Rangkuman Modul 2 Blok 21 -Thanty

Click here to load reader

  • date post

    14-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    128
  • download

    25

Embed Size (px)

description

modul 2

Transcript of Rangkuman Modul 2 Blok 21 -Thanty

MUTU PELAYANAN KESEHATAN

Definisi Mutu adalah kriteria yang harus dipenuhi untuk mencapai suatu tingkat kepuasan. Layanan kesehatan yang bermutu berkaitan dengan ketersediaan peralatan, prosedur kerja atau protokol dalam setiap layanan (Pohan, 2007). Azwar (1996) menjelaskan bahwa mutu adalah tingkat kesempurnaan dari penampilan sesuatu yang sedang diamati dan juga merupakan kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan, sedangkan Tappen (1995) menjelaskan bahwa mutu adalah penyesuaian terhadap keinginan pelanggan dan sesuai dengan standar yang berlaku serta tercapainya tujuan yang diharapkan. Berdasarkan uraian di atas, maka mutu dapat dikatakan sebagai kondisi dimana hasil dari produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan, standar yang berlaku dan tercapainya tujuan. Mutu tidak hanya terbatas pada produk yang menghasilkan barang tetapi juga untuk produk yang menghasilkan jasa atau pelayanan termasuk pelayanan kesehatan. Secara defenisi, pengertian mutu barang atau jasa adalah keseluruhan karakteristik barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan konsumen, baik berupa kebutuhan yang dinyatakan maupun kebutuhan yang tersirat. Selain defenisi mutu di atas, masih ada beberapa pengertian mutu yang berbeda menurut para ahli. 1. Philip B. Crosby Mutu adalah kesesuaian dengan persyaratan atau spesifikasi. 2. W. Edwards Deming Mutu berarti pemecahan masalah untuk mencapai penyempurnaan terus-menerus. 3. Joseph M. Juran Mutu adalah kecocokan pengguna produk untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan terhadap pelanggan. 4. K. Ishikawa Mutu adalah kepuasan pelanggan. Dengan demikian, setiap bagian proses dalam organisasi memiliki pelanggan. Kepuasan pelanggan internal akan menyebabkan kepuasan pelanggan eksternal. 5. JCAHO Mutu adalah tingkat dimana pelayanan kesehatan pasien ditingkatkan mendekati hasil yang diharapkan dan mengurangi faktor faktor yang tidak diinginkan.

Pengertian "Mutu" Dalam Pelayanan Kesehatan Mutu adalah tingkat dimana pelayanan kesehatan pasen ditingkatkan mendekati hasil yang diharapkan dan mengurangi faktor-faktor yang tidak diinginkan (JCAHO 1993). Definisi tersebut semula melahirkan 12 faktor-faktor yang menentukan mutu pelayanan kesehatan, belakangan dikonversi menjadi dimensi 'mutu kinerja' (performance) yang dituangkan dengan spesifikasi seperti dibawah ini : 1. Kelayakan adalah tingkat dimana perawatan atau tindakan yang dilakukan relevan terhadap kebutuhan klinis pasen dan memperoleh pengetahuan yang berhubungan dengan keadaannya. 2. Kesiapan adalah tingkat dimana kesiapan perawatan atau tindakan yang layak dapat memenuhi Modul 2 Blok 21 Thanty 1

kebutuhan pasen sesuai keperluannya. 3. Kesinambungan adalah tingkat dimana perawatan atau tindakan bagi pasen terkoordinasi dengan baik setiap saat, diantara tim kesehatan dalam organisasi . 4. Efektifitas adalah tingkat dimana perawatan atau tindakan terhadap pasen dilakukan dengan benar, serta mendapat penjelasan dan pengetahuan sesuai dengan keadaannya, dalam rangka memenuhi harapan pasen. 5. Kemanjuran adalah tingkat dimana perawatan atau tindakan yang diterima pasen dapat

diwujudkan atau ditunjukkan untuk menyempurnakan hasil sesuai harapan pasen. 6. Efisiensi adalah ratio hasil pelayanan atau tindakan bagi pasen terhadap sumber-sumber yang dipergunakan dalam memberikan layanan bagi pasen.. 7. Penghormatan dan perhatian adalah tingkat dimana pasen dilibatkan dalam pengambilan keputusan tentang perawatan dirinya. Berkaitan dengan hal tersebut perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan pasen serta harapan-harapannya dihargai. 8. Keamanan adalah tingkat dimana bahaya lingkungan perawatan diminimalisasi untuk melindungi pasen dan orang lain, termasuk petugas kesehatan. 9. Ketepatan waktu adalah tingkat dimana perawatan atau tindakan diberikan kepada pasen tepat waktu sangat penting dan bermanfaat. Upaya pencarian terhadap hal-hal penting yang dicakup dalam definisi tentang "MUTU telah banyak dibahas dalam literatur. Donabedian menyatakan bahwa, tidak satupun definisi dapat memenuhi persyaratan dengan tepat tentang arti "mutu", dan untuk mengatasi hal tersebut ada tiga pengertian yang diberikan yaitu: absolutis mutu adalah pertimbangan atas kemungkinan adanya keuntungan dan

(1) Definisi

kerugian terhadap kesehatan sebagai dasar tata nilai praktisi kesehatan tanpa memperhatikan biaya.

(2) Definisi individualistis berfokus pada keuntungan dan kerugian dari harapan pasen dankonsekwensi lain yang tidak diharapkan.

(3) Definisi sosial mutu meliputi beaya pelayanan, kontinum dari keuntungan atau kerugian, sertadistribusi pelayanan sebagai rata nilai masyarakat secara umum.

(4) Tantangan yang dihadapi oleh praktisi adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara nilai-nilaikemanusiaan, sumber-sumber teknologi, kualitas hidup, inovasi dan kenyataan ekonomi, yang memungkinkan untuk memberikan pelayanan terbaik. Hal tersebut tidak berarti menghilangkan pengertian universal dari mutu untuk memperoleh pengakuan. Ketiadaan definisi formal tentang mutu, bukan berarti pasen atau provider tidak akan dapat mengidentifikasi ketiadaan mutu itu sendiri, atau mutu yang berada dibawah standar, misalnya: makanan disajikan dingin, penusukan vena dalam kondisi normal 3-4 kali, terjadi decubitus atau infeksi post operatif, pasen jatuh, salah pemberian obat semua itu menunjukkan mutu yang rendah. Pengertian mutu kinerja diukur melalui dimensi pengukuran yang tegas yaitu standar tertulis yang jelas. Standar menentukan mutu atau kinerja dan diberikan secara langsung serta hasilnya dapat dilihat dari pelayanan tersebut. Standar adalah patokan untuk menentukan tingkat mutu. Standar merupakan pernyataan tertulis dari tata Modul 2 Blok 21 Thanty 2

nilai peraturan-peraturan, kondisi dan tindakan pada pasen, staf, atau sistem yang disahkan oleh pihak berwenang

Dimensi Mutu dan Indikatornya Seperti yang tertera di atas suatu kepuasan berhubungan dengan mutu yang menjadi kriterianya. Mutu memiliki dimensi dan indikator dalam penilaiannya. Dimensi mutu terdiri atas (Pohan, 2007) : a. Kompetensi teknis. Berhubungan dengan cara pelayanan kesehatan sesuai dengan Standar Pelayanan Kesehatan yang meliputi kepatuhan, ketepatan, kebenaran, dan konsistensi. b. Keterjangkauan atau akses terhadap pelayanan kesehatan. Sebuah pusat pelayanan kesehatan tidak terhalang oleh keadaan geografis, sosial, ekonomi, organisasi dan bahasa. Akses geografis terdiri atas jarak, lama perjalanan, biaya perjalanan, jenis transportasi dan hambatan fisik lainnya. Akses ekonomi sesuai dengan kemampuan membayar jasa pelayanan kesehatan. Akses sosial-budaya berdasarkan hal yang dapat diterima oleh masyarakat secara sosial atau nilai budaya kepercayaan dan perilaku. Akses organisasi adalah sistem yang mengatur kerja puskesmas sehingga akan diberikan kemudahan. Akses bahasa jika pasien hanya memahami dialek tertentu. c. Efektivitas pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan yang efektif akan mampu mengurangi keluhan, dan mencegah penyakit. Efektivitas terkait dengan penggunaan standar pelayanan kesehatan yang konsisten dan digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi. d. Efisiensi pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan yang tidak memenuhi standar (mahal, dan kurang nyaman bagi pasien serta waktunya lama). e. Kesinambungan pelayanan kesehatan Pasien dapat dilayani sesuai kebutuhan termasuk rujuan termasuk dalam pemberian rujukan. Pasien harus memiliki akses untuk datang ke puskesmas sehingga riwayat penyakit yang tercantum lengkap, akurat dan terkini. f. Keamanan Pelayanan yang diberikan obat aman terhadap resiko cedera, infeksi, efek samping atau bahaya lain yang ditimbulkan oleh pelayanan kesehatan tersebut. g. Kenyamanan Kenyamanan tidak berhubungan dengan efektivitas pelayanan tetapi berhubungan dengan kepuasan pasien. Kenyamanan dapat terkait dengan beberapa hal antara lain biaya, penampilan fisik, petugas yang memberikan pelayanan, dan peralatan medik dan non medik. h. Informasi Pelayanan yang bermutu dan memberikan informasi yang jelas tentang apa, siapa, kapan, dimana, dan bagaimana pelayanan kesehatan itu dilaksanakan. i. Ketepatan waktu

Modul 2 Blok 21 Thanty

3

Untuk memcapai suatu kebersihan komunikasi dilaksanakan dalam waktu dan cara yang tepat, pemberian pelayanan yang tepat, dan biaya yang efisien. j. Hubungan antar manusia Hubungan antar manusia terdiri atas antar petugas kesehatan, atasan dan bawahan, Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, pemerintah daerah, LSM, dan masyarakat. Hubungan tersebut diharapkan menimbulkan kepercayaan, kredibilitas, dengan saling menghargai, menghormati dan responsif.

Dimensi mutu layanan kesehatan dan indikatornya No Dimensi mutu Indikator Dilayani oleh dokter, bidan, peralatan, standar layanan kesehatan, 1 Kompetensi teknis gedung, ruang periksa, penyuluhan kesehatan optimal, pemeriksaan laboratorium optimal 2 Akses keterjangkauan Efektivitas atau Biaya transportasi, jarak geografis, bahasa, budaya, kemampuan membayar biaya layanan Kesembuhan, kesakitan, kecacatan, kematian, kepatuhan terhadap standar layanan kesehatan Kunjungan berulang-ulang, antrian panjang, waktu tunggu lama, ketersediaan obat Rujukan tepat waktu dan tempat, rekam medik akurat dan lengkap, laboratorium akurat dan tepat waktu, dilayani oleh petugas yang sama Sterilitas terjamin, tidak terjadi kecelakaan, layanan sesuai standar, tingkat infeksi nasokomial Ruang tunggu, kursi, tidak berdesakan, tidak pengap, privasi, toilet 7 Kenyamanan bersih, puskesmas bersih, tong sampah ada, ada musik, kamar periksa ada sekat gorden 8 9 Informasi Ketepatan waktu Hubungan manusia antar Prosedur layanan jelas, ada poster penyuluhan kesehatan, petunjuk arah, nama setiap ruangan, informasi biaya, waktu buka dan tutup Buka dan tutup, layanan, kedatangan petugas, perjanjian Tanggap keluhan, memberi kesempatan bertanya, informasi jelas dan mudah dimengerti, mau mendengar ke