Ppt farmakologi diabetes

download Ppt farmakologi diabetes

of 48

  • date post

    14-Jun-2015
  • Category

    Healthcare

  • view

    2.572
  • download

    34

Embed Size (px)

Transcript of Ppt farmakologi diabetes

  • 1. DIABETES KELOMPOK 5 Dian Purnama Sari (08121006009) Fanny Surviva R (08121006019) Dwi Nindya Sari (08121006033) Thio Hasbullah (08121006039) Ahmad Faiz T (08121006053) Imam Aji Y (08121006068)

2. Pengertian Diabetes Diabetes Melitus adalah kumpulan gejala penyakit yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang dapat dilatar belakangi oleh kerusakan sel beta pankreas dan resistensi insulin [Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI)]. Apabila hormon insulin yang dihasilkan oleh sel beta pankreas tidak mencukupi untuk mengubah glukosa menjadi sumber energi bagi sel, maka glukosa tersebut akan tetap berada dalam darah dan kadar glukosa dalam darah akan meningkat sehingga timbullah penyakit yang dinamakan dengan Diabetes Mellitus (DM) atau Penyakit Kencing Manis. 3. Adapun organ vital yang paling berperan didalam memproduksi hormon insulin adalah organ pankreas. Dari pankreas hormon disekresikan dan didistribusikan ke seluruh sel tubuh untuk membantu penyerapan gula ke dalam sel sehinggal seluruh sel tubuh bisa bekerja dengan normal. Jika jumlah insulin dalam tubuh tidak cukup, atau jika sel-sel tubuh tidak bisa memberikan respon terhadap insulin, maka akan terjadi penumpukan gula dalam darah. 4. Fungsi Insulin (Hormon Pankreas) Mendorong penyerapan gula lewat dinding usus ke dalam darah Mendorong gula masuk dalam sel Mendorong proses pembentukan energi Bila glukosa terlalu banyak dalam darah, insulin mendorong penyimpanan glukosa (glikogen) di hati (lever) dan sel otot 5. Faktor penyebab diabetes 6. Faktor Resiko Penyebab Penyakit Diabetes Melitus Riwayat Keluarga Obesitas Atau Kegemukan Kegemukan bisa menyebabkan tubuh seseorang mengalami resistensi terhadap hormon insulin. Usia Yang Semakin Bertambah Usia dia atas 40 tahun banyak organ-organ vital melemah dan tubuh mulai mengalami kepekaan terhadap insulin. Bahkan pada wanita yang sudah mengalami monopause punya kecenderungan untuk lebih tidak peka terhadap hormon insulin. 7. Lanjutan.. Kurangnya Aktivitas Fisik Merokok Mengkonsumsi Makanan Berkolesterol Tinggi Batasi konsumsi kolestorol Anda tidak lebih dari 300mg per hari. 8. Stres Dalam Jangka Waktu Lama Kondisi setres berat bisa mengganggu keseimbangan berbagai hormon dalam tubuh termasuk produksi hormon insulin. Hipertensi Jagalah tekanan darah Anda tetap di bawah 140/90 mmHg. 9. Kehamilan Pada saat hamil, plasenta memproduksi hormon yang mengganggu keseimbangan hormon insulin dan pada kasus tertentu memicu untuk sel tubuh menjadi resisten terhadap hormon insuline. Kondisi ini biasanya kembali normal selah masa kehamilan atau pasca melahirkan. Namun demikian menjadi sangat beriso terhadap bayi yang dilahirkan untuk kedepan punya potensi diabetes melitus. Ras diperkirakan lebih 60% penderita berasal dari Asia. Terlalu Sering Konsumsi Obat-Obatan Kimia Salah satu obat kimia yang sangat berpotentsi sebagai penyebab diabetes adalah THIAZIDE DIURETIK dan BETA BLOKER. Kedua jenis obat tersebut sangat meningkatkan resiko terkena diabetes melitus karena bisa merusak pankreas. 10. KLASIFIKASI DIABETES MELITUS Diabetes Tipe I Diabetes Tipe II Diabetes gestasional 11. Tipe I (Diabetes Melitus Tergantung Insulin / DMTI) Pada diabetes tipe I terdapat ketidakmampuan untuk menghasilkan insulin karena sel-sel beta pankreas telah dihancurkan oleh proses autoimun. Hiperglikemia puasa terjadi akibat produksi glukosa yang tidak terukur oleh hati. 12. Tipe II (Diabetes Melitus, Tidak Tergantung Insulin / DMTTI) Pada diabetes tipe II terdapat masalah resistensi insulin dan gangguan insulin. Normalnya insulin akan terikat oleh reseptor khusus pada permukaan sel, sebagai akibat terikatnya insulin dengan reseptor tersebut terjadi suatu reaksi metabolisme glukosa dalam sel : Resistensi ini di serta penurunan reaksi reaksi intrasel, sehingga insulin tidak efektif untuk menstimulasi pengambilan glukosa oleh jaringan. 13. Diabetes gestasional Pada diabetes jenis ini terjadi pada wanita selama kehamilan yang disebabkan oleh hormon yang di sekresikan plasenta dan menghambat kerja insulin. 14. Gejala diabetes melitus Gejala diabetes bervariasi berdasarkan jenis diabetes yang dimiliki. Jika anda memiliki prediabetes (kadar gula darah lebih tinggi dari normal tapi belum cukup dikategorikan sebagai diabetes) atau gestational diabetes (gula darah yang meningkat saat kehamilan) mungkin tidak akan mengalami gejala. Gejala diabetes dapat ditentukan dengan beberapa tahap yaitu sebagai berikut: 15. 1. Gejala Diabetes Tipe1 (Diabetes melitus pada anak-anak) Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada anak- anak. Anak dengan diabetes tipe 1 biasanya memiliki gejala awal sebagai berikut: 1. Sering berkemih 2. Banyak minum 3. Berat badan berkurang 4. Mudah lelah 16. 2. Gejala Diabetes Tahap Lanjut ( diabetes melitus tipe 2) Diabetes tipe 2 yang merupakan tipe diabetes yang paling umum dapat terjadi pada usia berapapun dan umumnya dapat dicegah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya adalah sebagai berikut: 1. Berat badan turun dengan cepat 2. Sering Kesemutan 3. Luka yang sulit sembuh 17. 3. Gejala Diabetes Pada Wanita Gejala diabetes melitus pada wanita sering ditemui tapi tidak disadari oleh para wanita, sehingga jika mengalami gejala-gejala diabetes melitus dibawah ini segera lakukan pemerikasaan atau konsultasi kedokter. Infeksi vagina yang ditandai dengan munculnya keputihan secara berulang, meskipun telah mendapatkan pengobatan. Wanita diabetes lebih mudah terserang infeksi jamur di daerah organ intim karena daerah tersebut mengalami kelambaban cukup tinggi. Mengalami gangguan fungsi hormonal karena aliran darah tidak lancar. Cenderung mengalami polycystic ovarian syndrome yaitu keseimbangan hormon terganggu yang akan menganggu sistem reproduksi. Pemicu diabetes biasanya ditemukan pada wanita yang mengalami depresi. Memiliki kadar kolesterol yang tinggi dibanding pria 18. Diagnosis Diabtes Melitus 19. Diagnosis diabtes melitus Diagnosis diabetes melitus tidak boleh didasarkan atas ditemukannya glukosa pada urin saja. Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan kadar glukosa darah dari pembuluh darah vena. Sedangkan untuk melihat dan mengontrol hasil terapi dapat dilakukan dengan memeriksa kadar glukosa darah kapiler dengan glukometer. 20. Seseorang didiagnosis menderita Diabetes melitus jika ia mengalami satu atau lebih kriteria di bawah ini: Mengalami gejala klasik DM dan kadar glukosa plasma sewaktu 200 mg/dL Mengalami gejala klasik DM dan kadar glukosa plasma puasa 126 mg/dL Kadar gula plasma 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) 200 mg/dL Pemeriksaan HbA1C 6.5% 21. Bukan DM Belum Pasti DM DM Kadar glukosa darah sewaktu (mg/dL) Plasma vena