ringkasan bumdes

download ringkasan bumdes

of 28

  • date post

    12-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    36
  • download

    0

Embed Size (px)

description

bumdes

Transcript of ringkasan bumdes

  • 1DAMPAK BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES)BAGI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA KARANGREJEK

    KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

    Oleh :

    Dantika Ovi Era Tama dan Yanuardi, M.Si

    ABSTRAK

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Badan Usaha MilikDesa (BUMDES) bagi kesejahteraan masyarakat di Desa Karangrejek, KecamatanWonosari, Kabupaten Gunungkidul khususnya di bidang ekonomi, kesehatan danpembangunan.

    Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitiandilaksanakan selama satu bulan di Desa Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasidengan subyek penelitian yaitu Kepala Desa, Pengelola BUMDES, dan beberapamasyarakat Desa Karangrejek pengguna layanan BUMDES. Instrumen penelitianini adalah diri peneliti sendiri. Guna menjamin validitas data, penelitimenggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data dalam penelitian inimenggunakan model analisis interaktif yaitu analisis dengan menggunakanreduksi data, display data, dan verifikasi dan kesimpulan.

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BUMDES Karangrejek telahberhasil memberi dampak yang positif bagi peningkatan perekonomian desa dankesejahteraan masyarakat meskipun unit-unit dari BUMDES belum berjalansecara keseluruhan. BUMDES Karangrejek juga berdampak terhadap kesehatanmasyarakat desa yang lebih terjamin. Pembangunan desa pun semakin lancardengan adanya dana yang dihasilkan dari BUMDES. Selain itu adanya tingkatpartisipasi masyarakat yang begitu tinggi membuat BUMDES Karangrejeksemakin maju.

    Kata kunci : Dampak, BUMDes, Kesejahteraan Masyarakat

  • 2I. PENDAHULUANPembangunan pada hakekatnya bertujuan membangun

    kemandirian, termasuk pembangunan pedesaan. Salah satu misipemerintah adalah membangun daerah pedesaan yang dapat dicapaimelalui pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dankeanekaragaman usaha pedesaan, ketersediaan sarana dan fasilitas untukmendukung ekonomi pedesaan, membangun dan memperkuat institusiyang mendukung rantai produksi dan pemasaran, serta mengoptimalkansumber daya sebagai dasar pertumbuhan ekonomi pedesaan. Tujuannya,adalah untuk memberi peluang bagi kemampuan daerah dan pedesaansebagai tulang punggung ekonomi regional dan nasional.

    Kemajuan ekonomi nasional hanya akan tercapai jika terdapatiklim perekonomian yang baik di tingkat provinsi. Kemajuan ekonomi ditingkat provinsi akan tercapai jika kabupaten memiliki kegiatan ekonomiyang baik. Kemajuan ekonomi sebuah kabupaten dapat tercapai karenaadanya sumbang sih dari ekonomi pedesaan yang kuat yang berimbaspada kesejahteraan masyarakat luas. Hal ini akan menjaminpenyelenggaraan pemerintahan yang baik untuk diterapkan di semuatingkat pembangunan dan keputusan berdasarkan kebutuhan nyata darimasyarakat. Pembangunan pedesaan merupakan salah satu cara dalamupaya mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

    Pengembangan basis ekonomi di pedesaan sudah semenjak lamadijalankan oleh pemerintah melalui berbagai program. Namun upaya itubelum membuahkan hasil yang memuaskan sebagaimana diinginkanbersama. Salah satu faktor yang paling dominan adalah intervensipemerintah terlalu besar, akibatnya justru menghambat daya kreativitasdan inovasi masyarakat desa dalam mengelola dan menjalankan mesinekonomi di pedesaan. Sistem dan mekanisme kelembagaan ekonomi dipedesaan tidak berjalan efektif dan berimplikasi pada ketergantunganterhadap bantuan pemerintah sehingga mematikan semangat kemandirian.

  • 3Berdasarkan asumsi itulah maka sudah seharusnya eksistensi desamendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah pusat dengan lahirnyakebijakan-kebijakan terkait dengan pemberdayaan ekonomi yangdilakukan dengan cara menghimpun dan melembagakan kegiatanekonomi masyarakat. Oleh karena itu pemerintah menerapkan pendekatanbaru yang diharapkan mampu menstimulus dan menggerakkan rodaperekonomian di pedesaan adalah melalui pendirian kelembagaanekonomi yang dikelola sepenuhnya oleh masyarakat desa yaitu BadanUsaha Milik Desa (BUMDES) sebagai salah satu program andalan dalammeningkatkan kemandirian perekonomian desa.

    BUMDES lahir sebagai suatu pendekatan baru dalam usahapeningkatan ekonomi desa berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.Pengelolaan BUMDES sepenuhnya dilaksanakan oleh masyarakat desa,yaitu dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Cara kerja BUMDES adalahdengan jalan menampung kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat dalamsebuah bentuk kelembagaan atau badan usaha yang dikelola secaraprofesional, namun tetap bersandar pada potensi asli desa. Hal ini dapatmenjadikan usaha masyarakat lebih produktif dan efektif. KedepanBUMDES akan berfungsi sebagai pilar kemandirian bangsa yangsekaligus menjadi lembaga yang menampung kegiatan ekonomimasyarakat yang berkembang menurut ciri khas desa dalam rangkameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

    Desa Karangrejak, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidulmerupakan desa yang sudah mempunyai BUMDES dan telah berjalanselama lima tahun. Desa Karangrejek tampil sebagai pemenang keduaLomba Desa tingkat Nasional Tahun 2012. Pengumuman pemenanglomba desa tingkat nasional itu dilakukan Sekjen Depdagri RI DiahAnggraeni yang mewakili Menteri Dalam Negeri RI Gamawan Fauzi diJakarta, medio Agustus 2012 lalu. Menurut Sugeng Bagyo, tampilnyaDesa Karangrejek sebagai pemenang kedua dalam lomba desa tingkatnasional itu berkat dukungan semua warga, termasuk bantuan Pemerintah

  • 4Pusat, Pemprov DIY dan Pemkab Gunungkidul. Seluruh kebutuhan danabagi pengembangan Desa Karangrejek diperoleh dari keuntungan badanusaha milik desa (BUMDES) Karangrejek. Pada tahun 2011 keuntunganBUMDES mencapai Rp. 184 juta. Angka ini menyumbang hampirsepertiga dari pendapatan asli desa. Melihat keberhasilan dari BUMDESDesa Karangrejek ini menjadikan Desa Karangrejek sebagai desa yangsering dikunjungi oleh desa lain bahkan desa dari luar Jawa untuk belajarmengenai BUMDES.

    BUMDES Desa Karangrejek mempunyai unit-unit usaha didalamnya Salah satu diantaranya adalah dengan adanya BUMDES TirtaKencana yang bergerak di bidang pengelolaan air bersih. Kini denganhadirnya BUMDES warga Karangrejek sudah tidak kesulitan lagi dalammemenuhi kebutuhan akan air bersih untuk keperluan sehari-hari.BUMDES Desa Karangrejek selain dalam bidang PAB (Pengelolaan AirBersih), juga bergerak bidang kredit mikro atau simpan pinjam yaituUsaha Kredit Mikro (UKM), Jasa Pengelolaan Usaha Desa (JPUD), danmasih banyak unit-unit usaha yang ada di dalamnya namun belum semuaberjalan dengan efektif. Pemerintah desa berharap dengan hadirnyaBUMDES ini dengan unit-unit usaha yang ada di dalamnya dapatmembantu warga dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya melaluipembangunan-pembangunan ekonomi desa secara utuh, karena DesaKarangrejek dinilai BPP Kemendagri sampai Bulan Febuarai tahun 2013sekitar 17, 3% atau 881 warga masih dicap miskin oleh

    pemerintah.(http://bpp.kemendagri.go.id/index.php?action=content&id=2013022013085391). Selain itu semakin majunya BUMDES dikhawatirkanmenimbulkan perilaku bisnis bagi pengelolanya yang hanya mengejarkeuntungan semata dan melupakan tujuan utama dari BUMDES sendiriyaitu mensejahterakan masyarakatnya.

    BUMDES Karangrejek secara resmi berdiri pada tahun 2008dengan sejarah pendirian yang panjang. Pendirian BUMDES Karangrejekdiprakarsai oleh masyarakat desa Karangrejek bekerja sama dengan

  • 5Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Pemerintah Provinsi DaerahIstimewa Yogyakarta. Selanjutnya BUMDES Karangrejek iniberkembang dengan pesat dan mampu untuk memberikan dampak bagikesejahteraan masyarakat desa.

    Berangkat dari titik tolak tersebut penulis merasa perlu untukmengangkat isu ini sebagai sebuah tema dalam skripsi yang berjudulDampak Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Bagi KesejahteraanMasyarakat di Desa Karangrejek Kecamatan Wonosari KabupatenGunungkidul. Disamping itu adalah adanya kesadaran tentang pentingnyadesa sebagai pilar perekonomian bangsa yang harus dimiliki olehmahasiswa ilmu administrasi negara sebelum terjun ke dunia nyata,mendorong peneliti untuk meneliti BUMDES.

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahamidampak Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) bagi kesejahteraanmasyarakat di Desa Karangrejek Kecamatan Wonosari KabupatenGunungkidul.

    II. KAJIAN TEORI1. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

    Visi pembangunan yang mengutamakan manusia sangat relevankarena adanya pergeseran peranan pemerintah dalam kontekspembangunan, yang pada hakekatnya dilaksanakan oleh masyarakat. Sejakperencanaan hingga implementasi dan pemanfaatannya, perananmasyarakat yang menonjol. Peran itu lebih efektif apabila masyarakat jugaberperan dalam penggunaan alokasi anggaran. Korten (1988:242-245)mengemukakan bahwa pembangunan itu sendiri haruslah merupakan suatuproses belajar, yaitu maksudnya peningkatan kemampuan masyarakat,baik secara individual maupun kolektif yang tidak hanya menyesuaikandiri pada perubahan, melainkan juga untuk mengarahkan perubahan itusehingga sesuai dengan tujuannya sendiri.

    Midgley (1995:78-79) mengemukakan ada beberapa aspek dalampembangunan desa, diantaranya mementingkan proses dan adanya

  • 6intervensi. Dua hal tersebut perlu disoroti karena terkait dengan konseppemberdayaan. Suatu program pembangunan yang hanya mementingkanhasilnya untuk dipersembahkan pada masyarakat justru mengingkarimartabat masyarakat, karena hal tersebut menghambat masyarakat untukberperan serta dalam proses. Sedangkan intervensi dimaksudkan bahwadalam pencapaian perubahan sosial dengan pemerataan kesejahteraan bagisemua penduduk tidak terlepas dari campur tangan pemerintah, karenapemerintah yang menguasai berbagai sumber daya (Strategies for SocialDevelopment by Governments).

    Hakekat pemberdayaan masyarakat adalah upaya dan proses yangdilakukan supaya masyarakat memiliki keleluasaan dalam menentukanpilihan-pilihan dalam hidupnya yang leb