editan paud

Click here to load reader

  • date post

    19-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    231
  • download

    0

Embed Size (px)

description

edit

Transcript of editan paud

HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL KKN ALTERNATIF

Nama Kegiatan:Optimalisasi Potensi Lokal Berbasis Ekonomi Kreatif untuk Menanggulangi Kemiskinan dan Meningkatkan Pembangunan Keluarga Sejahtera melalui POSDAYA dengan Program Pengolahan Singkong dan Rambutan, Pengelolaan dan Pengembangan PAUD, serta Pengembangan Konservasi di Kelurahan Cepoko Kecamatan Gunungpati Semarang 1. Koordinator Kegiatana. Nama Lengkap: Mukhamad Nur Alib. NIM: 6211410058c. Fak/Jur/Prodi/Semester : FIK/IKOR/IKOR/102. Jumlah anggota kelompok : 15 orang3. Nama DPL yang diusulkana. Nama Lengkap dan gelar: b. NIP: 4. Waktu pelaksanaan: mulai 25 Oktober s/d 08 Desember 20125. Lokasi kegiatan KKN : Kelurahan Cepoko Kecamatan Gunungpati, Semarang6. Jumlah biaya kegiatan: Rp.5.000.000,007. Sumber biaya: Iuran mahasiswa, Sponsor

Semarang, 29 April 2013Mengetahui,

Kepala Pusat KKNKoordinator Mahasiswa

Drs. Hamonangan Sigalingging, M.SiMukhamad Nur AliNIP. 195002071979031001NIM. 6211410058

MenyetujuiKetua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Drs. Bambang Budi Raharjo, M. Si.NIP. 196012171986011001

A. JUDUL Optimalisasi Potensi Lokal Berbasis Ekonomi Kreatif untuk Menanggulangi Kemiskinan dan Meningkatkan Pembangunan Keluarga Sejahtera melalui POSDAYA dengan Program Pengolahan Singkong dan Rambutan, Pengelolaan dan Pengembangan PAUD, serta Pengembangan Konservasi di Kelurahan Cepoko Kecamatan Gunungpati Semarang

I. ANALISIS SITUASIKuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wadah bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmuilmu yang diperoleh dari perguruan tinggi di masyarakat. Pelaksanaan KKN sebagai wahana pengabdian masyarakat diharapkan dapat mengembangkan kemampuan praktis mahasiswa dalam menyerap keahlian yang ada dimasyarakat sehingga KKN diharapkan mampu membantu menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada.Desa Cepoko adalah desa yang terletak di Kecamatan Gunungpati, Kabupaten Semarang, dan memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Luas Wilayaha. Total: 295,038 Hab. Tanah sawah: 110,689 Hac. Tanah kering: 181,259 Had. Fasilitas Umum: 3,09 Ha2. Jumlah Penduduka. Total: 2631 Jiwab. Kepala Keluarga: 745 KKc. Laki-laki: 1318 Jiwad. Perempuan: 1313 Jiwa3. Pekerjaana. Petani: 158 Orangb. Wirausaha: 20 Orangc. Buruh Industri: 96 Orangd. Buruh Bangunan: 105 Orange. BuruhPerkebunan: 40 Orangf. PNS: 21 Orangg. Peternak: 138 Orangh. Pedagang: 40 Orangi. Pengangkutan: 35 Orangj. ABRI: 04 Orangk. Pensiunan: 07 Orang4. Pendidikana. Belum sekolah: 360 Orangb. SD: 550 Orangc. SMP: 225 Orangd. SMA: 45 Orang5. Fasilitas Pendidikana. PAUD: 1b. TK: 1c. SD Negeri: 1d. MI Maarif: 1e. SMP Negeri: 1

Dengan karakteristik di atas, Desa Cepoko memiliki potensi sebagai berikut:1. Pertaniana. Tanah kering merupakan jenis lahan terluas di Kelurahan Cepokob. Cocok untuk pengembangan tanaman singkong, buah-buahan, tanaman keras dan palawijac. Penghasil rambutan, singkong, padi, dan tumbuhan herbal.2. Peternakan a. Potensi usaha ternakb. Ketersediaan rumput-rumputan untuk pakan ternak (sapi, kambing) cocok untuk usaha peternakan rakyat.c. Ketersediaan bahan baku pupuk organik.3. Kompetensi Masyarakata. Masyarakat peka sosial dan aktifb. Masyarakat memiliki pola pikir majuc. Masyarakat memiliki keahlian dalam beternak

Terdapat beberapa contoh industri kecil di Desa Cepoko, seperti stick susu, ceriping pisang, Susu Segar, home industry kerajinan tangan, sapi perah, dan pembuatan obat-obatan tradisional.Akan tetapi, potensi di atas masih terhambat karena ada kendala sebagai berikut.1. Belum baiknya infrastruktur jalan dan akses ke setiap wilayah di Kelurahan Cepoko.2. Wilayah Kelurahan Cepoko tersebar dan tidak terpusat dengan jarak yang cukup jauh antar wilayah.3. Terbatasnya fasilitas public (fotokopi, perpustakaan, fasilitas Sepak Bola, fasilitas pendidikan).4. Belum adanya jalan produksi yang terstruktur.5. Belum terjalinnya kemitraan dengan swasta dan pemerintah.6. Belum adanya pemaanfaatan hasil bumi yang banyak dihasilkan masyarakat.Masyarakat Cepoko memiliki kondisi yang berbeda-beda antar wilayahnya namun setiap dusun di wilayah cepoko memiliki satu potensi yang sama. Rambutan merupakan potensi tanaman yang banyak dihasilkan oleh masyarakat Cepoko.Hampir setiap rumah di wilayah Cepoko memiliki banyak pohon rambutan dan selalu berbuah disetiap musimnya.Sampai saat ini, buah rambutan hanya dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi dan dijual karena terlalu banyak jika dikonsumsi seluruhnya. Lama kelamaan masyarakat mengalami kebosanan karena pemanfaatan rambutan hanya sebatan untuk konsumsi dan dijual bahkan sering juga rambutan mengalami kebusukan karena tidak ada lagui masyarakat yang tertarik mengkonsumsi.Untuk mengoptimalkan pemanfaatan buah rambutan yang dihasilkan masyarakat, perlu diadakan suatu pelatihan intensif sehingga dalam hal ini tim KKN Alternatif ingin mengadakan program optimalisasi pemanfaatan buah rambutan sebagai potensi local masyarakat cepoko agar memiliki nilai keonomis yang lebih tinggi sehingga masyarakat dapat menikmati buah rambutan dalam bentuk lain dan dapat mengambil profit dengan memasarkan olahan rambutan yang amsih langka berdasarkan saran dari Kepala Desa setempat.Kemudian permasalahan lain yang dapat diangkat dari desa Cepoko yaitu masalah pendidikan anak. Anak-anak usia sekolah di Desa Cepoko memiliki tingkat perkembangan seperti anak-anak di daerah lain. Anak-anak memiliki kesibukan bermain disamping belajar di sekolah namun minat belajar anak-anak ketika dirumah sering dibuat terlena dengan waktu bermainnya apalagi fasilitas pendidikan yang dimiliki Desa Cepoko masih sangat minim.Untuk meningkatkan minat belajar anak-anak tanpa mengesampingkan hak bermainnya, program KKN alternatif ini juga ingin membantu anak-anak di Desa Cepoko untuk mendapatkan pengetahuan disamping waktu bermain. Hal ini penting karena berdasarkan teori psikoanalisis yang dikembangoleh tokoh psikologi dunia yaitu Sigmun Freud, lima tahun pertama kehidupan manusia merupakan masa keemasan. Di masa keemasan inilah manusia mulai membangun nilai-nilai diri yang akan dikembangkannya selama proses kehidupanya kedepan. Disamping itu ahli lain seperti Monk dkk, meyakini bahwa proses pembelajaran bahasa akan lebih optimal jika dilakukan sejak dini.Maka dari itu, mengintegrasikan ilmu pengetahuan didalam waktu bermain anak menjadi hal yang penting dilakukan.Permasalahan yang muncul jika seorang anak tidak mendapat pendidikan yang baik sejak dini maka anak-anak akan cenderung meniru hanya dari orang tuanya saja. Padahal seperti yang kita ketahui hidup di masa krisis seperti sekarang ini menyebabkan banyak pengangguran, sulitnya pemenuhan kebutuhan ekonomi, dan berbagai macam hal lain yang dapat menimbulkan frustasi pada penduduk usia dewasa yang notabene harus berjuang untuk mempertahankan hidup.Desa Cepoko memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan dibidang pertanian dan peternakan. Untuk potensi peternakan hal ini telah terperhatikan oleh Dinas Kabupaten Semarang. Terlihat dari telah dan akan diadakannya beberapa penyuluhan dan bantuan berupa hewan ternak sebagai modal usaha masyarakat. Namun, ada satu usaha dari masayarakat di Desa Cepoko yang belum dikembangkan dan belum mengalami perkembangan sejak dahulu yakni usaha pemanfaatan rambutan.Permasalahannya adalah selama ini proses pemnafaatan rambutan hanya sebatas pada konsumsi pribadi dan dijual kepasar sedangkan jumlah rambutan yang dihaslinkan oleh desa cepoko sangat melimpah dan pada akhirnya banyak rambutan yang mmebusuk karena sudah laku diapsar dan amsyarakat sendiir bosan untukmengkonsumsi rambutan. Ketika dijual di pasar, rambutanpun masih berbentuk rambutan tanpa adanya inovasi produk. Padahal rambutan dapat diinovasi dan diolah menjadi bnayak makanan sperti manisan basah, syrup, dan lain-lain. Inovasi produk dilakukan untuk meningkatkan ekonomis rambutan.Di samping itu dengan adanya produk baru olahan rambutan, masyarakat dapat membuka industry rumahan yang daapt meningkakan perekonomian. Produk olahan rambutan juga dapat dikonsumsi oleh masyarakat sendiri sehingga masyarakat tidka mengalami kebosanan untuk menikmati hasil buah dari tanaman local.Tanamanrambutan memiliki jarak panen yang singkat sehingga memiliki potensi yang berlimpah untuk bisa dimanfaatkan (diolah/dikelola) di setiap waktu. Sehingga tersedianya bahan pokok serta cara pembuatan yangsederhana memberi potensi untuk diproduksi dalam jumlah yang besar untuk bisa dipasarkan. Dan dengan adanya usaha makanan olahanrambuatan, maka ada peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan peluang kerja yang menjanjikan dan dapat meningkatkan taraf hidup.Sebagaimana telah dipaparkan di atas, maka kami memilih Program Pengabdian Masyarakat : Optimalisasi Potensi Lokal Berbasis Ekonomi Kreatif untuk Menanggulangi Kemiskinan dan Meningkatkan Pembangunan Keluarga Sejahtera melalui POSDAYA dengan Program Pengolahan Singkong dan Rambutan, Pengelolaan dan Pengembangan PAUD, serta Pengembangan Konservasi di Kelurahan Cepoko Kecamatan Gunungpati Semarang sebagai judul dari kegiatan KKN alternatif ini.

B. PERUMUSAN MASALAHBerdasarkan analisis situasi di atas, dapat dirumuskan beberapa masalah pada KKN Alternatif ini adalah:1. Bagaimana mengajarkan teknik pengolahan singkong dan rambutan menjadi makanan olahan dengan aneka rasa, awet dan kemasan yang menarik bernilai jual tinggi kepada masyarakat Kelurahan Cepoko ?2. Bagaimana mewujudkan terampil wirausaha melalui pembuatan aksesoris dari kain perca di kalangan ibu rumah tangga Kelurahan Cepoko ?3. Bagaimana memperkenalkan produk-produk yang dihasilkan warga kelurahan cepoko ?4. Bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan bagi semua tingkatan umur?5. Bagaimana membisakan masyarakat bergaya hidup sehat?6. Menciptakan kesadaran pada masyarakat tentang pentingnya melakukan pertolongan pertama pada cedera otot ?7. Bagaimana memberdayakan