Tugas Prof. Arsyad - Etik Transplantasi Organ

Click here to load reader

  • date post

    17-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    47
  • download

    13

Embed Size (px)

description

Etik Transplantasi Organ

Transcript of Tugas Prof. Arsyad - Etik Transplantasi Organ

ETIK TRANSPLANTASI ORGAN

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 10ABDURRAHMAN AKIB04011181419020AZHARI SYARIF RIZKI04011181419040FIANIRAZHA PRIMESA CAESARANI 04011181419060MURTININGSIH04011181419206DWI TAUFIK O.0411281419090JESSLYN JUANTI0411281419110BRILLIA BRESTILOVA0411281419130

FAKULTAS KEDOKTERAN PENDIDIKAN DOKTERUNIVERSITAS SRIWIJAYATAHUN 2015

KATA PENGANTARPuji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas yang berjudul ETIK TRANSPLANTASI ORGAN.Kami menyadari bahwa tugas ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan di masa mendatang. Dalam penyelesaian tugas ini, kami mendapat banyak bantuan. Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada:1. Allah SWT, yang telah memberi nafas kehidupan,2. Dosen, Prof. dr. KHM. Arsyad, DABK, SpAnd,3. Teman-teman sejawat FK Unsri,4. Semua pihak yang telah membantu kami.Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas segala amal yang diberikan kepada semua orang yang telah mendukung kami dan semoga tugas ini bermanfaat bagi kita dan perkembangan ilmu pengetahuan untuk membuka wawasan yang lebih luas lagi. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.

Palembang, 31 Mei 2015

Kelompok 10

DAFTAR ISI

Judul 1Kata Pengantar 2Daftar Isi 3Pembahasan : ETIK TRANSPLANTASI ORGANI. Pengertian Transplantasi Organ 4II. Jenis-Jenis Transplantasi 5III. Prosedur Tata Laksana Transplantasi 8IV. Proses Transplantasi 11V. Praktek Transplantasi Organ di Berbagai Negara 20VI. Pandangan Transplantasi dari Sudut Etika 39VII. Landasan Hukum Transplantasi 42Daftar Pustaka 47

PEMBAHASAN : ETIK TRANSPLANTASI ORGANI. PENGERTIAN TRANSPLANTASI ORGANTransplantasi organ adalah pemindahan organ dari satu tubuh ke tubuh yang lainnya atau pemindahan organ dari donor ke resipien yang organnya mengalami kerusakan. Organ yang sudah dapat ditransplantasi adalah jantung, ginjal, hati, pancreas, intestine dan kulit, sedangkan jaringan, adalah kornea mata, tulang, tendon, katup jantung, dan vena. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi transplantasi organ, di satu sisi banyak membantu orang-orang yang mengalamai kegagalan fungsi organ, tetapi disisi lain menjadi industri penjualan organ, yang cukup menjanjikan. Penjualan organ menjadi bisnis besar, bahkan menjadi mafia bisnis dan sasarannya adalah orang-orang tidak mampu, yang rela menjual organnya demi uang. Kasus penjualan organ banyak terjadi di negara India, China, Brazil, Afrika (Koran Tempo, 2003). Bahkan beberapa sindikat penjualan organ manusia berani memasang iklan untuk mencari pendonor dengan iming-iming uang dan bagi penerima organ, masalah memiliki uang yang banyak, maka sindikat ini akan mencarikan organ yang dibutuhkan (India abroad NewsService, 2001; Mashberg, 2002, Kates, 2002).Pemindahan organ dari donor ke resipien bukan masalah yang sederhana, banyak faktor yang harus dipertimbangkan, misalnya medikal transplantasi, dimana donasi organ atau jaringan memerlukan terapi transplantasi, meliputi persiapan resepien sebelum transplantasi, saat operasi dan sesudah transplantasi. Sering terjadinya penolakan transplantasi, yaitu organ atau jaringan donor tidak diterima oleh tubuh resepien. Hal ini merupakan tantangan dan masalah yang kompleks bagi dunia kedokteran. Untuk mengatasi penolakan dari resepien diatasi dengan obat immunosuppressant, obat yang menghambat aktivitas sistem imun. Penggunaan obat ini mengambil resiko tinggi, karena dengan tidak aktifnya sistem imun, resepien menjadi rentan terhadap infeki dan penyebaran sel-sel malignant. Efek samping lain adalah menyebabkan hipertensi, dislipidemia, hiperglikemik, peptic ulcer, liver dan kerusakan ginjal. Obat ini pun biasana berinteraksi dengan obat lain dan akan mempengaruhi aktivitas metabolisme resepien.

II. JENIS-JENIS TRANSPLANTASI ORGAN1. Dari penerima organ (Resipien)Transplantasi ditinjau dari sudut si penerima, dapat dibedakan menjadi:a. Autotransplantasi: pemindahan suatu jaringan atau organ ke tempat lain dalam tubuh orang itu sendiri.b. Homotransplantasi : pemindahan suatu jaringan atau organ dari tubuh seseorang ke tubuh orang lain.c. Heterotransplantasi : pemindahan organ atau jaringan dari satu spesies ke spesies lain. (Diansiljian, 2011)d. AutograftTransplantasi jaringan untuk orang yang sama. Kadang-kadang hal ini dilakukan dengan jaringan surplus, atau jaringan yang dapat memperbarui, atau jaringan lebih sangat dibutuhkan di tempat lain (contoh termasuk kulit grafts , ekstraksi vena untuk CABG , dll) Kadang-kadang autograft dilakukan untuk mengangkat jaringan dan kemudian mengobatinya atau orang, sebelum mengembalikannya (contoh termasuk batang autograft sel dan penyimpanan darah sebelum operasi). e. AllograftAllograft adalah suatu transplantasi organ atau jaringan antara dua non-identik anggota genetis yang sama spesies . Sebagian besar jaringan manusia dan organ transplantasi yang allografts. Karena perbedaan genetik antara organ dan penerima, penerima sistem kekebalan tubuh akan mengidentifikasi organ sebagai benda asing dan berusaha untuk menghancurkannya, menyebabkan penolakan transplantasi. (Diansiljian, 2011).f. IsograftSebuah subset dari allografts di mana organ atau jaringan yang ditransplantasikan dari donor ke penerima yang identik secara genetis (seperti kembar identik ). Isografts dibedakan dari jenis lain transplantasi karena sementara mereka secara anatomi identik dengan allografts, mereka tidak memicu respon kekebalan. g. Xenograft dan xenotransplantationTransplantasi organ atau jaringan dari satu spesies yang lain. Sebuah contoh adalah transplantasi katup jantung babi, yang cukup umum dan sukses. Contoh lain adalah mencoba-primata (ikan primata non manusia)-transplantasi Piscine dari pulau kecil (yaitu pankreas pulau jaringan atau) jaringan.h. Transplantasi SplitKadang-kadang organ almarhum-donor, biasanya hati, dapat dibagi antara dua penerima, terutama orang dewasa dan seorang anak. Ini bukan biasanya sebuah pilihan yang diinginkan karena transplantasi organ secara keseluruhan lebih berhasil. i. Transplantasi DominoOperasi ini biasanya dilakukan pada pasien dengan fibrosis kistik karena kedua paru-paru perlu diganti dan itu adalah operasi lebih mudah secara teknis untuk menggantikan jantung dan paru-paru pada waktu yang sama. Sebagai jantung asli penerima biasanya sehat, dapat dipindahkan ke orang lain yang membutuhkan transplantasi jantung. 2. Dari segi pemberi organ (Pendonor)Jika ditinjau dari sudut penyumbang atau donor alat dan atau jaringan tubuh, maka transplantasi dapat dibedakan menjadi :a. Transplantasi dengan donor hidupTransplantasi dengan donor hidup adalah pemindahan jaringan atau organ tubuh seseorang ke orang lain atau ke bagian lain dari tubuhnya sendiri tanpa mengancam kesehatan. Donor hidup ini dilakukan pada jaringan atau organ yang bersifat regeneratif, misalnya kulit, darah dan sumsum tulang, serta organ-organ yang berpasangan misalnya ginjal.b. Transplantasi dengan donor mati atau jenazahTransplantasi dengan donor mati atau jenazah adalah pemindahan organ atau jaringan dari tubuh jenazah ke tubuh orang lain yang masih hidup. Jenis organ yang biasanya didonorkan adalah organ yang tidak memiliki kemampuan untuk regenerasi misalnya jantung, kornea, ginjal dan pankreas.

Organ yang dapat ditransplantasikan Hampir semua organ, jaringan dan sel dapat ditransplantasikan. Berikut ini organ, jaringan maupun sel yang dapat ditransplantasikan :1. Organ dalam rongga dadaa. Jantung b. Paru paruc. En bloc jantung/paru2. Organ dalam rongga peruta. Ginjal b. Hatic. Pankreasd. Usus 3. Jaringan, sel dan cairana. Tangan b. Korneac. Kulit termasuk Face replant dan transplantasi wajahd. Islets of langerhanse. Sumsum tulang/sel induk dewasaf. Transfuse darah/ tarnsfusi komponen darahg. Pembuluh darahh. Katup jantungi. Tulang

III. PROSEDUR TATA LAKSANA TRANSPLANTASI ORGAN Pre Transplantasia. Persiapan dan Evaluasi PasienPersiapan dan evaluasi pasien yang ekstensif sangat penting dalam setiap transplantasi organ, jaringan, atau sel tertentu. Sehingga proses transplantasi memiliki prosedur sendiri-sendiri, akan tetapi secara umum yang dilakukan adalah:a) Riwayat dan pemeriksaan fisik yang lengkapb) Evaluasi terhadap kekuatan psikologis dan emosic) Pemeriksaan dengan CT (computed tomography) scan atau MRI (magnetic resonance imaging)d) Test jantung dengan EKGe) Periksa paru-paru dengan photo dada (x-ray) dan pulmonary function tests (PFTs)f) Konsultasi dengan ahli lain dalam tim transplantasi misalnya dengan dokter gigi ataupun dokter gizig) Test darah lengkap, hitung darah, kimia darah, dan skrinning terhadap virus seperti hepatitis B, CMV, dan HIVh) Human Leukocyte Antigen (HLA)b. Pencarian Donor yang SesuaiMengidentifikasi siapa yang akan menjadi donor utama setelah melalui proses pencocokan donor. Pencarian donor yang cocok berguna untuk mengurangi bertanya penolakan dari tubuh resipien terhadap organ yang didonorkan, maka sebaiknya jaringan donor dan jaringan resipien harus memiliki kesesuaian yang semaksimal mungkin, yaitu pada ABO dan HLAnya. Saat Operasi Transplantasi Berlangsunga. Kemungkinan timbulnya resiko akibat pembedahanSetiap operasi apapun selalu memiliki resiko. Resiko dapat diminimalkan dengan pemakain obat-obat immunosupresan yang poten.b. Pemakaian obat-obat immunosupresan yang potenPencangkokan organ, jaringan maupun sel merupakan suatu proses yang rumit. Dalam keadaan normal, sistem kekebalan akan menyerang dan menghancurkan jaringan asing (keadaan ini dikenal sebagai penolakan transplantasi). Antigen adalah zat yang dapat merangsang terjadinya suatu reaksi kekebalan, yang ditemukan pada permukaan setiap sel di tubuh manusia. Jika seseorang menerima jaringan dari donor, maka antigen pada jaringan yang dicangkokkan tersebut akan memberi peringatan kepada tubuh resipien bah