Pbl Blok 6-Neuroscience

download Pbl Blok 6-Neuroscience

of 13

  • date post

    28-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    10
  • download

    1

Embed Size (px)

description

struktur otak

Transcript of Pbl Blok 6-Neuroscience

Tinjauan Pustaka

Dhita Aprilia Anjoti102011140 C7Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jl. Terusan Arjuna no. 6, Jakarta 11510 email: dhita_knive@yahoo.co.id

Pendahuluan Manusia dapat melakukan berbagai aktivitas atau tindakan yang ingin dilakukan sesuai dengan kemampuannya. Cara manusia bertindak dan bereaksi sesuai dengan pemrosesan neuron yang rumit, tersusun dan diskret. Aktivitas ini, dapat dilakukan oleh karena adanya pengendalian oleh sistem saraf. Sistem saraf sendiri tersusun atas sistem saraf pusat yang terdiri dari otak dan medula spinalis, serta sistem saraf tepi yang terdiri dari divisi aferen dan eferen. Sistem saraf di atas sebenarnya merupakan subdivisi dari suatu sistem yang terpadu, yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Namun, kerusakan juga dapat terjadi pada sistem saraf, salah satu akibatnya adalah timbulnya kejang, seperti yang akan dibahas pada makalah ini. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui struktur makroskopis dan mikroskopis cerebrum, meninges, dan medula spinalis, mekanisme terjadinya kejang, serta sedikit mengenai lumbal pungsi dan LCS.

Struktur Makroskopis Susunan Saraf PusatSistem saraf pusat (SSP) terdiri dari otak dan medula spinalis. Otak dibagi menjadi batang otak, serebelum, dan otak depan (forebrain). Otak depan dibagi lagi menjadi diensefalon (terdiri dari hipotalamus dan talamus) serta serebrum (terdiri dari nukleus basal dan korteks serebri). Otak dibungkus, dilindungi, dan diberi makan oleh meninges. Pada kasus ini, bagian sistem saraf pusat yang akan dibahas adalah serebrum, meninges, dan medula spinalis.1Medula SpinalisMedula spinalis merupakan korda jaringan saraf yang terbungkus dalam columna vertebra yang memanjang dari medula batang otak sampai ke area vertebra lumbal pertama.Medula spinalis berbentuk silinder berongga dan agak pipih. Walaupun diameter medula spinalis bervariasi , diameter struktur ini biasannya sekitar ukuran jari kelingking. Panjang rata-rata 42 cm. Dua pembesaran, pembesaran lumbal dan serviks, menandai sisi keluar saraf spinal besar yang mensuplai lengan dan tungkai. Tiga puluh satu pasang saraf spinal keluar dari urutan korda melalui foramina invertebral. Korda berakhir dibagian bawah vertebra lumbal pertama atau kedua. Saraf spinal bagian bawah yang keluar sebelum ujung korda mengarah ke bawah disebut korda equina, muncul dari columna spinalis pada foramina invertebral lumbal dan sakral yang tepat. Ujung kaudal korda disebut konus medularis (terminalis). Perpanjangan fibrosa piamater yang melekat pada konus medularis sampai ke kolumna vertebra. Meninges ( duramater, arachnoidmater, piamater) yang melapisi otak, juga melapis korda. Fissura median anterior (ventral) dalam dan fissura posterior (dorsal) yang lebih dangkal menjalar disepanjang korda dan membaginya menjadi bagian kanan dan kiri. Struktur internal medula spinalis terdiri dari sebuah inti subtansi abu-abu yang diselubungi substansi putih. Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu, bentuknya seperti huruf H. Batang atas dan bawah huruf H disebut tanduk atau kolumna dan mengandung badan sel, dendrit asosiasi, dan neuron eferen, serta akson tidak termielinisasi. Tanduk abu-abu posterior (dorsal) adalah batang vertikal atas substansi abu-abu. Bagian ini mengandung badan sel yang menerima sinyal melalui saraf spinal dari neuron sensorik. Tanduk abu-abu anterior (ventral) adalah batang vertikal bawah. Bagian ini mengandung neuron motorik yang aksonnya mengirim impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar. Tanduk lateral adalah protrusi diantara tanduk posterior dan anterior pada area toraks dan lumbal sistem saraf perifer.Bagian ini mengandung badan sel neuron sistem SSO. Komissura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu disisi kiri dan kanan medula spinalis.Setiap saraf spinal memiliki satu radiks dorsal dan satu radiks ventral. Radik dorsal terdiri dari kelompok-kelompok serabut sensorik yang memasuki korda. Radiks ventral adalah penghubung ventral dan membawa serabut motorik dari korda. Setiap radiks yang memasuki atau meninggalkan korda membentuk tujuh sampai sepuluh cabang radiks (rootlet). Radiks dorsal dan ventral pada setiap sisi segmen medula spinalis menyatu untuk membentuk saraf spinal. Radiks dorsal ganglia adalah pembesaran radiks dorsal yang mengandung sel neuron sensorik.2

Gambar 1. Potongan medula spinalis dengan saraf spinal.2SerebrumSerebrum dibagi menjadi dua hemisfer , semua lobus dan struktur ditemukan dikedua belahan otak kecuali kelenjar pinealis. Korpus kalosum merupakan jalur yang menghubungkan dua hemisfer dan mengoordinasi fungsi kedua hemisfer tersebut. Hemisfer kiri otak mengontrol sisi kanan tubuh dan merupakan pusat pemikiran logis dan fungsi analitis seperti membaca, menulis dan tugas matematika. Hemisfer kanan otak merupakan pusat berfikir kreatif, intuisi dan kemampuan artistik serta mengontrol sisi kiri tubuh. Hemisfer serebrum masing-masing di bagi menjadi empat lobus, yakni lobus frontalis, parietalis, tempralis dan occipitalis. Beberapa fungsi lobus berbeda, fungsi yang lain terintegrasi di antara lobus. Lobus frontalis mengontrol organisasi pikiran, gerakan tubuh, memori, emosi, dan perilaku moral. Integrasi semua informasi ini membantu mengatur keinginan, memfokuskan perhatian, dan memungkinkan terjadinya penyelesaian masalah serta mengambil keputusan. Kelainan pada lobus frontalis dikaitkan dengan skizofrenia, defisit perhatian/ gangguan hiperaktivitas dan demensia.Lobus parietalis mengintepretasi sensasi rasa dan sentuhan serta membantu dalam orientasi ruang. Lobus temporalis merupakan pusat sensasi penghidu, pendengaran, memori dan ekspresi emosi. Lobus occipitalis membantu dalam mengoordinasi penyusunan bahasa dan intepretasi visual, seperti persepsi yang dalam.3

Gambar 2. Lobus-lobus otak.4Fissura-fissura dan sulcus-sulcus membagi hemisfer otak menjadi beberapa daerah. Korteks serebri bergulung-gulung dan terlipat secara tidak teratur, sehingga memungkinkan luas permukaan substansi kelabu bertambah. Lekukan diantara gulungan-gulungan itu disebut sulcus, dan sulcus yang paling dalam membentuk fussura longitudinal dan lateralis. Fisura-fisura dan sulcus-sulcus ini membagi otak dalam beberapa daerah atau lobus yang letaknya sesuai dengan tulang yang berada diatasnya, seperti lobus frontalis, temporalis, parietalis dan occipitalis. Fissura longitudinalis adalah celah dalam pada bidang medial yang membagi serebrum menjadi hemisfer kanan dan kiri. Sekeping tipis duramater yang disebut falk serebri menyelipkan dirinya ke dalam fissura itu. Dengan cara yang sama sebagian kecil duramater , yang disebut falk serebeli, membagi serebelum menjadi hemisfer kanan dan kiri.Sulcus lateralis memisahkan lobus temporalis dari lobus frontalis (pada sebelah anterior) dan dari lobus parietalis pada sebelah posterior. Sulcus centralis memisahkan lobus frontalis dari lobus parietalis. Lobus occipitalis terletak di belakang lobus parietalis dan bersandar pada tentorium serebeli, yaitu suatu lipatan duramater yang memisahkan fossa kranial tengah dengan fossa kranial posterior di bawahnya.5

Gambar 3. Pandangan lateral dari korteks otak.5Meningea SerebrumLapisan pelindung otak terdiri dari rangka tulang bagian luar dan tiga lapisan jaringan ikat yang disebut meninges. Lapisan meningeal terdiri dari piamater, arachnoidmater, dan duramater.Piamater adalah lapisan terdalam yang halus dan tipis, serta melekat erat pada otak. Lapisan ini banyak mengandung pembuluh darah untuk mensuplai jaringan saraf.Lapisan arachnoidmater (tengah) terletak dibagian eksternal piamater dan mengandung sedikit pembuluh darah. Ruang subarachnoid memisahkan lapisan arachnoid dari piamater dan mengandung cairan serebrospinalis, pembuluh darah, serta jaringan penghubung seperti selaput yang mempertahankan posisi arachnoid terhadap piamater dibawahnya. Berkas kecil jaringan arachnoid, vili aracnoid, menonjol ke dalam sinus vena (dural) duramater. Duramater (lapisan terluar) adalah lapisan yang tebal dan terdiri dari dua lapisan. Lapisan ini biasanya terus bersambungan, tetapi terputus pada beberapa sisi spesifik. Lapisan periosteal luar pada duramater melekat di permukaan dalam kranium dan berperan sebagai periosteum dalam pada tulang tengkorak. Lapisan meningeal dalam pada duramater tertanam sampai ke dalam fissura otak dan berlipat kembali ke arahnya untuk membentuk bagian-bagian berikut:a) Falks serebrum terletak pada fissura longitudinal antar hemisfer serebral. Bagian ini melekat pada krista galli tulang etmoid.b) Falks serebelum membentuk bagian pertengahan antar hemisfer serebelar.c) Tentorium serebelum memisahkan serebrum dari serebelum.d) Sela diafragma memanjang di atas sela tursika, tulang yang membungkus kelenjar hipofisis. Pada beberapa regia, kedua lapisan ini dipisahkan oleh pembuluh darah besar, sinus vena yang mengalirkan darah keluar dari otak. Ruang subdural memisahkan duramater dari arachnoid pada regia kranial dan medula spinalis. Ruang epidural adalah ruang potensial antara periosteal luar dan lapisan meningeal dalam pada duramater di regia medula spinalis.2

Gambar 4. Meninges otak.2Struktur Mikroskopis Susunan Saraf PusatSusunan saraf pusat (SSP) terdiri dari otak dan medulla spinalis dan mengandung sel-sel saraf, atau neuron, dan sel penyokong disebut neuroglia. Impuls saraf keluar masuk SSP melalui cabang neuron panjang yang disebut akson. Neuron memiliki aneka macam bentuk, namun masing-masing mempunyai badan sel atau soma, terdiri atas inti dan sitoplasma sekitarnya yaitu perikorion. Badan biasanya memancarkan beberapa cabang disebut dendrit dan sebuah cabang panjang dan langsing, yaitu akson. Sebuah akson dapat sangat panjang, memancarkan cabang-cabang, atau kolateral akson, sepanjang jalannya, dan dekat ujungnya bercabang-cabang halus menjadi yang disebut cabang preterminal, at