Gestasional Diabetes

download Gestasional Diabetes

of 22

  • date post

    12-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    60
  • download

    8

Embed Size (px)

description

portofolio

Transcript of Gestasional Diabetes

PORTOFOLIO KASUS MEDIK (OBSGYN) GESTASIONAL DIABETES

Oleh: dr. Putu Teja Laksana Nukana

Pembimbing:dr. Tonny Ertiatno, Sp.OG (K) Pendamping:dr. Kurniati, Sp.KK

RSUD IBNU SINA KABUPATEN GRESIK MEI 2015

No. ID dan Nama Wahana : RSUD Ibnu Sina

Topik : Medik ( OBSGYN )

Tanggal Kasus : 16 Desember 2014

Nama Pasien : Ny. S / 34 thnNo. RM : 339xxx

Tanggal Presentasi : Pendamping : dr. Kurniati, Sp.KK

Tempat presentasi : RSUD Ibnu Sina Gresik

Obyektif Presentasi :

Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan pustaka

Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa

Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil

Deskripsi : Pasien dengan permasalan obsgyn

Tujuan : Mengetahui pemeriksaan, diagnostik, dan tatalaksana awal pasien gestasional diabetes

Bahan bahasan Tinjauan Pustaka Riset Kasus Audit

Cara membahas Diskusi Presentasi & diskusi E-mail Pos

Data Pasien Nama : Ny. S Umur : 34 tahunAlamat: Menganti - GresikNo. Registrasi : 339xxx

1. Keluhan Utama: Mudah LelahAnamnesis (Autoanamnesis):Pasien datang ke poli hamil RSUD Ibnu Sina untuk kontrol rutin kehamilannya. Pasien mengeluhkan dia sering merasa lelah, bahkan setelah aktivitas rutin, seperti memasak, menyapu, dll. Pasien juga sering merasa haus dan sering merasa buang air kecil. Frekuensi buang air kecil meningkat namun jumlah sekali buang air kecil biasa saja.

2. Riwayat Penyakit Dahulu: Riwayat DM disangkal Riwayat HT disangkal Riwayat Asma disangkal Riwayat penyakit jantung disangkal

3. Riwayat Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

4. Riwayat Pengobatan: -

5. Riwayat keluarga : Tidak ada keluarga pasien yang mengalami hal yang sama

6. Riwayat Menstruasi : Hari pertama haid terakhir: 11 Maret 2014 Taksiran persalinan: 18 Desember 2014 Pasien mengalami menstruasi pertama kali pada usia 15 tahun dengan siklus teratur 28 hari, lama menstruasi 4-5 hari, keluhan saat menstruasi disangkal

6. Riwayat Perkawinan : Pasien menikah satu kali dengan suami yang sama kurang lebih 3 tahun

7. Riwayat Kehamilan : 1. Abortus, umur kehamilan 1 bulan, April 20122. Abortus, umur kehamilan 1,5 bulan, Mei 20133. Hamil ini

8. Riwayat ANC : Pasien kontrol dibidan sebanyak 5 kali selama kehamilan. Tes PPT dikerjakan dan hasilnya positif pada bulan April 2014 setelah pasien telat haid 1 bulan. Pasien juga memeriksakan kandungannya ke poliklinik kebidanan dan kandungan RSUD Ibnu Sina, dan dilakukan USG sebanyak 5x.

9. Riwayat Kontrasepsi : Pasien menggunakan kontraspesi berupa pil kombinasi

10. Pemeriksaan Fisik: Keadaan Umum : baik Tinggi Badan : 155 cm BB: 75 kg Kesadaran/ GCS : CM / 4-5-6 T ensi : 130/80 mmHg-RR : 20 x/mnt Nadi : 92 x/mnt, reg-Temp : 36,5 oC Status General: Kepala : A(-)/I(-)/C(-)/D(-) Cloasma gravidarum (-) Leher: Pembesaran KGB (-) Thorax: Pulmo : Vesikuler/vesikuler; Rh -/-; Wh -/- Cor : S1S2 tunggal reg; Murmur (-); Gallop (-) Abdomen : cembung , simetris Striae albican(+), striae gravidarum (+) Extermitas: AH +/+ ; Edema -/-; CRT < 2dtk +/+ -/- Status Obstetrik : I: TFU 1 jari di bawah processus xipoideus teraba bagian besar bayi bulat, keras, batas tegas, melenting kesan: kepala II: teraba bagian janin keras memanjang sebelah kiri ibu kesan : Punggung kiri III :Teraba bagian besar janin lunak, tidak melenting, batas tidak tegas.Kesan: bokong IV: konvergen TFU : 37cm His : (-) DJJ : 13-12-13 Doppler 158x/menit VT : Tidak dilakukan

USG Tanggal 16-12-2014 T/H/kepala BPD ~ 39-40 minggu Punggung Kiri AC ~ 39-40 minggu FL ~ 39-40 minggu TBJ = 4000g TP = 18-12-2014 UK = 39-40 minggu Plasenta di fundus, grade II-III Ketuban cukup

Darah Lengkap ParameterHasil 16/12/2014Hasil 17/12/2014RujukanUnit

WBC6,98,74,10 10,20K/L

RBC4,624,713,80 6,50M/L

HGB13,71411,5 18,0g/dL

HCT40,641,437,0 54,0%

PLT328340150 400K/L

GULA DARAH ParameterHasil 16/12/2014Hasil 17/12/2014RujukanUnit

GD puasa32424580 100mg/dl

GD 2 jam PP33630480 140mg/dl

TTGO 220140-200Mg/dl

Urinalisis (17/12/2014) ParameterHasil

Warnakuning

BauKhas

LeukositNegatif

pH6,0

Protein+1

GlukosaNegatif

BilirubinNegatif

UrobilinogenNegatif

KetonNegatif

NitritNegatif

EritrositNegatif

KristalNegatif

CastNegatif

BakteriNegatif

Rencana Terapi MRS SC elective 18 Desember 2014

Rencana Monitoring Observasi keluhan, tanda vital

Rencana Edukasi KIE keluarga tentang keadaan pasien KIE keluarga mengenai tindakan yang akan dilakukan KIE keluarga mengenai rencana perawatan pasien

Follow Up Pasien17 Desember 2014

SSakit perut hilang timbul (-) , keluar air ketuban (-)

OStatus Present:KU : BaikTD : 110/80 mmHgRR : 20x/menitN : 80x/menitTax: 36CSt. General :Mata : anemis -/-, ikterik -/-Thoraks: Jantung : S1S2 tunggal, reguler, murmur (-) Paru : vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/-Abdomen: Sesuai status obstetriEkstremitas: Akral hangat: ekstremitas atas +/+ekstremitas bawah +/+ Oedem : ekstremitas atas -/-ekstremitas bawah -/-St. Obstetri :Abdomen Inspeksi: distensi (-) Auskultasi: Bising Usus (+) normal Palpasi: TFU 1 jari bpx, his (-), DJJ : 156xVaginaInspeksi: Perdarahan aktif (-)

AG3P0020, 39-40 mgg T/H/letkep + makrosomia + ROB + DM Gestational + TBJ 4000g

P- Informasikan hasil pemeriksaan- Persiapkan SC besok- RCI- Monitoring: Keluhan, Vital sign

18 Desember 2014

SPasien datang dari ruang OK pusing (-), mobilisasi (-), nyeri (+) post op, perdarahan aktif (-), flatus (-), BAB/BAK (-/terpasang kateter dengan volume 200cc), Gula darah post SC : 156 mg/dl

OSt. Present :KU baik Kesadaran : CMTD : 110/80 mmHg RR : 20x/mntN : 80 x/mnt Tax : 36,5CSt. General :Mata : anemis -/-, ikterik -/-Thoraks: Jantung : S1S2 tunggal, reguler, murmur (-) Paru : vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/-Abdomen: Sesuai status obstetriEkstremitas: Akral hangat: ekstremitas atas +/+ekstremitas bawah +/+ Oedem : ekstremitas atas -/-ekstremitas bawah -/-St. Obstetri :Abdomen Inspeksi: distensi (-), luka op (+) terawat Auskultasi: Bising Usus (+) normal Palpasi: TFU 2 jari di bawah pusat VaginaInspeksi: Perdarahan aktif (-)

AP1021 post SC hari 0 ec ROB + makrosomia + DM Gestasional

PObservasi 2 jam post partumMonitoring: Keluhan, Vital sign

V. ASSESSMENT G3P0020, 39-40 mgg T/H/letkep + makrosomia + ROB + DM Gestational + TBJ 4000g

VI. PLANNING Konsul gizi dan interna Monitor dan kontrol teratur Cefazolim 2x1 Asam Mefenamat 3x500 Sulfas ferosus 1x200 Drip oxytocin

BAB IPENDAHULUAN

Definisi diabetes mellitus gestational (GDM) menurut World Health Organization (WHO) dengan sedikit modifikasi yang telah dilakukan oleh American Diabetes Association (ADA), adalah intoleransi glukosa pada waktu kehamilan, pada wanita normal atau yang mempunyai gangguan toleransi glukosa setelah terminasi kehamilan. Estimasi kasus diabetes mellitus berdasarkan prevalensi global pada tahun 1995 adalah kira-kira 135 juta orang manakala projeksinya ke tahun 2025 akan menunjukkan angka peningkatan yaitu kira-kira 300 juta. Kira-kira 135.000 wanita hamil yang mengalami GDM setiap tahun yaitu kira-kira 3-5%. Bagi data statistik bagi kasus GDM di Indonesia, penulis tidak bisa mendapat datanya karena tidak ada penelitian yang sahih telah dilakukan di negara Indonesia mengenai GDM.Faktor risiko dapat mempengaruhi insidensi GDM. Menurut data skrining dan diagnosis GDM yang dikeluarkan oleh ADA,2008 Standard of Medical Care, pada wanita ras Hispanik, Afrika, Amerika, Asia Timur dan Asia Selatan mempunyai risiko mendapat GDM berada di kategori sedang. Mereka perlu melakukan tes gula darah pada kehamilan 24-28 minggu. Ditambah lagi, risiko mendapat GDM pada ibu hamil yang umurnya kurang dari 21 tahun adalah 1%, lebih dari 25 tahun adalah 14%, umur ibu diantara 21-30 tahun adalah kurang dari 2% dan pada ibu yang umurnya lebih dari 30 tahun adalah 8-14% mengikuti statistik yang didapatkan dari buku Diabetology of Pregnancy, oleh M.Porta,F.M. Matschinsky Vol 17 dengan tahun publikasi 2005. Dengan ini, kita bisa merangkupkan wanita di Negara Asia atau di Negara Indonesia sendiri mempunyai risiko untuk mendapat GDM dan pada lingkupan usia lebih dari 25 tahun mempunyai risiko tinggi mendapat GDM.Teknik skrining dianjurkan bagi semua wanita hamil menurut American Diabetes Association (2005) dengan memberikan pasien dengan 50g beban glukosa oral, dan kadar gula darahnya diperiksa 1 jam kemudian. Bila kadar glukosa plasma lebih dari 140mg/dl maka perlu dilanjutkan dengan tes toleransi glukosa 3 jam. Tes ini cukup efektif untuk mengidentifikasikan wanita dengan diabetes gestational. Tes toleransi glukosa oral adalah tes di mana pasien diberikan 100g beban glukosa oral, kemudian diperiksa kadar gula darahnya dengan hasil pada pasien normal. Standar-standar pengukuran kadar gula darah yang telah ditentukan oleh American Diabetes Association adalah pada keadaan puasa ialah < 95mg/dl, pada jam pertama ialah 126 mg / dl (7,0 mmol / l) atau glukosa plasma santai> 200 mg / dl (11,1 mmol / l) memenuhi ambang batas normal untuk diagnosis diabetes, dan dapat dikonfirmasi pada hari seterusnya, maka tidak perlu untuk lakukan test menentukan kadar glukosa yang lain. Maka bagi pasien tidak menunjukan sebarang tanda hiperglikemia, evaluasi untuk GDM pada wanita dengan karakteristik risiko sedang atau risiko tinggi harus mengikuti salah satu