Penerapan E Government

download Penerapan E Government

of 18

  • date post

    19-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    262
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Penerapan E Government

Penerapan E-Government Melalui Program Penerimaan Siswa baru Online (PSB-Online) di Kota Padang

Rizli Ansyari (0910842019) Gilang Pratama Oskar (0910842023) Ilhami M. Nur (0910842026) Andre Setyawan (0910842028)

Public Administration Department Faculty of Social and Political Science Andalas University Padang, 2012

Penerapan E-Government Melalui Program Penerimaan Siswa baru Online (PSB-Online) di Kota PadangRizli Ansyari, Gilang Pratama Oskar, Andre Setyawan, Ilhami M. Nur Public Administration Department, Andalas University

Abstrak Currently, the use of Technology, Information and Communication in the provision of service becomes a serious concern of the Government as well as the demands of society. Acceptance of New Students Online is one of the form applicable in the E-Government. Online PSB in the city of Padang has been done since 2007 until today has undergone many changes but still has weaknesses in its implementation. In this study illustrated how the implementation of PSB online in the desert town whose results show that the results have led to effective implementation is shown with little problem and the implementation of the procedure properly. Keyword: Online PSB, Implementation, and E-Goverment 1. PENDAHULUAN Saat ini, penggunaan Teknologi, Informasi dan Komunikasi dalam pemberian pelayanan menjadi perhatian yang serius dari Pemerintah yang juga sebagai tuntutan masyarakat. Bentuk pelayanan tersebut kemudian tertuang dalam ide Electronic Government (E-Government) yang dianggap dapat menjawab permasalahan pelayanan saat ini seperti birokrasi yang berbelit, tidak transparan, rentan terhadap KKN dan jauh dari akuntabilitas. Inisiatif e-Government di Indonesia telah diperkenalkan melalui Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan strategi Nasional Pengembangan E-Government. Lebih jauh lagi, E-Government wajib diperkenalkan untuk tujuan yang berbeda di kantor-kantor

pemerintahan. Meskipun perkembangan E-Government masih kalah jauh dari jenis pelayanan Elektronik seperti yang dilakukan oleh pihak swasta seperti E-Commerce, namun penggunaan dan

pemanfaatan E-Government di Pemerintahan perlu terus dikembangkan dan didukung. Di Indonesia sendiri, pemanfaatan E-Government sendiri memang masih jauh dari kata memuaskan dan masih belum tersebar secara merata. Namun, pada beberapa Instansi pemerintahan di beberapa daerah sudah mulai menerapkannya dengan kategori level yang berbeda-beda, mulai dari level informatif, interakif, hingga ada beberapa yang sudah mencapai level transaktif. Salah satu penggunaan dan pemanfaatan bentuk pelayanan masyarakat dengan konsep EGovernment adalah Penerimaan Siswa Baru Online (PSB-Online). Sistem penerimaan siswa baru di beberapa daerah di Indonesia mulai mengalami perubahan beberapa tahun belakangan dari yang sebelumnya manual menjadi sistem online. Sistem ini pertama kali digunakan di kegiatan PSB Kota Malang pada tahun 2003. Waktu itu sistem ini masih sepenuhnya dilaksanakan oleh Universitas Brawijaya. Kesuksesan penerapan di Kota Malang rupanya sangat menarik beberapa daerah lainnya di tanah air sehingga daerah-daerah tersebut berkomitmen untuk mengadopsi sistem ini, termasuk Kota Padang yang mulai menerapkan sistem ini sejak tahun 2007 silam. PSB-Online sebagai salah satu dari bentuk pemanfaat E-Government sebagai bentuk pelayanan masyarakat oleh Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan Kota Padang sebagai pihak yang bertanggung jawab ditujukan untuk membantu kemudahan penerimaan siswa baru di Kota Padang mulai dari tingkat SMP hingga SMA/SMK. Pada pelaksanaan PSB-Online terkahir, yakni tahun pendidikan 2011/2012, tercatat seluruh SMP Negeri di Kota Padang yang berjumlah 36 sekolah telah ikut berpartisipasi sebagai SMP plihan. Adapun untuk SMA juga telah mencakup seluruh SMA Negeri yang berjumlah 16 sekolah dan begitupun dengan SMK Negeri sebanyak 10 sekolah. Namun, perkembangan ini memang masih belum begitu memuaskan mengingat untuk sekolah Madrasah belum dilibatkan dalam Penerimaan Siswa baru Online (PSB-Online) baik MTs Negeri ataupun MAN. Selain itu, hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah dari segi kemudahan dan manfaat yang diterima oleh calon siswa baru. Dinas Pendidikan Kota Padang, Sumatra Barat, mendata sebanyak 27.865 lulusan SD dan SMP dan yang sederajat mengikuti penerimaan siswa baru (PSB) online atau melalui internet untuk tahun ajaran 2012/2013. Angka ini memang belum pasti karena dihitung dengan keseluruhan jumlah siswa SD dan SMP yang

telah mengikuti ujian nasional dan masih belum memperhitungkan siswa dari luar kota padang yang akan mendaftar. Namun, dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pekerjaan pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan Kota Padang dalam penerapan PSB Online bukanlah hal yang mudah mengingat lebih kurang sebanyak 27.865 orang yang dilayani untuk pendaftaran dan seleksi. Di lain hal, masih perlu dilihat kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapannya seperti kekurangpahaman atau bahkan kurangnya informasi bagi siswa ataupun orang tua dalam sistem terbaru ini sehingga benar-benar perlu untuk diteliti lebih lanjut berbagai kendala dan kelemahan dalam PSB-Online di Kota padang demi kebaikan dan peningkatan kualitas tentunya.

2.

TINJAUAN PUSTAKA

Konsep E-Government E-Government mempunyai defenisi yang beragam dari berbagai pihak atau instansi di dunia. United Nation Development Program (UNDP) mendefenisikan bahwa E-government is the application of Information and Communication Technology (ICT) by government agencies. Bank Dunia (World Bank) menge-mukan e-Government sebagai : E-Government refers to the use by govermnent agencies of information technologies (such as Wide Area Net-works, the internet, and mobile comput-ing) that have the ability to transform relations with citizens businesses,and other arms of goverment (e-Government dijadikan acuan yang digunakan dalam sistem informasi pe-merintahan (seperti dalam Wide Area Networks, internet, dan komunikasi berjalan) yang memiliki kemampuan untuk menjembatani hubungan dengan warga negara lainya, para pebisnis dan berbagai elemen pemerintahan lainnya) (dalam Indrajit, 2004: 3). Dari kedua defenisi diatas, maka secara sederhana dapat dikatakan bahwa E-Government adalah penggunaan teknologi informasi dan telekomunikasi untuk administrasi pemerintahan yang efisien dan efektif, dengan memberikan pelayanan yang transparan dan memuaskan kepada masyarakat. Melalui teknologi informasi/internet, seluruh proses atau prosedur yang ada di pemerintahan dapat dilalui dengan lebih cepat sesuai degan aturan main yang telah ditetapkan.

E-government bukan berarti mengganti cara pemerintah dalam berhubungan dengan masyarakat. Pada konsep e-government, masyarakat masih bisa berhubungan dengan pos-pos pelayanan, berbicara melalui telepon untuk mendapatkan pelayanan pemerintah, atau mengirim surat untuk menyampaikan keluhan ataupun saran. E-government hanya berfungsi pada konteks penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. Penerapan Model e-government menggunakan model empat tahapan perkembangan yang meliputi : a. Fase pertama, berupa penampilan website (web presence) yang berisi informasi dasar yang dibutuhkan masyarakat. b. Fase kedua, fase interaksi yaitu isis informasi yang ditampilkan lebih bervariasi, seperti fasilitas download dan komunikasi e-mail dalam website pemerintah. c. Fase ketiga, tahap transaksi berupa penerapan aplikasi/formulir untuk secara online mulai diterapkan. d. Fase Keempat, berupa pelayanan yang terintegrasi, tidak hanya menghubungkan pemerintah dengan masyarakat tetapi juga dengan organisasi lain yang terkait (pemerintah ke antarpemerintah, sektor nonpemerintah, serta sektor swasta). Penerimaan Siswa Baru Online (PSB-Online) Sistem PSB-Online adalah sistem Penerimaan Siswa Baru dengan proses entri memakai sistem database, seleksi otomatis oleh komputer, hasil seleksi otomatis online internet dan Short Message Service (SMS) setiap waktu, yang selanjutnya disebut sistem online. Dengan kata lain, sistem ini mengandalkan penggunaan teknologi komputer yang bekerja secara online dan juga penggunaan sms dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru. Pada dasarnya pelaksanaan PSB online mengacu pada Real Time Onine (Online waktu nyata) dan Rules by System. Real Time Online (Online waktu nyata) artinya rangkaian proses PSB mulai dari entri pendaftaran menggunakan sistem basis data terpusat, proses seleksi secara otomatis oleh sistem komputer sampai dengan pengumuman hasil seleksi, dapat dilihat setiap saat melalui Internet dan SMS. Adapun Rules by Sistem maksudnya adalah aturan dan prosedur PSB yang ditetapkan akan berlaku kepada seluruh calon siswa

baru tanpa kecuali yang proses pelaksanaannya dikontrol dan dijamin oleh sistem komputer. Dengan kemampuan ini, sistem menjamin proses seleksi siswa baru berjalan dengan jujur dan adil sesuai aturan PSB yang berlaku. Pemanfaatan media internet memastikan hasil seleksi bersifat transparan dan dipertanggungjawabkan. Karena media internet dan SMS yang terbuka dan mudah diakses maka seluruh masyarakat, baik siswa, orangtua, atau pihak yang terkait lainnya, bisa memantau langsung proses seleksi yang berlangsung dari waktu ke waktu. Adapun gambaran sistem dalam mendukung pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru Online (PSB-Online) secara umum adalah sebagai berikut;

Gambar 2. Konfigurasi sistem PSB Realtime Online.

Pada dasarnya, meskipun diterapkan di banyak daerah, cara kerja sistem ini bersifat terpusat (centralized). Namun demikian, sistem ini tetap adaptif mengikuti aturan dan kebijakan PSB yang berbeda-beda di masing-masing daerah karena sistem ini sejak awal telah dirancang untuk bisa mengakomodir beragam aturan dan kebijakan PSB dalam satu sistem.

Setidaknya, hingga tahun 2007 sistem ini telah diterapkan di 6 kota, antara lain: Kota Malang, Pr