Penerapan E- Government di Indonesia

of 26

  • date post

    18-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    822
  • download

    9

Embed Size (px)

Transcript of Penerapan E- Government di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Keluarnya Inpres No. 3 tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-government yang berbunyi dalam lampiran I, motivasi kebijakan E-government, dengan tuntutan perubahan Indonesia pada saat ini tengah mengalami perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara secara fundamental menuju ke sistem kepemerintahan yang demokratis transparan serta meletakkan supremasi hukum. Perubahan yang tengah dialami tersebut memberikan peluang bagi penataan berbagai segi kehidupan berbangsa dan bernegara, dimana kepentingan rakyat dapat kembali diletakkan pada posisi sentral. Namun setiap perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara selalu disertai oleh berbagai bentuk ketidakpastian. Dengan demikian pemerintah harus mengupayakan kelancaran komunikasi dengan lembaga-lembaga tinggi negara, pemerintah daerah serta mendorong partisipasi masyarakat luas, agar

ketidakpastian tersebut tidak mengakibatkan perselisihan paham dan ketegangan yang meluas, serta berpotensi menimbulkan permasalahan baru. Pemerintah juga harus lebih terbuka terhadap derasnya aliran ekspresi aspirasi rakyat dan mampu menanggapi secara cepat dan efektif. Dewasa ini, perkembangan teknologi internet baik di pusat maupun di daerah maju dengan pesat. Ini merupakan salah satu tuntutan kemajuan zaman yang menuntut setiap orang mulai dari yang kecil hingga tua harus menguasai teknologi digital ini. Tidak hanya sebatas itu saja, teknologi internet seakan-akan sudah dianggap sebagai kebutuhan primer oleh kalangan elit ataupun masyarakat akademis.

1 E-government 2011

Dengan mengacu pada kemajuan teknologi tersebut dan dalam rangka meningkatkan keefektivan dan keefisiensian pelayanan public, pemerintah Indonesia tidak hanya melihat dan menikmati saja kemajuan teknologi digital yang hadir, pemerintah Indonesia juga berupaya menggunakan teknologi informasi dan telekomunikasi dalam meningkatkan kualitas pelayan public yang dikenal dengan E-government. E-government adalah penggunaan teknologi informasi dan

telekomunikasi untuk administrasi pemerintahan yang efisien dan efektif, serta memberikan pelayanan yang transparan dan memuaskan kepada masyarakat. Egovernment dapat kita golongkan dalam empat tingkatan. Tingkat pertama adalah pemerintah mempublikasikan informasi melalui website. Tingkat kedua adalah interaksi antara masyarakat dan kantor pemerintahan melaui e-mail. Tingkat ketigaadalah masyarakat pengguna dapat melakukan transaksi dengan kantor pemerintahan secara timbal balik. Level terakhir adalah integrasi di seluruh kantor pemerintahan, di mana masyarakat dapat melakukan transaksi dengan seluruh kantor pemerintahan yang telah mempunyai pemakaian data base bersama. Kehadiran E-government di tengah-tengah masyarakat telah

memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan transaksi ataupun mendapatkan pelayanan secara online dari pemerintah sendiri. E- government telah memberikan perubahan cara berpikir masyarakat yang awalnya masih tradisional menjadi modern. Kehadiran E-government ini telah membantu masyarakat yang serba sibuk dengan pekerjaannya. Misalnya mereka yang biasanya antri dalam mendapatkan pelayanan dari pemerintah serta butuh waktu yang sangat lama dan bisa dibilang buang-buang waktu, sekarang hanya dengan mengakses komputer, laptop, tablet PC yang tersambung dengan internet, mereka telah mendapatkan pelayanan dari pemerintah sesuai dengan pelayanan apa yang mereka butuhkan. Disisi lain, dengan adanya E-government, pelayan yang didapatkan

masyarakat baik kalangan atas, menengah, ataupun menengah kebawah dirasakan2 E-government 2011

sangat adil, karena mereka diperlakukan sama tanpa memilih orang. Namun, tentunnya hal ini hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang melek akan teknologi informasi ini. Tidak hanya hal positif yang dapat diberikan dari kehadiran E-government ini. Disaat positif suatu teknologi ada, maka negatif dari teknologi juga akan mengiringinya dari belakang. Untuk diketahui saja, dampak negatif dari teknologi ini tidak kecil, bahkan dapat mengakibatkan kehancuran suatu negara. Dengan mengacu pada Inpres No. 3 tahun 2003 serta beberapa latar belakang yang penulis sampaikan diatas, maka penulis menulis makalah yang berjudul Penerapan E-government di Indonesia.

B. Identifikasi Masalah Bertitik-tolak dari latar belakang yang penulis sampaikan diatas, maka penulis mengidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut: 1. Penerapan E-government yang dilakukan pemerintah dinilai masih setengahsetengah. 2. Masih banyak masyarakat yang belum mengerti dengan pemanfaatan Egovernment. 3. Kurangnya SDM yang berkualitas dari aparatur negara itu sendiri dalam pengoperasian aplikasi E-government 4. Rendahnya animo masyarakat dalam penggunaan E-government karena dianggap sarat akan tindak kriminalitas data.

C. Rumusan Masalah Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah: 1. Bagaimana penerapan E-government di Indonesia? 2. Apa yang menjadi tujuan dan manfaat penerapan E-government? 3. Apa saja kendala atau penghalang yang dialami dalam penerapan Egovernment?3 E-government 2011

4. Bagaimana pemecahan masalah yang dialami tersebut?

D. Tujuan Penulisan Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah: 1. Mengetahui pelaksanaan E-government di indonesia 2. Menjelasakan tujuan dan manfaat penerapan E-government 3. Mencari indikator-indikator permasalahan yang terjadi dalam penerapan Egovernment 4. Menentukan solusi dari indikator masalah tersebut.

E. Manfaat Penulisan 1. Manfaat Teoritis Yaitu memberikan sumbangan terhadap ilmu pengetahuan, khususnya Ilmu Administrasi Negara. 2. Manfaat Praktis Memberikan sumbangan pemikiran untuk pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan dalam penerapan E-government.

4 E-government 2011

BAB II PENERAPAN E-GOVERNMENT DI INDONESIA

A. Penerapan E-government di Indonesia Pertama-tama yang harus dilihat adalah bagaimana sistem pemerintahan berjalan sebelum penerapan E-government, karena untuk menjalankan Egovernment diperlukan suatu sistem informasi yang baik, teratur dan sinergi dari masing-masing lembaga pemerintahan, sehingga dari kesemuanya itu bisa didapatkan suatu sistem informasi yang terjalin dengan baik. Karena dengan sistem informasi yang demikian akan memudahkan pemerintah dalam menjalankan fungisnya ke masyarakat. Sedangkan untuk mewujudkan sistem informasi yang baik, teratur dan sinergi antara lembaga pemerintahan, maka sistem informasi dari masing-masing lembaga pemerintahan harus memenuhi suatu standar sistem informasi, dimana standar ini meliputi persyaratan minimal untuk faktor-faktor dari sistem informasi tersebut. Dalam pengertian sistem informasi secara umum, maka unsur-unsur yang terkandung didalamnya adalah manusia,teknologi,prosedurdan organisasi. Untuk memenuhi konsep sistem informasi yang baik maka dari masing-masing unsur tersebut harus memiliki standar yang harus dipatuhi dan dijalankan, sehingga sistem informasi dari satu lembagapemerintah ke lembaga pemerintah lainnya dapat terhubung, dan informasi yang dihasilkan dari sistem informasi tersebut bisa dipergunakan untuk keperluan pemerintah dalam menjalankan fungsinya baik kedalam maupun keluar. Kemudian dalam konteks E-government, maka kita akan berbicara mengenai sistem informasi yang berbasiskan komputer, karena untuk

mewujudkan E-government tidak ada jalan lain bahwa yang harus dilakukan pertama-tama adalah mengotomatisasi semua unsur yang terdapat dalam sistem5 E-government 2011

informasi dan untuk memperlancar otomatisasi tersebut maka dipergunakanlah teknologi ICT yang dapat mendukung yaitu komputer. Sistem informasi yang berbasiskan komputer menggunakan komponen-komponen berikut ini seperti data, prosedur, manusia, software dan hardware. Tetapi sebelum menjalankan sistem informasi yang berbasiskan komputer, sebelumnya yang harus dibenahi adalah sistem informasi yang bukan berbasiskan komputer, karena otomatisasi tidak akan mempunyai pengaruh yang signifikan apabila sistem informasi yang bukan berbasiskan komputernya belum bagus. Dengan demikian tidaklah heran apabila negara yang dapat menjalankan E-government hanyalah negara-negara maju (dalam konteks E-government seutuhnya, bukan semata-mata situs informasi dari pemerintah). Karena untuk membereskan sistem informasi dalam satu lembaga pemerintah saja sudah sangat sulit apalagi harus tercapainya

sinergi dari sistem informai dari lembaga-lembaga pemerintahan, karena hal ini berkaitan erat dengan faktor budaya, politik dan ekonomi suatu negara. Permasalahan yang ada dalam bidang teknologi informasi di Indonesia, seperti yang dinyatakan oleh Bambang Bintoro Soedjito, Deputi Bidang Produksi, Perdagangan dan Prasarana BAPPENAS, dalam makalahnya yang berjudul "Kerangka Kerja dan Strategi Pengembangan Teknologi Informasi Nasional (NIT Framework), yaitu : 1. Efisiensi dan produktivitas dalam pembelanjaan TI 2. Kurang jelasnya tujuan investasi TI 3. Kurangnya koordinasi proyek TI, sehingga sistem yang tumpang tindih dan tingkat integrasi yang rendah 4. Hambatan dalam pengelolaan administrasi TI 5. Munculnya digital divide antara negara maju dan berkembang serta antar daerah di Indonesia.

Pada saat sekarang ini, indonesia telah mulai melaksanakan penerapan E-government. Instruksi Presiden No 3 tahun 2003 tentang kebijakan dan strategi6 E-government 2011

nasional pengembangan E-government tidak bisa dipungkiri adalah angin bagus bagi penerapan teknologi komunikasi dan informasi di pemerintahan. Tidak hanya di indonesia, di beberapa negara maju maupun yang sedang berkembang melaksanakan pengembangan E-gov sesuai dengan karakteristik negara masingmasing.Jarang ditemukan negara-negara tersebut melaksanakan tahapan yang sama. Penelitian Parayno di Philipina dan Kang menunjukkan bahwa ada negara yang mendahulukan perdagangan (custom) dan e-procurement, ada negara yang memprioritas