Lap. GAKY Editan

download Lap. GAKY Editan

of 32

  • date post

    12-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    666
  • download

    35

Embed Size (px)

Transcript of Lap. GAKY Editan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kekurangan yodium sesungguhnya telah mendunia, bukan hanya masalah ganguan gizi di Indonesia. Berdasarkan taksiran WHO dan UNICEF, sekitar satu juta penduduk di negara yang tengah berkembang berisiko mengalami kekurangan yodium, semata karena kesalahan mereka memilih tempat bermukim di tanah yang tidak cukup mengandung yodium. Dalam skala global, gangguan akibat kurang yodium (GAKY) telah menjadi masalah di lebih kurang 118 negara, yang mencederai 1572 juta orang. Sekitar 12% penduduk dunia (atau sekitar 655 juta orang) menderita gondok, 11,2 juta mengalami kretin dan 43 juta menderita gangguan mental dengan berbagai tingkatan. Sekitar 30 juta orang Indonesia tengah membina rumah tangga di wilayah seperti ini (1991), yang lazumnya terhampar di kawasan pegunungan dan perbukitan. Gangguan akibat kekurangan yodium di negeri ini telah menyengsarakan lebih dari 14 juta penduduk; sekitar 750 orang menderita kretin, 10 juta mengalami gondok, dan 3,5 juta orang terjangkit gangguan bentuk lain. Survey pemetaan GAKY di Indonesia (1998) menunjukkan peningkatan masalah jumlah penderita gondok endemis ini yang meningkat sampai 20 juta, sementara penderita kretin membengkak hingga tercatat sebanyak 290.000 orang. Defisiensi yodium di suatu wilayah mempengaruhi baik manusia maupun cadangan bahan pangan. Defisiensi yang berlangsung lama akan mengganggu fungsi kelenjar tiroid, yang secara perlahan menyebabkan kelenjar ini membesar sehingga menyebabkan gondok. Istilah ini digunakan untuk setiap pembesaran kelenjar tiroid. Defisiensi yodium akan menguras cadangan yodium serta mengurangi produksi T4. Penurunan kadar T4 dalam darah memicu sekresi TSH yang selanjutnya menyebabkan kelenjar tiroid bekerja lebih giat sehingga fisiknya kemudian membesar (hiperplasi). Pada saat ini efisiensi pemompaan yodium bertambah yang dibarengi dengan percepatan pemecahan yodium dalam kelenjar.

1

Rendahnya kadar hormon tiroid dalam aliran darah juga menyebabkan penghambatan pertumbuhan serta perkembangan manusia. Pengaruh ini nyata sekali terlihat pada perkembangan otak selama pertumbuhan berlangsung dengan cepat, yaitu semasa janin, bayi atau anak kecil (batita). Kretin merupakan dampak terberat pada anak yang akan timbul manakala asupan yodium kurang dari 25 g/hari (asupan normal 80-150g/hari), yang memburamkan masa depan lebih dari 10% penduduk Indonesia, India dan Cina. Besaran pengaruh GAKY belum terjelaskan seluruhnya. Sebagian besar ahli lebih senang menganalogikan keadaan ini sebagai fenomena gunung es dengan kretin sebagai puncaknya. Kretin hanya menempati bagian seluas 110%, gangguan otak 5-30%, sementara hipotiroidisme 30-50%. Ketiga gangguan ini merupakan satu kesatuan yang disebut ganguan akibat kekurangan yodium (GAKY). Mereka yang bermukim di wilayah yang sedikit sekali (bahkan tidak ada sama sekali) mengandung yodium beresiko mengalami defisiensi. Kehilangan yodium di wilayah itu, kebanyakan berlangsung di daerah pegunungan, mungkin diakibatkan oleh terbawa hanyutnya yodium besama air hujan. Pemukiman disekitar pegunungan Himalaya merupakan contoh yang paling nyata. Namun, daerah yang tebentang di dataran rendahpun bukan tidak mungkin mengalami kekurangan. Air bah yang kerap terjadi, menghanyutkan yodium yang tersimpan dalam tanah. Lembah sungai Gangga di wilayah India, Pakistan, dan Bangladesh merupakan bukti hidup. Yodium yang terkandung pada tanaman yang tumbuh di daerah itu pun terbukti sangat sedikit. Menurut laporan WHA (World Health Assembly, 1994), sekitar 1800 juta orang didunia beresiko mengalami defisiensi karena keliru bermukim dikawasan yang miskin yodium. Dari jumlah tersebut, sektar 656 juta orang telah menampakkan tanda-tanda kekurangan yodium ; 43 juta menderita rusak mental dan 11,2 juta orang tampak jelas sebagai kretin. Di Asia Tenggara kirakira 600 juta orang membangun keluarga di wilayah yang miskin yodium dan mengakibatkan lebih kuang 170 juta orang menderita gondok (WHO regional Office for South-East Asia, 2000).

2

Kantong penderita defisiensi yodium sebagian besar terdapat di Asia. Di Amerika Latin (seperti Argentina, Columbia, Guatemala, dan Brasil) upaya penangulangan secara besar-bearan dan berhasil. Namun, angka kekambuhannya ternyata cukup tinggi. Tingginya angka ini berkaitan langsung dengan pergolakan politik dan sosial. B. Tujuan 1. 2. 3. 4. Mengetahui pengertian GAKY Mengetahui adanya Balai Penelitian GAKY di Indonesia Mengetahui faktor-faktor penyebab GAKY Mengetahui cara penanggulangan GAKY

C. Manfaat 1. Bagi Kesehatan Masyarakat Manfaat praktikum GAKY di Balai Penelitian GAKY bagi Kesehatan Masyarakat adalah peningkatan pengetahuan tentang gizi masyarakat terutama di bidang Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). 2. Bagi Mahasiswa Manfaat praktikum GAKY di Balai Penelitian GAKY bagi mahasiswa adalah peningkatan pengetahuan dan aplikasi tentang gizi masyarakat terutama di bidang GAKY. 3. Bagi Masyarakat Manfaat praktikum GAKY di Balai Penelitian GAKY bagi masyarakat adalah peningkatan pengetahuan mengenai GAKY sehingga masyarakat mampu menerapkan perilaku pencegahan dan pengendalian GAKY.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

3

A.

Pengertian GAKY Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) adalah sekumpulan gejala atau kelainan yang ditimbulkan karena tubuh menderita kekurangan iodium secara terusmenerus dalam waktu yang lama yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup (manusia dan hewan) (DepKes RI, 1996). Makin banyak tingkat kekurangan iodium yang dialami makin banyak komplikasi atau kelainan yang ditimbilkannya, meliputi pembesaran kelenjar tiroid dan berbagai stadium sampai timbul bisu-tuli dan gangguan mental akibat kretinisme (Chan et al, 1988). Kodyat (1996) mengatakan bahwa pada umumnya masalah ini lebih banyak terjadi di daerah pegunungan dimana makanan yang dikonsumsinya sangat tergantung dari produksi makanan yang berasal dari tanaman setempat yang tumbuh pada kondisi tanah dengan kadar iodium rendah. Masalah Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) merupakan masalah yang serius mengingat dampaknya secara langsung mempengaruhi kelangsungan hidup dan kulitas manusia. Kelompok masyarakat yang sangat rawan terhadap masalah dampak defisiensi iodium adalah wanita usia subur (WUS) ; ibu hamil; anak balita dan anak usia sekolah (Jalal, 1998).

B. lain :

Faktor-Faktor Penyebab Faktor Faktor yang berhubungan dengan masalah GAKI antara 1. Faktor Defisiensi Iodium dan Iodium Excess Defisiensi iodium merupakan sebab pokok terjadinya masalah GAKI. Hal ini disebabkan karena kelenjar tiroid melakukan proses adaptasi fisiologis terhadap kekurangan unsur iodium dalam makanan dan minuman yang dikonsumsinya (Djokomoeldjanto, 1994). Hal ini dibuktikan oleh Marine dan Kimbell (1921) dengan pemberian iodium pada anak usia sekolah di Akron (Ohio) dapat menurunkan gradasi pembesaran kelenjar tiroid. Temuan lain oleh Dunn dan Van der Haal (1990) di Desa Jixian, Propinsi Heilongjian (Cina) dimana pemberian

4

iodium antara tahun 1978 dan 1986 dapat menurunkan prevalensi gondok secara drastic dari 80 % (1978) menjadi 4,5 % (1986). Iodium Excess terjadi apabila iodium yang dikonsumsi cukup besar secara terus menerus, seperti yang dialami oleh masyarakat di Hokaido (Jepang) yang mengkonsumsi ganggang laut dalam jumlah yang besar. Bila iodium dikonsumsi dalam dosis tinggi akan terjadi hambatan hormogenesis, khususnya iodinisasi tirosin dan proses coupling (Djokomoeldjanto, 1994). 2. Faktor Geografis dan Non Geografis Menurut Djokomoeldjanto (1994) bahwa GAKI sangat erat hubungannya dengan letak geografis suatu daerah, karena pada umumnya masalah ini sering dijumpai di daerah pegunungan seperti pegunungan Himalaya, Alpen, Andres dan di Indonesia gondok sering dijumpai di pegunungan seperti Bukit Barisan Di Sumatera dan pegunungan Kapur Selatan. Daerah yang biasanya mendapat suplai makanannya dari daerah lain sebagai penghasil pangan, seperti daerah pegunungan yang merupakan daerah yang miskin kadar iodium dalam air dan tanahnya. Dalam jangka waktu yang lama namun pasti daerah tersebut akan mengalami defisiensi iodium atau daerah endemik iodium (Soegianto, 1996 dalam Koeswo, 1997). 3. Faktor Bahan Pangan Goiterogenik Kekurangan iodium merupakan penyebab utama terjadinya gondok, namun tidak dapat dipungkiri bahwa faktor lain juga ikut berperan. Salah satunya adalah bahan pangan yang bersifat goiterogenik (Djokomoeldjanto, 1974). Williams (1974) dari hasil risetnya mengatakan bahwa zat goiterogenik dalam bahan makanan yang dimakan setiap hari akan menyebabkan zat iodium dalam tubuh tidak berguna, karena zat goiterogenik tersebut merintangi absorbsi dan metabolisme mineral iodium yang telah masuk ke dalam tubuh. Giterogenik adalah zat yang dapat menghambat pengambilan zat iodium oleh kelenjar gondok, sehingga konsentrasi iodium dalam kelenjar

5

menjadi rendah. Selain itu, zat goiterogenik dapat menghambat perubahan iodium dari bentuk anorganik ke bentuk organik sehingga pembentukan hormon tiroksin terhambat (Linder, 1992). Menurut Chapman (1982) goitrogen alami ada dalam jenis pangan seperti kelompok Sianida (daun dan umbi singkong , gaplek, gadung, rebung, daun ketela, kecipir, dan terung) ; kelompok Mimosin (pete cina dan lamtoro) ; kelompok Isothiosianat (daun pepaya) dan kelompok Asam (jeruk nipis, belimbing wuluh dan cuka). 4. Faktor Zat Gizi Lain Defisiensi protein dapat berpengaruh terhadap berbagai tahap pembentukan hormon dari kelenjar thyroid terutama tahap transportasi hormon. Baik T3 maupun T4 terikat oleh protein dalam serum, hanya 0,3 % T4 dan 0,25 % T3 dalam keadaan bebas. Sehingga defisiensi protein akan menyebabkan tingginya T3 dan T4 bebas, dengan adanya mekanisme umpan balik pada TSH maka hormon dari kelenjar thyroid akhirnya menurun. C. konsumsi Faktor Risiko Faktor-faktor yang berisiko menyebabkan GAKY, antara lain umbi-umbian yang mengand