Tugas Koas Mata

download Tugas Koas Mata

of 31

  • date post

    23-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    89
  • download

    10

Embed Size (px)

description

mata

Transcript of Tugas Koas Mata

1

TUGAS UNTUK KOAS BARUSharania Manivannan

112014182

1. Gambarkan dan sebutkan bagian dari penampang sagital bola mata!

Bola mata1. Segmen anterior ( dibatasi oleh kornea jernih di depan, serta lensa dan penggantung lensa di belakang.

2. Segmen posterior ( terletak di belakang lensa.

3. Segmen panterior ( terbagi dua yaitu yang terletak antara lensa dan iris disebut kamera okuli posterior dan yang diantara iris dan kornea disebut kamera okuli anterior.

Dinding bola mata

Kornea

Merupakan dinding depan bola mata, berupa jaringan transparan dan avaskular (pemberian makan kornea melalui air mata terutama cairan aquous dan pembuluh darah limbus). Kornea melanjutkan diri sebagai sklera ke arah belakang dan perbatasan antara kornea dan sklera di sebut limbus. Kornea merupakan suatu lensa cembung dengan kekuatan refraksi bias sebesar 43 dioptri. Kornea berfungsi sebagai alat transmisi sinar sehingga berfungsi sebagai alat refraksi Perubahan kelengkungan dan kejernihan kornea dapat mengganggu penglihatan. Sklera Merupakan lanjutan ke belakang dari kornea. Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat melekatnya bola mata

Uvea

Uvea terdiri dari iris, badan silier dan koroid.

a. Iris

Iris berbentuk membran datar dan merupakan kelanjutan ke depan dari badan silier. Warna iris menentukan warna mata. Ditengah iris terdapat pupil yang penting untuk mengatur jumlah sinar yang masuk ke dalam mata. Garis tengah pupil normal adalah 3 hingga 4 mm. Pupil relatif lebar pada orang muda dan sempit pada bayi dan orangtua. Secara normal, pupil menyempit pada cahaya terang dan melebar pada cahaya redup atau gelap. Dan pupil akan menyempit jika kita melihat dekat dan melebar saat meliat jauh.

b. Badan silier

Merupakan bagian uvea yang terletak antara iris dan koroid. Batas belakang nya adalah orra serata. Badan silier banyak mengandung pembuluh kapiler dan vena dan badang silier lah yang menghasilkan cairan aquous.c. Koroid

Merupakan bagian uvea yang paling luas yang terletak antara retina dan sklera, terdiri atas anyaman pembuluh darah. Karena koroid banyak mengandung pembuluh darah dan retina jernih, maka koroid dapat dilihat dengan oftalmoskop.Retina

Retina melapisi dua per tiga dinding bagian dalam bola mata. Lapisan mata dari luar ke dalam yaitu sklera, lapisan koroid dan yang paling dalam retina. Lapisan nya transparan dan tebalnya 1 mm. Retina merupakan bagian dari otak karena embriologisnya berasal dari ari penonjolan otak.

Ruang dan isi bola mata

Terdiri dari kamera okuli anterior dan kamera okuli posterior. Cairan aquous di produksi oleh badan silier yaitu pada prosesus siliaris yang berjumlah 70-80 buah. Cairan ini berjalan dari KOP ke KOA, kemudian melewati trabekulum untuk menuju kanal Schlemm, kemudian menuju kanal kolektor , akhirnya sistem vena episklera untuk kembali ke jantung. Dengan demikian harus terdapat keseimbangan antara produksi cairan dan pembuangan nya agar tekanan bola mata normal. Tekanan bola mata (TIO) normal adalah 10-20 mmHg. TIO yang naik akan mendesak bagian dalam bola mat sehingga menimbulan kerusakan pada mata.Badan kaca

Merupakan bagian terbesar isi bola mata yaitu 4/5 dari is bola mata. Bada kaca bersifat transparan, tak berwarna dan konsistensi nya seperti gelatin dan avaskular. Berfungsi memberi bentuk bola mata dan merupakan salah satu media refrakta (media bias)Lensa mata

Lensa merupakan bangunan bikonveks tersusum oleh epitel yang mengalami diferensiasi yang tinggi. Lensa terdiri atas 3 bagian yaitu kapsul yang bersifat elastis, epitel yang merupakan asal serabut lensa, dan substansi lensa yang lentur. Lensa berfungsi sebagai alat media refrakta (alat dioptri). Media refrakta yang lain adalah kornea, cairan aquous dan badan kaca. Lensa normal memiliki indeks refraksi sebesar 1,4 di bagian sentral dan 1,36 di bagian tepi. Kekuatan bias lensa sekitar 20 dioptri. Lensa mengandung 65% air dan 35% rotein serta sejumlah mineral terutama kalium.

Adneksa

Alat tambahan meliputi palpebra, kelenjar air mata, dan saluran nya.

Otot-otota. Muskulus rektus superior : menggerakan mata ke atasb. Muskulus rektus inferior : menggerakkan mata ke bawahc. Muskulus rektus lateral : menggerakkan mata ke arah laterald. Muskulus rektus medial : menggerakkan mata ke arah mediale. Muskulus oblique superior : menggerakkan mata ke arah medial superiorf. Muskulus oblique inferior : menggerakkan mata ke arah medial inferior2. Gambarkan dan jelaskan lintasan penglihatan (visual pathway)!

Lintasan visual merupakan lintasan yang dilalui impuls saraf sejak dari terbentuknya bayangan di retina sampai terbentuknya kesadaran mengenai adanya obyek yang dilihat. Lintasan visual mencakup retina, saraf optic, khiasma optikum, traktus optikus, korpus genikulatum laterale, radiasio optika (traktus genikulokalkarina), korteks visual (area striata/area 17), dan tingkat kesadaran melihat.

Retina sebagai Film negative

Agar suatu obyek dapat dilihat maka harus terjadi bayangan di retina dan bayangan ini harus dapat dihantarkan ke otak, yaitu ke korteks visual di fissure kalkarina untuk selanjutnya disadari. Dengan demikian kita melihat obyek dengan mata dan dengan otak. Mekanisme melihat ini sangat rumit dan meliputi melihat bentuk, ruang dan warna. Bola mata merupakan suatu sistem kamera yang mempunyai sistem lensa, diafragma, dan film. Sebagai sistem lensanya adalah kornea, cairan akuos, lensa mata dan vitreum. Sebagai diafragma adalah palpebra dan pupil. Sebagai filmnya ialah retina.

Suatu obyek dapat terlihat paling jelas kalau cahaya dari obyek tepat jatuh pada retina, tepatnya di makula lutea. Dapat tidaknya cahaya dari jauh tak terhingga terfokus pada retina saat mata istirahat tergantung pada kekuatan refraksi mata dan panjang aksis bola mata. Apabila fokus tepat di retina, maka mata tersebut dikatakan emetrop. Apabila fokus jatuh di depan retina maka dikatakan miop, dan apabila fokus jatuh di belakang retina maka dikatakan hipermetrop. Jadi agar bayangan jelas, maka dibutuhkan media refrakta yang jernih dengan kekuatan refraksi yang cocok dengan panjang sumbu bola mata, serta retina sebagai penangkap bayangan yang baik.

Suatu obyek dapat dilihat jika obyek tersebut mengeluarkan cahaya atau memantulkan cahaya. Terjadinya bayangan di retina serta timbulnya impuls saraf untuk dikirim ke fissura kalkarina menyangkut perubahan kimia fotoreseptor di sel sel konus dan basilus. Bayangan yang terjadi di retina dibandingkan dengan obyeknya adalah lebih kecil, terbalik, hitam dan dua dimensi ( panjang dan lebar, atau datar) Nervus optikus

Bayangan dari retina akan dibawa mula mula oleh saraf optik untuk menuju fissura kalkarina. Satu nervus optikus tersusun kira kira oleh 1,2 juta axon yang berasal dari sel sel ganglion di retina. Yang disebut nervus optikus adalah serabut saraf yang terletak antara papil nervus optikus sampai khiasma optikum, sedangkan yang dari khiasma optikum sampai korpus genikulatum lateral disebut traktus optikus. Sebenarnya serabut saraf tadi sejak dari sel ganglioner sampai korpus genikulatum laterale adalah traktus dan bukan saraf tepi, dan memiliki sifat fisiologis maupun patologis sebagai traktus. Namun demikian nama nervus optikus tetap dipakai untuk menamai bagian saraf yang terletak antara papil N II dan khiasma optikum, walaupun sebenarnya ini salah. Yang merupakan nervus optikus yang sebenarnya hanyalah serabut saraf yang sangat pendek yang berupa sel bipolar yang terletak pada retina yang menghubungkan fotoreseptor dengan sel ganglioner.Nervus optikus memiliki panjang kira kira 50 mm dari bola mata hingga khiasma optikum dan dibagi menjadi empat bagian yaitu bagian intraokular ( disebut sebagai papil nervus optikus), bagian intraorbita, bagian intraosea, dan bagian intrakranial. Papil N II ( diskus optikus, optic disc, optic nerve head, atau bintik buta) merupakan tempat berkumpulnya serabut serabut saraf yang berasal dari sel sel ganglioner dari seluruh permukaan retina. Panjang papil saraf optik adalah 1 mm, dengan diameter 1,5 mm. Bentuk papil tergantung pada besarnya foramen skleralis posterior. Pada orang miopik, kanalis tadi besar sehingga papil tadi besar dan datar, dan terdapat cekungan yang lebih dalam. Pada mata hiperopik kanalis tadi lebih kecil sehingga papil tampak lebih menonjol. Hal ini disebabkan karena jumlah serabut saraf tiap orang relatif sama, sehingga pada mata miopik lubang yang dilewati adalah longgar dan pada mata hiperopik lubang yang dilewati lebih sempit sehingga pada mata hiperopik serabut sarafnya lebih berdesakan dan tampak seperti tergencet oleh kanalis skleralis dan tampak menonjol.Nervus optikus intraorbita panjangnya kira kira 20-30 mm, memanjang antara bola mata sampai foramen optikum, berbentuk huruf S dengan diameter 3-4 mm. Karena bentuknya seperti huruf S dan panjang, maka bola mata bisa bergerak bebas tanpa menyebabkan ketegangan nervus optikus. Nervus optikus intraosea adalah nervus optikus yang berjalan pada kanalis optikus, dan panjangnya kira kira 5 mm. Nervus optikus intrakranial merupakan bagian nervus optikus setelah keluar dari kanalis optikus ke kavum kranii sampai khiasma optikum, dan panjangnya kira kira 10 mm. Perlu ditekankan bahwa pada perjalanannya serabut saraf dalam nervus optikus sampai di korpus genikulatum laterale terjadi perubahan perubahan letak atau penataan yang rumit.Kiasma optikumUkuran anteroposterior khiasma kira kira 8 mm, dan ukuran kanan kirinya kira kira 12 mm, serta tingginya 4 mm. Khiasma optikum merupakan setengah silang (hemidekuassio) nervus optikus kanan dan kiri. Pada khiasma ini serabut saraf dari retina temporal tidak menyilang, sedangkan yang dari nasal mengadakan persilangan. Pada khiasma tidak terjadi pergantian neuron.Traktus optikus

Kedua traktus opti