Analisis BOD

download Analisis BOD

of 38

  • date post

    04-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    80
  • download

    13

Embed Size (px)

description

BOD

Transcript of Analisis BOD

PENETAPAN KADAR BOD PADA LIMBAH INDUSTRI

Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL)Untuk memenuhi sebagian persyaratanmencapai derajat Sarjana Kimia

Oleh:Yuan Sidarta11630018

PROGRAM STUDI KIMIAFAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGIUNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGAYOGYAKARTA2014

HALAMAN PENGESAHANPENETAPAN KADAR BOD PADA LIMBAH INDUSTRILaporan Praktek Kerja Lapangan (PKL)Untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai derajat Sarjana Kimia

Yang diajukan oleh: Yuan SidartaNIM: 11630018

Yogyakarta, .......................... 2014

Mengesahkan,Pembimbing LapanganBalai Besar Litbang TO-OT

Surani Retno Kuncoro, ST.NIP 19660520 200212 2 003Dosen Pembimbing PKLProdi Kimia FST UIN SUKA

Karmanto, S.Si., M.Sc..NIP: 19820504 200912 1 005

Mengetahui,Kepala Badan Lingkungan Hidup

Drs. Isdiyanto.NIP: 19581227 198303 1 011a.n. DekanKetua Prodi Kimia FST UIN SUKA

Esti Wahyu Widowati, M.Si., M. Biotech.NIP: 19760830 200312 2 001

KATA PENGANTARSyukur alhamdulillah penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang berjudul Penetapan Kadar BOD Pada Limbah Industri dengan menggunakan parameter parameter yang ada di Balai Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang. Laporan Praktek Kerja Lapangan ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Sarjana Kimia.Selama pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan,penyusun mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman berharga yang tidak ternilai. Oleh karena itu penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan dan proses penyelesaian laporan PKL ini. Ucapan terima kasih tersebut secara khusus disampaikan kepada:1. Prof. Drs. Akh. Minhaji, M.A., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.2. Drs. Isdiyanto, selaku Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang.3. Ir Wahyu Tri Nurindah, selaku Kepala Sub Laboratorium, serta para pegawai Laboratorium BLH Kota Semarang.4. Esti Wahyu Widowati, M.Si., M. Biotech., selaku Ketua Program Studi Kimia, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.5. Karmanto, S.Si., M.Sc, Selaku Dosen Pembimbing Praktek Kerja Lapangan yang telah banyak memberikan pengarahan, petunjuk serta bimbingan sebelum dan sesudah pelaksanaan PKL.6. Surani Retno Kuncoro, ST, selaku Pembimbing Praktek Kerja Lapangan Di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang.7. Didik Krisdiyanto, M.Sc. dan Endaruji Sedyadi, S.Si, M.Sc, selaku Koordinator PKL Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi.8. Seluruh pegawai Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang yang telah memberikan bantuan dan petunjuk selama PKL.9. Kedua orang tua atas dukungan serta doanya.10. Teman-teman senasib seperjuangan yaitu Riandy dan Nasik yang telah melewati masa-masa kebersamaan selama PKL. Terimakasih atas kerjasamanya.11. Kepada semua pihak yang telah membantu penyusun dalam pelaksanaan PKL maupun penyusunan laporan PKL yang tidak mungkin penyusun sebutkan satu persatu.Penyusun menyadari bahwa laporan PKL ini masih jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang konstruktif sangat diharapkan guna peningkatan pembuatan laporan penelitian pada tugas yang lain di waktu mendatang.Semoga penelitian yang dilakukan dan laporan yang telah disusun ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.

Yogyakarta, 14 Februari 2014

Yuan Sidarta11630018

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

PENETAPAN KADAR BOD PADA LIMBAH INDUSTRIiHALAMAN PENGESAHANiiKATA PENGANTARiiiDAFTAR ISIvBAB I PENDAHULUAN1A.Latar Belakang1B.Rumusan Masalah3C.Tujuan Penelitian3D.Manfaat Penelitian3BAB II PROFIL BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA SEMARANG4A. Profil Badan Lingkungan Hidup (BLH)41. Visi Badan Lingkungan Hidup42. Misi Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup4B.Tugas Pokok Badan Lingkungan Hidup4C.Fungsi Badan Lingkungan Hidup5BAB III DASAR TEORI8A. Kualitas Air8B. Pencemaran Air9C. Limbah10D. Jenis Limbah10E. Kualitas Limbah11F. Penanganan Limbah13BAB IV METODE PENELITIAN171.Pembuatan Larutan Buffer Fosfat172.Pembuatan Larutan Pengencer183.Pengenceran sampel dengan larutan pengencer184.Penentuan kadar oksigen terlarut (DO)18BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN20B.Perhitungan20C.Pembahasan21PENUTUP24A.KESIMPULAN24B.DAFTAR PUSTAKA25LAMPIRAN26A.Perhitungan BOD26B.tabel grafik konsentrasi oksigen terlarut air pengencer pada suhu 20oC setelah diaerasi 24 jam.29C.Dokumentasi Gambar30

28

20

BAB I PENDAHULUANA. Latar BelakangPerkembangan industri di Indonesia pada saat ini cukup pesat. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya industri yang memproduksi berbagai jenis kebutuhan manusia seperti industri kertas, tekstil, makanan, dan sebagainya. Seiring dengan perkembangan tersebut, maka semakin banyak pula hasil samping yang diproduksi sebagai limbah. Banyaknya limbah dapat menyebabkan terjadinya pencemaran, terutama limbah cair yang dapat mencemari sistem perairan seperti sungai. Dengan demikian limbah cair yang dikeluarkan harus memiliki baku mutu untuk mencegah pencemaran. Jika terjadinya pencemaran, hal ini harus ditanggulangi (dicegah) dengan mengolah limbah yang dikeluarkan agar sesuai dengan baku mutu. Salah satu parameter yang sering digunakan sebagai tolak ukur tercemarnya suatu sungai adalah BOD (Biochemical Oxygen Demand). Dengan mengetahui nilai BOD suatu limbah cair, maka dapat diketahui limbah tersebut dapat berpotensi tercemari sungai atau tidak. Pada umumnya, limbah industri makanan seperti tahu, kecap, gula, minyak sawit, dan sebagainya yang mengandung nilai BOD tinggi jika dibandingkan dengan industri kimia.Berdasar pada Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah dan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Semarang, Badan Lingkungan Hidup mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik di bidang lingkungan hidup.Berdasar pada Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengendalian Lingkungan Hidup dan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor : 660.1/18/2006 tentang Penunjukan Laboratorium Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (BAPEDALDA) Kota Semarang sebagai Laboratorium Lingkungan.Dalam rangka pengendalian pencemaran air di Kota Semarang, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Seamarang akan melaksanakan pemantauan dan pemeriksaan limbah cair industry / hotel / rumah sakit / air sungai.Salah satu prosedur penting dalam proses pengelolaan kualitas air adalah melaksanakan pemantauan kualitas air secara bertahap dan berkesinambungan. Begitu pentingnya komponen air bagi kehidupan dan kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya sehingga Pemerintah mengeluarkan Peraturan mengenai pengelolaan kualitas air dan pemantauan kualitas air, demi menjaga kelestarian ekosistem dan kepentingan generasi sekarang dan mendatang.Dari kondisi di lapangan , sumber air ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan seperti pembangkit tenaga listrik, sumber air minum (PDAM), pertanian, perikanan, peternakan, industri, domestik, yang memberikan indikasi masuknya unsur-unsur tertentu yang dapat mempengaruhi kualitas air yang ada, selanjutnya dapat mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi dan lingkungan masyarakat. Adanya berbagai dampak atau masalah tersebut menunjukkan upaya pengelolaan kualitas air perlu diprioritaskan dan perlu dijaga kelestariannya sehingga dapat berfungsi optimal sesuai dengan kebutuhan dan pemanfaatannya.Pengelolaan kualitas air melibatkan banyak kegiatan di berbagai tingkatan dan menjadi bahan pertimbangan mulai dari tahap perencanaan sampai tahap pelaksanaan dan monitoring. Dalam manajemen kualitas air diperlukan kemampuan untuk meramalkan dampak dari meningkatnya aktivitas manusia terhadap merosotnya kualitas air, karena akibat dari pencemaran dapat merugikan baik terhadap pemakai air, badan air dan organisme air itu sendiri bahkan dapat mengakibatkan terjadinya degradasi pada bangunan di dalam suatu perairan. Oleh sebab itu, maka penerapan suatu sistem pengelolaan kualitas air yang baik diharapkan dapat memberikan alternatif sebagai solusi pekerjaan untuk menjaga agar keseimbangan lingkungan tetap dapat dipertahankan sehingga akan menjamin terlaksananya suatu pola pembangunan yang berkelanjutan.B. Rumusan Masalah1. Bagaimanakah perbandingan nilai BOD limbah inlet dan outlet diantara kedua Industri ?2. Bagaimanakah pengaruh angka nilai BOD terhadap kualitas air limbah?

C. Tujuan PenelitianMengetahui kadar BOD dari masing masing limbah industri dengan menggunakan parameter-parameter yang ada di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang serta mengetahui dampak nilai BOD terhadap lingkungan.D. Manfaat PenelitianHasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan data penelitian tentang kualitan air dengan menggunakan parameter BOD. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat mengetahui dampak dari kualitas air untuk lingkungan.

BAB IIPROFIL BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA SEMARANG

A. Profil Badan Lingkungan Hidup (BLH) 1. Visi Badan Lingkungan HidupMewujudkan Badan Lingkungan Hidup yang responsif dan proaktif serta berperan dalam pelaksanaan pembangunan Kota Semarang yang berkelanjutan menuju masyarakat sejahtera.2. Misi Badan Pengelolaan Lingkungan Hidupa. Meningkatkan pengembangan kapasitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia di bidang lingkungan hidup.b. Meningkatkan pengawasan, pengendalian dan pemantauan pencemaran terhadap pemanfaatan dan pengelolaan Sumber Daya Alam sesuai fungsi lingkungan dalam rangka penegakan hukum lingkungan.c. Meningkatkan upaya konservasi dan pemulihan kualitas Sumber Daya Alam terhadap kerusakan lingkungan.

B. Tugas Pokok Badan Lingkungan HidupBerdasarkan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Tekni