Referat Radiologi Fix

download Referat Radiologi Fix

of 26

  • date post

    03-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Referat Radiologi Fix

  • 8/12/2019 Referat Radiologi Fix

    1/26

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Paru-paru merupakan unsur elastis yang akan mengempis dan mengempiskan udara

    melalui trakea yang dipengaruhi tekanan ruang untuk mempertahankan keberlangsungan

    pernafasan. Paru-paru sebenarnya mengapung dalam rongga toraks, dikelilingi oleh suatu

    lapisan tipis cairan pleura yang menjadi pelumas bagi gerakan paru-paru di dalam rongga.

    Jadi pada keadaan normal rongga pleura berisi sedikit cairan dengan tekanan negatif yang

    ringan.

    Pneumotoraks adalah keadaan terdapatnya udara atau gas dalam rongga pleura.

    Dengan adanya udara dalam rongga pleura tersebut, maka akan menimbulkan penekanan

    terhadap paru-paru sehingga paru-paru tidak dapat mengembang dengan maksimal

    sebagaimana biasanya ketika bernafas. Pneumotoraks dapat terjadi baik secara spontan

    maupun traumatik. Pneumotoraks spontan itu sendiri dapat bersifat primer dan sekunder.

    Sedangkan pneumotoraks traumatik dapat bersifat iatrogenik dan non iatrogenik.

    1

  • 8/12/2019 Referat Radiologi Fix

    2/26

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    A. ANATOMI DAN FISIOLOGI

    Rongga thoraks atau cavitas thoracis berisi organ vital paru dan jantung. Paru-

    paru dan pleura mengisi sebagian besar rongga thoraks dengan jantung di antaranya,

    sedangkan aorta descendens serta oeshophagus terletak di belakang jantung. Pleura

    terbagi atas lapisan, yaitu!pleura parietalis danpleura visceralis.Pleura parietalis

    merupakan selaput tipis dari membrana serosa yang melapisi rongga pleura. Pada

    daerah yang menghadap mediastinum, pleura ini beralih meliputi paru-paru sehingga

    disebut pleura visceralis atau pleura pulmonalis. Pleura visceralis ini membungkus

    paru-paru dan melekat erat pada permukaannya. Ruangan potensial antara kedua

    lapisan pleura ini disebut cavitas pleuralis yang hanya berisi lapisan tipis cairan untuk

    lubrikasi.

    Pernapasan berlangsung dengan bantuan gerak dinding dada. "nspirasi terjadi

    karena gerak otot pernapasan yaitu #. intercostalis dan diafragma yang menyebabkan

    rongga dada membesar sehingga udara akan terhisap masuk melalui trakea dan

    bronkus.

    Jaringan paru dibentuk oleh jutaan alveolus mengembang dan mengempis

    bergantung pada membesar atau mengecilnya rongga dada. Dinding dada yang

    membesar akan akan menyebabkan paru-paru mengembang sehingga udara akan

    terhisap ke dalam alveolus. Sebaliknya bila #. "ntercostalis melemas maka dinding

    dada akan mengecil sehingga udara akan terdorong keluar. Sementara itu, karena

    adanya tekanan intra abdominal maka diafragma akan terdorong ke atas apabila tidak

    berkontraksi. $etiga faktor ini yaitu lenturnya dinding thoraks, kekenyalan jaringan

    paru, dan tekanan intra abdominal menyebabkan ekspirasi jika #. "ntercostalis dan

    diafragma kendur dan tidak mempertahankan keadaan inspirasi. Dengan demikian

    ekspirasi merupakan kegiatan yang pasif.

    2

  • 8/12/2019 Referat Radiologi Fix

    3/26

    B. DEFINISI

    Pneumotoraks adalah suatu keadaan terdapatnya udara atau gas di dalam

    pleura akibat robeknya pleua atau suatu keadaan dimana udara terkumpul di dalam

    kavum pleura sehingga memisahkan rongga viceralis dengan parietalis yang

    menyebabkan kolapsnya paru yang terkena.

    C. EPIDEMIOLOGI

    "nsidensi pneumotoraks sulit diketahui karena episodenya banyak yang tidak

    diketahui.%amun dari sejumlah penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan

    bah&a pneumotoraks lebih sering terjadi pada penderita de&asa yang berumur

    sekitar '( tahun. )aki-laki lebih sering daripada &anita, dengan perbandingan * ! +.

    3

  • 8/12/2019 Referat Radiologi Fix

    4/26

    Di merika Serikat, insidens pneumotoraks spontan primer pada laki-laki

    adalah ,' kasus per +((.((( orang tiap tahunnya sementara pada &anita insidensnya

    adalah +, kasus per +((.((( orang. Sedangkan insidens pneumotoraks spontan

    sekunder pada laki-laki adalah ,/ kasus per +((.((( orang dan &anita ,( per

    +((.((( orang. Pneumotoraks traumatik lebih sering terjadi daripada pneumotoraks

    spontan dengan laju yang semakin meningkat.

    Pneumotoraks spontan primer terjadi pada usia ( 0 /( tahun dengan puncak

    insidens pada usia a&al (-an sedangkan pneumotoraks spontan sekunder lebih sering

    terjadi pada usia ( 0 * tahun.

    D. KLASIFIKASI

    #enurut penyebabnya, pneumotoraks dapat dikelompokkan menjadi dua,

    yaitu!

    +. Pneumotoraks spontan

    1aitu setiap pneumotoraks yang terjadi secara tiba-tiba. Pneumotoraks tipe ini

    dapat diklasifikasikan lagi ke dalam dua jenis, yaitu!

    a. Pneumotoraks spontan primer, yaitu pneumotoraks yang terjadi secara tiba-

    tiba tanpa diketahui sebabnya.

    b. Pneumotoraks spontan sekunder, yaitu pneumotoraks yang terjadi dengan

    didasari oleh ri&ayat penyakit paru yang telah dimiliki sebelumnya, misalnya

    fibrosis kistik, penyakit paru obstruktik kronis 2PP3$4, kanker paru-paru,

    asma, dan infeksi paru.

    . Pneumotoraks traumatic

    1aitu pneumotoraks yang terjadi akibat adanya suatu trauma, baik trauma

    penetrasi maupun bukan, yang menyebabkan robeknya pleura, dinding dada

    maupun paru.

    Pneumotoraks tipe ini juga dapat diklasifikasikan lagi ke dalam dua jenis,

    yaitu !

    a. Pneumotoraks traumatik non-iatrogenik, yaitu pneumotoraks yang terjadi

    karena jejas kecelakaan, misalnya jejas pada dinding dada, barotrauma.

    b. Pneumotoraks traumatik iatrogenik, yaitu pneumotoraks yang terjadi akibat

    komplikasi dari tindakan medis. Pneumotoraks jenis ini pun masih dibedakan

    menjadi dua, yaitu !

    4

  • 8/12/2019 Referat Radiologi Fix

    5/26

    +4 Pneumotoraks traumatik iatrogenik aksidental

    dalah suatu pneumotoraks yang terjadi akibat tindakan medis

    karena kesalahan atau komplikasi dari tindakan tersebut, misalnya pada

    parasentesis dada, biopsi pleura.

    4 Pneumotoraks traumatik iatrogenik artifisial 2deliberate4

    dalah suatu pneumotoraks yang sengaja dilakukan dengan cara

    mengisikan udara ke dalam rongga pleura. 5iasanya tindakan ini

    dilakukan untuk tujuan pengobatan, misalnya pada pengobatan

    tuberkulosis sebelum era antibiotik, maupun untuk menilai permukaan

    paru.

    Dan berdasarkan jenis fistulanya, maka pneumotoraks dapat diklasifikasikan

    ke dalam tiga jenis, yaitu !

    +. Pneumotoraks 6ertutup (Simple Pneumothorax)

    Pada tipe ini, pleura dalam keadaan tertutup 2tidak ada jejas terbuka pada

    dinding dada4, sehingga tidak ada hubungan dengan dunia luar. 6ekanan di dalam

    rongga pleura a&alnya mungkin positif, namun lambat laun berubah menjadi negatif

    karena diserap oleh jaringan paru disekitarnya. Pada kondisi tersebut paru belum

    mengalami re-ekspansi, sehingga masih ada rongga pleura, meskipun tekanan di

    dalamnya sudah kembali negatif. Pada &aktu terjadi gerakan pernapasan, tekanan

    udara di rongga pleura tetap negatif.

    . Pneumotoraks 6erbuka (Open Pneumothorax),

    1aitu pneumotoraks dimana terdapat hubungan antara rongga pleura dengan

    bronkus yang merupakan bagian dari dunia luar 2terdapat luka terbuka pada dada4.

    Dalam keadaan ini tekanan intrapleura sama dengan tekanan udara luar. Pada

    pneumotoraks terbuka tekanan intrapleura sekitar nol. Perubahan tekanan ini sesuai

    dengan perubahan tekanan yang disebabkan oleh gerakan pernapasan.

    Pada saat inspirasi tekanan menjadi negatif dan pada &aktu ekspirasi tekanan

    menjadi positif. Selain itu, pada saat inspirasi mediastinum dalam keadaan normal,

    tetapi pada saat ekspirasi mediastinum bergeser ke arah sisi dinding dada yang

    terluka (sucking wound).

    +. Pneumotoraks 7entil (Tension Pneumothorax)

    dalah pneumotoraks dengan tekanan intrapleura yang positif dan makin lama

    makin bertambah besar karena ada fistel di pleura viseralis yang bersifat ventil. Pada5

  • 8/12/2019 Referat Radiologi Fix

    6/26

    &aktu inspirasi udara masuk melalui trakea, bronkus serta percabangannya dan

    selanjutnya terus menuju pleura melalui fistel yang terbuka. 8aktu ekspirasi udara di

    dalam rongga pleura tidak dapat keluar 2'4. kibatnya tekanan di dalam rongga pleura

    makin lama makin tinggi dan melebihi tekanan atmosfer. 9dara yang terkumpul

    dalam rongga pleura ini dapat menekan paru sehingga sering menimbulkan gagal

    napas.

    Sedangkan menurut luasnya paru yang mengalami kolaps, maka

    pneumotoraks dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu !

    +. Pneumotoraks parsialis, yaitu pneumotoraks yang menekan pada sebagian kecil

    paru 2: *(; volume paru4.

    . Pneumotoraks totalis, yaitu pneumotoraks yang mengenai sebagian besar paru 2sophagoscopic biopsi

    5ronchoscopic biopsi

    Non iatrogeni

    ?edera penetrasi

    )uka tusukan

    )uka tembak

    ?edera 6umpul

    @angguan tracheobronchial

    Ruptur esofagus

    Rib patah tulang

    S!ontan Primer "i#io!ati$

    Seun#er

    7

  • 8/12/2019 Referat Radiologi Fix

    8/26

    Penyakit saluran napas obstruktif

    sma

    >mfisema

    "nfeksi

    $avitasi pneumonia

    bses paru

    Septic emboli

    Pneumatoceles

    "nfark paru 2jarang4

    6umor

    5ronchogenik karsinoma

    %eoplasma pada pleura atau dinding dada

    #etastasis

    Penyakit paru-paru cystic

    Sarkoidosis

    >osinophilic granuloma

    ?ystic fibrosis

    6uberous sclerosis

    )ymphangioleiomyomatosis

    Pneumotoraks katamenial

    @angguan jaringan ikat

    Sindrom #arfan

    Sindrom >hl