Fix Fix Laporan Kunlap.doc -Oke

download Fix Fix Laporan Kunlap.doc -Oke

of 20

  • date post

    10-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    0

Embed Size (px)

description

urologi

Transcript of Fix Fix Laporan Kunlap.doc -Oke

BAB 1

LATAR BELAKANGI. Gambaran Umum Wilayah Komunitas

1.1 Pasar Burung Pramuka

Pasar burung terbesar di Asia Tenggara ini terletak di daerah Matraman, Jakarta Timur. Lokasinya sangat strategis di Jalan Pramuka Raya Ps. Pramuka Kelurahan Pal Meriam Kecamatan Matraman, sehingga tak sulit untuk menjangkau daerah tersebut, karena banyak transportasi umum yang lewat di depan Pasar burung yang dibangun pada tahun 1975 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin.

Gambar 1.1 Peta Wilayah Pasar PramukaDi pasar ini banyak para pedagang menjual obat-obatan kimia dan tradisional untuk mengobati penyakit dan kesehatan. Di samping lokasi pasar yang sejak lama berdiri ini juga terkenal dengan pasar hewan nya, terutama jenis unggas serta menjual pakan unggas dan ternak. Beragam nya jenis unggas yang dijual di Pasar Pramuka dari unggas jenis burung hias dan burung kicau, kemudian pengunjung yang datang menyebutnya sebagaiPasar Burung. Dinamakan Pasar Pramuka di daerah ini juga terdapat nama jalan dengan istilah kepramukaan.

Lokasi di sekitar pasar pramuka kurang kondusif dikarenakan lalu lintas yang padat di sekitar lokasi pasar dan lahan parkir yang tidak memadai untuk pengunjung pasar. Di sebelah kiri pasar terdapat Kali Baru yang alirannya tidak lancar dan terdapat banyak sampah yang sempat menjadi masalah karena merupakan salah satu penyebab banjir karena limbah dari pasar burung. Kawasan Pasar Pramuka sendiri menurut Walikota, merupakan salah satu titik penilaian Piala Adipura. Maka sangat disayangkan bila lingkungan disekitar pasar tersebut tidak dijaga, mengingat Jakarta Timur pada tahun 2013 lalu berhasil meraih Piala Adipura.

Kondisi pasar lumayan ramai dan terawat, para pedagang di pasar burung pramuka juga terkesan ramah. Kebanyakan dari penjual unggas disana adalah orang yang tinggal disekitar kawasan pasar dan mereka setiap harinya berada dilokasi penjualan unggas dan bertanggung jawab sebagai penjaga kebersihan pasar dan ketertibannya.1.2 Komunitas Penjual di Pasar Burung Pramuka

Pasar Pramuka yang telah berusia sekitar 29 tahun. Pasar Pramuka dikenal sebagai pasar dengan jumlah pedagang obat dan burung terbesar di Jakarta. Jumlah kios obat di pasar ini sebanyak 403, sedangkan kios burung sekitar 250. Jenis burung yang dapat dijumpai di pasar burung pramuka ini ialah Parkit dan Kenari. Jenis pertama memiliki warna hijau terang, kontras dengan jenis kedua yang berwarna kuning cerah. Kenari yang diimpor dari Taiwan juga punya banyak penggemar karena bentuk tubuhnya yang agak bulat. Kenari jenis ini dijual seharga Rp 400.000-800.000perekornya.

Ada pula burung jenis Kacer, Dara Hijau, Rica Jenggot, dan Merpati. Pasar ini juga memiliki beberapa jenis burung Jalak seperti Jalak Putih, Jalak Duren, dan Jalak Nias. Beberapa burung lokal dijual cukup mahal, seperti Cucakrawa (Rp 5 juta), Murai asal Medan (Rp 4 juta), dan Anis Merah (Rp 3 juta).

Rata-rata penjual burung di Pasar Pramuka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi sebagian besar penjaga pasar berasal dari sekitar wilayah pasar pramuka, kebersihan di area kios sudah lumayan terjaga, hanya saja suasananya lumayan ramai.

2. Gambaran Umum Komunitas

2.1 Bapak MantoUsiaJenis KelaminPendidikan TerakhirStatus PernikahanAgama

42Laki-lakiSMAMenikahIslam

Bapak Manto tinggal di daerah belakang Pasar Pramuka, beliau sudah berjualan di pasar pramuka sekitar15 tahun yang lalu. Berjualan mulai pukul 5 pagi sampai jam 4 sore, kegiatan sehari hari pak Manto selain berjualan ialah membersihkan kotoran unggas, memberi makan dan memandikan unggas setiap harinya. Pak Manto tidak suka menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan kotoran burung. Dan Pak Marto tidak mengetahui akan fungsi masker terhadap kesehatan maka dari itu Pak Marto tidak menggunakan masker. Selain berjualan unggas pak Manto juga menjual makanan burung. Beliau memiliki kebiasaan makan dirumah menggunakan tangan dan jarang mencuci tangan sebelum makan dan menggunakan alas kaki sandal setiap harinya. Di sekitar kios terdapat toilet dengan air yang selalu mengalir dan ditampung menggunakan ember dan limbah unggas pun dibuang ke tempat khusus pembuangan kotoran unggas. Pak Manto tidak memvaksin burung yang dijualnya dan sebelumnya kurang mengetahui bahwa burung yang dijualnya sudah divaksin atau belum, beliau hanya tinggal menjual burung tersebut di Pasar Pramuka. Pak Manto sering mengeluh batuk dan demam.Area Masalah

Masalah non- medis: a. Perilaku tidak mencuci tangan sebelum makan b. Perilaku tidak memvaksin burung yang dijualnya c. Perilaku tidak menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan kotoran burung

Masalah medis: a. Batuk dan demam

2.2 Bapak AgusUsiaJenis KelaminPendidikan TerakhirStatus PernikahanAgama

21Laki-lakiSMPBelum MenikahIslam

Bapak Agus tinggal di daerah Matraman yaitu di sekitar Pasar Pramuka, beliau sudah berjualan di pasar pramuka sekitar 5 bulan.

Bapak Agus biasanya berjualan mulai membuka kiosnya dari pagi sampai sore, kegiatan sehari hari pak Agus selain berjualan ialah memberi makan burung, membersihkan kotoran burung dan membersihkan kiosnya jika sudah tampak kotor dan setelah membersihkan kandang biasanya pak Agus malas mencuci tangan karena lokasi kamar mandi yang jauh. Saat membersihkan kotoran burung beliau tidak menggunakan sarung tangan dan masker. Bapak Agus malas memakai masker walaupun beliau tahu manfaat masker terhadap kesehatan. Beliau hanya menjual burung saja dan tidak menjual jenis unggas lainnya. Beliau memiliki kebiasaan makan di Kantin sekitar pasar dan mencuci tangan jika ingat sebelum makan. Beliau menggunakan alas kaki sandal hampir setiap harinya. Disekitar kios terdapat toilet dengan air yang selalu mengalir dan terdapat tampungan air di dekat kiosnya untuk minum unggas di Pasar dan limbah unggas pun dibuang ke tempat khusus pembuangan kotoran unggas. Menurutnya, burung yang beliau jual sudah di vaksin. Pak Agus sering mengeluhkan batuk dan demam yang berulang.Area Masalah Masalah non- medis : a. Perilaku jarang mencuci tangan sebelum makan

b. Perilaku tidak menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan kotoran burung Masalah medis : a. Batuk dan demam

2.3 Bapak HasanUsiaJenis KelaminPendidikan TerakhirStatus PernikahanAgama

42Laki-lakiSMAMenikahIslam

Bapak Hasan tinggal di daerah sekitar Pasar Pramuka, beliau sudah berjualan di pasar pramuka sekitar 8 tahun.

Bapak Hasan mulai berjualan sekitar pukul 5 pagi sampai magrib, kegiatan sehari hari pak Hasan selain berjualan ialah memberi makan burung, membersihkan kotoran burung dan membersihkan kiosnya tiga kali sehari. Saat membersihkan kotoran burung beliau tidak menggunakan sarung tangan dan masker. Bapak Hasan tidak mengetahui sama sekali akan manfaat masker. Beliau menjual burung dan menjual jenis unggas lainnya. Beliau memiliki kebiasaan membawa makanan dari rumah sekitar dan jarang mencuci tangan sebelum makan. Beliau biasanya makan menggunakan tangan. Beliau menggunakan sandal setiap harinya. Di sekitar kios terdapat toilet dengan air yang selalu mengalir dan terdapat tampungan air. Limbah unggas pun dibuang ke tempat khusus pembuangan kotoran unggas. Beliau tidak mengetahui burung yang dijualnya sudah di vaksin atau belum. Bapak Hasan mengeluh sering demam dan batuk.Area Masalah

Masalah non- medis: a. Perilaku jarang mencuci tangan sebelum makan

b. Perilaku tidak menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan kotoran burung c. Pengetahuan tentang vaksinasi terhadap burung yang dijualmya Masalah medis

: a. Batuk dan demam2.4 Bapak Khozim

UsiaJenis KelaminPendidikan TerakhirStatus PernikahanAgama

35Laki-lakiSMAMenikahIslam

Bapak Khozim tinggal di daerah sekitar Pasar Pramuka, beliau sudah berjualan di pasar pramuka sekitar 4 tahun.

Bapak Khozim mulai berjualan sekitar pukul setengah 5 pagi sampai jam 5 sore, kegiatan sehari hari pak Khozim selain berjualan ialah memberi makan burung, membersihkan kotoran burung dan membersihkan kiosnya dua kali sehari yaitu saat membuka dan menutup kiosnya. Saat membersihkan kotoran burung beliau tidak menggunakan sarung tangan dan masker. Beliau malas memakai masker karena terlalu ribet dan beliau juga tidak tahu akan manfaat masker terhadap kesehatan. Beliau menjual burung dan beberapa sangkar. Beliau memiliki kebiasaan makan di sekitar pasar atau di kantin dan tidak mencuci tangan sebelum makan. Beliau menggunakan sandal setiap harinya. Disekitar kios terdapat toilet dengan air yang selalu mengalir dan terdapat tampungan air. Limbah unggas pun dibuang ke tempat khusus pembuangan kotoran unggas.Menurutnya, burung yang beliau jual sudah di vaksin. Bapak Khazim mengeluh sering mengalami batuk dan demam.Area Masalah

Masalah non- medis: a. Perilaku jarang mencuci tangan sebelum makan

b. Perilaku tidak menggunakan sarung tangan dan masker saat

membersihkan kotoran burung Masalah medis: a. Batuk dan demam2.5 Bapak Dirin

UsiaJenis KelaminPendidikan TerakhirStatus PernikahanAgama

28Laki-lakiSMAMenikahIslam

Bapak Dirin tinggal di daerah sekitar Pasar Pramuka, beliau sudah berjualan di pasar pramuka sekitar 2 tahun.

Bapak Dirin mulai berjualan sekitar pukul 5 pagi sampai jam 6 sore, kegiatan sehari hari pak Dirin selain berjualan ialah memberi makan burung, membersihkan kotoran burung dan membersihkan kiosnya sehari sekali. Saat membersihkan kotoran burung beliau tidak menggunakan sarung tangan dan masker. Beliau tidak tahu sama sekali akan manfaat masker terhadap kesehatan. Beliau memiliki kebiasaan makan di Kantin pasar dan jarang mencuci tangan sebelum makan dan makan menggunakan sendok. Be