TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN - thp.fateta.unand.ac.id

of 24/24
  • date post

    15-Oct-2021
  • Category

    Documents

  • view

    1
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN - thp.fateta.unand.ac.id

Editor
HIMALOGSITA
Himalogista
UNIVERSITAS ANDALAS
profesi di Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, sebagai wadah pengembangan mahasiswa dalam
beorganisasi dan mempersiapkan softskill. Pengkaderan merupakan salah satu tahapan penting
pada organisasi kemahasiswaan termasuk Himalogista untuk mempersiapkan estafet berikutnya
organisasi. Tahapan pengkaderan yang dipersiapkan dengan cermat dan mantap tentunya harus
dimulai dari keinginan tulus pada kadernya. Untuk lebih menguatkan kaderisasi, mahasiswa baru
diharapkan sudah mengenal, memahami dan mencintai sistem, baik jurusan maupun organisasi
tempat mengembangkan diri.
baru yang akan mengikuti tahapan pengkaderan pada organisasi di Jurusan Teknologi Hasil
Pertanian. Buku panduan pengkaderan ini berisikan informasi penting tentang program studi/
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian yang berisikan sejarah, visi dan misi, organisasi dan personalia,
serta bidang kajian dan laboratorium program studi, pengenalan Himalogista, proses dan tata tertib
pengkaderan dan etika kehidupan kampus.
Buku Panduan Akademik ini diperuntukkan bagi mahasiswa/mahasiswi Jurusan Teknologi
Hasil Pertanian, untuk dijadikan pegangan dalam melaksanakan kegiatan akademik dan
kemahasiswaan. Tujuan penerbitan buku Panduan Pengkaderan ini adalah untuk menjadi pedoman
awal sebelum mahasiswa baru mengikuti kegiatan akademik dan kemahasiswaan di lingkungan
jurusan, fakultas, universitas maupun lebih luas lagi. Keberadaan buku panduan pengkaderan ini
diharapkan akan mendorong peningkatan kuantitas mahasiswa yang ikut serta dalam organisasi
khususnya Himalogista dan menjaga kualitas kaderisasi dan pengembangan sumberdaya manusia
sesuai perkembangan kebutuhan sekarang dan masa datang. Selain itu, Himalogista diharapkan
dapat terus meningkatkan prestasi lokal, nasional dan internasional.
Padang, Desember 2020
NIP. 198812212015042001
HASIL PERTANIAN
Ketua Jurusan
MS
Limau
NIP : 195909141985032007
NIDN : 0014095906
Padang
Pendidikan
NIP : 198812212015042001
NIDN : 0021128803
Golongan : III/b
E-mail : [email protected]
Alamat : Jl.Dr. Sutomo dalam (simp SMP 8 Padang) No.04 RT 002/003
Kel. Marapalam Kec. Padang Timur
Pendidikan
Prof. Dr. Ir. Fauzan Azima, MS
NIP : 195510131985031001
NIP : 196104281986032001
NIP : 195611071986032001
NIP : 196411251989111001
NIP : 196201251987112001
PhD
NIP : 198106262010121002
NIP : 198309242008122001
NIP : 198812212015042001
Profil Pembina HIMALOGISTA ................................................................................ iii
DAFTAR ISI ................................................................................................................ vii
1.2 Sejarah HIMALOGISTA..................................................................................... 3
2.3.1 Etika Menghubungi Dosen melalui Telepon Seluler/SMS ............................ 9
2.3.2 Etika Berkomunikasi menggunakan E-mail ................................................ 10
2.3.3 Etika Berkomunikasi Menggunakan Aplikasi Messenger ........................... 11
2.3.4 Etika di Kampus yang perlu ada didalam diri mahasiswa ............................ 11
2.4 Etika Kepada Senior .......................................................................................... 12
2.5 Etika Teman Sebaya .......................................................................................... 12
2.6 Pengenalan Bidang Kajian dan Laboratorium .................................................... 13
1
Berawal dari empat tahun setelah diresmikannya Perguruan Tinggi Pertanian pada tanggal 30
November 1954 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Drs. Muhammad Hatta di Payakumbuh,
diintroduksikan bidang ilmu mekanisasi pertanian, dalam bentuk mata kuliah-mata kuliah pada
Departemen Agronomi, serta didukung dengan pengadaan alat perbengkelan dan traktor pertanian, yang
selanjutnya berkembang menjadi Departemen Mekanisasi Pertanian tepatnya pada tahun 1958.
Demikian pula pada tahun 1963, dimunculkan mata kuliah bidang keahlian yang berhubungan dengan
pasca panen dan pengolahan hasil pertanian, yang selanjutnya dikembangkan menjadi Departemen
Teknologi Hasil Pertanian. Pada tahun 1967 secara resmi terbentuk Departemen Mekanisasi Pertanian
dan Departemen Teknologi Hasil Pertanian yang masing-masingnya diketuai oleh Bapak Ir. Syuhinar
Bustami dan Ir. Yuliar Anas.
Pada tahun 1974 kedua Departemen ini berubah nama masing-masing menjadi Jurusan
Mekanisasi Pertanian dan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian. Pada tahun 1983 melalui SK Dikti No
0125/0/1983, di masing-masing Jurusan Mekanisasi Pertanian dan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
juga ditetapkan pula Program Studi yang disebut dengan nama yang sama, yaitu Program Studi
Mekanisasi Pertanian dan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian.
Pada tahun 1984 melalui SK Dirjen DIKTI: 130/DIKTI/Kep/1984 Jurusan Mekanisasi Pertanian
dan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian resmi bergabung menjadi Jurusan Teknologi Pertanian dengan
dua Program Studi, yaitu Program Studi Mekanisasi Pertanian dan Program Studi Teknologi Hasil
Pertanian. Program Studi Mekanisasi Pertanian kemudian berubah menjadi Program Studi Teknik
Pertanian melalui SK Dirjen DIKTI Nomor 210/DIKTI/Kep/96, sementara Program Studi Teknologi
Hasil Pertanian masih tetap dengan nama yang sama sampai saat ini.
Pengembangan Jurusan Teknologi Pertanian yang semula berada di bawah naungan Fakultas
Pertanian, menjadi Fakultas Teknologi Pertanian berawal adanya keinginan menggabungkan dua
program studi Teknik Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian menjadi Fakultas Teknologi Pertanian
pada tahun 1986. Akan tetapi dengan adanya perubahan penjurusan di Fakutas Pertanian, maka rencana
itu tertunda dan baru tahun 1996 dibentuk lagi kepanitiaan untuk membangun Fakultas Teknologi
Pertanian. Pada saat itu, kembali kepanitiaan tidak bisa dilanjutkan karena adanya moratorium pendirian
fakultas baru. Pada tahun 2006 semangat untuk mengembangkan jurusan Teknologi Pertanian menjadi
Fakultas Teknologi Pertanian bangkit lagi dengan dibentuknya Tim Pengembangan Jurusan menjadi
2
Fakultas Teknologi Pertanian yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. H. Isril Berd, S.U. dan sekretaris Dr. Ir.
Rusnam, M.S. melalui SK Dekan Fakultas Pertanian Nomor 181/J16.1/KP/2006 tanggal 10 Juli 2006,
dimana pada saat itu Dekan Fakultas Pertanian dijabat oleh Dr. Ir. Masrul Djalal, M.S. Pengembangan
Jurusan Teknologi pertanian menjadi Fakultas disetujui dan direkomendasikan oleh Senat Fakultas
Pertanian melalui Rapat Senat tanggal 19 Juli 2007.
Pengembangan Jurusan menjadi Fakultas kemudian mendapat persetujuan dan rekomendasi dari
Komisi Pendidikan, Senat Universitas Andalas pada tanggal 20 Agustus 2007. Rektor Universitas
Andalas melalui surat No. 9765/ H16/PP/2007 tanggal 10 Oktober 2007 mengajukan permohonan
persetujuan kepada Dirjen DIKTI. Persetujuan Dirjen DIKTI tentang pengembangan Jurusan Teknologi
Pertanian menjadi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas ditetapkan melalui surat No.
1193/DT/2008 tanggal 25 April 2008. Berdasarkan persetujuan DIKTI, Rektor Universitas Andalas
menetapkan berdirinya Fakultas Teknologi Pertanian melalui SK. No. 943/III/A/ UNAND/2008 tanggal
15 Mei 2008.
Rektor Universitas Andalas melalui SK No. 985/III/A/UNAND-2008 tanggal 2 Juni 2008,
menetapkan Prof. Dr. Ir. H. Isril Berd, S.U. dan Ir. Aisman, M.Si. sebagai pejabat Dekan dan Sekretaris
Dekan pertama dengan masa tugas selama 2 (dua) tahun (2008-2010). Selanjutnya melalui keputusan
rapat Senat Fakultas Teknologi Pertanian tanggal 23 April 2009, maka tanggal 15 Mei selanjutnya
ditetapkan sebagai hari lahirnya Fakultas Teknologi Pertanian. Pada periode 2008 sampai 2010 adalah
periode awal dari berdirinya Fakultas Teknologi Pertanian, dimana struktur organisasi pengelola dan
pimpinan belum mengikuti statuta Universitas.
Pada tahap awal kepemimpinan dekan ke dua Fakultas Teknologi Pertanian yaitu Prof. Dr. Ir.
Fauzan Azima, M.S., yaitu dari tahun 2010 sampai 2012 struktur organisasi pengelola dan
kepemimpinan juga belum mengikuti struktur yang sesuai statuta Universitas karena belum masuk
Organisasi Tata Kelola (OTK) Universitas Andalas. Pada tahun 2010 sampai 2012 struktur
kepemimpinan Fakultas Teknologi pertanian dipimpin oleh Dekan dan Sekretaris Dekan, dan dibantu
oleh Asisten Dekan Bidang II dan Asisten Dekan Bidang III.
Berdasarkan penetapan OTK Universitas Andalas melalui Peraturan Mendikbud RI No. 25
tahun 2012 tanggal 18 April 2012, struktur organisasi pada Fakultas Teknologi Pertanian dilengkapi
dengan adanya Wakil Dekan I Bidang Akademik, Wakil Dekan II Bidang Administrasi dan Keuangan,
dan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
3
1.1.2 Visi :
“Menjadi program studi yang terkemuka dan bermartabat dalam pengembangan ilmu dan
teknologi hasil pertanian tropik yang unggul dan inovatif untuk kesejahteraan masyarakat dan
kejayaan bangsa pada tahun 2028”
1.1.3 Misi :
menghasilkan lulusan berkualitas dan mampu bersaing di pasar global dalam
pengetahuan ilmu teknologi hasil pertanian tropik
b. Melaksanakan penelitian untuk menunjang pembangunan nasional dan pengembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi hasil pertanian tropik yang inovatif dan dapat
memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi, mutu dan nilai tambah
komoditas unggulan daerah.
c. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dan aktif berperan dalam pemecahan
permasalahan yang dihadapi masyarakat berdasarkan hasil penelitian teknologi hasil
pertanian tropic untuk kesejahteraan masyarakat.
d. Meningkatkan jaringankerjasamadalam menunjang kinerja pendidikan, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat
1.1.4 Tujuan :
a. Menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu berdaya saing dalam bidang
teknologi hasil pertanian tropik
pengabdian kepada masyarakat
1.2 Sejarah HIMALOGISTA
intelektual, otonom, profesional dan demokratis. HIMALOGISTA berdiri tanggal 9 Juli 2011 yang
diketuai oleh Roby Alzuri, berfungsi sebagai wadah aspirasi mahasiswa jurusan Teknologi Hasil
Pertanian.
4
a. Visi : Menjadikan HIMALOGISTA sebagai wadah berkarya dan berprestasi bagi seluruh
mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian Universitas Andalas.
b. Misi :
2. THP berkarya, menciptakan suatu karya-karya kreatif dan inovatif, sehingga dapat
membanggakan Himpunan Mahasiswa dan Jurusan ini baik di tingkat Universitas maupun
Nasional.
3. THP Berjaya, menjadikan Himpunan Mahasiswa dan Jurusan ini dapat dikenal banyak orang
dengan karya-karyanya yang kreatif dan inovatif, sehingga Himpunan Mahasiswa dan
Jurusan ini dapat Berjaya.
2011/2012 : Roby Alzuri 2016/2017 : Irvan Elandra Pratama
2012/2013 : Roby Alzuri 2017/2018 : Doni Irnanda
2013/2014: Abdirian Syaputra 2018/2019 : Bayu Saputra
2014/2015: David Edison 2019/2020 : Ferdi Alprialdi
2015/2016 : Eki Riwanto
1.3 Latar Belakang
Mahasiswa merupakan sumber daya manusia yang akan mengisi dan menggantikan
kepemimpinan yang akan datang. Ditangan mahasiswa digenggam cita-cita untuk kemajuan bangsa dan
Negara Indonesia ini. Oleh karena itu, perlu dipupuk, dibina, dan dikembangkang potensi, bakat, minat,
dan kreativitas mahasiswa agar tercipta kemajuan untuk masa mendatang.
Pendidikan di Perguruan Tinggi tidak hanya membekali mahasiswa dari segi ilmu, namun juga
pada pembentukan karakter yang baik, pengembangan potensial, dan peningkatan kemampuan
berorganisasi dan bekerja sama dengan orag lain (interpersonal skills). Mahasiswa baru perlu diberi
bimbingan seperti tata karma di lingkungan kampus. Adapun tujuan penerbitan buku panduan ini agar
kegiatan yang di tujukan kepada mahasiswa baru dapat terstruktur.
5
Teknologi Hasil Pertanian Universitas Andalas ini tetap berpedoman pada tujuan pendidikan nasional,
kaedah, moral dan etika pengetahuan, serta kepentingan masyarakat.
1.4 Tujuan :
1. Untuk menjadikan pedoman bagi mahasiswa baru dalam kegiatan kampus dan jurusan.
2. Untuk membimbing mahasiswa baru mengenal lingkungan kampus terutama lingkungan
jurusan.
3. Untuk meningkatkan kemampuan hard skill dan soft skill mahasiswa baru Teknologi Hasil
Pertanian
1. Mahasiswa baru mengenal lingkungan kampus terutama lingkungan program studi
2. Mahasiswa baru memiliki pedoman dalam berkegiatan di lingkungan kampus dan program studi
3. Meningkatkan hubungan sesama mahasiswa, staf pengajar dan karyawan serta alumni dalam
mengembangkan mutu pendidikan termasuk pengembangan jaringan informasi dan komunikasi
4. Mahasiswa baru mempunyai hard skill dan soft skill untuk organisasi dan yang lain
6
yang memerlukan bimbingan dari rekan-rekan yang terlebih dahulu bergabung ke jurusan Teknologi
Hasil Pertanian. Bimbingan ini diperlukan untuk pengenalan lingkungan kampus, terutama jurusan
secara mendalam demi menumbuhkan rasa cinta terhadap jurusan. Serta kegiatan saling membagi
wawasan pengetahuan dan pengalaman diantara mahasiswa baru dengan mahasiswa lainnya. Deskripsi
kegiatan dari pengkaderan yaitu ajang keakraban dan pengenalan jurusan serta warga THP kepada
mahasiswa baru.
22. Menumbuhkan rasa cinta terhadap jurusan
2.1.1 Pengertian Pengkaderan
Pengkaderan adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa tahapan untuk menanamkan nilai
moral dan peningkatan sumber daya manusia di suatu organisasi guna mencapai tujuan bersama, dalam
hal ini lembaga yakni HIMALOGISTA. Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimaksud ialah
dikhususkan pada Mahasiswa Baru Program Studi Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas
Andalas. Akan tetapi permasalahan yang seing terjadi terletak pada para mahasiswa baru yang kurang
memahami arti penting dan tujuan pengkaderan. Arti pengkaderan adalah kegiatan terstrujuktur dalam
organisasi khususnya HIMALOGISTA untuk mengkader mahasiswa menjadi “mahasiswa seutuhnya”.
Mahasiswa yang cerdas secara akademis, juga secara organisatoris.
2.1.2 Pentingnya Pengkaderan
Pengkaderan bertujuan agar mahasiswa baru lebih mengenal Jurusan Teknologi Hasil Pertanian.
Pengkaderan sangat penting, karena kita mahasiswa baru yang belum mengetahui apa itu Teknologi
Hasil Pertanian, apa prospek kerja dari jurusan ini, apa pentingnya hubungan antara junior dan senior.
Pada pengkaderan semua akan dijelaskan dan seiring berjalannya waktu kita akan mengerti mengapa
pengkaderan ini sangat penting. Pengkaderan juga berguna bagi mahasiswa baru yang memilih Jurusan
THP namun belum mengetahui pentingnya dan keunggulan jurusan ini.
2.2 Pelaksanaan Pengkaderan
7
a) Perempuan
legging, dan sopan.
lengan panjang, dan sopan.
non-muslim rambut dikucir rapi, sopan
Perempuan tidak menggunakan make up berlebihan
b) Laki-Laki
Laki-laki memakai baju kemeja atau kaus berkerah
Rambut laki-laki rapi, tidak menutupi telinga dan leher bagian belakang
B. Sepatu tali
D. Dilarang berkata kotor
F. Hal-hal yang dirasa perlu
2. SOP Mahasiswa Baru
a) Perempuan
Perempuan memakai rok dasar A hitam panjang, tidak transparan,tidak ketat,
memakai legging, sopan.
ketat,lengan panjang, sopan.
non-muslim rambut dikucir rapi, sopan
Perempuan tidak boleh memakai make up
Perempuan tidak memakai cat kuku
b) Laki-Laki
Laki-laki memakai baju kemeja berkerah
Rambut laki-laki rapi, tidak menutupi telinga dan leher bagian belakang
B. Memakai sepatu bertali
D. Menggunakan pin
2.2.3 Syarat Kelulusan Pengkaderan
1. Kehadiran (75%)
2. Sop maba
3. Pengangkatan acara
4. Magang = Poin (+)
5. Penilaian warga
2.2.4 Ujian tertulis atau wawancara tentang materi yang telah diberikan saat pertemuan
2.2.5 Materi Pertemuan maba:
Pertemuan dilakukan sebanyak 10 kali dengan rincian materi sebagai berikut:
1. Pengenalan jurusan
5. THP magang
6. Bakti sosial
7. Pelatihan design grafis dan pelatihan video untuk iklan produk thp atau pengenalan profil thp guna
untuk melatih berbicara dan editing video serta gambar
8. Penyampaian penelitian senior dan pembuatan produk thp sesuai bidang kajian seperti
rekayasa,pangan,mikro dll.
10. Agenda lainnya
2.3 Pentingnya Etika Dalam Berkomunikasi dengan Dosen
Setiap mahasiswa wajib menghormati dosen baik di dalam maupun di luar perkuliahan yang
diwujudkan dalam bentuk antara lain :
1. Bertutur kata yang sopan dan baik
2. Menyapa dosen ketika bertemu
3. Menghadap dosen dengan sopan ketika ada keperluan
4. Bertanya / mengemukakan pendapat dengan baik
9
2.3.1. Etika Menghubungi Dosen Melalui Telepon Seluler/SMS yang terdiri dari :
1. Waktu
Mahasiswa memilih waktu yang tepat untuk menghubungi dosen. Pilihlah waktu yang biasanya
tidak dipakai untuk beristirahat atau beribadah. Hindari menghubungi dosen di atas pukul 20.00 WIB
atau di saat waktu ibadah.
2. Ucapkan salam
Awali dengan sapaan atau mengucapkan salam. Contoh: “Selamat pagi Bapak/Ibu”, atau
“Assalaamu’alaikum” (apabila kedua belah pihak sesama muslim).
3. Ucapkan kata maaf
Permintaan maaf tidak berarti mahasiswa punya salah kepada dosen. Kata maaf dimaksudkan
untuk menunjukkan sopan santun dan kerendahan hati mahasiswa. Contoh : “Mohon maaf
mengganggu waktunya Bapak/Ibu”.
4. Sebutkan identitas
Setiap dosen pasti menghadapi ratusan mahasiswa setiap harinya dan tidak menyimpan nomor
kontak seluruh mahasiswa. Maka, pastikan mahasiswa menyampaikan identitas di setiap awal
komunikasi atau percakapan. Contoh: “Nama saya Putri, mahasiswa teknologi hasil pertanian
Angkatan 2017, semester ini mengambil mata kuliah standarisasi dan legislasi pangan di kelas
Ibu/Bapak”.
Berkomunikasi dengan dosen menggunakan bahasa umum yang mudah dimengerti. Gunakan
tanda baca yang baik dan dalam konteks formal. Hindari menggunakan kata-kata seperti: dmn, yg, ak,
kpn, otw dan lainnya. Hindari kata ganti non-formal seperti gw dan lain-sebagainya.
6. Tulis pesan dengan jelas
Tuliskan tujuan dengan singkat dan jelas, tetapi tetap memperhatikan tingkat kesopanan.
Misalnya mahasiswa perlu meminta tanda tangan dosen di lembar pengesahan. Pilihlah kata-kata yang
tepat dan jelas. Contoh : “Saya memerlukan tanda tangan Bapak di lembar pengesahan saya. Kapan
sekiranya saya dapat menemui Bapak?”
10
7. Ucapkan terima kasih
Akhiri pesan dengan menggunakan kalimat terima kasih atau salam sebagai penutup. Contoh :
“Terima kasih atas waktunya Bapak/Ibu” atau “Assalamu’alaikum” (apabila kedua belah pihak sesama
muslim).
Secara umum, etika berkomunikasi menggunakan e-mail sama seperti etika berkomunikasi
secara lisan. Namun ada hal-hal tertentu yang perlu diperhatikan saat berkomunikasi menggunakan e-
mail, yaitu:
1. Selalu tuliskan subyek e-mail, jangan pernah mengirimkan e-mail tanpa subyek.
2. Selalu tuliskan konten e-mail, jangan pernah mengirimkan e-mail tanpa konten.
3. Jangan pernah mengirimkan attachment e-mail tanpa disertai subyek dan konten karena e-mail
seperti itu masuk dalam ciri spam atau e-mail yang berisi virus sehingga kemungkinan besar
akan diabaikan
4. Apabila perlu meminta tolong kepada dosen, maka sampaikan secara tidak langsung. Contoh
: “Bila terdapat hal yang perlu saya perbaiki, mohon kiranya Bapak dapat menyampaikannya
kepada saya.”. Kalimat seperti ini secara tidak langsung meminta tolong kepada dosen tersebut
untuk memeriksa skripsi anda dan membalas email anda bila ada revisi yang perlu dilakukan.
5. Perhatikan juga konten e-mail, sebaiknya format e-mail memuat komponen berikut:
1. Sapaan
Etika berkomunikasi menggunakan aplikasi messenger (WhatsApp, LINE, Telegram, dll.) pada
dasarnya sama seperti etika mengirimkan e-mail. Namun ada hal-hal khusus yang perlu diperhatikan,
yaitu:
11
1. Pilihlah waktu yang biasanya tidak dipakai untuk beristirahat atau beribadah. Hindari
menghubungi dosen di atas pukul 20.00 WIB atau di saat waktu ibadah.
2. Selalu mengenalkan diri pada awal percakapan, karena dosen tidak selalu menyimpan nomor
mahasiswa.
3. Sampaikan keperluan anda dengan ringkas. Messenger hanya digunakan untuk pesan dan
keperluan yang dapat dijawab secara singkat. Bila anda perlu berdiskusi, maka temui dan
berbicaralah secara langsung dengan dosen tersebut.
4. Gunakan bahasa yang sopan,. Contoh: “Hari Jumat lalu saya telah mengirimkan berkas skripsi
saya ke e-mail Bapak. Apakah ada yang perlu saya revisi Pak?”.
Tips Etika Dengan Dosen
1. Jangan pernah memalsukan tanda tangan, terlebih lagi tanda tangan dosen. Bila memang dosen
tersebut tidak bisa ditemui sedangkan anda memerlukan persetujuan beliau dengan segera, maka
temui atasan dosen tersebut. Contoh: Dosen pembimbing skripsi anda tidak dapat ditemui, maka
temui Ketua Program Studi. Bila Ketua Program Studi tidak dapat ditemui, maka temui Ketua
Jurusan. Bila Ketua Jurusan tidak dapat ditemui juga, maka temui Dekan. Untuk kepentingan
yang bersifat mendesak, pejabat tersebut dapat menandatangani berkas anda atas nama dosen
yang bersangkutan.
2. Tepati janji. Contoh: Kita sudah membuat janji pertemuan jam 09.00 WIB, maka datanglah
sebelum jam 09.00 WIB. Bila anda tidak datang, maka anda akan mengalami kesulitan dalam
membuat janji pertemuan selanjutnya karena anda sudah tidak dipercaya lagi.
2.3.4 Etika di kampus yang perlu ada dalam diri mahasiswa
1. Menaati peraturan yang ditetapkan oleh Fakultas dan Para Dosen.
2. Berpakaian yang sopan sesuai dengan tata tertib berpakaian di kampus.
3. Menganggap teman sesama mahasiswa sebagai teman sejawat yang harus saling membantu dan
menganggapnya sebagai pesaing secara sehat dalam berkompetisi meraih prestasi akademik.
4. Menjunjung tinggi kejujuran ilmiah dengan menaati kaidah keilmuan yang berlaku seperti
menghindari tindakan menyontek, plagiat, memalsu tandatangan kehadiran dan tindakan tercela
lainnya.
12
5. Berperilaku sopan dan santun dalam bergaul di lingkungan kampus dan di masyarakat umum
sebagai manifestasi dari kedewasaan dalam berfikir dan bertindak.
6. Berfikir kritis, rasional dan ilmiah dalam menerima ilmu pengetahuan baru, bisa
mempertimbangkan mana yang benar dan mana yang salah dengan menguji setiap masukan
dengan cara mengkonfirmasikan ke sumbernya.
7. Mempunyai prinsip yang jelas dalam berpendirian di dasari dengan kerendahan hati tanpa harus
tampak sombong atau angkuh.
2.4 Etika Kepada Senior
Setiap mahasiswa wajib menghargai senior baik di dalam maupun di luar perkuliahan yang
diwujudkan dalam bentuk antara lain :
1. Bertutur kata yang sopan dan baik.
2. Menggunakan Bahasa dan kalimat yang efektif.
3. Menyapa senior ketika bertemu.
4. Menghadap senior dengan sopan ketika berbicara.
5. Bertanya dan mengemukakan pendapat dengan baik.
6. Berperilaku sopan dan santun dalam bergaul dengan senior.
7. Berfikir kritis, rasional dan ilmiah dalam menerima ilmu pengetahuan baru.
2.5 Etika Teman Sebaya
2. Membangun saling percaya antar rekan mahasiswa.
3. Komitmen dan disiplin yang bersifat terbuka.
4. Menerima pendapat rekan mahasiswa lainnya.
5. Saling berbagi informasi.
7. Saling memberi dukungan antar sesame.
8. Menganggap rekan mahasiswa sebagai mitra belajar bukan saingan.
9. Memberi komentar secara objektif dan positif
10. Berkata jujur dan bersikap ikhlas. Perkataan jujur dalam komunikasi dengan teman penting
untuk diterapkan karena dapat meningkatkan kepercayaan dalam persahabatan. Ikhlas menerima
teman apa adanya tanpa syarat atau mengharapkan imbalan atas kebaikan yang diberikan pada
teman.
13
11. Menasehati satu sama lain. Artinya dalam hubungan teman, pentingnya saling menasehati satu
sama lain dalam hal kebaikan, sehingga mengajak teman kita untuk senantiasa berbuat baik pada
sesama manusia.
12. Tidak mengumpat atau berbicara tentang hal buruk mengenai teman.
13. Menghormati sudut pandang teman. Artinya menghargai cara pandang teman terhadap suatu
persoalan yang mungkin berbeda dengan pendapat kita.
2.6 Pengenalan Bidang Kajian dan Laboratorium
1. Bidang Kajian
Teknologi dan rekayasa proses pangan/hasil pertanian adalah teknologi yang
dapat merekayasa suatu hasil pertanian menjadi prdouk jadi ataupun setengah jadi.
b. Kimia/biokimia hasil pertanian dan gizi pangan
berfungsi untuk mengembangkan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan aspek-aspek
kimiawi seperti analisis kimiawi, fisiologi dan teknologi pascapanen, bahan tambahan
makanan, kimia dan biokimia pangan terapan, termasuk pula pengujian mutu pangan dan
hasil pertanian lainnya ditinjau dari aspek kimia.
c. Mikrobiologi dan bioteknologi pangan dan hasil pertanian
Mikrobiologi dan bioteknologi pangan dan hasil pertanian adalah bidang kajian
tentang mikroba untuk digunakan pada pangan dan hasil pertanian sedangkan
bioteknologi adalah bidang kajian tentang bahan pangan jadi atau setengah jadi yang
direkayasa dengan teknologi seperti rekayasa genetika salah satu contohnya.
d. Total Quality Control (TQC) dan manajemen industri pertanian
TQC (Total Quality Control) adalah sistem manajemen yang dinamis yang
mengikut sertakan seluruh anggota organisasi dengan penerapan konsep dan teknik
pengendalian kualitas untuk tercapainya kepuasan pelanggan dan yang mengerjakannya.
2. Laboratorium
b. Kimia Biokimia Hasil Pertanian Dan Gizi Pangan
c. Mikrobiologi dan Bioteknologi Hasil Pertanian
14
e. THP Techno Park