Panduan BUMDes

download Panduan BUMDes

of 50

  • date post

    29-Nov-2014
  • Category

    Education

  • view

    18.892
  • download

    19

Embed Size (px)

description

Buku Panduan Pendirian dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Transcript of Panduan BUMDes

  • 1. BUKU PANDUAN PENDIRIAN DAN PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA ( BUMDes ) DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONALPUSAT KAJIAN DINAMIKA SISTEM PEMBANGUNAN (PKDSP) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2007
  • 2. BUKU PANDUAN BUMDesii Disebarluaskan oleh PP RPDN
  • 3. Gambaran Singkat BUMDes1. Latar Belakang Pengembangan basis ekonomi di pedesaan sudah semenjak lamadijalankan oleh Pemerintah melalui berbagai program. Namun upaya itubelum membuahkan hasil yang memuaskan sebagaimana diinginkanbersama. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan kurang berhasilnyaprogram-program tersebut. Salah satu faktor yang paling dominan adalahintervensi Pemerintah terlalu besar, akibatnya justru menghambat dayakreativitas dan inovasi masyarakat desa dalam mengelola danmenjalankan mesin ekonomi di pedesaan. Sistem dan mekanismekelembagaan ekonomi di pedesaan tidak berjalan efektif dan berimplikasipada ketergantungan terhadap bantuan Pemerintah sehingga mematikansemangat kemandirian. Belajar dari pengalaman masa lalu, satu pendekatan baru yangdiharapkan mampu menstimuli dan menggerakkan roda perekonomian dipedesaan adalah melalui pendirian kelembagaan ekonomi yang dikelolasepenuhnya oleh masyarakat desa. Lembaga ekonomi ini tidak lagididirikan atas dasar instruksi Pemerintah. Tetapi harus didasarkan padakeinginan masyarakat desa yang berangkat dari adanya potensi yang jikadikelola dengan tepat akan menimbulkan permintaan di pasar. Agarkeberadaan lembaga ekonomi ini tidak dikuasai oleh kelompok tertentuyang memiliki modal besar di pedesan. Maka kepemilikan lembaga itu olehdesa dan dikontrol bersama di mana tujuan utamanya untuk meningkatkanstandar hidup ekonomi masyarakat. Pendirian lembaga ini antara lain dimaksudkan untuk mengurangiperan para tengkulak yang seringkali menyebabkan meningkatnya biayatransaksi (transaction cost) antara harga produk dari produsen kepadakonsumen akhir. Melalui lembaga ini diharapkan setiap produsen dipedesaan dapat menikmati selisih harga jual produk dengan biaya produksiyang layak dan konsumen tidak harus menanggung harga pembelian yangmahal. Membantu kebutuhan dana masyarakat yang bersifat konsumtif dan
  • 4. BUKU PANDUAN BUMDesproduktif. Menjadi distributor utama untuk memenuhi kebutuhan sembilanbahan pokok (Sembako). Disamping itu, berfungsi menumbuh suburkankegiatan pelaku ekonomi di pedesaan. Bentuk kelembagaan sebagaimana disebutkan di atas dinamakanBadan Usaha Milik Desa (BUMDes). Badan usaha ini sesungguhnya telahdiamanatkan di dalam UU No.32 Tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah (bahkan oleh undang-undang sebelumnya, UU 22/1999) danPeraturan Pemerintah (PP) no. 71 Tahun 2005 Tentang Desa. Pendirianbadan usaha tersebut harus disertai dengan upaya penguatan kapasitasdan didukung oleh kebijakan daerah (Kabupaten/Kota) yang memfasilitasidan melindungi usaha ini dari ancaman persaingan para pemodal besar.Mengingat badan usaha ini merupakan lembaga ekonomi baru yangberoperasi di pedesaan dan masih membutuhkan landasan yang kuatuntuk tumbuh dan berkembang. Pembangun landasan bagi pendirianBUMDes adalah Pemerintah. BUMDes dalam operasionalisasinya ditopang oleh lembaga moneterdesa (unit pembiayaan) sebagai unit yang melakukan transaksi keuanganberupa kredit maupun simpanan. Jika kelembagaan ekonomi kuat danditopang kebijakan yang memadai, maka pertumbuhan ekonomi yangdisertai dengan pemerataan distribusi aset kepada rakyat secara luas akanmampu menanggulangi berbagai permasalahan ekonomi di pedesaan.Tujuan akhirnya, BUMDes sebagai instrumen merupakan modal sosial(social capital) yang diharapkan menjadi prime over dalam menjembataniupaya penguatan ekonomi di pedesaan. Untuk mencapai kondisi tersebut diperlukan langkah strategis dantaktis guna mengintegrasikan potensi, kebutuhan pasar, dan penyusunandesain lembaga tersebut ke dalam suatu perencanaan. Disamping itu,perlu memperhatikan potensi lokalistik serta dukungan kebijakan (goodwill) dari pemerintahan di atasnya (supra desa) untuk mengeliminirrendahnya surplus kegiatan ekonomi desa disebabkan kemungkinan tidakberkembangnya sektor ekonomi di wilayah pedesaan. Sehingga integrasisistem dan struktur pertanian dalam arti luas, usaha perdagangan, danjasa yang terpadu akan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam tatakelola lembaga. Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerahpada Pasal 213 ayat (1) disebutkan bahwa Desa dapat mendirikan badanusaha milik desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa. SubstansiUU ini menegaskan tentang janji pemenuhan permintaan (demandcomplience scenario) dalam konteks pembangunan tingkat desa. Logika2 Disebarluaskan oleh PP RPDN
  • 5. BUKU PANDUAN BUMDespendirian BUMDes didasarkan pada kebutuhan dan potensi desa, sebagaiupaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berkenaan denganperencanaan dan pendiriannya, BUMDes dibangun atas prakarsa (inisiasi)masyarakat, serta mendasarkan pada prinsip-prinsip kooperatif, partisipatif,(user-owned, user-benefited, and user-controlled), transparansi,emansipatif, akuntable, dan sustainable dengan mekanisme member-basedan self-help. Dari semua itu yang terpenting adalah bahwa pengelolaanBUMDes harus dilakukan secara profesional dan mandiri. BUMDes merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsisebagai lembaga sosial (social institution) dan komersial (commercialinstitution). BUMDes sebagai lembaga sosial berpihak kepada kepentinganmasyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial.Sedangkan sebagai lembaga komersial bertujuan mencari keuntunganmelalui penawaran sumberdaya lokal (barang dan jasa) ke pasar. Dalammenjalankan usahanya prinsip efisiensi dan efektifitas harus selaluditekankan. BUMDes sebagai badan hukum, dibentuk berdasarkan tataperundang-undangan yang berlaku, dan sesuai dengan kesepakatan yangterbangun di masyarakat desa. Dengan demikian, bentuk BUMDes dapatberagam di setiap desa di Indonesia. Ragam bentuk ini sesuai dengankarakteristik lokal, potensi, dan sumberdaya yang dimiliki masing-masingdesa. Pengaturan lebih lanjut tentang BUMDes diatur melalui PeraturanDaerah (Perda). Sebagaimana dinyatakan di dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun2004 tentang Pemerintahan Daerah bahwa tujuan pendirian BUMDesantara lain dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa).Oleh karena itu, setiap Pemerintah Desa dapat mendirikan Badan UsahaMilik Desa (BUMDes). Namun penting disadari bahwa BUMDes didirikanatas prakarsa masyarakat didasarkan pada potensi yang dapatdikembangkan dengan menggunakan sumberdaya lokal dan terdapatpermintaan pasar. Dengan kata lain, pendirian BUMDes bukan merupakanpaket instruksional yang datang dari Pemerintah, pemerintah provinsi, ataupemerintah kabupaten. Jika yang berlaku demikian dikawatirkan BUMDesakan berjalan tidak sebagaimana yang diamanatkan di dalam undang-undang. Tugas dan peran Pemerintah adalah melakukan sosialisasi danpenyadaran kepada masyarakat desa melalui pemerintah provinsi dan/ataupemerintah kabupaten tentang arti penting BUMDes bagi peningkatankesejahteraan masyarakat. Melalui pemerintah desa masyarakatdimotivasi, disadarkan dan dipersiapkan untuk membangun kehidupannyasendiri. Pemerintah memfasilitasi dalam bentuk pendidikan dan pelatihan Disebarluaskan oleh PP RPDN 3
  • 6. BUKU PANDUAN BUMDesdan pemenuhan lainnya yang dapat memperlancar pendirian BUMDes.Selanjutnya, mekanisme operasionalisasi diserahkan sepenuhnya kepadamasyarakat desa. Untuk itu, masyarakat desa perlu dipersiapkan terlebihdahulu agar dapat menerima gagasan baru tentang lembaga ekonomi yangmemiliki dua fungsi yakni bersifat sosial dan komersial. Dengan tetapberpegang teguh pada karakteristik desa dan nilai-nilai yang hidup dandihormati. Maka persiapan yang dipandang paling tepat adalah berpusatpada sosialisasi, pendidikan, dan pelatihan kepada pihak-pihak yangberkepentingan terhadap peningkatan standar hidup masyarakat desa(Pemerintah Desa, BPD, tokoh masyarakat/ketua suku, ketua-ketuakelembagaan di pedesaan). Melalui cara demikian diharapkan keberadaan BUMDes mampumendorong dinamisasi kehidupan ekonomi di pedesaan. Peran pemerintahdesa adalah membangun relasi dengan masyarakat untuk mewujudkanpemenuhan standar pelayanan minimal (SPM), sebagai bagian dari upayapengembangan komunitas (development based community) desa yanglebih berdaya.2. Pengertian BUMDes Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desayang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upayamemperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan danpotensi desa. BUMDes menurut Undang-undang nomor 32 Tahun 2004tentang Pemerintahan Daerah didirikan antara lain dalam rangkapeningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa). Berangkat dari carapandang ini, jika pendapatan asli desa dapat diperoleh dari BUMDes, makakondisi itu akan mendorong setiap Pemerintah Desa memberikangoodwill dalam merespon pendirian BUMDes. Sebagai salah satulembaga ekonomi yang beroperasi dipedesaan, BUMDes harus memilikiperbedaan dengan lembaga ekonomi pada umumnya. Ini dimaksudkana