Tuti Herawati Tugas Kurikulum Pembelajarannnnnn

download Tuti Herawati Tugas Kurikulum Pembelajarannnnnn

of 23

  • date post

    13-Jan-2015
  • Category

    Documents

  • view

    4.000
  • download

    0

Embed Size (px)

description

 

Transcript of Tuti Herawati Tugas Kurikulum Pembelajarannnnnn

  • 1. Nama:Tuti Herawati Kelas:2B - PE NIM:2000210965 Judul Buku:Strategi Belajar Mengajar Tahun:2006 Nama Pengarang:Drs. Syaiful Bahri DjamarahDrs. Aswan Zain IDENTITAS

2. BAB I PENDAHULUAN

  • Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan mengajarnya yang secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.
  • Media sumber belajar adalah alat bantu yang berguna dalam kegiatan belajar mengajar. Alat bantu dapat mewakili sesutu yang tidak dapat disampaikan via kata-kata atau kalimat. Keefektifan daya serap anak didik terhadap bahan pelajaran yang sulit dan rumit dapat terjadi dengan bantuan alat bantu. Kesulitan anak didik memahami konsep dan prinsip tertentu dapat diatasi dengan bantuan alat bantu. Bahkan alat bantu diakui dapat melahirkan umpan balik yang baik dari anak didik. Dengan memanfaatkan taktik alat bantu yang akseptabel, guru dapat menggairahkan belajar anak didik.
  • Pengembangan variasi mengajar yang dilakukan oleh guru pun salah satunya adalah dengan memanfaatkan variasi alat bantu, baik dalam hal ini variasi media pandang, variasi media dengar, maupun variasi media taktil.

3. KOMENTAR

  • Harapan yang tidak pernah sirna dan selalu guru tuntut adalah bagaimana bahan pelajaran yang disampaikan guru dapat dikuasai oleh anak didik secara tuntas. Ini merupakan masalah yang cukup sulit yang dirasakan oleh guru. Kesulitan itu dikarenakan anak didik bukan hanya sebagai individu dengan segala keunikannya, tetapi mereka juga sebagai makhluk sosial dengan latar belakang yang berlainan. Maka dengan itu seorang guru harus bisa memahami anak didik yang satu dengan yang lainnya, yaitu dari aspek intelektual, psikologis, dan biolgis.
  • Karena ketiga aspek tersebut diakui sebagai permasalahan yang melahirkan bervariasinya sikap dan tingkah laku aak didik disekolah. Hal ini mejadi tugas cukup berat bagi guru dalam mengelola kelas dengan baik. Maka salah satu caranya adalah dengan meminimalkan jumlah anak didik dikelas. Mengaplikasikan beberapa prinsip pengelolaan kelas adaah upaya lain yang tidak bisa diabaikan begitu saja, maka pendekata terpilh mutlak dilakukan guna mendukung pengelolaan kelas.

4. BAB II KONSEP STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

  • Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum yang kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut :
  • Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku.
  • Menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah
  • belajar mengajar.
  • Memilih prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar.
  • Menerapkan norma dan kriteria keberhasilan kegiatan belajar mengajar.
  • Proses belajar mengajar adalah suatu aspek dari lingkungan sekolah yang diorganisasi lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan belajar terarah sesuai dengan tujuan pendidikan. Dalam kegiatan belajar mengajar terdapat dua hal yang ikut menentukan keberhasilan, yakni pengaturan proses belajar mengajar, dan pengajaran itu sendiri, dan keduanya mempunyai saling ketergantungan satu sama lain.

5. KOMENTAR

  • Untuk meningkatkan hasil belajar dalam bentuk pengaruh intuksional dan untuk mengarahkan pengaruh pengiring terhdap hal-hal positif dan berguna buat siswa, guru harus pandai memilih apa isi pengajaran serta bagaimana proses belajar itu harus dikelola dan dilaksanakan disekolah.
  • Untuk menciptakan suasana yang menumbuhkan gairah belajar meniningkatkan prestasi belajar siswa, mereka memerlukan pengorganisasian proses belajar yang baik. Karena proses belajar mengajar merupakan suatu rentetan kegiatan guru menumbuhkan organisasi proses belajar mengajar yang efektif, yang meliputi tujuan pengajaran, pengaturan penggunaan waktu luang, pengaturan ruang dan alat perlengkapaan pelajaran dikelas, serta pengelompokan siswa dalam belajar.

6. BAB III HAKIKAT, CIRI,DAN KOMPONEN BELAJAR MENGAJAR

  • A.Hakikat Belajar Mengajar
  • Dalam belajar mengajar anak adalah sebagai subjek dan sebagai objek dari kegiatan pengajaran. Karenaitu, inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar anak didik dalam mencapai suatu tujuan pengajaran. Dalam belajar anak didik yang cepat mencerna bahan, ada anak didik yang sedang mecerna bahan, dan ada pula anak didk yang lamban mencerna bahan yang diberikan oleh guru. Akhirnya, bila hakikat belajar adalah perubahan, maka hakikat belajar mengajar adalah proses pengaturan yang dilakukan oleh guru.
  • B.Ciri-Ciri Belajar Mengajar
  • Belajar mengajar memiliki tujuan yakni untuk membentuk anak didik dalam suatuperkembangan tertentu, ada suatu proseduryang direncanakan dan didesain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, kegiatan belajar mengajar ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus, ditandai dengan aktivitas anak didik, dalam belajar mengajar guru guru berperan sebagai pembimbing, dalam kegiatan belajar mengajar membutuhkan disiplin, ada batas waktu, dan evaluasi.
  • C.Komponen-Kompone Belajar Mengajar
  • 1. Tujuan
  • 2. Bahan pelajaran
  • 3. Kegiatan belajar mengajar
  • 4. Metode & Alat
  • 5. sumber pelajaran & evaluasi

7. KOMENTAR

  • Sebagai guru sudah menyadari apa yang sebaiknya dilakukan untuk menciptakan kondisi belajar mengajar yang dapat mengantarkan anak didik ke tujuan. Maka tugas guru adalah berusaha menciptakan suasana belajar yang menggairahkan dan menyenangkan bagi semua anak didik. Karena suasana belajar yang tidak menggairahkan dan menyenangkan bagi anak didik biasanya lebih banyak mendatangkan kegiatan belajar mengajar yang kurang harmonis.
  • Dalam kegiatan belajar mengajar, guru sebaiknya memperhatikan perbedaan individualanak didik, yaitu pada aspek biologis, intelektual, dan psikologis. Kerangka berpikir demikian dimaksudkan agar guru mudah dala melakukan pendekatan kepada setiap anak didik secara individual. Maka kegiatan belajar mengajar yang bagimana pun, juga ditentukan dari baik atau tidaknya program pengajaran yang telah dilakukan dan akan berpengaruh terhadap tujuan yang akan dicapai.

8. BAB IV BERBAGI PENDEKATAN DALAM BELAJAR MENGAJAR

  • Dalam kegiatan belajar mengajar yang berlangsung telah terjadi interaksi yang bertujuan. Guru dan anak didiklah yang menggerakkannya. Interaksi yang bertujuan itu disebabkan gurulah yang memaknainya dengan menciptakn lingkungan yang bernilai edukatif dei kepentingan anak didik dalam belajar. Guru ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi anak didik, dengan menyediakan lingkungan yang menyenangkan dan menggairahakan. Guru berusaha menjadi pembimbing yang baik dengan peranan yang arif dan bijaksana, sehingga tercipta hubungan dua arah yang harmonis antara guru dengan anak didik.
  • Guru yang memandang anak didik sebagai pribadi yang berbeda dengan ank didik lainnya akan berbeda dengan guru yang memandang anak didik sebagai makhluk yang sama dan tidak ada perbedaan dalam segal hal. Maka adalah penting meluruskan pandangan yang keliru menilai anak didik. Sebaiknya guru memandang anak didiksebagai individu dengan segala perbedaan, seningga mudah melakukan pendekatan dalam pengajaran. Ada beberapa pendekatan yang diajukan dalam pembicaraan ini dengan harapan dapat membantu guru dalam memecahkan berbagai masalahdalam kegiatan belajar mengajar.
  • Perlu diiktisarkan bahwa ada berbagai pendekatan yang dapat dipergunakan dalam pendididkan dan pengajaran, yaitu : 1) pendekatan individual , 2) pendekatankelompok, 3) pendekatan bervariasi, 4) pendekatan edukatif, 5) pendekatan pengalaman, 6)pendekatan pembiasaan, 7) pendekatan emosional,8) pendekatn rasional, 9) pendekatan fungsional, 10) pendekatan keagamaan, 11) pendekatan kebermaknaan.

9. KOMENTAR

  • Ketika kegiatan belajar mengajar itu berproses, guru harus dengan ikhlas dalam bersikap dan berbuat, serta mau memahami anak didiknya dengan segala konsekuensinya. Semua kendala yang terjadi dan dapat menjadi penghambat jalannya proses belajar mengajar , baik yang berpangkal dari perilaku anak didik maupun yang bersumber dari luar diri anak didik, harus guru hilangkan, dan bukan membiarkannya. Karena keberhasilan belajar mengajar lebih banyak ditentukan oleh guru dalam mengelola kelas.
  • Dalam mengajar, guru harus menggunakn pendekatan secara arif dan bijaksana, bukan sembarangan yang bisa merugikan anak didik. Pandangan guru terhadap anak didik akan menentukan sikap dan perbuatan. Setiap guru tidak selalu mempunyai pandangan yang sama dalam menilai anak didik. Hal ini akan mempengaruhi pendekatan yang guru ambil dalam pengajaran.

10. BAB V KEPENDUDUKAN PEMILIHAN DA PENENTUAN METODE DALAM PENGAJARAN

  • A.Kedudukan Metode dalam Belajar
  • Kegiatan belajar mengajar yang melahirkan interaksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Guru dengan sadar berusaha mengatur lingkungan belajar agar berga