Hipertensi Gestasional

Click here to load reader

  • date post

    14-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    81
  • download

    7

Embed Size (px)

description

hipertensi gestasional

Transcript of Hipertensi Gestasional

Hipertensi pada Kehamilan Trimester PertamaMartha Leonora Haryatmo [email protected] Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaAlamat Korespondensi Jl. Arjuna Utara No.6, Jakarta Barat 11510

AbstrakPada saat hamil tubuh wanita akan mengalami banyak perubahan di berbagai hal, salah satunya hormon. Tubuh akan beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Ketika tubuh tidak dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada kehamilan maka terjadilah masalah, salah satunya hipertensi pada kehamilan. Hipertensi pada kehamilan terbagi atas 5 kategori. Penyebab pasti dari mekanisme terjadinya hipertensi belum diketahui. Dalam pemberian obat kepada ibu hamil harus berhati hati

PendahuluanHipertensi disaat masa kehamilan adalah penyakit yang perlu diwaspadai, pengertian dari hipertensi tersendiri adalah peningkatan tekanan darah yang sitolik nya lebih dari 140 dan diastoliknya lebih dari 90. Kejadian hipertensi pada kehamilan ini banyak faktor yang mempengaruhi diataranya dari faktor hipertensi dari esensial yang meliputi seperti dari genetik, gaya hidup seperti merokok, konsumsi alcohol, dll. Tidak hanya dari faktor esensial tetapi juga dari faktor hipertensi sekunder yaitu dari masalah penyakit ginjal seperti gloronefritis, dll. Hipertensi dalam kehamilan ini terbagi menjadi beberapa klafisikasi, diantaranya ada hipertensi kronis, hipertensi gestasional, hipertensi kronis dengan preeklamsia, dan hipertensi eklamsia. Biasanya pada hipertensi dalam kehamilan ini, kebanyakan tidak menimbulkan gejala. Pengobatan pada hipertensi dalam kehamilan ini sangat perlu diperhatikan, karena ada beberapa obat yang memberikan efek samping yang menggangu dalam masa kehamilan, contohnya seperti obat - obat yang mengandung angiotensin, biasanya obat itu sangat di kontraindikasi kan pada wanita hamil.

PembahasanSkenarioSeorang perempuan usia 30 tahun dating ke poliklinik UKRIDA dengan keluhan sakit kepala dan tengkuk terasa berat. Pemeriksaan fisik : TD: 140/100 mmHg, nadi 84x/menit, suhu 36,8C, nafas 22x/menit. Hamil 14 minggu G1P0A0. Pemeriksaan Cor, Pulmo dan Abdomen dalam batas normal.AnamnesisPeningkatan tekanan darah umumnya dijumpai pada kunjungan antenatal rutin. Namun, dapat dijumpai gejala-gejala awalnya, seperti bertambahnya edema secara mendadak di daerah-daerah yang tidak menggantung, misalnya wajah, kelopak mata dan tangan. Sindrom terowongan karpal awitan cepat serta pertambahan berat badan secara mendadak (>2,5-3 kg/minggu) harus membuat dokter waspada serta mencari tanda dan gejala pre-eklampsia lainnya. Nyeri kepala dan gangguan pencernaan umum dijumpai dalam kehamilan, tetapi gejala-gejala yang tidak hilang dengan terapi biasa perlu dipantau lebih ketat. Riwayat gangguan penglihatan umumnya tidak terlalu bisa bisa diandalkan sebagain indikator pre-eklampsia. Sensitivitas deteksi penyakit akan lebih baik apabila prevalensinya lebih tinggi sehingga pencaian akan faktor risiko harus dilaksanakan pada pemeriksaan awal. Faktor risikonya meliputi riwayat keluarga, nuliparitas, koitus pada kehamilan 140 mmHg, diastolik >90 mmHg), periksa pada kedua lengan, dan kecuali sangat berat, periksa ulang setidaknya dalam tiga kesempatan terpisah sebelum berpikir uuntuk memberikan pengobatan. Harus digunakan manset yang besar pada 10% populasi dengan lingkar lengan lebih dari 33 cm. Fase V diastolik (saat suara menghilang) harus dicatat dengan mencantumkan keterangan postur pasien dan lengan mana yang diukur. Hipertensi ringan atau sedang biasanya tak menunjukan kelainan pada pemeriksaan fisik. Pada hipertensi yang sudah berlangsung lama atau berat cari tanda-tanda LVH dengan murmur ejeksi aorta dan suara tambahan aorta yang keras. Fundus optik bisa menunjukan tanda retinopati disertai penyempitan arteri dan penyempitan arteri dan pennyempitan arteriovena (menunjukan aterosklerosis), perdarahan dan eksudat. Adanya edema papil merupakan tanda hipertensi maligna.Sepuluh persen pasien memiliki penyebab dasar yang bisa ditentukan: adalah esensial untuk tidak melupakan penyebab yang lebih jarang ini. Amati wajah untuk mencari-cari tanda sindrom cushing, biasanya disebabkan karena pemberian steroid. Periksa adanya koarktasio aorta, raba kedua arteri radialis dan ukur tekanan darah dikedua lengan. Cari adanya keterlambatan radialis-femoralis, denyut femoralis yang lemah, bising pada koarktasio dan anastomosis skapular yang bisa menyebabkan pulsasi yang kuat angkat. Dengarkan adanya bising epigastrik atau paraumbilikal yang merupakan tanda stenosis arteri renalis. Raba ginjal untuk mencari ginjal polikistik. Pikirkan penyakit ginjal kronis, feokromositoma (jarang), dan hiperaldosteronisme primes ( sangat jarang).2Pemeriksaan PenunjangUrinalisisUrinalisis adalah Tesini merupakansalah satutesyang seringdiminta olehparaklinisi.Tesurinmenjadi lebih populer karenadapatmembantu menegakkan diagnosis, mendapatkaninformasi mengenaifungsi organ danmetabolismetubuh.Selain itu tesurin dapat mendeteksi kelainan yang asimptomatik ,mengikuti pejalanan penyakit dan hasil pengobatan. Dengan demikian hasiltesurin haruslahteliti ,tepat dan cepat. Jadi bila terdapat protein (+) dalam kasus ini, berarti diagnosisnya akan lebih mengarah ke hipertensi pre-eklamsia ataupun hipertensi eklampsia.3Pemeriksaan HematologiPemeriksaan darah lengkapPada pemeriksaan darah lengkap dengan kasus hipertensi ini biasanya lebih di perhatikan pada trombositnya.1. Volume plasmaPada keadaan hipertensi dalm kehamilan terjadinya penurunan volume plasma sesuai dengan beratnya penyakit. Terjadinya penurunan volume plasma sebesar 30%-40% dari nilai normal, bahkan ada beberapa peneliti yang melaporkan terjadinya penurunan volume plasma jauh sebelum munculnya manifestasi klinik hipertensi. Volume plasma diukur dengan cara : penderita tidur posisi miring ke kiri selama 30 menit, diambil 10 cc darah kemudian tambahkan dengan 3 ml Evans dye blue selanjutnya dicampur dengan 10 ml NaCL. Setiap 10 menit diambil darah untuk 3 sampel kemudian disentrifus untuk memisahkan serum. Sampel darah kemudian dibandingkan dengan serum kontrol yang mempunyai ukuran 620 nm, dengan mempergunakan spektofotometer Beckman Acta C III. Hasil yang didapat dimasukkan ke dalam rumus: Dye injected (ug)Volume Plasma ( ml) = -------------------------------- Konsentrasi dye ( ug/ml ) 2. Kadar hemoglobin dan hematokritPengurangan volume plasma pada preeklampsia tampak pada kenaikan kadar hemoglobin dan hematokrit. Murphy dkk menunjukkan bahwa pada wanita hamil terdapat korelasi yang tinggi antara terjadinya preeklampsia dan kadar Hb. Mereka mendapatkan pada primigravida frekuensi terjadinya hipertensi dalam kehamilan 7% bila kadar Hb < 10.5 gr% sampai 42% bila kadar Hb > 14.5% gr%. Gerstner menyatakan adanya hubungan langsung antara nilai Ht dengan indeks gestosis. Indeks gestosis > 7 selalu disertai Ht > 37%, dan dikatakan ada korelasi antara hematokrit dan progesivitas penyakit.33. Kadar trombosit dan fibronectinRedman menyatakan bahwa hipertensi dalam kehamilan didahului oleh menurunnya trombosit sebelum tekanan darah meningkat, dan trombositopeni merupakan tanda awal hipertensi dalam kehamilan. Dikatakan trombositopenia bila kadar trombosit < 150.000/mm3. Bukti adanya kelainan proses koagulasi dan aktivasi platelet pertama kali didapatkan pada tahun 1893 dengan ditemukannya deposit fibrin dan trombosit pada pembuluh darah berbagai organ tubuh wanita yang meninggal karena eklampsia.3Kelainan hemostatik yang paling sering ditemukan pada penderita preeklampsia adalah kenaikan kadar faktor VIII dan penurunan kadar anti trombin III. Pada penderita hipertensi dalam kehamilan didapatkan peningkatan kadar fibronectin. Fibronectin merupakan glikoprotein pada permukaan sel dengan berat molekul 450.000, disintesis oleh endotel dan histiosit. Kadar normalnya dalam darah 250-420 ug/ml, biasanya berkonsentrasi pada permukaan pembuluh darah. Fibronectin akan dilepaskan ke dalam sirkulasi bila terjadi kerusakan endotel pembuluh darah. Keadaan ini memperkuat hipotesis bahwa kerusakan pembuluh darah merupakan dasar patogenesis terjadinya hipertensi dalam kehamilan. Bellenger melaporkan peningkatan kadar fibronectin sebagai tanda awal preeklampsia pada 31 dari 32 wanita dengan usia kehamilan antara 25-36 minggu. Kadar fibronectin meningkat antara 3,6 1,9 minggu lebih awal dari kenaikan tekanan darah atau proteinuria. 3Pemeriksaan Biokimia1. Kadar KalsiumBeberapa peneliti melaporkan adanya hipokalsiuria dan perubahan fungsi ginjal pada pasien preeklampsia. Perubahan-perubahan tersebut terjadi beberapa waktu sebelum munculnya tanda-tanda klinis. Hal ini terlihat dari perubahan hasil tes fungsi ginjal. Rondriquez mendapatkan bahwa pada umur kehamilan 24-34 minggu bila didapatkan mikroalbuminuria dan hipokalsiuria ini dideteksi dengan pemeriksaan tes radioimunologik.33. Kadar - Human Chorionic Gonadotrophin (-hCG)Beberapa peneliti melaporkan bahwa kadar hCG meningkat pada penderita preeklampsia. Sorensen dkk melaporkan bahwa wanita hamil trimester II dengan kadar -hCG > 2 kali nilai rata-rata mempunyai risiko relatif 1,7 kali lebih besar untuk mengalami preeklampsia dibandingkan dengan wanita yang mempunyai kadar -hCG < 2 kali nilai rata-rata. Terakhir Miller dkk melaporkan bahwa peningkatan kadar -hCG pada kehamilan 15-20 minggu memprediksi timbulnya preeklampsia terutama preeklampsia berat. Namun hingga saat ini pemeriksaan kadar preeklampsia masih terbatas. 3UltrasonografiDalam 2 dekade terakhir ultrasonografi semakin banyak dipakai alat penunjang diagnostik dalam bidang obstetri. Bahkan dengan perkembangan teknik Doppler dapat dilakukan pengukuran gelombang kecepatan aliran darah dan volume aliran darah pada pembuluh darah besar seperti arteri uterina dan arteri umbilikalis. Pada wanita penderita hipertensi dalam kehamilan sering ditemuka