SPP Bumdes revisi

of 21

  • date post

    10-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    686
  • download

    31

Embed Size (px)

Transcript of SPP Bumdes revisi

Lampiran Keputusan Kepala Bapemas Provinsi Jawa Timur Nomor : 77 Tahun 2010 Tanggal : 01 Maret 2010 BUKU VI STANDAR PELAYANAN PUBLIK PROGRAM PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2010 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebagai upaya memperkuat otonomi desa antara lain adalah memberikan peluang kepada pemerintah desa untuk mendapatkan pendapatan, salah satu sumber pendapatan desa yang dapat diusahakan oleh pemerintah desa adalah dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yaitu suatu lembaga/badan perekonomian desa yang berbadan hukum dibentuk dan dimiliki oleh pemerintah desa, dikelola secara ekonomis mandiri dan profesional dengan modal seluruhnya atau sebagian besar milik pemerintah desa yang dipisahkan. Selain itu potensi dan aset desa yang sebenarnya sangat besar, namun belum didayagunakan secara optimal sehingga kurang memberi layanan kearah peningkatan ekonomi masyarakat secara nyata maupun menopang kebutuhan pemerintahan desa terutama untuk peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang selama ini kebanyakan mengandalkan dari bengkok/tanah kas desa. Dasar pemikiran tersebut sesuai dengan Undang Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Undang Undang No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, Peraturan Presiden RI Nomor 13 Tahun 2009 tentang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan. 1.2. Maksud dan Tujuan Program pengembangan BUMDes dimaksudkan untuk mewadahi lembaga ekonomi desa yang bersumber dari program pemerintah atau sumber lain yang dikelola oleh masyarakat menjadi unit usaha milik BUMDes dan juga sebagai sarana pintu masuk (intry 1

point) programprogram Pemerintah/non Pemerintah, sedangkan tujuan : a. Memajukan dan mengembangkan kegiatan perekonomian desa. b. Memperkuat kinerja lembaga ekonomi yang telah ada di desa. c. Pengumpulan modal usaha dari berbagai sumber. d. Memberikan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat. e. Memperoleh keuntungan untuk memperkuat Pendapatan Asli Desa. f. Meningkatkan pengelolaan aset desa yang ada sesuai dengan kebutuhan masyarakat. g. Menjadikan BUMDes sebagai tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan perekonomian desa. JENIS PELAYANAN 2.1. Jenis Pelayanan Jenis pelayanan/produk pelayanan pemberdayaan masyarakat berupa Program Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu jenis pelayanan di Bidang Pengembangan Perekonomian Masyarakat, meliputi: a. Bantuan dana untuk Biaya Operasional Pelaksanaan (BOP) Kabupaten. b. Bantuan dana Kegiatan Pengembangan BUMDes melalui Dana Hibah. c. Pelatihan Pengelola Program Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). d. Pendampingan Program Pengembangan Usaha BUMDes. 2.2. Ruang Lingkup Pelayanan Ruang lingkup Pelayanan Pengembangan BUMDes meliputi: Pembentukan/Pendirian BUMDes 1) Rapat Persiapan pendirian BUMDes. 2) Identifikasi Lembaga Ekonomi Desa (LED). 3) Analisis Penggabungan Lembaga Ekonomi Desa (LED). 4) Rapat Penyepakatan Penggabungan Lembaga Ekonomi Desa (LED). 5) Musyawarah Pendiri BUMDes. Pengembangan dan Pemberdayaan BUMDes 1) Peningkatan kapasitas kelembagaan BUMDes. 2) Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). 3) Pengembangan Pemberdayaan Usaha BUMDes.

2

Pendampingan Pendampingan dilaksanakan untuk memfasilitasi pengelolaan program sehingga dapat berjalan secara optimal sesuai dengan mekanisme, sistem dan prosedur yang ada.

2.3. Prinsip Dasar Landasan gerak operasional BUMDes berlandaskan atas prinsipprinsip sebagai berikut: 1. Profesional, bahwa pengelolaan BUMDes dilakukan secara baik dan benar dengan berpegang pada prinsip kehati-hatian dan dikelola oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan semangat kewirausahaan. 2. Transparan, bahwa pengelolaan BUMDes dapat dipastikan diketahui oleh masyarakat luas, agar semua warga memiliki peluang luas dalam melaksanakan fungsi pengawasan. 3. Akuntabel, bahwa pengelolaan BUMDes dilakukan secara baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah lembaga ekonomi dan peraturan yang berlaku sehingga dapat dipertanggung jawabkan. 4. Keswadayaan, bahwa pengembangan BUMDes didukung oleh partisipasi masyarakat dan otonomi lokal dengan mendayagunakan potensi dan kemampuan sumber daya lokal. 5. Berkelanjutan, bahwa pengelolaan BUMDes mampu menumbuhkan peran serta masyarakat untuk memanfaatkan, memelihara, melestarikan dan mengembangkan usaha kegiatan. DASAR HUKUM PELAYANAN 1. Undang - undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548). 2. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. 3. Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 tentang Desa. 4. Peraturan Presiden RI Nomor 13 Tahun 2009 tentang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan.

3

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007. 6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2010. 7. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Belanja Subsidi, Hibah, Bantuan Sosial, Bagi Hasil, Bantuan Keuangan dan Belanja Tidak Terduga Provinsi Jawa Timur. 8. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menenga Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 -2014. 9. Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Timur Nomor : 188/410/KPTS/013/2009 tentang Pedoman Kerja dan Pelaksanaan Tugas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 10. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur tanggal 31 Desember 2009 Nomor: 914/62/042/2010. PERSYARATAN PELAYANAN 4.1. Persyaratan Lokasi a. Lokasi BUMDes adalah Desa di Jawa Timur yang mempunyai kelembagaan BUMDes atau UPK kategori sehat (ex Program Gerdu-Taskin Prov. Jatim). b. Sasaran utama BUMDes adalah penguatan dan pengembangan usaha ekonomi produktif yang berkaitan dengan pembukaan peluang kerja baru di desa dan peningkatan pedapatan APBDes. c. Sasaran kegiatan pengembangan unit simpan pinjam (USP) diprioritaskan bagi Rumah Tangga Miskin dan Mendekati Miskin. d. Sasaran kegiatan pengembangan Unit Usaha (sektor riil) diprioritaskan untuk membuka peluang kerja bagi Rumah Tangga Miskin. 4.2. Persyaratan Pendamping Lembaga pendampingan BUMDes berasal dari Perguruan Tinggi (PT) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Lembaga dimaksud telah berpengalaman dalam pendampingan program pemberdayaan masyarakat minimal 5 tahun terakhir dalam bentuk kerjasama dengan 4

pemerintah atau lembaga internasional yang dibuktikan dengan copy Surat Perjanjian Kerja (SPK). b. Memiliki tenaga ahli pada bidang pemberdayaan masyarakat dari berbagai disiplin ilmu yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan pendampingan. Telah berdiri sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun (Akte Notaris), mempunyai kantor sendiri yang terpisah dengan kegiatan keluarga (bukti kepemilikian atau sewa), mempunyai alat-alat kelengkapan kantor yang memadai (Telpon, Faximail, Komputer, dll), mempunyai staf operasional kantor sekurang-kurangnya 5 orang yang bekerja secara penuh dan digaji oleh lembaga (bukan relawan), mempunyai NPWP dan rekening Bank atas nama lembaga. Pimpinan lembaga berpendidikan sekurang-kurangnya S1, mempunyai pengalaman melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat sekurang-kurangnya 8 tahun secara terus menerus dan mempunyai track record baik. Sanggup menyediakan Tenaga Pendamping Masyarakat dengan kualifikasi : (a) Minimal D3 dan diutamakan dari jurusan ekonomi/akuntansi, (b) mempunyai pengalaman pendampingan pemberdayaan masyarakat minimal 1 tahun secara penuh, (c) mempunyai integritas moral yang baik (pernyataan integritas) dan (d) diutamakan berdomisili di daerah pendampingan.

c.

d.

e.

4.3. Persyaratan Pencairan Dana a. Persyaratan pencairan dana Biaya Operasional Pelaksanaan (BOP) Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten: Persyaratan pengajuan Bantuan Keuangan BOP Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten meliputi: a) surat permohonan pencairan bantuan keuangan ditandatangani oleh Bupati; b) Kwitansi rangkap 3 asli lembar pertama bermaterai cukup. b. Persyaratan pencairan dana kegiatan (dana hibah) BUMDes : Persyaratan pengajuan pencairan dana hibah BUMDes dilakukan dengan syarat membuat Surat Permohonan Pencairan Dana kepada Gubernur Jawa Timur diketahui Kepala Desa dan Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten, dilengkapi dengan: (i) Proposal/RAB, (ii) Legalitas Pengurus BUMDes, (iii) NPHD, (iv) Surat Pernyataan Tanggung Jawab 5

Mutlak/Pakta Integritas, (v) kwitansi, (vi) fotocopy KTP Ketua dan Bendahara BUMDes dan (vii) fotocopy rekening Bank Jatim. PROSEDUR PELAYANAN BUMDes Prosedur pelayanan pengelola Program Pengembangan BUMDes tahun 2010 meliputi : 2. Rapat Koordinasi Provinsi Rapat Koordinasi dilaksanakan demi mewujudkan koordinasi dan membangun komitmen bersama untuk melaksanakan program pengembangan BUMDes. Rapat Koordinasi dilaksanakan oleh Bapemas Provinsi yang difasilitasi oleh Tim Pendamping Provinsi yang diikuti oleh seluruh Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten lokasi program. 3. Sosialisasi Desa Sosialisasi Desa dimaksudkan sebagai media informasi program pengembangan BUMDes kepada masyarakat desa. Pemerintah Desa mengambil inisiastif untuk menyelenggarakan sosialisasi dengan mengundang antara lain seperti: pengurus lembaga ekonomi desa, Kelompok usaha ekonomi produktif yang berkembang