3. Modul Gangguan Jiwa

download 3. Modul Gangguan Jiwa

of 45

  • date post

    17-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    12
  • download

    0

Embed Size (px)

description

mgj

Transcript of 3. Modul Gangguan Jiwa

Kata Pengantar

Alhamdulillah, puji syukur senantiasa dipanjatkan ke hadirat Allah SWT., karena berkat ridho dan izin-Nya jualah penulisan Modul Kepaniteraan Klinik Psikiatri FK Unsri ini berhasil diselesaikan.Modul ini merupakan satu dari rangkaian modul yang dijadikan pegangan bagi peserta kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya di bagian Psikiatri. Dalam modul ini dijelaskan mengenai diagnosis gangguan kejiwaan yang diharapkan diketahui oleh setiap peserta kepaniteraan. Modul ini diharapkan mampu mewakili pengetahuan mendasar mengenai gangguan kejiwaan tersebut. Tentu saja pengetahuan yang tersedia di sini terbatas, dan ini menuntut agar setiap peserta kepaniteraan mencari tahu lebih banyak di bahan rujukan yang dianjurkan.Pembuatan modul ini merupakan suatu proses yang berkepanjangan, tanpa ada target penyelesaian yang absolut. Modul ini diharapkan akan dikembangkan seiring dengan perkembangan Psikiatri. Tentu salah satu komponen yang paling penting untuk mendukung perkembangan modul ini adalah kritik dan saran yang membangun. Oleh karena itu, tim penulis dengan rendah hati memberikan kesempatan sebesarnya bagi pihak yang lebih mengetahui dan lebih berpengalaman untuk memberikan masukan tersebut.Akhir kata, semoga modul ini dapat berfungsi sebagaimana harapan tim penulis.

Februari 2012

Tim Penulis

Daftar Isi

Kata PengantariDaftar IsiiiSkizofrenia1Learning Objectives1Pendahuluan1Epidemiologi2Kriteria Diagnosis2Kriteria Diagnosis Skizofrenia Paranoid3Kriteria Diagnosis Skizofrenia Hebefrenik / Disorganized3Kriteria Diagnosis Skizofrenia Katatonik3Kriteria Diagnosis Skizofrenia Simpleks4Kriteria Diagnosis Skizofrenia Residual4Kriteria Diagnosis Depresi Pasca Skizofrenia4Kriteria Diagnosis Skizoafektif4Diagnosis Banding4Tatalaksana5Prognosis6Gangguan Bipolar7Learning Objectives7Pendahuluan7Epidemiologi7Kriteria Diagnosis8Diagnosis Banding9Tatalaksana9Prognosis9Depresi10Learning Objectives10Pendahuluan10Epidemiologi10Kriteria Diagnosis11Diagnosis Banding14Tatalaksana14Prognosis15Gangguan Cemas16Learning Objectives16Pendahuluan16Epidemiologi17Kriteria Diagnostik17Kriteria Diagnostik Agorafobia17Kriteria Diagnostik Fobia Sosial17Kriteria Diagnostik Fobia Spesifik18Kriteria Diagnostik Gangguan Panik19Kriteria Diagnostik Gangguan Cemas Menyeluruh20Kriteria Diagnostik Gangguan Obsesif Kompulsif21Tatalaksana22Diagnosis Banding23Prognosis23Gangguan Somatoform24Learning Objectives24Pendahuluan24Epidemiologi24Kriteria Diagnostik25Diagnosis Banding25Tatalaksana25Prognosis26Gangguan Kepribadian Khas27Learning Objectives27Pendahuluan27Epidemiologi28Kriteria Diagnosis28Kepribadian Paranoid29Epidemiologi29Kriteria Diagnosis29Diagnosis Banding29Tatalaksana29Prognosis30Kepribadian Skizoid30Epidemiologi30Kriteria Diagnosis30Diagnosis Banding30Tatalaksana31Prognosis31Kepribadian Dissosial31Epidemiologi31Kriteria Diagnosis31Diagnosis Banding32Tatalaksana32Prognosis32Kepribadian Emosi Tidak Stabil32Epidemiologi32Kriteria Diagnosis32Diagnosis Banding33Tatalaksana33Prognosis33Kepribadian Histrionik33Epidemiologi34Kriteria Diagnosis34Diagnosis Banding34Tatalaksana34Prognosis34Kepribadian Anankastik34Epidemiologi34Kriteria Diagnosis35Diagnosis Banding35Tatalaksana35Prognosis35Kepribadian Cemas (Menghindar)35Epidemiologi35Kriteria Diagnosis36Diagnosis Banding36Tatalaksana36Prognosis36Kepribadian Dependen36Epidemiologi36Kriteria Diagnosis37Diagnosis Banding37Tatalaksana37Prognosis37Kedaruratan Psikiatri38Learning Objective38Pendahuluan38Epidemiologi38Wawancara Pada Kedaruratan Psikiatri39Strategi umum dalam evaluasi pasien39Penatalaksanaan40Daftar Rujukan41

2

SkizofreniaLearning ObjectivesSetelah mengikuti kepaniteraan di bagian Psikiatri, mahasiswa diharapkan mampu:1. Mengenali gejala-gejala skizofrenia2. Melakukan pemeriksaan awal pasien skizofrenia3. Menyusun daftar diagnosis banding skizofrenia4. Menegakkan diagnosis skizofrenia berdasarkan PPDGJ-III5. Memformulasikan penatalaksanaan awal pasien skizofrenia6. Mendeteksi efek samping penggunaan obat-obat antipsikotik7. Mengatasi efek samping penggunaan obat-obat antipsikotik8. Menentukan prognosis9. Menjalankan sistem rujukan yang benar10. Mengadakan suatu kegiatan penyuluhan masyarakat untuk skizofreniaPendahuluanSkizofrenia adalah suatu sindrom klinis dengan gambaran psikopatologi yang bervariasi tetapi sangat berat, yang mempengaruhi kognisi, emosi, persepsi, dan aspek perilaku lainnya. Manifestasi ini bervariasi di antara pasien-pasien dan pada waktu yang berbeda, namun efeknya selalu berat dan biasanya berlangsung lama. Istilah skizofrenia pertama kali dikenalkan oleh Eugene Bleurer.Psikopatologi pada skizofrenia tidak terbatas pada gejala psikotik saja, namun juga termasuk gangguan pada pikiran, perasaan, dan perbuatan. Sehingga berdasarkan fakta ini, hampir semua jenis psikopatologi yang pernah diidentifikasi bisa ditemukan pada pasien dengan skizofrenia. Skizofrenia pada umumnya ditandai oleh penyimpangan yang fundamental dan karakteristik dari pikiran dan persepsi, serta oleh afek yang tidak wajar atau tumpul. Kesadaran yang jernih dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara, walaupun kemunduran kognitif tertentu dapat berkembang kemudian.Menurut Eugene Bleurer, skizofrenia dibagi menjadi empat subtipe, yang dikenal sebagai subtipe klasik dari skizofrenia. Keempat subtipe itu adalah skizofrenia paranoid, skizofrenia hebefrenik, skizofrenia katatonik, dan skizofrenia simpleks. Berdasarkan PPDGJ-III, skizofrenia dibagi menjadi sembilan subtipe, yaitu skizofrenia paranoid, skizofrenia hebefrenik, skizofrenia katatonik, skizofrenia tak terinci, depresi pasca-skizofrenia, skizofrenia residual, skizofrenia simpleks, skizofrenia lainnya, skizofrenia YTT. Berdasarkan DSM-IV-TR, skizofrenia dibagi menjadi lima subtype, yaitu skizofrenia paranoid, skizofrenia terdisorganisasi, skizofrenia katatonik, skizofrenia tak terinci, dan skizofrenia residual.EpidemiologiSkizofrenia bisa ditemukan di semua masyarakat dan daerah, dengan angka prevalensi dan insiden yang kurang lebih sama. Di Amerika Serikat, skizofrenia mempunyai prevalensi seumur hidup sekitar 1 persen. Menurut studi yang dilakukan oleh The Epidemiologic Catchment Area yang didukung oleh National Institute of Mental Health (NIMH), prevalensi seumur hidupnya berkisar antara 0.6 sampai 1.9 persen.Kriteria DiagnosisKriteria diagnosis Skizofrenia berdasarkan PPDGJ-IIIMemenuhi salah satu perangkat gejala di bawah ini, yang berlangsung selama setidaknya satu bulan (tidak termasuk gejala prodormal) dan mengakibatkan penurunan kualitas hidup secara bermakna

Gejala Kuat (Sedikitnya satu) Thought echo, thought insertion, thought withdrawal, atau thought broadcast Delusion of control, delusion of influence, delusion of passivity, atau delusional perception Halusinasi komentar, halusinasi diskusi, atau halusinasi dari anggota tubuh Waham yang bizarGejala Lemah (Sedikitnya dua) Halusinasi menetap lama, atau bila ditemani oleh waham atau overvalued idea Arus pikiran yang terputus, mengalami sisipan, inkoherensi, atau neologisme Perilaku katatonik Gejala negatif, sikap apatis, bicara jarang, atau respon emosi yang menumpul atau tidak wajar

Kriteria diagnosis skizofrenia berdasarkan DSM-IV-TRDua atau lebih gejala berikut yang muncul dalam satu bulan Waham (cukup satu bila waham bizar) Halusinasi (cukup satu bila halusinasi komentar atau diskusi) Bicara terdisorganisasi (kacau) Perilaku terdisorganisasi (kacau) atau katatonik Gejala negatif

Terdapat penurunan yang jelas dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau mengurus diri

Lama gangguan setidaknya enam bulan, dengan satu bulan menunjukkan gejala yang jelas

Kriteria untuk gangguan mood, gangguan mental organik, dan gangguan akibat zat tidak dipenuhi

Kriteria diagnosis skizofrenia berdasarkan Kriteria BleurerSeperangkat gejala utama yang harus adaSeperangkat gejala pendukung yang bisa ada

Gangguan asosiasi berupa asosiasi longgar, inkoherensi, atau neologisme Gangguan afek berupa afek tumpul, datar, atau tidak sesuai (inappropriate) Autisme berupa penarikan diri dari kehidupan nyata Ambivalensi pada emosi, keinginan, atau pikiran Halusinasi Waham Ilusi Gejala katatonik Perilaku abnormal lainnya

Kriteria Diagnosis Skizofrenia ParanoidBerdasarkan PPDGJ-IIIBerdasarkan DSM-IV-TR

Kriteria diagnosis skizofrenia harus terpenuhi terlebih dahulu Waham atau halusinasi merupakan gejala yang paling menonjol Gejala lain, bila ada, tidak mendominasi Preokupasi dengan waham atau halusinasi auditorik yang menetap Bicara kacau, perilaku kacau atau katatonik, afek datar atau tidak sesuai tidak menonjol

Kriteria Diagnosis Skizofrenia Hebefrenik / DisorganizedBerdasarkan PPDGJ-IIIBerdasarkan DSM-IV-TR

Kriteria diagnosis skizofrenia harus terpenuhi terlebih dahulu Dominasi perilaku atau pikiran yang kacau dan tidak bertujuan Dominasi afek yang dangkal atau tidak wajar Gejala lain, bila ada, tidak mendominasiSemua berikut harus ada: Bicara kacau Perilaku kacau Afek datar atau tidak sesuaiKriteria untuk katatonik tidak terpenuhi

Kriteria Diagnosis Skizofrenia KatatonikBerdasarkan PPDGJ-IIIBerdasarkan DSM-IV-TR

Kriteria diagnosis skizofrenia harus terpenuhi terlebih dahulu Perilaku katatonik (stupor, perilaku motorik tanpa tujuan, posturing, negativisme, rigiditas, fleksibilitas cerea, atau command automatism dan echolalia echopraxia) yang paling menonjol Gejala lain, bila ada, tidak mendominasiDua dari berikut Stupor atau katalepsi Peningkatan motorik tanpa tujuan jelas Negativisme Posturing, mannerisme, gerakan stereotipi, grimacing Echolalia atau echopraxia

Kriteria Diagnosis Skizofrenia SimpleksBerdasarkan PPDGJ-IIIBerdasarkan DSM-IV-TR

Kriteria diagnosis skizofrenia harus terpenuhi terlebih dahulu Gejala negatif merupakan gejala yang paling menonjol Tidak ada gejala subtipe lain atau riwayat sebelumnyaTIDAK