Tumor Trofoblas Gestasional

Click here to load reader

  • date post

    19-Feb-2015
  • Category

    Documents

  • view

    39
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Tumor Trofoblas Gestasional

Tumor Trofoblas Gestasional (TTG) adalah keganasan yang terjadi pasca suatu kehamilan, baik berupa kehamilan aterm, ektopik, abortus maupun mola hidatidosa. Yang terbanyak adalah pasca mola. TTG adalah terjemahan dari Gestational Trophoblastic Tumor, yaitu istilah yang digunakan oleh WHO. Kemudian International Society for the Study of Trophoblastic Disease (ISSTD) dan FIGO, menggunakan istilah Gestational Trophoblastic Neoplasm (GTN). Ada berbagai klasifikasi TTG, antara lain yang banyak digunakan adalah :Persistent Trophoblastic Disease = TTG Klinik Invasive Mole = Mola Invasif Choriocarcinoma = Koriokarsinoma Placental Site Trophoblastic Tumor (PSTT)

Yang dimaksud dengan TTG Klinik adalah keganasan yang diagnosisnya dibuat tidak berdasarkan pemeriksaan histologis, melainkan berdasarkan klinis, laboratoris dan pencitraan. Sedangkan tiga jenis lainnya, semuanya dibuat berdasarkan hasil PA.Walaupun diagnosisnya lebih tepat, tetapi biasanya penderita kehilangan salah satu organ vitalnya, yaitu uterus. TTG Klinik lebih disukai oleh para SpOG karena sifatnya yang non operatif, sehingga kemungkinan untuk mempertahankan fungsi reproduksi lebih besar. Secara epidemiologi, penyakit ini harus dianggap penting untuk Indonesia, oleh karena prevalensinya yang tinggi, faktor risko yang banyak, penyebaran yang hampir merata dan prognosis yang masih buruk. Oleh karena itu, setiap SpOG, di manapun mereka bertugas, wajib mengenalnya, dan sejauh mungkin mampu mengelolanya. Dibandingkan dengan jenis onkologi reproduksi lainnya, TTG memunyai kekhususan, yaitu :Sering terjadi pada perempuan muda dengan paritas rendah, sehingga upaya untuk mengobati dan mempertahankan fungsi reproduksi, menjadi satu keharusan. Mempunyai masa laten yang dapat diukur dan mempunyai nilai prognostik Mempunyai petanda tumor yang spesifik, yaitu hCG, yang mempunyai nilai diagnostik dan prognostik. Dapat diobati secara tuntas, tanpa kehilangan fungsi reproduksi, walaupun termasuk risiko tinggi. Sering memberikan gejala non ginekologi, seperti sesak nafas atau batuk darah, karena metastasis ke paru, atau gejala neurologi, akibat penyebaran ke otak atau susunan syaraf pusat. Prognosis tidak ditentukan oleh jauhnya penyebaran, tetapi oleh Skor Faktor Risiko FIGO.

Diagnosis Diagnosis TTG tergantung kepada jenis kehamilan sebelumnya (antecedent pregnancy). Pada TTD pasca mola, diagnosis dapat dibuat dengan memperhatikan kurva regresi hCG. Biasanya, kadar hCG pasca evakuasi mola akan kembali normal (