E-Government Jawa Tengah

download E-Government Jawa Tengah

of 20

  • date post

    27-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    559
  • download

    24

Embed Size (px)

Transcript of E-Government Jawa Tengah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi dan komunikasi menjanjikan efisiensi, kecepatan penyampaian informasi, jangkauan yang global dan transparansi. Oleh karena itu dalam era otonomi daerah ini untuk mewujudkan pemerintahan yang Good Governance salah satu upayanya adalah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi atau yang populer disebut E-Government. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang lebih baik atau pelayanan prima menjadikan pemerintah provinsi jawa tengah mau ntak mau harus mengikuti perkembangan teknologi yang menjajikan efisiensi yang tinggi dan pelayanan yang lebih baik. Pada pertemuan World Summit For Information Society (WSIS) pada desember 2003 lalu di Jenewa dihasilkan dua dokumen penting yaitu, Declaration Of Principles And Plan Of Action yang secara garis besar mengatakan antara lain bahwa setiap negara diharapkan mampu mengeluarkan national E-Strategy pada tahun 2005. Tujuan dari E-Strategy suatu negara dalam mendayagunakan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga mampu membantu negara tersebut membuat suatu perubahan yang signifikan dalam pembangunannya. Pemerintah Indonesia juga telah menerbitkan inpres No 3 Tahun 2003 tentang kebijakan dan strategi pengembangan E-Government, hal ini merupakan salah satu komitment pemerintah, juga sebagai strategi nasional dalam rangka perkembangan dan kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memandang perlu untuk segera memiliki rencana induk pengembangan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini untuk mendukung aktivitas-aktivitas pemerintahan kota yang ada di jawa tengah yang meliputi aktivitas intern pemerintahan dalam satu instansi maupun antar instansi, serta aktivitas pemberian pelayanan untuk masyrakat sehingga terciptanya pelayanan untuk masyarakat, sehingga terciptanya pemerintah yang bersih, transparan dan berwibawa.

1

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar TIK Teknologi informasi dan komunikasi sampai sekarang telah menunjukkan perkembangan yang begitu cepat (Naisbit, 1982). Sebagian besar aspek kehidupan manusia hampir pasti bersinggungan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), baik yang sifatnya privat maupun publik. Oleh karena itu lahirlah transformasi kehidupan manusia yang serba berbasis TIK. Salah satu konsep dari TIK adalah e-government. E-government adalah salah satu bukti transformasi area kehidupan dalam sektor publik yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi informasi. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah seiring dengan semakin bertambahnya penetrasi internet, sebagai bagian dari TIK, sekarang sangat mungkin meninggalkan prosedur lama yang terkesan kaku dan harus berbasis tatap muka. Fenomena di atas menunjukkan bahwa dengan adanya e-government masyarakat sebagai pengguna pelayanan publik dapat menikmati pelayanan yang lebih baik karena pelayan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah tanpa dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Kantor pelayanan publik buka selama 24 jam dan dapat diakses dari manapun. Pelayanan publik di Indonesia yang telah banyak dinilai oleh banyak kalangan belum menunjukkan kinerja yang memuaskan sangatlah mungkin diperbaharui melalui e-government. Apalagi dengan telah ditetapkannya Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), hal ini menambah peluang bahwa transaksi pelayanan publik diperbolehkan melalui e-government. 2.2.Terminologi E-Goverment Secara terminologi e-government telah banyak dikembangkan baik oleh kalangan praktisi maupun akademisi sehingga definisi yang ada mengandung perspektif yang berbeda-beda. The World Bank Group (2001) mendefinisikan Egovernment sebagai penggunaan teknologi informasi oleh instansi pemerintah (seperti Wide Area Networks (WAN), internet, Mobile computing) yang dapat digunakan untuk membangun hubungan dengan masyarakat, dunia usaha, dan instansi pemerintah lainnya. Di pihak lain e-government didefinisikan sebagai penggunaan 2

teknologi informasi untuk membuka pemerintah dan informasi pemerintah untuk memungkinkan dinas-dinas pemerintah untuk berbagi informasi demi kemanfaatan publik, untuk memungkinkan terjadinya transaksi secara online dan untuk mendorong pelaksanaan demokrasi. Terdapat terminologi lain dari e-government sebagai berikut:

E-government applies concepts of electronic commerce (e.g. information and marketing through Web sites, selling to customers on-line) to government operations.

Refers to the federal governments use of information technologies (such as Wide Area Networks, the Internet, and mobile computing) to exchange information and services with citizens, businesses, and other arms of government.

Government activities that take place by digital processes over a computer network usually use the Internet, between the government and members of the public and entities in the private sector, especially regulated entities. These activities generally involve the electronic exchange of information to acquire or provide products or services, to place or receive orders, to provide or obtain information, or to complete financial transactions. The anticipated benefits of e-government include reduced operating costs for government institutions and regulated entities, increased availability since government services can be accessed from virtually any location, and convenience due to round-the-clock availability.

It is the process of transforming government, so that the use of the internet and electronic processes are central to the way that government operates. Electronic government services over the Internet (e.g. application forms, driving licenses, etc.). The range of electronic services that enable transactions with the Government or electronic voting or improved interactive communication between the Government and the citizen. Dari berbagai definsi di atas sebenarnya dapat disarikan ke dalam kata yang

lebih singkat yakni bring the government service to the Web. Sedangkan definisi formal dari pemerintah Republik Indonesia, sebagaimana diatur oleh Depkominfo (Undang-Undang No. 11 tahun 2008) adalah pelayanan publik yang diselenggarakan melalui situs pemerintah dimana domain yang digunakan juga menunjukkan domain 3

pemerintah Indonesia yakni go.id. Sehingga berdasarkan definisi formal ini, walaupun ada website yang secara real dikelola oleh pemerintah dan digunakan untuk pelayanan publik namun apabila tidak ber-domain go.id maka tidak masuk klasifikasi egovernment. 2.3. Kegunaan E-Government E-Government merupakan suatu upaya untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

4

Tabel 2.1. Pergeseran Paradigma dalam Penyampaian Pelayanan Publik

KRITERIA PELAYANAN PUBLIK Orientasi

Paradigma Birokratis

Paradigma e-government

Efisiensi biaya produksi

Fleksibel, pengawasan dan kepuasan pengguna (customer).

Proses organisasi

Merasionalisasikan peranan, pembagian tugas dan pengawasan hirarki vertical

Hirarki horisontal, jaringan organisasi dan tukar informasi

Prinsip manajemen

Manajemen berdasarkan peraturan dan mandat (perintah)

Manajemen bersifat fleksibel, team work antar departemen dengan koordinasi pusat. Fasilitator, koordinatif dan entrepreneurship inovatif.

Gaya kepemimpinan

Memerintah dan mengawasi

Komunikasi internal

Hirarki (berperingkat) dan top-down

Jaringan banyak tujuan dengan koordinasi pusat dan komunikasi langsung.

Komunikasi eksternal

Terpusat, formal dan saluran Formal dan informal, umpan terbatas balik langsung, cepat dan banyak saluran

Cara penyampaian pelayanan Prinsip-prinsip

Dokumen dan interaksi antar Pertukaran elektronik dan personal Terstandarkan, keadilan dan interaksi non face-to-face. Penyeragaman bagi semua pengguna dan bersifat personal. Sumber: Inovasi Online (2009) 5

penyampaian pelayanan sikap adil

Implementasi e-government adalah sebagai suatu upaya untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan transparansi serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, oleh karena itu diperlukan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pemerintahan. Paradigma pelayanan pemerintah yang bercirikan pelayanan melalui birokrasi yang lamban, prosedur yang berbelit, dan tidak ada kepastian berusaha, maka diatasi melalui penerapan e-government. Paradigma pelayanan publik bergeser dari paradigma birokratis menjadi paradigma e-government yang mengedepankan efisiensi, transparansi, dan fleksilbiltas, yang akhirnya bermuara pada kepuasan pengguna layanan publik. Pergeseran paradigma ini telah dikaji oleh Alfred (2002) (Lihat Tabel 2.1). 2.4. Klasifikasi Pengembangan E-Government Klasifikasi Pengembangan e-government dapat dibedakan atas tingkat kompleksitas pengembangan dan fasilitas yang tersedia untuk melayani masyarakat. Beberapa institusi dan pakar telah mengemukakan pendapat tentang klasifikasi pengembangan e-government, namun pada intinya dapat dibedakan kepada 4 klasifikasi (Inovasi Online,2009), yaitu : (1) Sebagai Informasi, yaitu e-government hanya digunakan untuk sarana publikasi informasi pemerintah secara on-line, misalnya profil daerah, peraturan, dokumen, dan formulir saja. (2) Sebagai Interaksi, yaitu e-government sudah menyediakan sarana untuk interaksi dua arah antara pejabat pemerintah dengan masyarakat sebagai pengguna layanan publik, misalnya dalam bentuk sarana untuk menampung keluhan, forum diksusi, atau hotline nomor telepon atau email pejabat. (3) Sebagai Transaksi, yaitu e-government sudah menyediakan sarana untuk bertransaksi bagi masyarakat dalam menggunakan layanan publik, yakni transaksi yang melahirkan kesepakatan (deal) y