Leptospirosis kuliah

of 18 /18
LEPTOSPIROSIS Subbagian Tropmed dan Infeksi Subbagian Tropmed dan Infeksi Bagian Penyakit Dalam FK UGM Bagian Penyakit Dalam FK UGM

Embed Size (px)

description

Sub bagian Tropik Infeksi

Transcript of Leptospirosis kuliah

  • LEPTOSPIROSISSubbagian Tropmed dan InfeksiBagian Penyakit Dalam FK UGM

  • Etiologi Genus leptospira, Famili Trepanometaceae, Ordo SpirochaetalesL. interrogans yang patogenL. biflexa yang non patogenL. interrogans tda + 240 serotipe dalam 23 serogroupSerotipe mengakibatkan sakit berat/fatal : L. icterohemorhagicaSerotipe mengakibatkan sakit ringan : L. autumnalis, L. bataviae, dllReservoir : rodent (tikus), babi, sapi, kambing, anjing, kucing, burung, insektivora (landak, lkelelawar, tupai), dllTersering menginfeksi manusia : L. icterohemorrhagica dengan reservoir tikusL. canicola dengan reservoir anjingL. pomona dengan reservoir sapi/babi

  • Darkfield microscopy of Leptospira.

  • Patogenesis Masa inkubasi 2-26 hr/7-13 hr (10 hr)Melalui port dentre (kulit, selaput lendir oral, nasal, konjungtival, dsb) leptospira masuk dlm darah, berkembang biak, dan menyebar ke organ/jaringan tubuh.Imun respon (humoral & selular) spirochetemia menghilang, namun leptospira (+) pada area imunologis terisolasi (mis, ginjal) di convoluted tubules membentuk koloni2 masuk dalam kemih (8 hr-bbrp minggu pasca infeksi fase konvalesens)Bisa (+) pada binatang seronegatif di ginjal bisa permanent nephritis damageLeptospirosis bisa mengakibatkan ggn hemostasisEndotoksin leptospira kerusakan endotel BT memanjang

  • Demam mendadakNyeri kepala frontal, oksipital, bitemporalNyeri otot & muscular tenderness :Hiperestesia kulitMual, muntah, mencret (50% kasus)Batuk dan sakit dada (25-86% kasus)Hemoptisis (40% kasus di Korea/China)Penurunan kesadaran (25% kasus)Bradikardia relatif, TD normalConjunctival injection, fotofobia (hari 3-4)Pharingeal injectionRuam kulit makular, urtikaria pada truncalhepatoslenomegali Fase I (leptospiremia)4-9 hari gejala hilang sementara

    Demam 100%, Menggigil 22%Conjunctival injection 54%Ikterus 46%Muscular tenderness 45%Nyeri otot/seluruh tubuh 32%Gejala abdominal 29%Pening/sakit kepala 25%Hepatomegali 18%Splenomegali 6%Perdarahan 5%Batuk-batuk 4%Proteinuria 25%Azotemia 20%Munculnya IgMKadar C3 normalManifestasi klinis lebih bervariasiKlinis fase leptospiremia munculDemam jarang > 390C (1-3 hr)Meningismus (-)LCS : pleiositosis (50-90% kasus)IridosiklitisNeuritis optikMielitis jarangEnsefalitisNeuropati periferFase III (Fase rekonvalesens)Minggu II-IV gejala menghilangFase II (Fase Imun)Pola klinis 559 kasus di Malaysia (Tan, dkk) :

  • Leptospirosis ikterik & anikterikAntara fase leptospiremia dengan fase imun terdapat periode asimtomatik (1-3 hr). Dimodifikasi dari Farr RW, 1995

  • Gejala pada komplikasi Ginjal :Gagal ginjal kematianMata :Konjungtiva hemoragik septikemiaFotofobiaLiver :Ikterus/jaundice hr IV-VIHepatomegali konsistensi lunakJantung :AritmiaDilatasi jantungGagal jantung kematianParu paru :Hemorrhagic pneumonitis dg batuk darahNyeri dadaRespiratory distressSianosis PerdarahanVascular damage Infeksi pada kehamilanAbortusLahir mati/prematurKecacatan

  • Klinis khas - Sindroma WeilLeptospirosis berat yang ditandai dengan ikterus, kadang disertai perdarahan, anemia, azotemia, gangguan kesadaran dan demam tipe febris kontinuaGejala khas muncul hari ke 3-6Hepatomegali & nyeri tekanSGOT meningkat ( jarang > 5x )Bilirubin meningkatGangguan ginjal : Proteinuria, Azotemia. ATN, Oliguria Perdarahan (epistaxis, hemoptisis, dll) karena vaskulitits difus di kapiler disertai hipoprotrombinemia & trombositopenia

  • Klinis khas - Meningitis aseptikLeptospirosis fase imun terjadi pleositosis hebat/cepat CSFLekosit 10-100/mm3 sd 1000/mm3Terbanyak netrofil & mononuklearGlukosa normal/menurunProtein meningkat sd 100 mg%Xantokromasi CSF pada pasien ikterusTersering karena L. canicolaAritmia jantung : AF, VT, VPBJarang : kardiomegali, CHFKausa : L. pomona & L. grippotyphosaMiokarditis

  • Gambaran laboratorikLekositosis, netrofil KED Anemia pada keadaan beratProteinuria, pyuria, cast, k/k hematuria mikroskopikBUN, Ureum dan kreatinin meninggi pada komplikasiTransaminasi & bilirubin pada komplikasi hati (40% ps) CPK 5 x normal pada fase awal (50% ps)LCS : pleiositosis dengan peningkatan kadar protein & glukosa normalDiagnosis laboratorik :Mikroskopik :Mikroskopik medan gelapImmunofluorescent techniqueKultur darah/urine dan LCS penderitaSerologis (hr 6-12)Macroscopic agglutination testMikroskopic agglutination test (MAT)Indirect hemagglutinationIgM spesifik ELISA

  • Diagnosis Riwayat pekerjaanGejala/keluhan klinisDemam mendadakNyeri kepala frontalMata merahKeluhan gastrointestinalPemeriksaan fisikDemamBradikardia Muscular tendernessHepatomegali Laboratorik Lekositosis netrofilia, KED Proteinuria, lekosituria, cast (+)Bilirubin/transaminase BUN, Ureum, kreatinin

    Diagnosis Banding :

    InfluensaMeningitis septik viralRiketsiosisPenyakit dg ikterusCrandular feverBrucellosisPneumonia atipikDBDPenyakit skut SSPFUO

  • Terapi Antibiotika : Penisilin, Streptomisin, Tetrasiklin, Kloramfenikol, Eritromisin, SiprofloksasinPilihan I : Penisilin-G 1,5 juta IU/6 jam (5-7 hr)Antimikrobial efektif hr 1-3 namun kurang manfaat pada fase imun dan tidak efektif jika disertai ikterus, gagal ginjal maupun meningitisSuportif Sesuai keparahan & komplikasiGgn fungsi hati : perawatan hepatitisGgn fungsi ginjal : Protein diet sesuai kreatininKeseimbangan cairan/elektrolit/asam basa Azotemia/uremia berat dilakukan dialisis

  • Pengobatan & Profilaksis Leptospirosis

  • Prognosis Tergantung KUUmurVirulensiAda/tidaknya kekebalanMortalitas (AS) 2,5-16,4 % (7,1%) pertahunMortalitas 10% pd usia < 50 th dan 56% pada umur > 51 thKematian biasanya akibat sekunder faktor pemberat : Gagal ginjalGagal hatiPerdarahanKeterlambatan pengobatan

  • Pencegahan Pekerja berrisiko tinggi harus diberi perlindungan dari kontak dengan bahan terkontaminasi dengan urine binatang reservoir sepatu, masker, sarung tanganHygiene peroranganPenyediaan air minum/pembersihan tempat air/lingkunganVaksinasi Pengendalian hospes perantaraEdukasi