PBL blok 26-yuni.doc

download PBL blok 26-yuni.doc

of 23

  • date post

    08-Aug-2018
  • Category

    Documents

  • view

    212
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PBL blok 26-yuni.doc

  • 8/22/2019 PBL blok 26-yuni.doc

    1/23

    Tuberkulosis di Lingkungan Keluarga

    Yuniasih

    Nim 10.2009.102

    Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

    Jl. Arjuna Utara no. 6, Jakarta Barat 11510

    Email : yuniiyunii26@gmail.com

    Pendahuluan

    Latar Belakang

    Tuberkulosis Paru (TB Paru) telah dikenal hampir di seluruh dunia, sebagai penyakit

    kronis yang dapat menurunkan daya tahan fisik penderitanya secara serius. Hal ini

    disebabkan oleh terjadinya kerusakan jaringan paru yang bersifat permanen. Di samping

    proses destruksi terjadi pula secara simultan proses restorasi atau penyembuhan jaringan

    paru sehingga terjadi perubahan struktural yang bersifat menetap serta bervariasi yang

    menyebabkan berbagai macam kelainan faal paru (Supardi, 2006).

    Penyakit TB Paru sudah lebih dari 100 tahun yang lalu ada dipermukaan bumi kita

    ini. Abad ke-19 merupakan abad ketika banyak terdapat penemuan ilmiah termasuk

    konsep penyakit tuberkulosis. Di indonesia penyakit ini sudah lama ada, dapat diketahuidari salah satu relief dicandi Borobudur yang tampaknya menggambarkan suatu kasus

    Tuberkulosis. Berarti pada masa itu (tahun 750 sesudah masehi) orang sudah mengenal

    penyakit ini ada diantara mereka (Situmeah,2004).

    Indonesia berada pada tingkat ke-3 terbesar didunia dalam jumlah penderita

    Tuberkulosis (TB), setelah India dan Cina. Di dunia diperkirakan penyakit ini dapat

    menyebabkan kematian kurang lebih 8.000 orang per hari terdaftar hampir 400 kematian

    yang berhubungan dengan TB setiap harinya, atau 140.000 per tahun, dan kurang lebih

    juta penduduk diduga terinfeksi TB setiap tahun ( Jakarta Pos, 2008).

    Penyakit tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang penyebarannya sangat

    mudah sekali, yaitu melalui batuk, bersin dan berbicara. Untuk mengurangi

    bertambahnya TB paru dan masalah yang ditimbulkan oleh penyakit TB paru, perlu

    dilakukan penanganan awal yang dapat dilakukan adalah di lingkungan keluarga.

    1

    mailto:yuniiyunii26@gmail.commailto:yuniiyunii26@gmail.com
  • 8/22/2019 PBL blok 26-yuni.doc

    2/23

    Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan

    beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu tempat di bawah satu atap dalam

    keadaan saling ketergantungan. (Depkes RI, 2001). Penyebaran penyakit tuberkulosis

    paru yang sangat mudah ini, sangat rentan pada keluarga yang anggota keluarganya

    sedang menderita penyakit tersebut. Penyakit dapat menular pada anggota keluarga yang

    lain. Oleh karena itu, penyakit tuberkulosis harus mendapat penanganan yang tepat

    karena penyakit ini menyerang tidak memandang kelompok usia produktif, kelompok

    ekonomi lemah dan berpendidikan rendah. Penyakit TB paru lebih banyak ditemukan di

    daerah miskin. Karena faktor lingkungan yang kurang mendukung menjadi penyebab TB

    paru. Beberapa faktor yang erat hubunganya dengan terjadinya infeksi basil tuberkulosis

    yaitu adanya sumber penularan, jumlah basil yang cukup banyak dan terus menerus

    memapar calon penderita, virulensi (keganasan basil serta daya tahan tubuh dimana daya

    tahan tubuh ini mempunyai hubungan erat dengan faktor lingkungan, misalnya

    perumahan dan pekerjaan, faktor imunologis. Keadaan penyakit yang memudahkan

    infeksi seperti diabetes militus dan campak serta faktor genetik. Melihat fenomena pada

    penyakit TB paru seperti yang tersebut diatas penulis tertarik untuk mengetahui

    bagaimana bentuk pengelolaan pasien dengan TB paru.1

    Tujuan

    Dalam makalah PBL kali akan membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan

    masalah-masalah tentang Tuberkulosis menurut ilmu kesehatan masyarakat. Dimana

    pembaca diharapkan mengerti tentang hal-hal sebagai berikut;

    1. Memahami tentang langkah epidemiologi secara khusus yaitu TB pada org

    dewasa dan anak..

    2. Memahami tentang unsur-unsur yang terkait tentang ilmu kedokteran masyarakat.

    3. Memahami tentang unsur-unsur yang berhubungan dengan kejadian TB di

    Indonesia.

    Rumusan Masalah

    Bapak M (45 tahun) memiliki seorang istri (43 tahun) dan 5 orang anak. Istri bapak M

    sedang mengalami pengobatan TB Paru dan sudah berjalan 3 bulan. Anak perempuannya

    2

  • 8/22/2019 PBL blok 26-yuni.doc

    3/23

    (S) yang paling kecil yang berusia 1,5 tahun dan masih menyusui pada ibunya menderita

    batuk-batuk dan berat badannya turun, batuknya sudah diobati dengan obat warung

    karena ketiadaan uang tapi tidak kunjung sembuh. Keluarga bapak M tinggal di rumah

    petak ukuran 5x7 meter di pemkiman padat penduduk.

    Epidemiologi

    Secara Global

    Walaupun pengobatan TB yang efektif sudah terdsia tapi sampai saat ini TB masih

    tetap menjadi problem kesehatan dunia yang utama. Pada bulan Maret 1993 WHO

    mendeklarasikan TB sebagai global health emergency. TB dianggap sebagai masalah

    kesehatan dunia yang penting karena lebih kurang 1/3 penduduk dunia terinfeksi oleh M.

    tuberculosis. Pada tahun 1998 ada 3.617.047 kasus yang tercatat di dunia.2

    Sebgian besar kasus TB ini (95%) dan kematiannya (98%) terjadi di negara-negara

    yang sedang berkembang. Diantara mereka 75% berda pada usia yang produktif yaitu 20-

    40 tahun. Karena penduduk yang padat dan tingginya prevalensi maka lebih dari 65%

    kasus-kasus TB yang baru dan kematian yang muncul terjadi di Asia.2

    Alasan utama munculnya atau meningkatnya beban TB global ini antara lain

    disebabkan sebagai berikut;

    1) Kemiskinan pada berbagai penduduk, tidak hanya pada negara yang sedang

    berkembang tetapi juga pada penduduk perkotaan tertentu di negara maju.

    2) Adanya perubahan demografik.

    3) Perlindungan kesehatan yang tidak mencukupi.

    4) Tidak adanya pendidikan mengenai TB di antara para dokter.

    5) Biaya pengobatan.

    6) Adanya epidemi HIV terutama di Afrika dan Asia.2

    Laporan terbaru WHO 2008, menunjukan setiap tahun diperkirakan ada 9,2 juta kasus

    TB baru (139/100.000 penduduk), 4,1 juta diantaranya (44%) adalah pasien dengan BTA

    positif dan 0,7 juta pasien TB yang juga terinfeksi virus HIV (8%). Lima negara

    penyumbang kasus terbesar TB di dunia adalah India, China, Indonesia, Afrika Selatan,

    dan Nigeria. Rata-rata insidens tertinggi di dunia adalah Afrika sekitar 363/100.000.2

    3

  • 8/22/2019 PBL blok 26-yuni.doc

    4/23

    Di Indonesia

    Indonesia adalah negeri dengan prevalensi TB ke-3 tertinggi di dunia setelah China

    dan India. Pada tahun 1998 diperkirakan TB di China, India dan indonesia berturut-turut

    1.828.000, 1.414.000, dan 591.000. Perkiraan kejadian BTA sputum yang positif di

    Indonesia adalah 266.000 tahun 1998. Berdasarkan survei kesehatan rumah tangga 1985

    dan survei kesehatan nasional 2001, TB menempati ranking nomer 3 sebagai keamtian

    tertinggi di Indonesia. Prevalensi nasional terakhir TB paru diperkirakan 0,24%. Sampai

    sekarang angka kejadian TB di Indonesia relatif relaps dari angka pandemi infeksi HIV

    karena masih relatif endahnya infeksi HIV, tapi hal ini mungkin akan berubah dimasa

    datang melihat semakin meningkatnya laporan infeksi HIV dari tahun ke tahun.2

    TB pada orang dewasa

    Pada orang dewasa, dua pertiga kasus terjadi pada orang laki-laki, tetapi ada sedikit

    dominasi tuberkulosis pada wanita di masa anak. Frekuensi TB pada orang tua populasi

    pada orang kulit putih di Amerika Serikat ; individu-individu ini mendapat infeksi

    beberapa dekade yang lalu.2

    TB pada anak-anak

    Laporan TB anak jarang didapatkan. Diperkirakan jumlah kasus TB anak per tahun

    adalah 5% samapai 6% dari total kasus TB. TB menyerang anak-anak pada sekitar umur

    dibawah 5 tahun. Sedangkan kisaran 5-14 tahun tahun. Kisaran umur ini sering disebut

    umur kesayangan karena pada semua semua populasi manusia kelompok ini

    mempunyai frekuensi penyakit TB yang terendah. Kasus tersering pada anak adalah

    kasus dimana anak-anak yang terpajan pada orang dewasa yang menserita TP atau yang

    beresiko tinggi.2,3

    Pendekatan Dokter Keluarga

    Dewasa ini wawasan mengenai diagnosis, gejala, pengobatan dan pencegahan TBC

    sebagai suatu penyakit infeksi menular terus berkembang. Sejalan dengan itu, maka perlu

    dipelajari faktor-faktor penentu yang saling berinteraksi sesuai dengan tahapan perjalanan

    alamiah.

    4

  • 8/22/2019 PBL blok 26-yuni.doc

    5/23

    Faktor Agent ( Mycobacterium tuberculosis)

    Karakteristik alami dari agen TBC hampir bersifat resisten terhadap disifektan kimia

    atau antibiotika dan mampu bertahan hidup pada dahak yang kering untuk jangka waktu

    yanglama. Pada Host daya infeksi dan kemampuan tinggal sementara Mycobacterium

    Tuberculosis sangat tinggi. Patogenesis hampir rendah dan daya virulensinya tergantung

    dosis infeksi dan kondisi Host. Sifat resistensinya merupakan problem serius yang sering

    muncul setelah penggunaan kemoterapi moderen, sehingga menyebabkan keharusan

    mengembangkan obat baru.Umumnya sumber infeksinya berasal dari manusia dan ternak

    (susu) yang terinfeksi. Untuk transmisinya bisa melalui kontak langsung dan tidak

    langsung, serta transmisi kongenital yang jarang terjadi.4

    Faktor Host

    Umur merupakan faktor terpenting dari Host pada TBC. Terdapat 3 puncak kejadian

    dan kematian yaitu:

    Paling rendah pada awal anak (bayi) dengan orang tua penderita

    Paling luas pada masa remaja dan dewasa muda sesuai dengan pertumbuhan,

    perkembangan fisik-mental dan momen kehamilan pada wanita.

    Puncak sedang pada usia lanjut.

    Dalam perkembang