Kitab Koas

download Kitab Koas

of 76

  • date post

    07-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    179
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Kitab Koas

Menguak Misteri Kamar Bius

Privated collection by.Kurniawan Shobri

1

Menguak Misteri Kamar Bius

Anestesi adalah seniLayaknya sebuah penerbangan, dokter anestesi adalah pilotnya. Keselamatan penerbangan berada di tangannya. Dan Layaknya dalam penerbangan saat-saat paling berbahaya Adalah saat take off (induksi) dan landing (akhir anestesi)

Jazakallah ila: Dr. Retna Utami, SpAn dr Okky Susianto, Sp.An dr Iwan, Sp.An Tim Penata Anestesi Pamuji H Muslim Junaidi Ahmad Faisal Ahmad Junaidi Hamdani Sardjito Saipul Rahman Sopian Hadi Isnaini Fitri Azis Muslim Nelly

PERINGATAN KERAS!! Seluruh materi dalam buku ini tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Siapa juga nyuruh membaca buku ini..

Privated collection by.Kurniawan Shobri

2

Menguak Misteri Kamar Bius

DAFTAR ISI

Bagaimana menyiapkan anestesi? Follow up anestesi Persiapan pre anestesi Premedikasi Prognosis ASA Teori-teori anestesi Stadium anestesi Urutan pelaksanaan anestesi umum Monitoring anestesi Obat-obatan anestesi Pasca-anestesi Pengelolaan di RR Komplikasi anestesi Anestesi lokal/ regional Terapi cairan Transfusi Terapi oksigen Resusitasi jantung paru Intubasi dan ekstubasi Aspirasi Shock Anestesi pada manula Anestesi pada pediatri Anestesi pada sectio caesarea Anestesi pada bedah darurat

3 5 6 9 11 12 13 15 16 17 24 26 27 29 33 42 47 49 53 57 59 62 63 66 68

Privated collection by.Kurniawan Shobri

3

Menguak Misteri Kamar Bius

BAGAIMANA MENYIAPKAN ANESTESI?Alat Anestesi Umum yang perlu disiapkan - Masker (sesuaikan dengan ukuran wajah pasien) - Laringoskop (terdiri atas holder dan blade. Pilih blade yang nomor 3 untuk pasien dewasa dengan ukuran sedang bila lebih besar pakai ukuran 4, untuk anak gunakan ukuran nomor 2. Jangan lupa untuk mencek lampunya apakah nyalanya cukup terang) - Endotracheal 3 ukuran (biasanya kita menyiapkan nomor 6, 6.5, 7) Untuk anak dengan BB di bawah 20 kg, ukuran ET digunakan rumus sebagai berikut: (umur +2)/2. misal hasilnya adalah 5 maka siapkan ukuran 4.5, 5, dan 5.5 Jangan lupa mencek ET dengan memompanya - Cuff (gunanya untuk memompa ET agar posisinya terfiksir) - Goedel 3 ukuran (3=hijau, 4 =kuning, 5=merah) - Hoarness dan Ring Hoarness (untuk memfiksir masker di wajah) - Stilet (kawat guide saluran nafas) - Jackson Rees (system pemompaan digunakan untuk pasien anak-anak) - Jelly - Precordial - Kapas alkohol - Plester - Xilocain pump - Naso (buat di hidung. Tidak selalu digunakan.. hanya pada keadaan tertentu) Sedangkan untuk Anestesi Spinal siapkan tambahan: - Spinocain (ada 3 ukuran. Siapkan nomor 25, 27, 29) - Spray alcohol - Betadin - Kassa steril - Bantal - Spuit 5 cc Obat-Obatan Anestesi Umum: (urutkan di atas meja sesuai urutan di bawah) 1. Sulfas Atropin 2. Pethidin 3. Propofol/ Recofol 4. Succinil Cholin 5. Tramus 6. Sulfas Atropin 7. Efedrin Obat untuk Anestesi Spinal: 1. Buvanest atau Bunascan 2. Catapress (kadang dokter tertentu menambahkannya untuk menambah efek buvanest)

Privated collection by.Kurniawan Shobri

4

Menguak Misteri Kamar BiusObat-obatan emergency yang harus ada dalam kotak emergency: 1. Atropin 2. Efedrin 3. Ranitidin 4. Ketorolac 5. Metoklorpamid 6. Aminofilin 7. Asam Traneksamat 8. Adrenalin 9. Kalmethason 10. furosemid (harus ada untuk pasien urologi) 11. lidocain 12. gentamicyn salep mata 13. Oxitocyn (untuk pasien obsgyn) 14. Methergin (untuk pasien obsgyn) 15. Adrenalin Administrasi 1. Laporan Anestesi 2. BAKHP Kelengkapan Kamar Operasi yang jadi tanggung jawab kita A. Mesin Anestesi - cek apakah halotan/isofluran dalam keadaan terisi penuh bila tidak, lakukan pengisian - pasang kabel mesin dan nyalakan - pasang pipa oksigen dan N2O - cek pompa oksigen, apakah dapat terpompa - cek apakah pipa pembuangan gas sudah terpasang dan terbuang di tempat yang tepat hal-hal yang penting diketahui: - aliran oksigen ada dua jalur, jangan sampai salah memilih jalurnya. Ada jalur untuk masker dan ada jalur untuk nasal - pembuangan udara akan melalui sodalime (batu-batu) yang berfungsi mengikat CO2. laporkan bila sodalime sudah berubah warna sangat tua) - monitor mesin penting untuk mengetahui keadaan nafas pasien kita. Minta ajarkan penata bagaimana membacanya. - Alat pengatur respirasi dari spontan ke kontrol B. Monitor Anestesi Pastikan minimal terpasang tensi dan saturasi C. Suction Cek apakah suction bekerja dengan baik D. Tangan Meja E. Bantal

Privated collection by.Kurniawan Shobri

5

Menguak Misteri Kamar Bius

FOLLOW UP ANESTESIS) KU :. Batuk/pilek (/...) Panas (..) Haid (wanita) (..) Gigi goyang/gigi palsu (/...) Alergi obat/makanan (/...) Riwayat operasi dengan bius umum sebelumnya (..) Riwayat HT/DM/Asma (/.../) TD : N : RR : T : BB : Rh/Wh : Hasil Lab Hb : Leu : Ht : PT/APTT: SGOT/PT: Ureum/Cr: A) P) sesuaikan lembar konsul Dr Sp.An/ DM. Perhatikan ketika anda follow up. Apakah telah terdapat resep buat anestesinya Apabila tidak ada. Cek apakah sudah diserahkan ke depoIV, cara menceknya dengan melihat dari kartu obat pasien kalau yakin belum maka jangan ragu untuk meresepkan. Biasanya resepnya adalah seperti ini: R/ IVFD RL No III IVFD NS No III WidaHES No I (dr. Oky .. harus FimaHES) Blood set No I Surflo no18 No I Pronalges suppNo II Inj Tomit No I Inj Ranitidin No I Inj Kalmethason No I Inj Ketorolac No I Spuit 3cc No II Spuit 5 cc No II S i.m.m . (Jangan lupa untuk WidaHES berikan BAKHPnya bila pasien Jamkesmas/ ASKES)

O)

Privated collection by.Kurniawan Shobri

6

Menguak Misteri Kamar Bius

PERSIAPAN PRE ANESTESIPersiapan praanestesi meliputi: 1. Mengumpulkan data 2. Menentukan masalah yang ada pada pasien sesuai data 3. Meramalkan kemungkinan penyulit yang akan terjadi 4. Melakukan persiapan untuk mencegah penyulit yang akan terjadi 5. Menentukan status fisik pasien 6. Menentukan tindakan anestesi Anamnesis - riwayat anestesi dan operasi sebelumnya. - riwayat penyakit sistemik (diabetes melitus, hipertensi, kardiovaskuler, TB, asma) - pemakaian obat tertentu, seperti antidiabetik, antikoagulan, kortikosteroid, antihipertensi secara teratur. Dua obat terakhir harus diteruskan selama operasi dan anestesi, sedangkan obat yang lain harus dimodifikasi. - riwayat diet (kapan makan atau minum terakhir. jelaskan perlunya puasa sebelum operasi) - kebiasaan-kebiasaan pasien (perokok berat, pemakai alkohol atau obat-obatan) - Riwayat penyakit keluarga Pemeriksaan Fisik berpatokan pada B6: 1. Breath keadaan jalan nafas, bentuk pipi dan dagu, mulut dan gigi, lidah dan tonsil. Apakah jalan nafas mudah tersumbat? Apakah intubasi akan sulit? Apakah pasien ompong atau menggunakan gigi palsu atau mempunyai rahang yang kecil yang akan mempersulit laringoskopi? Apakah ada gangguan membuka mulut atau kekakuan leher? Apakah ada pembengkakan abnormal pada leher yang mendorong saluran nafas bagian atas? Tentukan pula frekuensi nafas, tipe napas apakah cuping hidung, abdominal atau torakal, apakah terdapat nafas dengan bantuan otot pernapasan (retraksi kosta). Nilai pula keberadaan ronki, wheezing, dan suara nafas tambahan (stridor). 2. Blood Tekanan nadi, pengisian nadi, tekanan darah, perfusi perifer. Nilai syok atau perdarahan. Lakukan pemeriksaan jantung 3. Brain GCS. adakah kelumpuhan saraf atau kelainan neurologist. Tanda-tanda TIK 4. Bladder produksi urin. pemeriksaan faal ginjal 5. Bowel Pembesaran hepar. Bsing usus dan peristaltik usus. cairan bebas dalam perut atau massa abdominal? 6. Bone kaku kuduk atau patah tulang? Periksa bentuk leher dan tubuh. klainan tulang belakang? Pemeriksaan Laboratorium Dan Radiologi a. Pemeriksaan standar yaitu darah rutin (kadar hemoglobin, leukosit, bleeding time, clothing time atau APTT & PPT)Privated collection by.Kurniawan Shobri

7

Menguak Misteri Kamar Biusb. c. d. e. f. Pemeriksaan kadar gula darah puasa Liver function test Renal function test Pemeriksaan foto toraks Pemeriksaan pelengkap atas indikasi seperti gula darah 2 jam post prandial, pemeriksaan EKG untuk pasien > 40 tahun g. Pada operasi besar dan mungkin bermasalah periksa pula kadar albumin, globulin, elektrolit darah, CT scan, faal paru, dan faal hemostasis. Persiapan Penyulit yang Akan Terjadi Penyakit Kardiovaskular Resiko serius Terapi oksigen dan pemantauan EKG harus diteruskan sampai pasca operasi. Zat anestesi membuat jantung sensitive terhadap kerja katekolamin yang dilepaskan. Selanjutnya dapat terjadi kemunduran hemodinamik dan dapat terjadi aritmia, takikardi ventricular sampai fibrilasi ventricular. Pada pasien dengan gagal jantung perfusi organ menjadi buruk. Ambilan gas dan uap ihalasi terhalangi. Pada pasien hipertensi, terapi antihipertensi harus diteruskan sepanjang operasi. Bahaya hipertensi balik dengan resiko gangguan kardiovaskular setelah penghentian obat jauh lebih berat diandingkan dengan resiko karena meneruskan terapi. Penyakit Pernafasan Penyakit saluran nafas dan paru-paru mempengaruhi oksigenasi, eliminasi karbondioksida, ambilan gas-gas inhalasi dan meningkatkan insidens infeksi pascaoperasi. Bronkospasme berat yang mengancam jiwa kadang-kadang timbul pada pasien asma atau pecandu nikotin. Penundaan operasi elektif pada pasien yang menderita infeksi saluran nafas atas karena efek obat sedative dan atropine, dan penurunan respons imunologi yang terjadi karena anestesi umum dapat meningkatkan resiko infeksi dada pascaoperasi Diabetes Mellitus hampir semua obat anestesi bersifat meningkatkan glukosa darah. Penderita diabetes yang tidak stabil seharusnya tidak dianestesi untuk pembedahan elektif, kecuali jika kondisi bedah itu sendiri merupakan penyebab ketidakstabilan tersebut. Penyakit Hati Metabolisme obat-obatan anestesi akan terganggu akibat adanya gagal hati. Obat-obatan analgesic dan sedative juga menjadi memiliki masa kerja yang panjang karena metabolisme oleh otak juga berubah karena penyakit hati.