09-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.357
  • download

    3

Embed Size (px)

description

osteokondroma..semoga membantu sejawat..ni referat waktu ane lagi ngoass bedah

Transcript of Referat Osteokondroma FIX

BAB 1. PENDAHULUAN Tumor merupakan massa jaringan abnormal dengan pertumbuhan berlebihan dan tidak ada koordinasi dengan pertumbuhan jaringan normal dan tetap tumbuh dengan cara yang berlebihan setelah stimulus yang menimbulkan perubahan tersebut berhenti. Ada beberapa tipe neoplasma yang dapat timbul pada jaringan tulang . Insiden neoplasma tulang lebih jarang bila dibandingkan dengan neoplasma jaringan lunak. Neoplasma dapat dikatakan ganas apabila memiliko kemampuan untuk mengadakan sebaran ke tempat atau organ lain. Neoplasma tulang primer merupakan neoplasma yang berasal dari sel yang membentuk jatingan tulang sendiri, dikatakan sekunder apabila merupakan anak sebar dari organ lain Klasifikasi keganasan didasarkan1. 2.

Luas penyebaran menurut TNM yaitu penyebaran setempat dan metastasis Derajat keganasan secara histologik berdasar derajat deferensiasi sel, aktivitas mitosis Kecepatan perkembangan gambaran klinik Jaringan tulang berasal dari mesoderm yang dapat berdeferensiasi menjadi : Osteoblast, Osteoclast, Chondroblast, Fibroblast / kolagenoblast, Meiloblast

3. 4.

Klasifikasi tumor didasarkan atas asal sel, sehingga dibagi menjadi kelompok : 1. Kelainan tulang reaktif Osteogenik Kolagenik : Osteoma osteoid, Osteoblastoma benigna : Defek kortikal subperiosteal

2. Hamartoma Osteogenik Kondrogenik Kolagenik : Osteoma, Osteokondroma : Endokondroma : Angioma, Kista tulang aneurisma.

2

3. Neoplasma tulang sejati a. Tumor yang membentuk tulang (Osteogenik) Jinak : - Osteoid Osteoma Ganas: - Osteosarkoma - Osteoblastoma - Parosteal Osteosarkoma - Osteoma b. Tumor yang membentuk tulang rawan (Kondrogenik) Jinak :- Kondroblastoma Ganas : - Kondrosarkoma - Kondromiksoid Fibroma - Enkondroma - Osteokondroma c. . Tumor jaringan ikat (Fibrogenik) Jinak : - Non Ossifying Fibroma Ganas : - Fibrosarkoma d. . Tumor sumsum tulang (Myelogenik) Myeloma sel plasma, Tumor Ewing, Sarkoma sel reticulum, Penyakit Hodkin Osteochondroma adalah tumor jinak tulang dengan penampakan adanya penonjolan tulang yang berbatas tegas sebagai eksostosis yang muncul dari metafisis, penonjolan tulang ini ditutupi(diliputi) oleh cartilago hialin. Tumor ini berasal dari komponen tulang (osteosit) dan komponen tulang rawan (chondrosit). Osteokhondroma merupakan tumor jinak tersering kedua (32,5%) dari seluruh tumor jinak tulang dan terutama ditemukan pada remaja yang pertumbuhannya aktif dan pada dewasa muda.

3

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Osteokondroma berasal dari kata osteon yang berarti tulang dan chondroma yang berarti tumor jinak atau pertumbuhan menyerupai tumor yang terdiri dari tulang rawan hialin matur, sehingga osteokondroma dapat didefinisikan sebagai tumor jinak pada tulang yang terdiri dari penonjolan tulang dewasa yang dilapisi tulang rawan yang menonjol dari kontur lateral tulang endokondral. Osteokondroma dapat disebut juga sebagai kondrosteoma atau osteokartilagenous eksotosis. Osteokondroma merupakan tumor jinak tersering kedua (32,5%) dari seluruh tumor jinak tulang dan terutama ditemukan pada remaja yang pertumbuhannya aktif dan pada dewasa muda. Sebagian besar dari penderita tumor ini biasanya tanpa gejala (asimptomatik) , gangguan yang sering muncul biasanya menyebabkan gejala mekanik tergantung lokasi dan ukuran dari tumor tersebut.

Gambar 1. Perkembangan dari osteokondroma, dimulai dari kartilago epifisial Sebagai lesi jinak, osteochondromas tidak memiliki kecenderungan untuk metastasis. Dalam kurang dari 1% dari osteochondromas soliter, degenerasi ganas dari tutup tulang rawan ke chondrosarcoma sekunder telah dijelaskan dan biasanya digembar-gemborkan oleh onset baru pertumbuhan awal, lesi baru rasa sakit, atau pertumbuhan yang cepat dari lesi.

4

2.2Etiologi Osteochondromas tulang kemungkinan besar disebabkan oleh salah satu cacat bawaan atau trauma perichondrium yang yang menghasilkan herniasi dari fragmen lempeng epifisis pertumbuhan melalui manset tulang periosteal. Meskipun etiologi pasti dari pertumbuhan ini tidak diketahui, sebagian perifer fisis diduga mengalami herniasi dari lempeng pertumbuhannya. Herniasi ini mungkin idiopatik atau mungkin hasil dari trauma atau defisiensi dari cincin perichondrial. lApapun penyebabnya, hasilnya adalah perpanjangan yang abnormal dari tulang rawan metaplastic yang merespon faktor-faktor yang merangsang lempeng pertumbuhan dan dengan demikian pertumbuhan yang exostosis. Pulau -pulau tulang rawan mengatur ke dalam struktur yang mirip dengan epiphysis Karena ini metaplastic cartilage dirangsang, terjadi pembentukan tulang enchondral , dan terjadi pengembangan tangkai tulang. Histologi tulang rawan mencerminkan, zona klasik didefinisikan diamati dalam pertumbuhan dari lempeng yaitu yaitu, zona proliferasi, columniation, hipertrofi, kalsifikasi, dan pengerasan. Teori ini diperkirakan untuk menjelaskan temuan klasik dari osteochondroma terkait dengan pertumbuhan lempeng dan berkembang jauh dari fisis untuk tetap menjaga kelangsungan meduler nya. Karyotyping genetik telah menyarankan bahwa kelainan genetik direproduksi berhubungan dengan pertumbuhan jinak dan bahwa mereka benar-benar dapat mewakili proses neoplastik sejati, bukan yang reaktif. Penelitian ini masih pada tahap awal, dan membutuhkan penyelidikan lebih lanjut. 2.3 Epidemiologi Frekuensi Frekuensi aktual osteochondromas tidak diketahui karena banyak yang tidak didiagnosis. Kebanyakan ditemukan pada pasien lebih muda dari 20 tahun, Rasio laki-perempuan adalah 3:1. Osteochondromas dapat terjadi dalam setiap tulang yang mengalami pembentukan tulang enchondral, tetapi mereka yang paling umum di sekitar lutut. 5 menghasilkan

seperti pada gambar di bawah.

Gambar 2. Epidemiologi dari osteokondroma. Lokasi Osteokondroma biasanya mengenai pada daerah metafisis tulang panjang, dan tulang yang sering terkena adalah ujung distal femur (30%), ujung proksimal tibia(20%), dan humerus(2%). Osteokondroma juga dapat mengenai tulang tangan dan kaki (10%) serta tulang pipih seperti pelvis(5%) dan scapula(4%) walaupun jarang. Osteokondroma terdiri dari 2 tipe yaitu tipe bertangkai (pedunculated) dan tipe tidak bertangkai(sesile). Tulang panjang yang terkena biasanya tipe bertangkai sedangkan di pelvis adalah tipe sesile. Tumor bersifat soliter dengan dasar lebar atau kecil seperti tankai dan bila multiple dikenal sebagai diafisial aklasia (eksostosis herediter multiple) yang bersifat herediter dan diturunkan secara dominan gen mutan. 2.4 Patofisiologi Ditemukan adanya tulang rawan hialin didaerah sekitar tumor dan terdapat eksostosis yang berbentuk didalamnya. Lesi yang besar dapat berbentuk gambaran bunga kol dengan degenerasi dan kalsifkasi ditengahnya. Tumor terjadi karena pertumbuhan abnormal dari sel-sel tulang (osteosit) dan sel-sel tulang rawan (kondrosit) di metafisis. Pertumbuhan abnormal ini awalnya hanya akan menimbulkan gambaran pembesaran tulang dengan korteks 6

dan spongiosa yang masih utuh. Jika tumor semakin membesar makan akan tampak sebagai Tumor benjolan menyerupai bunga kol dengan komponen osteosit sebagai batangnya dan komponen kondrosit sebagai bunganya. akan tumbuh dari metafisis,tetapi adanya pertumbuhan tulang yang semakin memanjang maka makin lama tumor akan mengarah ke diafisis tulang. Pertumbuhan ini membawa ke bentuk klasik coat hanger variasi dari osteokondroma yang mengarah menjauhi sendi terdekat. 2.5 Stadium (Staging) osteokondroma Osteochondromas adalah lesi jinak dan dapat dikelompokkan berdasarkan staging berdasarkan muskuloskeletal Tumor Society(MSTS) untuk sebagai berikut: Tahap I - lesi aktif atau statis Tahap II - lesi aktif tumbuh Tahap III - lesi aktif yang berkembang bahwa secara lokal destruktif / agresif Rata-rata Osteochondromas berada pada stadium I atau II. Namun, deformitas sekunder yang signifikan untuk efek massa dapat terjadi di daerah seperti sendi radioulnar sendi dan tibiofibular. Meskipun klasifikasi ini tidak sempurna, lesi tersebut dapat dianggap lesi tahap III , lesi jinak,

7

Gambar 3 Solitary osteochondroma. Radiograf menunjukkan deformasi dari sendi tibiofibular distal pada pasien dengan osteochondroma soliter.

2.6 Gambaran klinis Tumor ini tidak memberikan gejala sehingga sering ditemukan secara kebetulan, namun terabanya benjolan yang tumbuh dengan sangat lama dan membesar. Bila tumor ini menekan jaringan saraf atau pembuluh darah akan menimbulkan rasa sakit. Dapat juga rasa sakit ditimbulkan oleh fraktur patologis pada tangkai tumor,terutama pada bagian tangkai tipis. Kadang bursa dapat tumbuh diatas tumor (bursa exotica) dan bila mengalami inflamasi pasien dapat mengeluh bengkak dan sakit. Apabila timbul rasa sakit tanpa adanya fraktur,bursitis, atau penekanan pada saraf dan tumor terus tumbuh setelah lempeng epifisis menutup maka harus dicurigai adanya keganasan. Osteokondroma dapat menyebabkan timbulnya pseudoaneurisma terutama pada a.poplitea dan a.femoralis disebabkan karena fraktur pada tangkai tumor di daerah distal femur atau proximal tibia. Osteokondroma yang besar pada kolumna vertebralis dapat menyebabkan angulasi kyfosis dan menimbulkan gejala spondylolitesis. Pada herediter multipel exositosis keluhan dapat berupa massa yang multipel dan tidak nyeri dekat persendian. Umumnya bilateral dan simetris. Gejala nyeri terjadi bila terdapat penekanan pada bursa atau jaringan lunak sekitarnya. Nyeri biasanya disebabkan oleh efek, langsung mekanik, massa osteochondroma pada jaringan lunak di atasnya. Hal ini dapat mengakibatkan kantung terkait atau bursitis atas exostosis tersebut. Iritasi tendon sekitarnya, otot, atau saraf dapat mengakibatkan rasa sakit . Nyeri juga dapat hasil dari fraktur tangkai dari osteochondroma dari trauma langsung.. Tutup tulang tangkai mungkin infark atau mengalami nekrosis iskemik.

8

Gambar 4 Gambaran Klinis Osteokondroma Gejala yang paling umum dari osteochondroma adalah benjolan tida