Madin 3(bab1)

of 25 /25
Istilah Pendidikan/Paedagogiek berasal dari kata Pedagogues (Yunani) dan Paedagogus (Latin), Pais = anak, Agogos = Penuntun. Artinya pemuda yang bertugas mengantar anak ke sekolah, serta menjaga anak tersebut agar ia bertingkah laku / berprilaku susila dan disiplin. Sekolah/scole secara bahasa berarti waktu luang. Istilah itu kemudian digunakan untuk menyebut pendidik (Pedagog), perbuatan mendidik (Pedagogi), seni mendidik (Paedagogi) dan Ilmu Pendidikan (Paedagogiek).

Transcript of Madin 3(bab1)

Page 1: Madin 3(bab1)

Istilah Pendidikan/Paedagogiek berasal dari kataPedagogues (Yunani) dan Paedagogus (Latin), Pais =

anak, Agogos = Penuntun.

Artinya pemuda yang bertugas mengantar anakke sekolah, serta menjaga anak tersebut agar iabertingkah laku / berprilaku susila dan disiplin.

Sekolah/scole secara bahasa berarti waktu luang.

Istilah itu kemudian digunakan untuk menyebut pendidik(Pedagog), perbuatan mendidik (Pedagogi), seni mendidik

(Paedagogi) dan Ilmu Pendidikan (Paedagogiek).

Page 2: Madin 3(bab1)

Pendidikan dalam arti yang sederhana merupakansuatu usaha untuk membina keperibadiannya sesuaidengan nilai-nilai dalam masyarakat dan kebudayaan.Dalam perkembangannya, istilah pendidikan ataupaedagogie berarti bimbingan atau pertolongan yangdiberikan dengan sengaja oleh orang dewasa agar iamenjadi dewasa.

Page 3: Madin 3(bab1)

Pendidikan merupakan usaha yang dijalankan olehseseorang atau kelompok orang lain agar menjadidewasa atau mencapai tingkat hidup atauPenghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.

Page 4: Madin 3(bab1)

PENDAPAT PARA AHLI PENDIDIKAN

LangeveldPendidikan merupakan usaha, pengaruh, perlindungandan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju kepadapendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anakagar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri.Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa (atau yangdiciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku,putaran hidup sehari-hari, dan sebagainya) dan ditujukankepada orang yang belum dewasa.

Page 5: Madin 3(bab1)

John Dewey

Pendidikan merupakan proses pembentukankecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual,emosional ke arah alam dan sesama manusia.

Page 6: Madin 3(bab1)

J.J. Rousseau

Pendidikan memberi kita perbekalan yang tidak adapada masa kanak-kanak, akan tetapi kitamembutuhkannya pada waktu dewasa.

Page 7: Madin 3(bab1)

Driyarkara

Pendidikan merupakan pemanusian manusia mudaatau pengangkatan manusia muda ke taraf insani.

Page 8: Madin 3(bab1)

Carter V. Good

Pedagogy is the art, practice, or profession of

teaching.

seni, praktik atau profesi sebagai pengajar,

The systematized learning or intructioan concerningprinciples and methods of teaching and of student controland guidance; largely replaced by the term education.

ilmu yang sistematis atau pengajaran yang berhubungandengan prinsip dan metode-metode mengajar, pengawasandan bimbingan murid; dalam arti luas digantikan denganistilah pendidikan.

Page 9: Madin 3(bab1)

Ahmad D. Marimba Pendidikan merupakan bimbingan atau pimpinan secara

sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmanidan rohani si terdidik menuju terbentuknya keperibadianyang utama.

Unsur-unsur dalam pendidikan adalah: Usaha (kegiatan), usaha itu bersifat bimbingan (pimpinan

atau pertolongan) dan dilakukan secara sadar, Ada pendidik, pembimbing;atau penolong, Ada yang didik Bimbingan itu mempunyai dasar dan tujuan Dalam usaha itu tentu ada alat-alat yang dpergunakan.

Page 10: Madin 3(bab1)

Ki Hajar Dewantara

Pendidikan merupakan tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak.

Pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anggota masyarakat dapatlah

mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.

Page 11: Madin 3(bab1)

Menurut UU No. 2 Tahun 1989 Pendidikan merupakan usaha sadar untuk

menyiapkan peserta didik melalui kegiatanbimbingan, pengajaran dan latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang.

Page 12: Madin 3(bab1)

Menurut UU No. 20 Tahun 2003 Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana

untuk mewujudkan suasana belajar dan prosespembelajaran agar pesdik secara aktifmengembangkan potensi dirinya untuk memilikikekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, sertaketerampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,bangsa, dan negara.

Page 13: Madin 3(bab1)

Refleksi Dari beberapa pengertian para ahli diatas meskipun

berbeda secara redaksional, namun secara essensialterdapat kesatuan unsur2 atau faktor2 yang terdapatdidalamnya bahwa pengertian pendidikan tersebutmenunjukkan suatu proses bimbingan, tununan ataupimpinan yang didalamnya mengandung unsur2 seperti:

1. Subjek yang dibimbing (peserta didik).2. Orang yang membimbing (pendidik)3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi

edukatif)4. Materi/Isi Pendidikan5. Konteks yg Mempengaruhi Pendidikan

Page 14: Madin 3(bab1)

Beberapa pengertian dasar batasan2 Pendididikan yg perlu dipahami1. pendidikan merupakan suatu proses terhadap anak

didik berlansung terus sampai anak didik mencapai pribadi dewasa susila.

2. pendidikan merupakan perbuatan manusiawi.

3. pendidikan merupakan hubungan antar pribadi pendidik dan anak didik.

4. tindakan atau perbuatan mendidik menuntun anak didik mencapai tujuan-tujuan tertentu, dan hal ini tanpak pada perubahan-perubahan dalam diri anak didik.

Page 15: Madin 3(bab1)

Beberapa batasan ilmu pendidikan menurut para ahli: Langeveld

Suatu ilmu yang bukan saja menelaah obyeknya untukmengetahui betapa keadaan atau hakiki obyek itu,melainkan mempelajari pula betapa hendaknya bertindak.

Sutari Imam Barnadib

Ilmu yang mempelajari suasana dan proses-prosespendidikan.

Brodjonegoro

>Teori pendidikan, perenungan ttg pendidikan. < Ilmupengetahuan yg mempelajari soal2 yg timbul dlm praktikpendidikan

Page 16: Madin 3(bab1)

Driyarkara

Ilmu Pendidikan adalah pemikiran ilmiah tentang realitasyang kita sebut pendidikan (mendidik dan dididik).Pemikiran ilmiah itu bersifat kritis, metodis, dansistematis.

1. Kritis = semua pernyataan harus mempunyai dasar yangkuat

2. Metodis = dalam berpikir dan menyelidiki menggunakancara tertentu

3. Sistematis = pemikir ilmiah dlm prosesnya dijiwai olehide yg menyeluruh dan merupakan satu kesatuan ygsaling berhubungan

Page 17: Madin 3(bab1)

Faktor-faktor pendidikanDalam proses perkembangan pemikiran pendidikan didunia barat, kegiatan pendidikan berkembang darikonsep paedagogi yang merupakan kegiatanpendidikan ditujukan hanya kepada anak yanngbelum dewasa, menjadi andragogi yang merupakankata dasar andro artinya laki-laki yang rupanya sepertiperempuan, selanjutnya education yang berfungsiganda, yakni “transfer of knowledge” di satu sisidengan “making scientific attitude” pada sisi yanglain.

Page 18: Madin 3(bab1)

Sutari Imam Barnadibperbuatan mendidik dan dididik memuat faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi dan menentukan;

1. Adanya tujuan yang hendak di capai

2. Adanya subjek manusia

3. Yang hidup bersama dalam linkungan hiduptertentu (millieu)

4. Yang menggunakan alat-alat tertentu untukmencapai tujuan.

Page 19: Madin 3(bab1)

Faktor-faktor pendidikan1. Faktor Tujuan

“mencerdaskan kehidupan bangsa danmengembangkan manusia Indonesia seutuhnya,yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadapTuhan YME dan berbudi pekerti luhur, memilikipengetahuan dan keterampilan , kesehatan jasmanidan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiriserta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dankebangsaan”. (UU No. 2 Tahun 1989)

Page 20: Madin 3(bab1)

Fungsi Tujuan bagi Pendidikan;

Sebagai arah pendidikan

Tujuan sebagai titik akhir

Tujuan sebagai titik pangkal mencapai tujujan lain

Memberi nilai pada usaha yang dilakukan

Page 21: Madin 3(bab1)

Macam-macam Tujuan Pendidikan: Tujuan umum, yang menjiwai pekerjaan mendidik dalam segala waktu dan

keadaan, dirumuskan dengan memperhatikan hakikat kemannusian yangunivesal.

Tujuan khusus, diantaranya: terhadap perbedaan individu anak didik,perbedaan lingkungan keluarga dan masyarakat, perbedaan yang berhubungandengan tugas lembaga pendidikan, perbedaan yang berhubungan denganpandangan atau falsafah hidup suatu bangsa.

Tujuan tak lengkap, yang merupakan tujuan yang hanya mencangkup satuaspek tujuan/kepribadian saja

Tujuan sementara, tujuan pertingkat sesuai denga jenjang pendidikan Tujuan insidentil, tujuan yang bersifat sesaat karena adanya situasi yang terjadi

secara kebetuilan, kendatipun demikian tujuan ini tak terlepas dari tujuanumum.

Tujuan intermedier; tujuan perantara, merupakan tujuan yang dilihat sebagaialat dan harus dicapai lebih dahulu demi kelancaran pendidikan selanjutnya.Kemudian, dalam hubungannya dengan hierarki tujuan pendidikan, dibedakanmacam-macam tujuan yaitu; nasional, institusional, kurikuler daninstruksional.

Page 22: Madin 3(bab1)

2. Faktor PendidikPendidik ialah orang yang memikulpertanggungjawaban untuk mendidik.Dwi Nugroho Hidayanto menginventarisasi bahwapengertian pendidik ini meliputi: a, orang dewasa, b,orang tua, c, guru, d, pemimpin masyarakat, e, pemimpinagama. Karakteristik pribadi dewasa susila, yaitu;mempunyai individualitas yang utuh, mempunyaisosialitas yang utuh, mempunyai norma kesusilaan dannilai-nilai kemanusian, bertindak sesuai dengan normadan nilai-nilai atas tanggung jawab sendiri demikebahagian dirinya dan kebahagian masyarakat atauorang lain.

Page 23: Madin 3(bab1)

3. Faktor Anak Didik

Karakteristiknya adalah: belum memiliki pribadidewasa, masih menyempurnakan aspekkedewasaannya, memiliki sifat-sifat dasar yangsedang ia kembangkan secara terpadu.

Page 24: Madin 3(bab1)

4. Faktor Alat Pendidikan Alat pendidikan adalah suatu tindakan atau situasi yang sengaja

diadakan untuk tercapainya pendidikan tertentu. Macam-macam alat pendidikan dari segi wujud: perbuatan

pendidik dan benda-benda. Dari tiga sudut pandang: pengaruhterhadap tingkah laku anak didik, akibat tindakan terhadapperasaan anak didik dan bersifat melindungi anak didik.

Dasar-dasar Pertimbangan penggunaan alat adalah tujuan yangingin dicapai, orang yang menggunakan alat, untuk siapa alat itudigunakan, efektifitas penggunaan alat tersebut dengan tidakmelahirkan efek tambahan yang merugikan.

Penggunaan alat pendidikan,tampak dalam bentuk tindakan:teladan, anjuran, suruhan dan perintah, larangan, pujian danhadiah, teguran, peringatan dan ancaman, hukuman didasari tigaprinsip kenapa diadakan; karena adanya pelanggaran, adanyakesalahan yang diperbuat, dengan tujuan agar tidak terjadipelanggaran.

Page 25: Madin 3(bab1)

5. Faktor Lingkungan

Menurut Sartain (ahli Psikologi Amerika), lingkungan (environment) meliputi kondisi dan alam dunia yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life processes. Pada dasarnya mencakup tempat, kebudayaan dan kelompok hidup bersama, yang meliputi; a. Lingkungan keluarga, b. Lingkungan sekolah, dan c. Lingkungan organisasi pemuda/masyarakat