Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

of 29 /29
MANEJEMEN SUMBERDAYA (BIAYA DAN SARANA PRASARANA) LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MAKALAH Disusun dan Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah : manejemen pendidikan islam Dosen Pengampu : Afiful Ikhwan, M.Pd.I Oleh : Ahmad Afifi Nurudin ( 2013471909 ) Arfian Kurniawan ( 2013471916 ) PAI-SMT VI/ SAWO PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH ( STAIM ) TULUNGAGUNG MARET 2016

Transcript of Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

Page 1: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

MANEJEMEN SUMBERDAYA (BIAYA DAN SARANA PRASARANA)

LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM

MAKALAH

Disusun dan Diajukan Untuk Memenuhi Tugas

Mata Kuliah : manejemen pendidikan islam

Dosen Pengampu :

Afiful Ikhwan, M.Pd.I

Oleh :

Ahmad Afifi Nurudin ( 2013471909 )

Arfian Kurniawan ( 2013471916 )

PAI-SMT VI/ SAWO

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH ( STAIM )

TULUNGAGUNG

MARET 2016

Page 2: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan

makalah ini.

Shalawat dan salam kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW

beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya yang telah memperjuangkan Agama

Islam.

Kemudian dari pada itu, saya sadar bahwa dalam menyusun makalah ini

banyak yang membantu terhadap usaha saya, mengingat hal itu dengan segala

hormat saya sampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :

1. Ketua sekolah Tinggi Islam Muhammadiyah (STAIM) Tulungagung.

Nurul Amin M.Ag

2. Dosen pengampu yang telah memberikan bimbingan dalam

penyusunan makalah ini Afiful Ikhwan M.Pd.I.

3. Teman – teman dan seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam

penyelesaian makalah.

Atas bimbingan, petunjuk dan dorongan tersebut saya hanya dapat berdo' a

dan memohon kepada Allah SWT semoga amal dan jerih payah mereka menjadi

amal soleh di mata Allah SWT. Amin.

Dan dalam penyusunan makalah ini saya sadar bahwa masih banyak

kekurangan dan kekeliruan, maka dari itu saya mengharapkan keritikan positif,

sehingga bisa diperbaiki seperlunya.

Akhirnya saya tetap berharap semoga makalah ini menjadi butir-butir

amalan saya dan bermanfaat khususnya bagi saya dan umumnya bagi seluruh

pembaca. Amin Yaa Robbal 'Alamin.

Tulungagung,

Penyusun

ii

Page 3: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

DAFTAR ISI

Halaman Judul .......................................................................................................

i

Kata Pengantar ......................................................................................................

ii

Daftar Isi .......................................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ............................................................

1

B. Rumusan Masalah .....................................................................

2

C. Tujuan Masalah ........................................................................

2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian menejemen pembiayaan dan sarana prasarana ........

3

1. Hakikat manejemen pembiayaan ........................................

3

2. Hakikat manejemen saran prasarana ...................................

3

B. prinsip-prinsip manejemen biaya dan sarana prasarana .............

5

1. Prinsip Pengelolaan Keuangan ............................................

5

2. Pengelolaan sarana prasarana ...............................................

7

iii

Page 4: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

C. Proses Manajemen Biaya Dan Saranaprasarana .......................

8

1. proses menejemen pembiayaan ...........................................

8

2. proses sarana prasarana .......................................................

9

D. Sumber Pembiayaan Lembaga Pendidikan ...............................

11

E. Tujuan manejemem pembiayaan dan sarana prasarana ............

11

BAB III PENUTUP

Kesimpulan .....................................................................................

12

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................

14

iv

Page 5: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sistem pendidikan merupakan rangkaian-rangkaian dari sub system

atau unsur-unsur pendidikan yang saling terkait dalam mewujudkan

keberhasilannya. Ada tujuan, kurikulum, materi, metode, pendidik, peserta

didik, sarana, alat, pendekatan dan sebagainya. Keberadaan satu unsur

membutuhkan keberadaan unsur lain, tanpa keberadaan salah satu diantara

unsur-unsur itu proses pendidikan menjadi terhalang, sehingga mengalami

kegagalan.

Keberadaan sarana pendidikan mutlak dibutuhkan dalam proses

pendidikan, sehingga termasuk dalam komponen-komponen yang harus

dipenuhi dalam pelaksanaan proses pendidikan. Tanpa sarana pendidikan,

proses pendidikan akan mengalami kesulitan yang sangat serius, bahkan

bias mengagalkan pendidikan. Suatu kejadian yang mesti dihindari oleh

semua pihak yang terlibat dalam pendidikan Proses pendidikan

dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan.

Agar tujuan pendidikan tersebut dapat dicapai maka perlu

diperhatikan segala sesuatu yang mendukung keberhasilan tujuan

pendidikan itu. Dari sekian faktor penunjang keberhasilan tujuan

pendidikan, kesuksesan dalam proses pembelajaran merupakan salah satu

faktor yang dominan. Sebab didalam proses pembelajaran itulah

terjadinya interialisasi nilai-nilai dan pewarisan budaya maupun norma-

norma secara langsung. Karena itu, kegiatan belajar mengajar merupakan

ujung tombak untuk tercapainya pewarisan nilai-nilai diatas. Untuk itu

perlu sekali dalam proses pembelajaran itu diciptakan suasana yang

kondusif agar peserta didik benar-benar tertarik dan ikut proses itu.

1

Page 6: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

2

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian manajemen sarana prasarana dan keuangan

pendidikan?

2. Apa prinsip-prinsip pengelolaan manajemen sarana prasarana dan

keuangan pendidikan?

3. Bagaimana proses manajemen sarana prasarana pengelolaan keuangan

pendidikan?

4. Dari mana saja sumber-sumber manajemen sarana prasarana dan

keuangan Sekolah?

5. Bagaimana tujuan manajemen sarana prasarana pengelolaan keuangan

pendidika?

C. Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui pengertian manajemen sarana prasarana

pengelolaan keuangan pendidikan.

2. Untuk mengetahui prinsip-prinsip manajemen sarana prasarana dan

pengelolaan keuangan pendidikan.

3. Untuk mengetahui proses manajemen sarana prasarana dan

pengelolaan keuangan pendidikan.

4. Untuk mengetahui sumber-sumber keuangan pendidikan.

5. Untuk mengetahui tujuan manajemen sarana prasarana dan

pengelolaan keuangan pendidikan.

Page 7: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN MANAJEMEN PEMBIAYAAN DAN SARANA

PRASARANA PENDIDIKAN ISLAM

1. Hakikat manejemen pembiayaan

Salah satu unsur yang sangat penting dalam praktek pendidikan adalah

pembiayaan pendidikan. Keberadaan sebagai instrument kunci untuk

mencapai tujuan pendidikan baik secara kuantitif maupun kualitatif

berperan sangat dominan. Dalam kontek apapun, penyelenggaraan

pendidikan tidak terlepas dari pembiayaan. Pembiayaan tersebut harus di

manage agar penggunaanya sesuai dengan yang dibutuhkan.

Manajemen pembiayaan pendidikan adalah segenap kegiatan yang

berkenaan dengan penataan sumber, penggunaan, dan pertanggung

jawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan.

Jadi pada permasalahan manajemen keuangan dalam arti sempit adalah

tata pembukuan, sedangkan dalam arti luas adalah pengurusan dan

pertanggungjawaban dalam menggunakan keuangan baik pemerintah pusat

mauun daerah. Kegiatan ini dapat dimulai dari perencanaan,

pengorganisasian, pelaksanaan sampai dengan pengawasan. Dalam

manajemen keuangan di sekolah tersebut dimulai dengan perencanaan

anggaran sampai dengan pengawasan dan pertanggungjawaban keuangan

2. Hakikat manejemen sarana prasarana

Sarana Pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam

proses belajar mengajar baik yang bergerak maupun tidak bergerak agar

pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, efektif, teratur

dan efisien.1Misalnya: gedung, ruang kelas, meja kursi serta alat-alat

media pengajaran. Adapun yang dimaksud dengan prasarana adalah

fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan

atau pengajaran. Seperti halaman, kebun, taman, jalan menuju madrasah,

1Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana, Manajemen Pendidikan, (Yogyakarta: Aditya Media, 2008), hal 273

3

Page 8: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

4

tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar mengajar,

seperti taman madrasah untuk pengajaran biologi, halaman madrasah

sebagai lapangan olahraga, komponen tersebut merupakan sarana

pendidikan.

Manajemen sarana prasarana dapat diartikan sebagai proses kerjasama

pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan secara efektif dan

efisien.2 Dari definisi tersebut menunjukkan bahwa sarana dan prasarana

yang ada harus didaya gunakan dan dikelola untuk kepentingan proses

pembelajaran. Pengelolaan sarana dan prasarana tersebut dimaksudkan

agar penggunaannya bisa berjalan dengan efektif dan efisien.

Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan

menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan

kontribusi pada proses pendidikan secara optimal dan berarti. Kegiatan

pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan, pengadaan, pengawasan,

penyimpanan inventarisasi, dan penghapusan serta penataan.3

Sarana dan prasarana pendidikan itu dalam lembaga pendidikan Islam

sebaiknya dikelola dengan sebaik mungkin dengan mengikuti kebutuhan-

kebutuhan sebagai berikut:4

1) Lengkap, siap dipakai setiap saat, kuat dan awet.

2) Rapi, indah, bersih, anggun, dan asri sehingga menyejukkan

pandangan dan perasaan siapa pun yang memasuki komplek

lembaga pendidikan Islam.

3) Kreatif, inovatif, responsif dan bervariasi sehingga dapat

merangsang timbulnya imajinasi peserta didik.

4) jangkauan waktu yang panjang melalui perencanaan yang matang

untuk menghindari kecenderungan bongkar pasang bangunan

5) Memiliki tempat khusus untuk beribadah maupun pelaksanaan

kegiatan sosio-religius seperti mushalla atau masjid.

2Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam, (Surabaya: Elkaf, 2006), hal853Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep, strategi, dan Implementasi, (Bandung:

PT Remaja Rosdakarya, 2002),hal 49-504Mujamil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam, (Jakarta: Erlangga, 2007),hal 171

Page 9: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

5

B. PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN BIAYA DAN SARANA

PRASARANA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM

1. Prinsip Pengelolaan Keuangan

Secara umum penggunaan keuangan pada lembaga pendidikan islam

didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : pertama, hemat, tidak

mewah, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan. Kedua, terarah dan

terkendali sesuai dengan rencana program atau kegiatan. Ketiga,

keharusan penggunaan kemampuan. Namun di sini penulis akan

menjabarkan secara lebih terperinci mulai dari tahap perencanaan hingga

pada tahap laporan maupun pengawasan.

1) Prinsip perencanaan

Implementasi prinsip-prinsip keuangan  pada pendidikan,

khususnya dilingkungan lembaga pendidikan islam swasta dan

pondok pesantren  maka untuk sumber dana sekolah tidak hanya

diperoleh dari anggaran dan fasilitas dari pemerintah atau

penyandang dana tetap saja, tetapi dari sumber dan dari beberapa

komponen diatas. Untuk itu di lembaga pendidikan islam

sebenarnya juga perlu dibentuk organisasi orang tua santri atau

siswa yang implementasinya dilakukan denan membentuk komite

atau majelis.tersebut beranggotakan wakil wali santri atau murid,

tokoh masyarakat, pengelola, wakil pemerintah dan wakil

ilmuwan/ ulama diluar lembaga dan dapat juga memasukkan

kalangan dunia usaha dan industri.

Jika dalam suatu lembaga pendidikan islam RAPBS disusun

oleh kepala sekolah/madrasah, maka kepala sekolah/madrasah

harus mampu dalam menyusun dan mengetahui sumber-sumber

dana yang merupakan sumberdaya sekolah.5

Implementasi prinsip-prinsip keuangan  pada pendidikan,

khususnya dilingkungan lembaga pendidikan islam swasta dan

pondok pesantren  maka untuk sumber dana sekolah tidak hanya

diperoleh dari anggaran dan fasilitas dari pemerintah atau

5Sulistyorini , Manajemen…………….hal 132

Page 10: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

6

penyandang dana tetap saja, tetapi dari sumber dan dari beberapa

komponen diatas. Untuk itu di lembaga pendidikan islam

sebenarnya juga perlu dibentuk organisasi orang tua santri atau

siswa yang implementasinya dilakukan denan membentuk komite

atau majelis . Komite atau majelis tersebut beranggotakan wakil

wali santri atau murid, tokoh masyarakat, pengelola, wakil

pemerintah dan wakil ilmuwan/ ulama diluar lembaga dan dapat

juga memasukkan kalangan dunia usaha dan industry Jika dalam

suatu lembaga pendidikan islam RAPBS disusun oleh kepala

sekolah/madrasah, maka kepala sekolah/madrasah harus mampu

dalam menyusun dan mengetahui sumber-sumber dana yang

merupakan sumberdaya sekolah.6

2) Prinsip pelaksanaan

Setelah dana didapatkan melalui perencanaan yang baik, maka

manajer lembaga pendidikan islam harus berusaha

mengembangkannya melalui usaha-usaha produktif agar uang tidak

mandek atau habis.7 Hal tersebut dilakukan dengan penuh

pertimbangan dan kehati-hatian dan tentunya harus berbagi dengan

alokasi dana yang akan dipakai buat operasional atau

keberlangsungan lembaga dan pengadaan saran pra sarana

lembaga. Kepala sekolah sebagai manajer berfungsi sebagai

penentu yang berhak untuk memerintahkan pembayaran.

3) Prinsip pelaporan dan pengawasan

Semua pengeluaran keuangan di lembaga pendidikan islam dari

sumber manapun harus dipertanggung jawabkan, hal tersebut

merupakan bentuk transparansi dalam pengelolaan keuangan.

Namun demikian prinsip transparansi dan kejujuran dalam

pertanggung jawaban tersebut harus tetap dijunjung tinggi. Dalam

kaitan dengan pengelolaan keuangan tersebut, yang perlu

diperhatikan oleh bendaharawan.

6Sulistyorini , Manajemen…………….hal 1327Mujamil , Manajemen…………………hal 168

Page 11: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

7

2. Prinsip pengelolaan Sarana dan Prasarana

Dalam mengelola sarana dan prasarana sekolah terdapat beberapa

prinsip yang perlu diperhatikan agar tujuan bias tercapai dengan maksimal.

Menurut Bafadal prinsip-prinsip tersebut antara lain:8

1) Prinsip pencapaian tujuan

Pada dasarnya manajemen perlengkapan sekolah di lakukan

dengan maksud agar semua fasilitas sekolah dalam keadaan

kondisi siap pakai. Oleh sebab itu, manajemen perlengkapan

sekolah dapat di katakan berhasil bilamana fasilitas sekolah itu

selalu siap pakai setiap saat, pada sat seorang personel sekolah

akan menggunakannya

2) Prinsip Efisiensi

Dengan prinsip efisiensi semua kegiatan pengadaan sarana

dan prasarana sekolah di lakukan dengan perencanaan yang hati-

hati, sehingga bisa memperoleh fasilitas yang berkualitas baik

dengan harga yang relatif murah. Dengan prinsip efisiensi berarti

bahwa pemakaian semua fasilitas sekolah hendaknya dilakukan

dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat mengurangi pemborosan.

3) Prinsip Administratif

Yaitu manajemen sarana dan prasarana disekolah harus

selalu memperhatikan undang-undang, instruksi, dan petunjuk

teknis yang diberlakukan oleh pihak yang berwenang.

4) Prinsip kejelasan tanggung jawab

Di Indonesia tidak sedikit adanya kelembagaan pendidikan

yang sangat besar dan maju. Oleh karena besar, sarana dan

prasarananya sangat banyak sehingga manajemennya melibatkan

banyak orang.. Dalam pengorganisasiannya, semua tugas dan

tanggung jawab semua orang yang terlibat itu perlu di deskripsikan

dengan jelas.

8Sulistyorini, Manajemen………..……hal 87

Page 12: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

8

5) Prinsip kekohesifan

Dengan prinsip kekohesifan berarti manajemen perlengkapan

pendidikan di sekolah hendaknya terealisasikan dalam bentuk

proses kerja sekolah yang sangat kompak. Oleh kerena itu,

walaupun semua orang yang terlibat dalam pengelolaan

perlengkapan itu telah memiliki tugas dan tanggung jawab masing-

masing, namun antara satu dengan yang lainnya harus selalu

bekerja sama dengan baik.

C. PROSES MANAJEMEN BIAYA DAN SARANA PRASARANA

LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM

1. Proses Manajemen Biaya/ Keuangan

Komponen keuangan sekolah merupakan komponen produksi yang

menentukan terlaksananya kegiatan belajar-mengajar bersama komponen

komponen lain. Dengan kata lain, setiap kegiatan yang dilakukan sekolah

memerlukan biaya. Muchdarsyah Sinungan menekankan pada penyusunan

rencana (planning) di dalam setiap penggunaan anggaran. Langkah

pertama dalam penentuan rencana pengeluaran keuangan adalah

menganalisa berbagai aspek yang berhubungan erat dengan pola

perencanaan anggaran, yang didasarkan pertimbangan kondisi keuangan,

line of business, keadaan para nasabah/konsumen, organisasi pengelola,

dan skill para pejabat pengelola.

Proses pengelolaan keuangan di sekolah meliputi:

a) Perencanaan anggaran

b) Strategi mencari sumber dana sekolah

c) Penggunaan keuangan sekolah

d) Pengawasan dan evaluasi anggaran

Pertanggung jawaban

Page 13: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

9

Pemasukan dan pengeluaran keuangan sekolah diatur dalam

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Ada

beberapa hal yang berhubungan dengan penyusunan RAPBS, antara lain:

a) Penerimaan

b) Penggunaan

c) Pertanggung jawaban

2. Proses Manajemen Sarana dan Prasaran

Manajemen sarana dan prasarana pendidikan disekolah berkaitan erat

dengan aktivitas-aktivitas pengadaan, pendistribusian, penggunaan dan

pemeliharaan, inventarisasi, serta penghapusan sarana dan prasarana

pendidikan islam. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya suatu proses

dan keahlian di dalam mengelolanya. Dan tindakan prefentif yang tepat

akan sangat berguna bagi instansi.

Dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan agar dalam

kondisi siap pakai, diperlukan tugas khusus yang menanganinya. Hal ini

dimaksudkan untuk membantu guru dalam mempersiapkan perlengkapan

yang dibutuhkan, utamanya yang berkaitan erat dengan sarana dan

prasarana yang menunjang sebagai berikut:

a) Perencanaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Islam

Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan islam

merupakan suatu proses analisis dan penetapan kebutuhan yang

diperlukan dalam proses pembelajaran sehingga muncullah

istilah kebutuhan yang diperlukan (primer) dan kebutuhan yang

menunjang. Dalam proses perencanaan ini harus dilakukan

dengan cermat dan teliti baik berkaitan dengan karakteristik

sarana dan prasarana yang dibutuhkan, jumlahnya, jenisnya dan

kendalanya (manfaat yang didapatkan), beserta harganya.

Berkaiatan dengan ini Jones menjelaskan bahwa perencanaan

pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah harus diawali

dengan analisis jenis pengalaman pendidikan yang

diprogramkan di sekolah

Page 14: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

10

b) Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di Sekolah

sarana dan prasarana pendidikan di sekolah pada

hakekatnya adalah kelanjutan dari program perencanaan yang

telah disusun sekolah sebelumnya.

c) Inventarisasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan

Inventarisasi dapat diartikan sebagai pencatatan dan

penyusunan barang-barang milik negara secara sistematis,

tertib, dan teratur berdasarkan ketentuan-ketentuan taau

pedoman-pedoman yang berlaku.

d) Pengawasan Dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana

Pendidikan Di Sekolah

Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen yang

harus dilaksanakan oleh pimpinan organisasi. Berkaitan dengan

sarana dan prasarana pendidikan di sekolah, perlu adanya

kontrol baik dalam pemeliharaan atau pemberdayaan.

Pengawasan (control) terhadap sarana dan prasarana

pendidikan di sekolah merupakan usaha yang ditempuh oleh

pimpinan dalam membantu personel sekolah untuk menjaga

atau memelihara, dan memanfaatkan sarana dan prasarana

sekolah dengan sebaik mungkin demi keberhasilan proses

pembelajaran di sekolah.

e) Penghapusan Sarana Dan Prasarana Pendidikan

Pengahapusan sarana dan prasarana pendidikan adalah

kegiatan meniadakan barang-barang milik lembaga (bisa juga

milik negara) dari daftar inventaris dengan cara berdasarkan

perundang-undangan yang berlaku.

Page 15: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

11

D. SUMBER KEUANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN

Sumber keuangan pada suatu sekolah/ sekolah Islam secara garis besar

dapat dikelompokkan atas tiga sumber, yaitu:

1. Pemerintah, baik pemerintah pusat, daerah, maupun kedua-duanya

yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan

pendidikan.

2. Orang tua atau peserta didik.

3. Masyarakat, baik mengikat maupun tidak mengikat.9

E. TUJUAN MANEJEMEN BIAYA DAN SARANA PRASARANA

LEMBAGA PENDIDIKAN

Tujuan dari pada pengelolaan sarana dan prasarana sekolah ini adalah

untuk memberikan layanan secara profesional berkaitan dengan sarana dan

prasarana pendidika agar proses pembelajaran bisa berlangsung secara efektif

dan efisien. Berkaitan dengan tujuan ini. Bafadal menjelaskan secara rinci

tentang tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan sebagai berikut:10

1. Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana sekolah melalui

sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama,

sehingga sekolah memiliki sarana dan prasarana sesuai dengan

kebutuhan Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana

sekolah secara tepat dan efisien.

2. Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan,

sehingga keadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap

diperlukan oleh semua personil sekolah.11

3. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah

4. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah.

9Sulistiyorini, Manajemen Pendidikan Islam: Konsep, strategi, dan Aplikasi, Yogyakarta: Teras, 2009,hal. 130.

10Sulistyorini, Manajemen……, hal 8611Haifa A.Lutfiana,Pengertian, Tujuan, Prinsip-Prinsip, Ruang Lingkup Manajemen sarana

dan prasarana Dalam http://haifaayustilutfiana.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-tujuan-prinsip-prinsip-ruang.html diunggah pada minggu 10 agustus 2015

Page 16: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

1. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dapat didefinisikan

sebagai proses kerja sama pendayagunaan semua sarana dan prasarana

pendidikan secara efektif.

manajemen keuangan sekolah dapat diartikan sebagai rangkaian

aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan,

pembukuan, pembelanjaan, pengawasan dan pertanggung jawaban

keuangan sekolah

2. Prinsip-prinsip manajemen sarana dan prasarana pendidikan islam

meliputi:

a) Prinsip pencapaian tujuan,

b) Prinsip efisiensi,

c) Prinsip administratif,

d) prinsip kejelasan tanggung jawab,

e) prinsip kelengkapan

Prinsip manejemen keuangan pendidikanislam meliputi:

a) Prinsip perencanaan,

b) Prinsip pelaksanaan,

c) Prinsip pengawasan dan pelaporan

3. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan islam berkaitan

erat dengan :

a) Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan islam.

b) Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan islam.

c) Inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan islam.

d) Pengawasan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan

islam.

e) Pengahapusan sarana dan prasarana sekolah.

12

Page 17: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

13

Proses manejemen keuangan / pembiayaan berkaitan erat dengan:

a) Perencanaan anggaran

b) Strategi mencari sumber dana sekolah

c) Penggunaan keuangan sekolah

d) Pengawasan dan evaluasi anggaran

e) Pertanggungjawaban

4. Sumber keuangan pada suatu sekolah/ sekolah islam secara garis besar

melalui pemerintah,orang tua dan masyarakat.

5. Tujuan daripada pengelolaan sarana dan prasarana sekolah ini adalah

untuk memberikan layanan secara profesional berkaitan dengan sarana

dan prasarana pendidikan agar proses pembelajaran bisa berlangsung

secara efektif dan efisien.

Page 18: Manejemen sumberdaya lembaga pendidikan islam

DAFTAR PUSTAKA

Sulistiyorini.2009. Manajemen Pendidikan Islam: Konsep, Strategi, Dan

Aplikasi.Yogyakarta: Teras

Qomar, Mujamil. 2007. Manajemen Pendidikan Islam,Jakarta: Erlangga

Arikunto, Suharsimi, Dan Lia Yuliana,. 2008. Manajemen Pendidikan,

Yogyakarta: Aditya Media

Mulyasa,. 2002. Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep, Strategi, Dan

Implementasi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Sulistyorini, .2006.Manajemen Pendidikan Islam, Surabaya: Elkaf

Haifa A.Lutfiana,Pengertian, Tujuan, Prinsip-Prinsip, Ruang Lingkup

Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Http://Haifaayustilutfiana.Blogspot.

Co.Id/2015/08/Pengertian-Tujuan-Prinsip-Prinsip-Ruang.Html Diunggah Pada

Minggu 10 Agustus 2015

14