Tugas Terstruktur Nutrisi Antioksidan Ubiquinon

download Tugas Terstruktur Nutrisi Antioksidan Ubiquinon

of 13

  • date post

    26-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    96
  • download

    7

Embed Size (px)

description

ubi

Transcript of Tugas Terstruktur Nutrisi Antioksidan Ubiquinon

TUGAS TERSTRUKTUR NUTRISIANTIOKSIDAN ENDOGENKoenzim Q-10 (Ubiquinon dan Ubiquinol)

Disusun oleh : Dedah Nur Hamidah(G1F0110)Nurina Khimatus S(G1F011022)Intan Hanifiani(G1F011068)Windhiana Sapti Argi(G1F0110)Oktaviana Prasetya(G1F0110)

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANUNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANFAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATANJURUSAN FARMASIPURWOKERTO2013BAB IPENDAHULUAN

I.1 Latar BelakangAntioksidan adalah suatu molekul atau senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Antioksidan dalam makanan dapat mencegah atau memperlambat proses makanan menjadi tengik ataupun rusak dan mengalami perubahan warna. Molekul-molekul antioksidan di dalam tubuh bertugas untuk melindungi sel-sel tubuh dan komponen tubuh lainnya dari radikal bebas, baik yang berasal dari metabolisme tubuh ataupun yang berasal dari lingkungan. Antioksidan juga diduga dapat mencegah terjadinya kanker karena kemampuannya dalam menangkal radikal bebas yang merupakan salah satu penyebab kanker (Kumar & Kumar 2009).Berdasarkan sumbernya, antioksidan dalam tubuh manusia dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu antioksidan endogen dan antioksidan eksogen. Antioksidan endogen merupakan antioksidan yang dihasilkan oleh tubuh, berupa enzim yang dapat mengubah radikal bebas menjadi radikal bebas lain atau senyawa lainnya yang lebih tidak berbahaya bagi tubuh. Beberapa contoh enzim antioksidan endogen adalah superoksida dismutase, katalase, dan glutation peroksidase (Ming et al. 2009). Antioksidan eksogen adalah senyawa-senyawa yang memiliki daya antioksidan yang berasal dari luar tubuh, contohnya adalah vitamin A, asam askorbat, tokoferol, dan beberapa polifenol (Ming et al. 2009). Senyawa-senyawa ini dapat diperoleh dari tanaman atau hewan yang kita konsumsi.Antioksidan endogen dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu enzimatik dan non-enzimatik. Contoh enzimatik yaitu GSH peroksidase (Se), superoksida dismutase (Cu/Zn, Mn), Katalase (Fe), dan Tioredoksin reduktase (Se). Contoh non-enzimatik adalah ubikinol/ubikinon, bilirubin, glutation (GSH), (asetil) karnitin, asam urat, melatonin, metalotionein, asam lipoat, dan transferin (Grober, 2012).Salah satu antioksidan endogen yang merupakan non-enzimatik adalah ubikinon/ubikinol atau Koenzim Q10. CoenzymeQ10(CoQ10) merupakan komponen alami yang ditemukan dalam tubuh manusia. Oleh karena keberadaannya ada di mana-mana secara alami dan mempunyai strukturquinone(sama dengan vitamin K), CoQ10juga disebut sebagaiubiquinone (Gaby RA, 1996). Ubiquinonemerupakan substansi seperti vitamin yang ditemukan pada tiap sel tubuh dan berfungsi vital dalam produksi energi.Ubiquinonemerupakan 1 dari 2 nutrien esensial terpenting selain asam askorbat. Pada manusia,ubiquinoneditemukan dalam konsentrasi relatif tinggi pada sel yang memerlukan kebutuhan energi tinggi seperti jantung, hati, otot dan pankreas. Ubiquinon merupakan antioksidan kuat. Berdasarkan manfaatnya yang besar bagi tubuh, kami tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang Ubiquinon khususnya dalam peranannya sebagai antioksidan. I.2 Rumusan Masalah1. Bagaimana Monografi Koenzim Q10 (Ubiquinon) ?2. Apakah manfaat Koenzim Q10 (Ubiquinon) bagi tubuh?3. Bagaimana proses biosintesis Koenzim Q10 (Ubiquinon)?4. Bagaimana mekanisme kerja Konezim Q10 (Ubiquinon) sebagai antioksidan?5. Apa saja sumber Koenzim Q10 (Ubiquinon) ?

1.3 Tujuan1. Mengetahui Monografi Koenzim Q10 (Ubiquinon)2. Mengetahui manfaat Koenzim Q10 (Ubiquinon) bagi tubuh3. Mengetahui proses biosintesis Koenzim Q10 (Ubiquinon)4. Mengetahui mekanisme kerja Konezim Q10 (Ubiquinon) sebagai antioksidan5. Mengetahui sumber Koenzim Q10 (Ubiquinon)

BAB IIISIII.1 Monografi Koenzim Q-10C59H90O4 863.34 g mol1

2-[(2E,6E,10E,14E,18E,22E,26E,30E,34E)-3,7,11,15,19,23,27,31,35,39-decamethyltetraconta-2,6,10,14,18,22,26,30,34,38-decaenyl]-5, 6-dimethoxy-3-methylcyclohexa-2,5-diene-1,4-dione (Anonim, 2010).Berbagai jenis Koenzim Q dapat dibedakan dengan jumlah isoprenoid-rantai samping yang mereka miliki. Koenzim Q yang paling umum yang terdapat pada mitokondria manusia adalah Coq 10. Angka 10 mengacu pada jumlah pengulangan isoprena (Anonim, 2010). Koenzim Q 10, juga dikenal sebagai ubiquinone, ubidecarenone, Q koenzim, dan disingkat Coq 10, coq, Q-10, atau Q, adalah 1,4-benzoquinon, dimana Q mengacu pada kuinon kimia kelompok dan 10 mengacu pada jumlah isoprenil subunit kimia dalam ekornya (Anonim, 2010).Struktur kimia CoQ-10, dijelaskan oleh Dr Karl Folkers dan kelompoknya, adalah 2,3-dimetoksi-5-metil-6-decaprenyl-1 ,4-benzoquinon .2 Identifikasi kimia angka (disebut CAS #) untuk ubiquinone adalah 303-98-0, dan untuk ubiquinol (bentuk tereduksi CoQ-10) adalah 992-78-9. Struktur ubiquinone dan ubiquinol disajikan di bawah ini (Anonim, 2010).

(Anonim, 2010)Sifat fisikokimia dari beberapa CoQ-10 (Ubiquinone dan ubiquinol) ditunjukkan pada Tabel 1 (a) dan 1 (b).

Tabel 1 (a): Sifat Ubiquinone (CoQ-10)Registry CAS No: 303-98-0Penampilan Orange kristal (pada suhu kamar)

Rumus empirisC 59 H 90 O 4

Berat molekul863.358

Titik lebur49 C

KelarutanTidak larut dalam airKelarutan terbatas dalam minyak dan lemakLarut dalam pelarut nonpolar

(Anonim, 2010).

Tabel 1 (b): Sifat ubiquinol (CoQ-10 H 2)Registry CAS No: 992-78-9Penampilan Putih sangat pucat bubuk kristal kuning

Rumus empirisC 59 H 92 O 4

Berat molekul865.37

Titik lebur49.5 C

KelarutanPraktis tidak larut dalam air.Kelarutan terbatas dalam minyak dan lemak.Larut dalam pelarut nonpolar.

(Anonim, 2010).

CoQ-10 adalah bubuk kristal yang tidak larut dalam air. CoQ-10 adalah zat yang larut dalam lemak. Senyawa ini larut vitamin seperti substansi minyak yang terdapat di beberapa bagian sel eukariotik, terutama di mitokondria. Senyawa ini juga merupakan komponen dari rantai transpor elektron dan berpartisipasi dalam respirasi sel aerobik, menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Sembilan puluh lima persen energi dari tubuh manusia dihasilkan dengan cara ini. Oleh karena itu, organ-organ dengan kebutuhan energi tertinggi seperti hati, jantung dan ginjal memiliki konsentrasi CoQ-10 tertinggi (Anonim, 2010).

II.2 Manfaat Bagi TubuhPenelitian menunjukkan bahwaubiquinoneberperan sebagai antioksidan dan berperan sentral dalam fosforilasi oksidatif mitokondria.Ubiquinonedigunakan oleh tubuh untuk mengubah makanan menjadiadenosine triphosphate(ATP), energi yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh. Ubiquinonejuga merupakan antioksidan potensial yang melindungi tubuh dari radikal bebas dan membantu ketersediaan vitamin E (antioksidan utama membran sel) (Fuke C, dkk, 2005).Penelitian klinis menunjukkan bahwa menggunakan suplemen coenzyme Q10 sendiri atau dalam kombinasi dengan terapi obat dan suplemen nutrisi lainnya dapat membantu mencegah atau mengobati beberapa kondisi berikut:1. Penyakit JantungPara peneliti percaya bahwa efek menguntungkan dari CoQ10 dalam pencegahan dan pengobatan penyakit jantung karena kemampuannya untuk meningkatkan produksi energi dalam sel, menghambat pembentukan pembekuan darah, dan bertindak sebagai antioksidan. Satu studi klinis yang penting, misalnya, menemukan bahwa orang yang menerima suplemen CoQ10 setiap hari dalam waktu 3 hari karena serangan jantung secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami serangan jantung berikutnya dan nyeri dada. Selain itu, pasien yang sama kurang mungkin untuk meninggal karena penyakit jantung daripada mereka yang tidak menerima suplemen (Raharjo, 2012).2. Gagal Jantung (HF)Tingkat CoQ10 rendah pada orang dengan gagal jantung kongestif (HF), penyakit yang melemahkan yang terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif. Hal ini dapat menyebabkan darah berenang ke bagian tubuh, seperti paru-paru dan kaki. Informasi dari beberapa studi klinis menunjukkan bahwa suplemen CoQ10 membantu mengurangi pembengkakan di kaki, meningkatkan pernapasan dengan mengurangi cairan di paru-paru, dan meningkatkan kapasitas latihan pada orang dengan HF (Raharjo, 2012).3. Tekanan Darah TinggiBeberapa studi klinis yang melibatkan sejumlah kecil orang menyarankan bahwa CoQ10 bisa menurunkan tekanan darah. Namun, mungkin diperlukan waktu 4-12 minggu untuk melihat efek yang menguntungkan. Bahkan, setelah meninjau 12 studi klinis, para peneliti menyimpulkan bahwa CoQ10 memiliki potensi untuk menurunkan tekanan darah sistolik hingga 17 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 10 mmHg, tanpa efek samping yang signifikan. Lebih banyak penelitian dengan jumlah besar orang yang diperlukan untuk menilai nilai CoQ10 dalam pengobatan tekanan darah tinggi (Raharjo, 2012).4. Kolesterol TinggiTingkat CoQ10 cenderung lebih rendah pada orang dengan kolesterol tinggi dibandingkan orang sehat pada usia yang sama. Selain itu, beberapa obat penurun kolesterol yang disebut statin (seperti atorvastatin, cerivastatin, lovastatin, pravastatin, simvastatin) tampaknya menguras tingkat alami dari CoQ10 dalam tubuh. Mengambil suplemen CoQ10 dapat memperbaiki kekurangan yang disebabkan oleh obat-obatan statin tanpa mempengaruhi efek positif obat pada kadar kolesterol. Plus, studi menunjukkan bahwa suplementasi CoQ10 dapat mengurangi nyeri otot yang berhubungan dengan pengobatan statin (Raharjo, 2012).5. DiabetesSuplemen CoQ10 dapat meningkatkan kesehatan jantung dan gula darah dan membantu menstabilkan kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi pada individu dengan diabetes. Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung semua masalah umum yang terkait dengan diabetes. Meskipun beberapa kekhawatiran bahwa CoQ10 dapat menyebabkan penurunan tiba-tiba dan dramatis dalam gula darah (disebut hipoglikemia), dua studi klinis terbaru pada penderita diabetes diberikan CoQ10, 200 mg 2 kali sehari, tidak menunjukkan respon hipoglikemik. Jika Anda memiliki diabetes, bicaralah dengan dokter atau ahli diet terdaftar sebelum menggunakan CoQ10 (Raharjo, 2012).6. Kerusakan ja